Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 86 Misi Selesai


__ADS_3

Jadi, orang ini adalah putra tunggal keluarga Pyordova? Pikir Rega tak percaya kalau ia bakal bertemu langsung dengan orang penting seperti Leo. Yang lebih mengejutkan lagi adalah orang penting ini ternyata suami Shena.


Seketika Rega merasa kecil karena jelas kalah bersaing dengan Leo. Namun, cowok itu yakin, setenar apapun Leo, jika Bayu datang, Shena pasti akan lebih memilih bersama dengan Bayu dan meninggalkan Leo begitu saja.


“Pak polisi, apa benar om Purnama tidak meninggal?” tanya Rega yang masih penasaran dengan ditangkapnya mantan calon istri dan mertuanya atas kasus penipuan identitas.


“Benar, selama sebulan ini, tersangka bersembunyi di suatu tempat yang tidak bisa kami lacak. Tapi anak buah tuan muda Leo ini bisa dengan cepat menemukannya, sehingga kami bisa menangkapnya sekarang,” terang kepala polisi itu.


Sebuah mobil jeep milik Arga datang memasuki area parkir kantor KUD. Shena turun dari dalam mobil dan langsung berlari kecil menyongsong Leo.


“Ada apa ini, Leo? Kenapa Yani sama Bibi ditangkap polisi?” tanya Shena seketika dengan ekspresi cemas.


Rega yang melihat Shena menggenggam tangan pria asing itu, langsung patah hati ketika Shena lebih memilih menghampiri Leo terlebih dulu daripada dirinya. Kini jelas sudah, bahwa Shena memang benar menikah dengan Leo.


“Nanti akan aku jelaskan padamu, Sayang. Jangan khawatir, oke. Mereka sudah mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka. Mulai sekarang hidup mereka tidak akan pernah tenang meski mereka semua mendekam dipenjara.” Leo sengaja mengecup kening Shena dengan mesra di depan Rega dan semua teman-temannya termasuk pada Arga dan bu Dewi yang ada di samping mobil jeep Arga, untuk menunjukkan pada semua orang bahwa Shena adalah miliknya seorang.


Apa yang dilakukan Leo membuat netizen yang mengintip dari balik jendela jadi baper akut.


“Setelah adegan menegangkan tadi, sekarang kita disuguhkan adegan bersweet-sweet ria. Bioskop trans tv saja kalah sama kisah yang kita saksikan saat ini. Suer, tegang banget gue, tapi sekarang jadi baper,” komentar Vita langsung diikuti anggukan semua teman-temannya karena memiliki pemikiran yang sama.


“Tapi sepertinya, film bioskopnya belum selesai nih, masih ada yang seru kayaknya. Cinta segitiga.” Dody menambahkan argumennya.


“Bukaaan, cinta segi empat, satu wanita dan 3 pria.” Fitri membenarkan.


“Banyak amat cowoknya? Emang siapa saja?” tanya Dody.


“Cowok tampan yang sedang memeluk Shena itu, Rega, dan Bayu yang katanya sebentar lagi akan datang. Gila, semuanya cakep oeyy!” cetus Fitri. “Haaaaah, aku jadi iri sama Shena, senangnya kalau punya wajah cantik, yang naksir banyak benget, cuma ... wajah Bayu seperti apa, ya? Mudah-mudahan tak kalah keren dari yang lainnya.” Fitri senyam senyum sendiri membayangkan siapakah pria yang akan di pilih Shena. Apakah suaminya, si cowok tampan itu, atau Rega yang sedari dulu mengejar-ngejarnya, atau bisa jadi Bayu yang merupakan cinta pertama Shena.


“Terus, itu si Arga nggak dihitung, kan dia juga ngaku-ngaku jadi pacar Shena?” protes Dody yang lebih berpihak pada Arga.


“Oh iya ya, wuihh, banyak amat yang suka sama Shena, ya?” Vita juga ikutan heran sekaligus kagum dengan kisah drama ikan terbang yang terjadi dalam hidup Shena.


“Udah, lo jangan pada komen, pantengin aja dramanya.” Fitri mengingatkan teman-temannya untuk melihat kelanjutan drama Indonesia ala Shena sebagai pemeran utamanya yang tak kalah hits dengan drama korea.


Mobil polisi yang membawa paman Shenapun akhirnya sampai juga di kantor ini. Mereka tiba bersamaan dengan pengacara kondang necis yang tidak lain adalah pak Bas.


Shena sungguh tidak tahu harus berkata apa ketika melihat pamannya sedang di borgol dan dipindahkan ke mobil tahanan untuk dijadikan satu dengan istri dan putrinya yang sudah di tangkap lebih dulu.


“Leo, aku ingin bicara pada mereka semua, apa aku boleh ke sana?” pinta Shena yang sedari tadi tidak mau melepaskan genggaman tangannya dari Leo.


Leo mengusap lembut rambut Shena dan menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang di minta Shena.


“Pergilah, katakan semua apa yang ingin kamu katakan pada mereka yang sudah membuatmu menderita,” ucap Leo lalu melepaskan genggamannya.


Perlahan, Shena datang menghampiri keluarga satu-satunya yang dimilikinya. Sayangnya, keluarga itu sama sekali tidak menyukainya, padahal dengan tulus, Shena menyayangi mereka semua.

__ADS_1


“Paman, Bibi, Yani,” ujar Shena saat berdiri di hadapan mereka bertiga. “Kalian semua adalah satu-satunya keluarga yang aku miliki. Aku selalu berharap kita semua bisa menjadi keluarga yang bahagia seperti yang lainnya jika seandainya Paman, Bibi dan Yani mau menerimaku dan menyayangiku sama seperti aku menyayangi kalian semua. Aku sudah melupakan semua yang telah kalian lakukan padaku. Aku berharap, suatu hari nanti kalian mau membuka hati dan mau menerimaku sebagai bagian dari keluarga kalian. Maafkan aku, karena sebagai keponakan kalian, aku tidak bisa memberikan yang terbaik untuk kalian, dan aku senang paman ....” Shena menatap pamannya yang menunduk tanpa mau melihat wajah Shena. “Aku senang, karena paman masih hidup. Jaga diri kalian baik-baik.” Shena tidak ingin meneruskan lagi kata-katanya karena air matanya sudah hampir jatuh.


Dari lubuk hati yang terdalam, Shena tidak menginginkan akhir yang seperti ini, tapi apa yang mereka lakukan memang sudah melanggar hukum. Shena hanya berharap semoga selama di penjara, mereka bertiga mau berubah dan menjadi manusia yang lebih baik lagi.


Shena berbalik badan karena tidak ada jawaban dari ketiganya. Gadis itu pergi meninggalkan satu-satunya keluarganya dengan perasaan sedih yang mendalam.


Namun tiba-tiba, paman Shena mengalungkan tangannya di leher gadis itu dari belakang dan mengancam semua orang bakal membunuh Shena dengan mencekik lehernya menggunakan borgol yang terpasang di tangannya.


“Jangan ada yang mendekat! Jika sampai kalian mendekat, aku akan membunuh gadis ini!” teriak Purnama sambil berjalan mundur ke belakang sambil menyeret paksa tubuh Shena. “Kalian berdua!” teriak Purnama pada Yani dan istrinya. “Cepat berdiri di belakangku.” Pintanya.


Yani dan ibunya langsung berdiri di belakang Purnama yang menyandera Shena tanpa ada yang berani melawannya. Jika mereka semua bertindak gegabah, maka nyawa Shena bisa dalam bahaya.


Kepala polisi mengkode anak buahnya untuk behati-hati jangan sampai salah langkah. Sedangkan Shena menatap Leo yang mengawasi paman Shena dengan ekspresi datar penuh waspada. Aura membunuh terlihat jelas terpancar di wajah Leo, tapi Shena memberikan kode pada Leo dengan menggelengkan kepalanya agar jangan sampai membunuh pamannya, cukup menyelamatkannya saja. Sebab Shena tahu, Leo bisa menyelamatkannya dengan mudah tanpa harus dengan membunuh musuhnya.


Semua orang yang ada di sini menjadi panik melihat situasi yang terjadi, tak terkecuali teman-teman Shena yang masih berdiri di belakang jendela. Tanpa sadar, mereka semua sampai berpeluk-pelukan saking tegangnya.


“Letakkan senjata kalian semua! Atau aku akan benar-benar membunuh gadis ini!” teriak Purnama sambil mengeratkan cengkeramannya di leher Shena sehingga Shena terbatuk-batuk karena kesulitan bernapas.


Para polisi itu pun menuruti apa yang diminta Purnama demi keselamatan Shena. Sementara itu, Leo melirik sebuah pistol terpasang rapi di pinggang kepala polisi yang berdiri tegak di sampingnya. Perlahan, ia mundur ke belakang polisi itu dan mengambil pistolnya tanpa sepengetahuan siapapun termasuk pemilik pistol itu sendiri. Dengan ancang-ancang yang sudah Leo persiapkan dari balik punggung kepala polisi, Leo langsung menembakkan timah panas pada Paman Shena dan langsung tepat mengenai sasarannya.


Dor!


Sebuah tembakan tepat mengenai kaki kiri Purnama sehingga laki-laki itu tumbang seketika akibat timah panas yang menembus betisnya.


Leo merengkuh Shena dalam pelukannya. “Kamu tidak apa-apa, Sayang.” Leo memeriksa seperti apa kondisi Shena sehabis disandera.


“Tidak apa-apa,” Jawab Shena meskipun untuk sesaat tadi, ia sempat merasakan panik yang luar biasa akibat tindakan nekat pamannya.


Para polisi bertindak cepat mengamankan para penjahat itu dan menggiringnya masuk ke dalam mobil tahanan dengan pengawalan ketat. Sementara Purnama langsung di bawa ke rumah sakit agar cepat mendapat pertolongan sehingga ia bisa mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.


“Leo mengembalikan pistol yang ia ambil tanpa permisi pada kepala polisi itu. “Maaf Pak, sudah membuat anda kaget dengan suara tembakan tadi, saya kembalikan pistolnya, terimakasih.” Leo menyerahkan pistol itu pada pemiliknya yang langsung disambut dengan senyuman hangat.


“Anda memang luar biasa tuan muda Leo, mirip sekali dengan ayah anda. Anda menunjukkan bahwa anda memang benar-benar putranya. Tembakan anda benar-benar jitu. Aku saja tidak akan bisa menandingi ketepatan dan kecepatan tembakan anda.” Alih-alih marah karena pistolnya diambil diam-diam oleh Leo, kepala polisi itu malah memuji tindakan keren yang dilakukan pemuda seperti Leo. Sebab, keterampilannya menembak jauh diatas rata-rata anggota 88. Padahal, Leo bukanlah polisi melainkan hanya seorang mahasiswa biasa, tapi keterampilannya memainkan senjata sudah tidak bisa diragukan lagi.


“Anda orang kesekian yang mengatakan kalau saya mirip dengan ayah saya.” Leo menatap Shena yang masih melihat kepergian paman dan bibinya.


“Baiklah, urusan kami di sini sudah selesai, terima kasih atas semuanya.” Kepala polisi itu menjabat tangan Leo sebelum ia pamit meninggalkan TKP.


Semua teman-teman Shena yang sudah jantungan di dalam ruangan, langsung berlari keluar kandang setelah sempat menyaksikan adegan menegangkan dari dalam. Mereka bahkan ketakutan kalau sampai Shena kenapa-napa. Namun, kekhawatiran mereka digantikan dengan rasa kagum setelah menyaksikan aksi keren Leo yang luar biasa. Semakin jatuh cintalah semua kaum hawa setelah tahu bahwa Leo bukan hanya laki-laki biasa, tapi juga seorang gengster tajir melintir yang siap siaga melindungi wanitanya dari mara bahaya.


Shena juga baru sadar kalau Leo, belum ia kenalkan pada siapapun yang ada di sini.


Arga dan bu Dewi juga mendekat ke arah Shena karena merasa khawatir pada Shena yang sempat dijadikan sandera. Begitu melihat aksi keren Leo saat menyelamatkan Shena, Arga langsung mengakui sendiri bahwa Leo, memang laki-laki yang paling tepat untuk Shena, bahkan wajahnya memang jauh lebih tampan darinya. Hanya berbanding sebelas duabelas saja.


“Senang bertemu denganmu Bro, aku Arga. Anggap saja aku kakak iparmu sekarang. Aku sangat terkesan dengan aksimu yang menyelamatkan Shena dari orang gila tadi. Sumpah keren banget.” Arga mengulurkan tangannya pada Leo dengan bangga.

__ADS_1


Leo menatap Shena yang juga menatapnya sambil tersenyum. “Dia Arga, teman masa kecilku yang jauh lebih tampan darimu,” Goda Shena.


Leo hendak protes, tapi ia tidak enak karena ada banyak orang yang mengelilinginya. “Senang juga bisa bertemu denganmu kakak ipar, aku Leo.” Leo pun membalas uluran tangan Arga.


Shena juga memperkenalkan Leo kepada yang lainnya termasuk pada Rega yang berdiri dengan pandangan mata kosong agak jauh dibelakangnya.


“Kak Rega, ini Leo, suamiku.” Shena memperkenalkan Leo pada Rega.


“Oh, Halo.” Rega hanya melambaikan tangan dan enggan menatap Leo, apalagi sampai mengulurkan tangannya.


Shena tidak peduli apapun reaksi Rega tentang hubungannya dengan Leo, yang terpenting bagi Shena saat ini ialah Shena bisa bersama dengan Leo untuk selamanya.


“Kalian berdua memang pasangan yang serasi, tapi bagaimana dengan, Bayu?” ceplos Vita yang langsung disenggol dengan tangan oleh Fitri.


Vita tersadar kalau dia sudah keceplosan. Ia mundur di balik punggung Fitri karena sudah salah bicara.


“Bayu?” Tanya Shena dengan bingung dan menatap wajah teman-temannya satu persatu. “Ada apa ini? Kenapa ekspresi kalian seperti itu?” Shena melirik Leo untuk mencari tahu apakah Leo mengetahui soal Bayu.


“Siapa Bayu, Sayang?” tanya Leo sambil menatap Shena yang langsung gugup saat mendengar nama Bayu disebut. “Apa dia memang pacar kamu yang lain selain aku?” pertanyaan Leo membuat Shena jadi merasa bersalah. Ia akui Bayu memang cinta pertama Leo. Tapi ia sudah lama melupakan sosok Bayu yang dulu tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak dan tidak ada kabar lagi sampai sekarang.


Tidak ada gunanya menyembunyikan siapa Bayu dari Leo. Pikir Shena. Gadis itu hendak menjelaskannya pada Leo agar suaminya itu tidak salah paham, tapi Shena terkejut setelah Leo mengatakan sesuatu yang mencengangkannya.


“Rega bilang, Bayu akan datang kemari. Dia bahkan yakin kamu akan meninggalkanku dan lebih memilih dia dibandingkan aku. Apakah itu benar, Sayang?” tanya Leo dengan kilatan mata yang super duper tajam.


Shena terpaku mendengar pertanyaan Leo. Untuk sesaat, Shena hanya bisa diam sembari bergelut dengan perasaannya sendiri. Namun, dengan senyum simpul tanpa beban, Shenapun mengatakan sesuatu yang membuat senyum Leo mengembang.


“Aku memang ingin bertemu dengannya, bukan karena aku memilihnya atau ingin kembali bersamanya, tapi aku ingin mengatakan padanya bahwa aku sudah bahagia bersamamu dan hanya kamulah satu-satunya orang yang kucintai saat ini, tidak ada yang lain.” Shena terlihat tulus sekali saat mengatakan kalimat itu pada Leo.


Leo menatap Shena dengan senyuman penuh pesona, cowok itu mengangkat dagu Shena dan di depan banyaknya pasang mata, Leo mengecup lembut bibir Shena dengan mesra sehingga membuat siapapun yang menyaksikan adegan romantis abis itu langsung jadi baper tingkat dewa.


***


Maaf untuk beberapa episode ini kisahnya sangatlah panjang, jangan bosan membacanya ya... itu karena penulis berusaha menyeimbangkan cerita kolabs dengan author pemes sekelas ka Chica di cerita "Penjara Cinta Sang Mafia" yang diperankan om Zian. hehehe...


setelah ini episodenya jauh lebih seru lagi ... nantikan up berikutnya ya .. masih dalam proses pengeditan.


jangan lupa dukung penulis dengan like, vote dan komentarnya ya ... semoga semuanya suka dengan cerita amatiranku yang jauh dari kata sempurna.



tatapan Leo saat sedang menembak...


love you all


salam manis dari penulis

__ADS_1


__ADS_2