Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 153 Berbadan Dua


__ADS_3

Leo membaringkan tubuh Shena di atas tempat tidur dengan pelan dan perlahan begitu keduanya masuk ke dalam kamar yang sudah disediakan Fey untuk mereka berdua.


Leo sengaja menatap wajah istrinya dengan tatapan yang tak bisa dimengerti Shena. Shena sendiri juga heran kenapa suaminya itu bersikap seperti itu. Tadinya ia pikir Leo bakal memakannya dan memaksanya untuk melakukan ritual seperti yang biasa dia lakukan setiap kali dia kesal, tapi kali ini Leo berbeda, ia bersikap sebaliknya. Suaminya itu hanya membelai lembut rambut Shena dan menatap dirinya penuh makna.


"Ada apa? Kenapa melihatku seperti itu. Tidak biasanya, aku kira kamu sedang kesal sekarang." Shena membalas tatapan mata suaminya.


Leo menunduk lesu seolah ingin mengatakan sesuatu hal yang penting. "Sayang, aku rasa aku tidak bisa menyembunyikan rahasia ini lebih lama lagi darimu. Sudah saatnya kamu juga harus tahu." Leo mulai mengangkat lagi wajahnya dan menatap Shena tepat dimanik matanya sebagai tanda bahwa apa yang akan ia katakan ini sangatlah serius.


Ucapan dan tatapan mata Leo semakin membuat Shena menjadi was-was. Gadis itu tidak tahu, hal apa yang Leo sembunyikan darinya. Tiba-tiba saja, jantung Shena berdetak dengan kencang memikirkan apa yang akan dikatakan Leo. Jika dilihat dari ekspresi wajahnya yang seperti itu, pasti bukanlah hal yang menyenangkan.


"Katakan ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu? Jangan membuat ku takut. Rahasia apa yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Shena mulai sedikit panik.


Shena bangun dari tidurnya dan bersandar di sandaran kasur yang ada dibelakangnya. Sedangkan Leo, masih setia duduk di samping istrinya sambil menggenggam erat tangannya.


"Sayang, tidakkah kamu merasa, kamu sekarang berbeda?" tanya Leo.


"Berbeda?" Shena mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Leo. "Apa maksudmu? Apa yang berbeda dariku? Aku tetap sama seperti yang dulu, baik sebelum menikah denganmu ataupun sesudah kita menikah. Tidak ada yang berbeda dariku. Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?"


"Ada, dan itu yang membuatku harus terpaksa membagi cintaku denganmu. Maafkan aku Sayang, aku tidak bisa hanya mencintaimu saja. Aku harus ...,"


"Apa maksudmu?" Shena memotong kata-kata Leo seketika. "Kau mencintai orang lain selain aku?" Shena mulai shock dan tanpa terasa ia pun juga menangis, tapi Leo buru-buru mengusap air mata istrinya.


"Dengarkan aku dulu, Sayang. aku belum selesai bicara. Kamu tahu aku hanya bisa mencintaimu seorang, tidak ada yang lain, tapi situasinya sekarang berubah seiring dengan perbedaan yang ada dalam dirimu." Leo berusaha menjelaskan.


"Tapi aku tetap sama seperti yang dulu." Shena ingin sekali menjerit bahwa dirinya tetaplah Shena yang sama. Shena tidak mengerti kenapa suaminya itu bisa berkata seperti itu.


"Tidak, kamu berbeda Sayang. Ada banyak perbedaan yang terjadi padamu sebelum dan sesudah kita menikah."

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan, sih? kenapa malah membahas perbedaan yang terjadi padaku? Bukankah tadi kamu bilang ada rahasia yang ingin kamu beritahukan? Rahasia apa? Jangan bilang kalau kamu punya orang lain yang kamu cintai selain aku?" tebak Shena.


"Untuk saat ini belum, tapi akan terjadi." Leo mengatakan kalimat menyakitkan itu seolah tidak ada rasa bersalah.


"Apa?" Shena tersentak, apa yang barusan dia dengar dari mulut suaminya bagaikan batu besar yang siap menghantam kepalanya.


Gadis itu langsung membeku. Air matanya mengalir menahan rasa sakit yang luar biasa. "Kenapa kamu tega melakukan itu padaku? Kamu bilang kamu hanya mencintaiku? Kenapa sekarang kamu malah berencana mencintai orang lain?" Shena mulai menangis membayangkan suaminya harus bersama dengan wanita lain.


Membayangkannya saja rasanya sudah benar-benar menyakitkan, apalagi jika sampai harus melihatnya. Shena memejamkan mata sambil terus meneteskan air mata. Ia sungguh kesal dengan Leo dan tidak ingin melihat wajah suaminya itu.


Sudah jelas sekarang, akan seperti apa rumah tangga Shena dan Leo nanti. Seorang playboy tetaplah playboy. Sampai kapanpun, playboy tidak akan pernah insyaf. Gadis itu menundukkan kepalanya sambil melepaskan genggaman tangannya dari Leo. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang.


"Kamu jahat Leo," isak Shena. "Untuk apa kamu memberikan semua kebahagian ini jika suatu hari nanti kamu akan menyakitiku. Lebih baik kamu bunuh aku saja sekarang, daripada harus melihatmu bersama dengan wanita lain yang akan kamu cintai itu."


Leo berusaha merengkuh tubuh istrinya tapi Shena langsung menolaknya mentah-mentah.


"Benarkah kamu akan mati jika aku mencintai orang lain? Bagaimana jika ... kaupun membagi cintamu untuknya?" tanya Leo yang langsung mendapat tatapan heran dari Shena.


"Iya, Sayang ... kita akan membagi cinta kita dengan calon buah hati kita. Karena itulah, aku tidak bisa mencintaimu saja, tapi aku juga harus mencintai dan menyayangi anak kita ini." Leo memegang perut rata Shena lalu menciumnya dengan mesra. "Apa kamu masih keberatan? Jika cintaku kubagi dengannya?" tangan Leo yang masih belum beranjak dari perut rata istrinya. Leo malah semakin mengeratkan pelukannya.


Kali ini Shena tidak bisa menjawab, gadis itu menangis sekaligus tertawa. Ia menatap suaminya dengan kesal karena sudah mempermainkan perasaannya. "Kamu jahat! Aku kira kamu beneran mau menduakan aku." isak Shena tapi juga tertawa bahagia.


Leo memeluk tubuh istrinya dengan penuh haru. Lengkap sudah kebahagiaan keduanya. cowok itu tak henti-hentinya menghadiahi ciuman mesra pada Shena.


"Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisimu dihatiku. Cintaku padamu, tak akan pernah lekang oleh waktu. Baik sekarang, esok, atau nanti, aku akan selau mencintaimu, dan terus mencintaimu, tak peduli seperti apa perubahan yang terjadi dalam dirimu, aku tetap mencintaimu. Dan cinta ini, akan selalu tumbuh dan bertambah setiap harinya. Kamu harus ingat ini, Sayang, betapa besar cintaku padamu sampai aku rela menyerahkan segala yang ku punya hanya untukmu dan demi kebahagiaanmu. Jangan menangis lagi, Nyonya Shena Bay Pyordova." Leo menyelipkan rambut Shena di belakang telinganya sambil tersenyum manis pada Shena.


"Sejak kapan kamu jadi jago gombal begitu? Apa kata-kata itu selalu kamu ucapkan ke setiap mantanmu?" tanya Shena sambil menahan tawa melihat jurus rayuan gombal Leo.

__ADS_1


"Cuma kamu orang pertama yang aku gombalin, Sayang ... dan aku baru bisa ngegombal sejak aku jatuh cinta padamu. Sebelumnya aku tidak pernah. Aku sangat cuek dengan mereka semua." Leo mengedipkan salah satu matanya untuk tebar pesona di depan Shena.


Hedeuhhh, dasar playboy, batin Shena.


Leo mendaratkan ciuman lembut di bibir Shena sambil berkata, "Terimakasih Sayang. Aku sangat bahagia, sebentar lagi aku akan jadi ayah, dan kamu ... akan menjadi ibu." Leo mengusap lembut rambut istrinya sehingga membuat Shena kembali berkaca-kaca dan memeluk suaminya.


Yang dikatakan Leo benar, aku akan menjadi seorang ibu? terdengar aneh sih, tapi aku sangat bahagia, pikir Shena.


Perlahan, Shena melepaskan pelukannya, dan menatap wajah bahagia suaminya. "Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku lagi hamil?" tanya Shena penasaran karena suaminya lebih dulu mengetahui perihal kehamilannya daripada Shena sendiri. Walaupun sejak ia menikah dengan Leo, Shena masih belum juga datang bulan alias sudah telat.


"Sudah ku bilang, kamu berbeda, kamu yang sekarang bukan seperti kamu yang biasanya, awalnya aku tidak mengerti dengan sikap dan perubahan moodmu. tapi setelah mengamati bentuk tubuhmu, aku mulai paham ... kalau istriku ini sedang berbadan dua." Leo mengusap lembut kedua pipi Shena yang memang agak berisi. "Tapi, untuk memastikannya, kita akan ke dokter tempat kakak ipar biasa periksa. Bagaimana?"


Shena hanya mengangguk setuju sambil tersenyum, Leo sendiri mencium lembut bibir istrinya itu dengan mesra. "Sekarang istirahatlah, kamu harus banyak-banyak istirahat dan tidak boleh lelah. Aku keluar sebentar untuk bicara dengan Refald. Aku akan kembali begitu urusanku dengannya selesai."


"Apa yang ingin kamu katakan padanya?"


"Masalah pekerjaan, aku harus rajin bekerja untuk menghidupi istri dan anakku," sindir Leo padahal semua orang juga tahu, tanpa bekerja pun harta Leo dan keluarganya, tidak akan habis tujuh turunan sekalipun.


Leo membantu istrinya merebahkan diri dan menyelimutinya sambil mencium lembut kening Shena sebelum ia berlalu pergi keluar menemui Refald.


"Sampai nanti Sayang, tidur yang nyenyak, oke." Sekali lagi Leo mencium kening Shena dan beranjak pergi.


Aku hamil? ada Leo tengil di dalam perutku? Aku masih belum percaya ini. Apa ini mimpi? batin Shena. menepuk-nepuk pipinya sendiri begitu pintu kamar sudah ditutup Leo dari luar.


****


jangan lupa like, vote dan komentarnya ya .. love you all

__ADS_1




__ADS_2