Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 138 Anak Perempuan


__ADS_3

Shena terbangun dari tidurnya dan mendapati Leo juga tidur dibelakangnya. Gadis itu memutar balik tubuhnya menghadap suaminya yang ternyata ikut terlelap juga. Shena tersenyum manis dan mengecup mesra bibir Leo, lalu mengusap lembut wajah tampan suaminya. “Dia tampan sekali kalau tidur seperti ini,” gumam Shena.



Berada bersama Leo adalah hal yang paling membahagiakan bagi Shena. Rasanya ia tidak menginginkan apapun lagi sekarang, karena Shena benar-benar bahagia. Apalagi kini ia punya sebuah keluarga yang lengkap dan harmonis.


Perlahan, Shena bangun dari tidurnya, tapi entah kenapa kepalanya mulai pusing saat ia memaksa untuk berdiri. Hampir saja Shena oleng kalau saja Leo tidak menangkap tubuh gadis itu. “Sayang, kamu kenapa?” tanya Leo seketika.


“Entahlah, tiba-tiba saja aku pusing sekali. Padahal tadi aku baik-baik saja,” jawab Shena yang sebenarnya terkejut karena tiba-tiba saja Leo sudah bangun dari tidurnya.


“Kamu mau kemana?” tanya Leo yang agak sedikit cemas dengan Shena.


“Ke kamar mandi.”


“Ayo, aku antar!” tanpa menunggu persetujuan dari Shena, Leo menggendong tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


“Aku tidak apa-apa, keluarlah!” pinta Shena setelah Leo menurunkannya di lantai kamar mandi.


“Nggak! Aku akan di sini bersamamu, aku tidak mau kamu kenapa-napa. Kita akan bersama-sama.”


“Tapi aku kan mau membersihkan diri? Masa iya kamu ada di sini sementara aku ....” Shena tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


“Kamu lupa Sayang, aku suamimu. Kita sudah suami istri sekarang. Tidak ada salahnya kalau kita mandi bersama. Toh ini bukan yang pertama kalinya kita melakukannya.” Seringai nakal mulai Leo perlihatkan pada Shena.


Firasatku benar-benar buruk kalau Leo sudah bicara seperti itu, Shena menghela napas panjang.


Apa yang dipikirkan Shena memang benar, Leo mulai mendekati Shena dan melakukan apa yang sudah ia nantikan sejak tadi. Keduanya saling bercumbu mesra dan menjadi satu dalam aliran air shower yang mengalir deras membasahi tubuh keduanya. Suasana romantis masih saja menyelimuti keduanya saat mereka mandi bersama dalam penyatuan tubuh yang sempurna.


****


Bibi Nunuk datang tepat setelah Leo dan Shena selesai membersihkan diri dan sudah rapi karena akan menyambut tamu spesial yang mereka tunggu-tunggu.


“Tuan muda, Tuan besar dan Nyonya besar sudah datang bersamaan dengan tamu spesialnya. Anda dan Nyonya Shena sedang ditunggu di sana,” ujar bibi Nunuk setelah ia membungkukkan tubuhnya.


“Ehm, terima kasih, Bi. Kami akan segera turun,” ucap Leo sambil membenahi kancing lengannya.


“Ayah dan ibu sudah datang? Di mana mereka sekarang? Aku ingin menemui mereka!” Shena terlihat antusias mendengar mertuanya sudah pulang kembali ke rumah.

__ADS_1


“Ada di bawah, Nyonya. Anda juga sudah ditunggu oleh mereka.”


“Baiklah aku akan turun sekarang.” Tanpa menunggu Leo, Shena langsung berlari keluar untuk segera bertemu dengan mertuanya sekaligus penasaran siapa tamu spesial yang datang malam ini.


“Sayang ... jangan lari! Kamu baru saja ....” Leo tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena ada bibi Nunuk yang sedang menatapnya. “Ayo, Bi. Kita turun juga!” Leo sengaja berjalan lebih dulu untuk menghindari tatapan bibi pengasuhnya.


Shena benar-benar terkejut saat melihat Naya, Dennis dan juga kakak ipar Naya sedang duduk di sofa ruang tamu keluarga.


“Kak Naya. Dennis, Kak Elma? Kalian semua ada di sini? Wahhh, ini benar-benar kejutan!” teriak Shena dari kejauhan dan berjalan mendekat ke arah Naya sambil mengatupkan kedua tangannya di wajah Shena karena gadis itu tidak percaya, kalau ia bisa bertemu lagi dengan keluarga penyelamat Leo. Shena langsung memeluk Naya, Elma dan Dennis bergantian. Wajahnya terlihat senang sekali.



“Aku juga senang akhirnya aku bisa bertemu lagi denganmu, Shena. Kamu semakin cantik saja,” puji Naya.


“Kakak juga sangat cantik, aku merindukan kalian semua. Leo tidak memberitahuku kalau kalianlah yang datang, ia hanya bilang ada tamu spesial yang bakal membuatku senang. Dan benar saja, aku senang sekali kalian mau datang kemari.”


“Aku juga terkejut kamu ada di sini, apa sekarang kalian tinggal bersama?” tanya Naya penasaran.


“Benar, sekarang kami tinggal bersama dan tidak akan pernah terpisahkan,” ujar Leo dari balik punggung Shena.


“Kami sudah menikah,” jawab Leo cepat.


“Waahhh, selamat ya? Kenapa kalian tidak memberitahu kami?”


“Aku sendiri juga tidak tahu kalau aku akan menikah secepat ini. Semuanya ulah ayahku!” Leo tersenyum bahagia. “Oh iya? Di mana tuan Malik dan yang lainnya? Kenapa aku tidak melihat mereka?” tanya Leo yang celingukan mencari-cari sosok pahlawannya.


“Kami ada di sni!” jawab Zian yang baru saja keluar dari ruang kerja Byon bersama dengan yang lainnya. Tentu saja Leo dan Shena sangat senang melihat Zian sekeluarga datang kemari.


Shena langsung memeluk ibu mertuanya yang baru saja muncul dari balik ruang makan setelah memastikan kalau makan malamnya sudah siap. “Ini sebuah kejutan besar Ibu, selamat datang kembali,” ucap Shena.


“Halo, Sayang. Bagaimana kabarmu?” tanya Biyanca yang masih memeluk menantunya.


“Baik Ibu, aku senang akhirnya ayah dan ibu kembali malam ini. Aku sudah merindukan kalian.”


“Tentu saja, kami juga merindukanmu. Aku harap Leo menjagamu dengan baik.” Biyanca masih merangkul Shena dan membuat semuanya tersenyum bahagia melihat Shena yang begitu akrab dengan ibu mertuanya.


“Aku menjaga istriku dengan sangat baik ibu, aku bahkan berusaha keras membuatkan cucu untuk kalian.” Leo cengar cengir kuda tanpa malu berkata seperti itu di depan banyak orang apalagi dihadapan Zian si mafia alim.

__ADS_1


“Apa kamu tidak malu bicara seperti itu di hadapan tuan Malik dan keluarganya, ha? Dasar mesum!” bisik Shena pada Leo.


“Kenapa? aku berkata jujur?” Leo tetap memasang wajah tidak bersalah.



Dasar gengster nggak ada akhlak! Rutuk Shena dalam hati.


Evan hanya menahan senyum dari balik punggung kakakya yang bingung harus bersikap apa ketika Leo bicara blak-blakan seperti itu.


“Beruntung sekali Shena memiliki mertua yang juga sayang padanya,” gumam Naya yang ikut terharu juga melihat keakraban Shena dengan mertuanya. Zian hanya tersenyum menatap wajah istrinya.


Byon mempersilakan semua tamu spesialnya untuk masuk ke dalam ruang makan dan memulai acara makan malam bersama. Semua hidangan dari berbagai negara sudah siap disajikan. Makan malam ini adalah untuk merayakan pernikahan Leo dan Shena sekaligus berita bahagia mengenai keluarga Zian yang sudah lama hilang akhirnya bisa kembali ditemukan.


“Selamat untuk pernikahanmu Leo, kau bukan perjaka lagi sekarang,” tukas Evan ikut blak-blakan saat mereka semua sudah berada di ruang makan. Gurauan Evan langsung disambut tawa Byon dan istrinya, Biyanca.


“Evan! Jaga bicaramu!” tegur Fahri yang tidak enak pada Byon akibat kata-kata kurang pantas Evan.


“Tidak apa-apa tuan Azkara, itulah gaya anak muda khas zaman sekarang. Jangan sungkan, aku bisa memakluminya, karena aku dulu juga pernah muda. Lagipula, apa yang dikatakan adikmu memang benar, Leo sudah bukan perjaka lagi sekarang.” ujar Byon sehingga membuat ketegangan di ruangan ini kembali mencair.


“Maafkan aku, Leo. Aku tidak tahu kalau kalian sudah menikah. Seandainya ayahmu memberitahuku lebih awal, mungkin aku akan menyiapkan hadiah pernikahan untuk kalian sebagai tanda ucapan dari kami,” terang Zian mewakili keluarganya.


“Itu tidak perlu tuan Malik, kedatangan anda sekeluarga kemari, adalah hadiah terindah bagi Shena dan aku. Terimakasih banyak sudah bersedia makan malam bersama kami. Ayo silahkan dicicipi makanannya, semoga kalian semua suka.” Leo sangat tulus mengucapkan kata-katanya. Shena memang sangat senang bisa bertemu kembali dengan keluarga Zian, terutama Dennis. Istrinya tak henti-hentinya mengajak bercanda dan bermain dengan Dennis. Anak kecil yang menggemaskan itupun juga terlihat nyaman saja dengan Shena.


“Tuan Azkara, ada satu hal yang ingin aku sampaikan pada kalian semua mengenai anak perempuan yang kalian cari,” ucap Byon mulai membuka pembicaraan. Semua langsung siap mendengar apa yang akan dikatakan Byon.


“Silahkan, Tuan.” Zian menyambut dengan senang hati apapun yang akan disampaikan Byon padanya.


“Saat aku membeli anak pempuan itu dari anak buah Kenzo, usianya baru 8 tahun. Kondisinya saat itu tidak begitu baik, dia terlihat linglung akibat trauma yang mendalam. Dia mengalami depresi dan tidak mau bicara selama satu tahun. Tidak ada yang bisa kami lakukan selain menunggu ia mengatasi rasa traumanya. Namun, setelah setahun berlalu, anak perempuan itu akhirnya bisa kembali bicara, tetapi dia lupa segalanya, termasuk namanya sendiri.


Aku memberitahu kalian, agar kalian tidak salah paham jika bertemu dengannya nanti. Hal itu wajar terjadi bagi gadis kecil seusianya setelah mengalami hal berat apalagi sampai berhubungan dengan Kenzo. Aku harap apapun reaksinya, kalian bisa memahaminya.” Byon mengakhiri kalimatnya. “Selebihnya, bibi Jennylah yang akan menjelaskan detail kondisinya. Saat ini aku hanya bisa memastikan kalau dia baik-baik saja.”


Zian mengepalkan tangannya untuk menahan amarahnya agar tidak keluar dihadapan semuanya. Ia benar-benar merutuk perbuatan Kenzo atas apa yang sudah ia lakukan pada adik kecilnya. Sebaliknya, ia sangat berterima kasih pada Byon karena mau merawat dan menjaga adiknya hingga sekarang.


****


Oh iya yang tanya soal misi Leo saat disuruh ibunya sabar dulu, satu persatu pasti nanti akan terkuak dan ada banyak sekali cerita menarik di dalamnya. Ditunggu saja ya ... love you all.

__ADS_1


__ADS_2