
Apa yang Shena lakukan sekarang memang di luar akal sehatnya. Ia rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi Leo dan pengasuhnya yang sedang terlibat konflik panas. Shena hanya ingin mereka berdua bisa menyelesaikan kesalahpahaman diantara mereka tanpa harus saling menyakiti satu sama lain. Karena itulah, Shena harus melakukan tindakan yang beresiko kehilangan nyawanya sendiri.
Peluru jenis black sniper tepat mengenai tubuh Shena di bagian perut sebelah kirinya. Seketika Shenapun ambruk dan dengan cekatan Leo melepaskan sekapannya pada mantan pengasuhnya lalu beralih berlari ke belakang Shena untuk menangkap tubuh gadis itu.
“Tidak! Shenaaaa!” teriak Leo menggelegar memenuhi ruangan. Shena terkapar tepat di pangkuan Leo dengan darah mengucur deras di perutnya sebelah kiri.
Para pasukan Leo yang menyaksikan adegan tak terduga itu langsung menghujankan pelurunya ke arah orang yang menembak Shena dari atas. Mereka memberondong area lantai dua dengan senjata apinya berharap bahwa orang yang menembak Shena terkena salah satu tembakan dari para pasukan jitu Leo. Sayangnya, begitu selesai menembak, sosok pria berbaju hitam itu langsung meninggalkan areanya dan menjauh dari tempatnya menembak karena sudah memprediksi bahwa dirinya bakal diserang balik oleh pasukan Leo dengan tembakan pula. Alhasil, sosok berbaju hitam itu berhasil melarikan diri dan menghilang begitu saja di telan angin lalu.
Leo yang langsung kalap menyaksikan Shena terkapar dipangkuannya, berteriak histeris saking marahnya. Perlahan, ia merebahkan Shena begitu saja di lantai dan mengejar siapapun yang telah membuat Shena terluka.
Salah satu pasukan Leo menelepon ambulans dari rumah sakit terdekat agar bisa menyelamatkan Shena. Sedangkan bibi pengasuh Leo yang bernama Nunuk itu langsung shock melihat gadis yang ada didepannya terkapar begitu saja akibat luka tembak.
Kejadian yang menimpa Shena saat ini, mengingatkan Nunuk pada kenangan akan putrinya yang memilih mati bunuh diri di dalam kamar kosannya. Kebetulan saat itu, secara tidak sengaja, pintu kamar kosan putrinya di buka sendiri oleh Nunuk. Wanita itu terbelalak ketika melihat tubuh Shena yang tergeletak lemah, mirip sekali dengan tubuh putrinya yang bunuh diri waktu itu.
Dengan berlinang air mata, Nunuk mendekati Shena dan mengangkat kepalanya sambil menangis tersedu-sedu. “Dasar gadis b0doh! kenapa kau melakukan semua hal bod0h ini, ha? Apa kau tidak menyayangi nyawamu sendiri? Bangun! Kau harus tetap sadar! Cepat bangun!” Teriak nunuk sambil berlinang air mata.
Shena yang tadinya sempat pingsan beberapa detik, akhirnya kembali tersadar dengan rasa sakit luar biasa menyerang organ dalam di perutnya. Air mata Nunuk, telah membangunkannya sehingga ia sadar bahwa dirinya sudah tidak berdaya berada di pangkuan bibi pengasuh Leo.
__ADS_1
“Bi ... bi ...,” ucap Shena sambil terbata-bata.
“Jangan bicara dulu! Kau ini b0doh atau apa? Apa yang kau pikirkan, ha? Ambulans akan segera datang! Bertahanlah!” ujar Nunuk disela-sela tangisannya. Ada banyak kekhawatiran yang begitu mendalam tersirat di wajah Nunuk.
Hatinya saat ini berkecamuk karena untuk kedua kalinya, Nunuk harus menyaksikan lagi kejadian memilukan saat ia mendapati putrinya sendiri terkapar karena bunuh diri. Meskipun Nunuk tidak mengenal siapa Shena, gadis ini tetap saja mengingatkannya akan putri semata wayangnya yang sudah pergi meningglkannya untuk selamanya.
Kebenciannya yang sudah ia pendam selama bertahun-tahun pada Leo, kini mendadak sirna ketika Shena jatuh terkapar demi melindungi nyawanya.
“Tidak, Bi ... ada ... sesuatu ... yang harus ... aku sampai-kan pada ... Bi ... bi.” Shena berusaha keras berbicara, padahal napasnya sudah ngos-ngosan karena sudah mulai banyak kehilangan darah.
“Kita akan bicara lagi setelah kamu tiba di rumah sakit. Untuk saat ini, jangan berkata apa-apa dulu. Kau tidak boleh mati seperti ini!” teriak Nunuk masih sambil menangis.
“Tidak, Bi!” Shena masih bersikukuh ingin berbicara pada Nunuk. Ia ingin meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara Leo dan bibi pengasuhnya. “Sasa ... me-mutuskan bu-nuh diri ... bukan karena Le-o, tapi ... ka-rena ... dia habis dibully oleh ... teman-teman sekam-pusnya ... dan Leo ... sudah menjebloskn me-reka semua ... ke penja-ra tadi ...,” ucap Shena terbata-bata, tiba-tiba saja darah segar keluar dari mulutnya sehingga gadis itu pingsan seketika.
Nunuk yang mendengar kata-kata Shena, terkejut dan hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja Shena ucapkan. Matanya terbelalak dan semakin panik ketika Shena pingsan. Ia menggoyah-goyahkan tubuh Shena agar gadis itu kembali sadar.
Nunuk juga heran darimana Shena tahu bahwa putrinya yang sudah meninggal bernama Sasa. Padahal Nunuk tidak pernah menyebutkan siapa nama putrinya semenjak wanita itu membawa Shena kemari. Setelah diingat-ingat, wajah Sasa memang familiar bagi Nunuk dan ia mulai tersadar bahwa Sasa putrinya, juga berada di kosan yang sama dengan Shena.
__ADS_1
Nunuk pernah melihat Shena sekali waktu mengunjungi putrinya. Tapi mereka tidak pernah bertegur sapa karena tidak saling mengenal satu sama lain. Sekarang, wanita itu semakin menangis sejadi-jadinya karena telah membuat keputusan yang salah besar.
Untungnya terdengar suara sirine ambulans yang menandakan bahwa pertugas rumah sakit sudah datang bersamaan dengan para polisi yang langsung turun menangkap para penjahat termasuk juga Nunuk sendiri.
Wanita itu masih belum sadar atas keterkejutannya yang baru saja ia ketahui tentang kebenaran fakta di balik kematian putrinya. Tanpa perlawanan, Nunuk digrebek polisi dengan tangan di borgol dan di masukkan ke dalam mobil polisi. Sedangkan Shena langsung di masukkan ke dalam mobil ambulans setelah mendapat pertolongan pertama. Nunuk menatap Shena yang masih pingsan disaat-saat terakhir ia dimasukkan ke dalam mobil ambulans sebelum di bawa pergi ke rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan. Setelah itu, baru gilirannya yang di bawa ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan atas kasus penculikan yang Nunuk lakukan terhadap Shena.
Leo mencari-cari keberadaan penembak yang sudah menembak Shena dengan kalap seperti orang yang sedang kerasukan setan. Apapun hal yang bergerak di depannya, langsung ia berondong dengan tembakan. Cowok itu menyusuri semua tempat yang menjadi tempat persembunyian orang yang sudah berani melukai Shena tepat di depan matanya.
Leo bertekad akan membunuh orang itu bagaimanapun caranya. Ia tidak akan memaafkan siapapun yang sudah menyakiti Shena.
Orang yang berbaju serba hitam itu mulai panik karena Leo dengan cepat bisa menemukan tempat persembunyiaannya. Tapi, orang itu punya banyak sekali pasukan tersembunyi yang sudah ia siapkan untuk menghalangi Leo jika cowok itu mendekat ke arahnya.
Ketika memasuki ruangan yang lumayan luas, Leo langsung di berondong oleh beberapa orang dengan tembakan beruntun. Untungnya, Leo selalu sigap sehingga ia langsung bersembunyi di tempat aman agar tidak terkena peluru tembakan yang diarahkan padanya.
Dia menunggu kesempatan, agar para lawannya itu kehabisan peluru sambil mengisi ulang pelurunya. Leo mengamati sekitar area tempat ia di serang dan tanpa sengaja Leo melihat orang berbaju hitam sedang berusaha melarikan diri lewat pintu ke luar yang ada di lantai dua.
“Ketemu, mau lari ke mana kau!” gumam Leo dengan sinis.
__ADS_1
***