
Hari ini Shena tidak ingin keluar kamar, dia memutuskan untuk mengurung diri di dalam kamarnya karena terlalu malu dengan lehernya yang dipenuhi dengan tanda merah bekas gigitan Leo semalam.
“Bagaimana kalau ada orang yang melihat ini? aku harus menutupinya pakai apa?” gumam Shena saat bercermin di depan kaca.
Tok tok tok
Terdengar suara bibi Jenny mengetuk pintu kamarnya. “Nona Shena, apa anda sudah bangun? Saatnya sarapan. Tuan muda Leo sudah menunggu di bawah.” Bibi Jenny memastikan apakah Shena sudah bangun apa belum. Namun, setelah sekian lama menunggu, tidak ada jawaban dari Shena sehingga bibi Jenny mengira kalau Shena masih tidur.
Shena yang kebingungan menyembunyikan lehernya langsung panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Ketika suara pintu di buka, Shena langsung melompat ke atas kasur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut lalu berpura-pura tidur.
Di balik selimut, Shena mengamati langkah kaki yang berjalan pelan ke arahnya. Shena memejamkan mata karena takut aktingnya akan terbongkar. Gadis itu bahkan sampai menggigit jarinya karena merasa sangat tegang.
Apa itu Leo? Ah ... tidak mungkin, tadi bibi Jenny bilang Leo sedang menungguku di bawah. Tapi ... bagaimana kalau memang itu benar dia? Haduhhh ... semua ini gara-gara Leo! Dasar mesum! Jerit Shena dalam hati.
Shena terus meringkuk di balik selimutnya. Namun, suara langkah kaki itu semakin mendekat ke arah Shena. Seseorang langsung menarik selimut Shena dan dengan cepat membekap mulut Shena seketika dengan menggunakan sarung tangan yang sudah dilumuri obat bius. Dalam hitungan detik, Shena pingsan tidak sadarkan diri.
Orang itu menggendong tubuh Shena keluar dari kamar menuju ruangan lain sampai akhirnya mereka berhasil keluar dari istana Leo yang megah. Shena dimasukkan ke dalam mobil dalam kondisi pingsan lalu pergi menjauh dari kediaman Leo tanpa ada yang tahu bahwa Shena sedang di culik oleh orang tak di kenal.
Sementara di ruang makan, Leo menunggu kedatangan Shena dengan wajah sumringah. Ia tahu pasti Shena bakal panik setelah apa yang Leo tinggalkan di lehernya semalam. “Pasti saat ini Shena sedang bingung dan berusaha menyembunyikan bekas gigitanku,” gumam Leo sambil tertawa sendiri.
“Bagaimana, Bi? Apa Shena sudah bangun?” tanya Leo ketika melihat bibi Jenny datang seorang diri.
“Sepertinya, nona Shena masih tidur Tuan muda. Saya tidak berani membangunkannya,” jawab bibi Jenny.
Leo yang sudah bosan menunggu Shena, berniat pergi ke kamar Shena yang sudah tidak ada di kamarnya. Tanpa peringatan, Leo langsung membuka pintu kamar Shena dan terkejut setelah mendapati Shena sudah tidak ada lagi di kamarnya.
Leo kelabakan mencari Shena kesana kemari. Ia memeriksa kamar mandi dan balkon kamar Shena tapi tetap tidak menemukan Shena di mana-mana.
__ADS_1
Dengan cekatan Leo berlari keluar dan menuju ruang pengamanan untuk memeriksa cctv rumahnya. Leo semakin terkejut ketika melihat ruang pengamanan rumahnya terbuka dan beberapa pegawi yang berjaga sudah tergeletak tak berdaya.
Leo memanggil beberapa penjaga untuk memeriksa semua kondisi yang ada di rumahnya dan memerintahkan mereka untuk mencari Shena secepatnya. Sementara yang lainnya mengurus penjaga yang sedang tidak sadarkan diri akibat terkena bius yang sama seperti yang dilakukan pada Shena.
Leo memeriksa cctv-nya dan tidak menemukan petunjuk apapun. Leo benar-benar marah dan membanting semua benda yang ada di depannya.
“Bagaimana bisa ada orang yang berusaha menerobos rumahku! Siapa dia! Berani-beaninya dia menculik Shena! Agggghhhhh1” teriak Leo menggelegar dan membuat takut semua orang disekitarnya.
Leo benar-benar kalap sekarang, sampai-sampai tidak ada seorangpun yang berani mendekatinya. Mereka hanya menundukkan kepala sembari menunggu perintah dari Leo. Semua anak buahnya ia kerahkan untuk mencari keberadaan Shena yang tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak.
Leo masuk kedalam ruangannya untuk menenangkan diri agar bisa menemukan Shena. “Seseorang yang berhasil menerobos keamanan rumahku, pastilah orang itu sangat luar biasa. Pasti orang itu adalah orang dalam yang mengerti semua sandi rumah ini. pertanyaannya adalah, kenapa orang itu menculik Shena?” teriak Leo dari dalam ruanganya. Leo mencoba berpikir dan memutar otaknya.
Seketika ia mengambil jaket dan menyambar kunci mobil lalu pergi keluar dengan tergesa-gesa.
****
Selama dalam perjalanan ke rumah Xiao nai, Leo tak henti-hentinya menelepon semua anak buah ayahnya yang tersebar diseluruh dunia untuk bisa menemukan Shena tetapi tetap tidak membuahkan hasil.
Satu-satunya harapan Leo saat ini adalah Xiao nai yang terkenal ahli dalam melacak seseorang. kerana itulah Leo langsung datang kemari secepatnya dan ingin Xiao nai membantunya.
Leo menjelaskan kronologi kejadian misteri hilangnya Shena dari rumahnya, padahal sistem pengamanan di rumah Leo menggunakan sitem tercanggih yang tidak kalah dengan sistem keamanan di luar negeri.
“Kau bisa meneleponku, kenapa kau repot-repot datang kemari? Tengah malam pula? Apa kau tidak tahu sudah jam berapa ini?” tanya Xiao nai yang kesal karena malamnya yang syahdu bersama dengan istrinya Wei wei harus diganggu oleh Leo.
“Kau masih bisa buat anak lain kali, tapi Shenaku menghilang tiba-tiba tanpa jejak, bagaimana aku bisa tenang, ha? Cepat lacak keberadaannya. Aku tidak akan pergi dari sini sebelum kau berhasil melacaknya.
Xiao nai sedikit kesal, tapi mau tidak mau dia memang harus membantu Leo supaya playboy nggak ada akhlak ini cepat pergi dari rumahnya.
__ADS_1
Selama satu jam Xiao nai berkutit dengan komputernya, ia melacak keberadaan Shena melalui sistem jaringan internet yang terhubung diseluruh dunia. Xiao nai bahkan menghack semua data-data di semua bandara.
Dengan keahlian dan kecepatan CEO sekaligus GM perusahaan ternama Zi Yi Tekcnologi ini, akhirnya keberadaan Shena terlacak dari data salah satu bandara yang berada di Jerman.
“Ketemu!” Xiao nai tersenyum senang sambil meminum kopi dicangkir kesukaanya yang bergambar Yi Xiao Nai He, karakter sebuah game online yang dimainkannya.
Leo berlari ke arah saudara sepupunya dan memeriksa data yang sudah di retas oleh Xiao nai.
“Wah kau memang bebar-benar master hacker profesional yang menakutkan!” puji Leo sambil tertawa sumringah. Namun, senyum mengembangnya itu menghilang dan berganti dengan kerutan dahi setelah mengetahui di mana lokasi Shena berada saat ini. “Bukankah ini di Jerman?”
Xiao nai memeriksa lagi komputernya. “Ehm, itu adalah bandara international Hamburg. Bagaimana bisa Shena ada di sana? Siapa yang membawanya?” Xiao nai heran karena tunangan Leo bisa berada di Jerman. “Aku rasa ... yang menculik tunanganmu memang bukan orang sembarangan. Kau harus hatu-hati.” Xiao nai melihat Leo yang serius menatap layar komputernya sambil mengepalkan tangannya.
“Aku tahu siapa yang sudah menculik Shenaku,” geram Leo. Ia menyambar jaketnya dan pergi setelah mengucapkan sebuah kalimat konyol. “Terima kasih Xiao nai, aku pegi dulu. Lanjutkan bikin anakmu!” Leo menghilang dari balik pintu.
****
Jangan di bully untuk episode ini ya ...🤭🤭
Karena ini adalah dunia halu penulis, apa yang penulis ceritakan di dalamnya hanyalah murni dari imajinasi dan kehaluan sang penulis ...
nantikan kisah seru Shena dan Leo selanjutnya..
Terimaksih untuk semua dukungannya ...
mohon bersabar untuk visualnya☺️
Jangan lupa like, vote, komentar dan rate bintang 5 nya ya ... love you all😘😘😘
__ADS_1
Salam manis dari penulis♥️♥️♥️♥️♥️