
Adegan romantis antara Shena dan Leo sukses membuat semua orang meleleh tanpa henti. Mereka semua mendukung penuh hubungan Leo dengan Shena, kecuali Rega.
Rega sangat kesal melihat Shena bermesraan seperti itu dengan Leo di depan banyak orang, segala macam bentuk umpatan ia tuangkan dalam hati. Wajahnya juga berubah merah bagai kerbau yang kehilangan tanduknya. Namun, tidak ada yang peduli dengan apa yang dirasakan Rega, karena memang sudah sepatutnya ia menerima dengan lapang dada mengenai siapa laki-laki yang pantas untuk Shena.
Pengacara Leo, yaitu pak Bas, berjalan menghampiri Rega yang berdiri mematung menyaksikan Shena yang begitu bahagia bila berada di dekat Leo. Apalagi Leo begitu terlihat kharismatik saat menyelamatkan Shena. Rega kembali merasa ciut di depan Leo karena ia merasa kalah jauh dengan Leo bila dilihat dari segi apapun.
“Pak Rega, aku adalah pengacara yang sudah membuat janji denganmu. Apa bisa berkas-berkasnya aku ambil, sekarang? Tanya Pak Bas pada Rega yang membuat teman-reman Shena saling pandang. Shena sendiri juga bingung kenapa pengacara Leo meminta berkas-berkas penting pada Rega.
“Apa yang dilakukan pak Bas? Berkas apa yang dia minta?” tanya Shena pada Leo.
“Kamu lihat saja.” Leo menjawab dengan penuh teka teki sambil tersenyum senang. Hanya Leo dan pengacaranya saja yang mengetahui apa yang bakal terjadi setelah ini.
“Di mana Bayu, Pak? Kenapa Bapak datang sendiri?” tanya Rega yang penasaran akan sosok Bayu.
Dody masuk ke dalam dan mengambil berkas-berkas yang di minta pak Bas lalu menyerahkannya agar diperiksa dan di tanda tangani.
“Dia ada di sini dari tadi.” Jawab pak Bas dengan santai sambil memeriksa berkas-berkasnya.
“Di mana?” tanya Rega lagi yang masih penasaran dan tidak mengerti dengan kata-kata Pak Bas. Sebab, ia tidak melihat ada laki-laki lain manapun di sekitar sini selain Dody, Arga dan juga Leo. “Kami juga butuh dia untuk menandatangani berkas ini,” terang Rega untuk menyembunyikan rasa penasarannya.
“Tentu saja,” jawab pak Bas dengan santai. “Ia akan menandatanganinya secepatnya, aku akan memeriksanya dulu apakah ada yang kurang atau tidak, baru aku akan menyuruhnya tanda tangan.” Pengacara itu tersenyum melihat ekspresi Rega dan juga yang lainnya.
Setelah dirasa lengkap, pak Bas maju melangkah ke arah Leo yang berdiri disamping Shena. “Semua berkasnya sudah lengkap, tandatangani ini.” Pak Bas menyerahkan seluruh berkas-berkas kepemilikn tanah perekebunan teh pada Leo dengan senyum penuh kemenangan.
Rega dan yang lainnya langsung menganga tak percaya setelah menyadari bahwa Leo, ternyata adalah Bayu. Hanya Shena yang masih bingung melihat wajah-wajah terkejut seluruh teman-temannya termasuk wajah Rega yang berubah menjadi merah padam. Sebab, Shena tidak tahu siatuasi apa yang sedang terjadi saat ini.
“Jadi, kamu Bayu?” teriak Arga yang juga baru tahu bahwa Leo adalah Bayu. Cinta pertama masa kecil Shena.
“Apaa?” tanya Shena yang langsung terkejut mendengar pernyataan Arga mengenai Bayu yang ternyata adalah Leo.
Leo hanya tersenyum sambil menandatangani semua berkas yang ada di tangannya. “Sekarang semua ini milikmu, Sayang.” Leo menyerahkan berkas-berkas itu pada Shena yang masih tercengang melihatnya.
__ADS_1
“Ka-kamu ... beneran, Bayu? Benarkah kamu itu Bayu?” tanya Shena tidak peduli dengan berkas-berkas yang di bawa Leo.
Leo mengangguk, “Ehm, aku Bayu. Leopard Bay Pyordova yang memiliki nama kecil, Bayu.” Senyum mengembang terpasang jelas di wajah Leo karena ia sukses membuat kejutan untuk semua orang termasuk Shena sendiri.
Leo memeluk Shena yang masih terpana karena masih belum bisa percaya dengan fakta yang baru saja ia ketahui soal Bayu. Bayu adalah Leo, Leo adalah Bayu. Mereka berdua adalah orang yang sama. Dan aku mencintainya, tidak peduli Leo itu Bayu atau Bayu itu Leo, aku tetap mencintainya. Batin Shena.
“Kenapa kamu tidak mengatakan padaku kalau kamu itu adalah Bayu? Kamu beneran Bayuku yang waktu itu, kan?” tanya Shena masih berada dalam dekapan Leo.
“Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu. Kamu begitu membenciku dulu. Jika waktu itu aku mengatakan padamu bahwa aku adalah Bayu, maka kamu juga pasti akan menbenci Bayu karena reputasinya yang buruk di matamu.” Leo menjelaskan alasanya kenapa ia menyembunykan siapa dia sebenarnya selama ini.
Air mata Shena mengalir deras membasahi pipinya. Ia sangat senang sekali setelah mengetahui bahwa oang yang amat sangat dicintainya ini ternyata adalah cinta pertamanya yang sempat hilang sewaktu mereka kecil, dan sekarang, mereka kembali dipertemukan dengan kisah cinta baru tetapi tetap dengan perasaan sama.
“Kalian berdua memang berjodoh,” gumam Arga diikuti anggukan semua orang-orang yang ada di sekitar Leo dan Shena karena memiliki pendapat yang sama.
***
Beberapa hari kemudian, Shena dan Leo datang ke kampus untuk mengajukan judul skripsi yang akan mereka kerjakan disemester akhir karena sebentar lagi akan memasuki awal semester terakhir di ujung perkuliahan keduanya.
Setelah mengantar Shena menghadap dekan dan beberapa dosen pembimbingnya, Leo mengajak Shena ke kafe untuk minum kopi bersama sambil berbincang-bincang santai mengenai rencana persiapan pernikahan mereka yang terpaksa harus di undur karena ibu Leo menginginkan mereka menikah setelah lulus kuliah saja, sekaligus menunggu Arga selesai wisuda karena dialah yang akan menjadi wali nikah Shena.
“Kamu mau aku kenalkan pada teman sekaligus senior kita?” tanya Leo pada Shena.
Shena mengangguk menuruti ajakan Leo.
Leo pun berjalan bersama Shena untuk menyapa Evan dan memperkenalkan Shena pada sahabat sekaligus seniornya sewaktu SMA dan di universitas ini. Leo sangat senang bisa kembali berjumpa dengan Evan setelah keduanya lama tak bertemu karena kesibukan masing-masing. Mereka bertiga akhirnya saling mengobrol dan berbicara mengenai suatu hal yang amat sangat genting sehingga membuat Leo seketika naik pitam dan harus segera Leo selesaikan.
“Sial!" umpat Leo sambil mengepalkan tangannya. "Kenapa aku tidak tahu kalau tuan Malik sedang dalam masalah besar? Kamu tenang saja Evan, aku yang 10 tahun lalu sangat berbeda dengan aku yang kini sudah berusia 22 tahun. Apapun yang terjadi, aku akan menyelamatkan tuan Malik dari jeratan hukum. Akan aku buktikan kalau dia tidak bersalah,” tandas Leo sambil tersenyum licik.
“Apa yang akan kamu lakukan, Sayang? Sepertinya kelompok itu sangat berbahaya.” Shena terlihat sedikit khawatir denga apa yang akan dilakukan Leo. Shena tidak ingin Leo kenapa-napa disaat mereka barus saja bersama kembali.
“Kamu tenang saja, Sayang. Tidak akan ada yang bisa melukaiku, siapapun itu. Kenzo atau apalah itu namanya tidak akan bisa mudah mengalahkan ku, karena ayahku, juga tidak akan membiarkan itu terjadi. Ibuku dan Ayahku pasti senang jika aku berhasil mengungkap misteri kasus ini dan membebaskan tuan Malik dari jeruji besi. Itu artinya aku sudah membuktikan bahwa aku tidak selemah yang mereka kira. Mencari kebenaran adalah keahlianku.” Leo menggenggam erat tangan Shena.
__ADS_1
“Aku siap membantu apapun yang kau butuhkan.” Evan menawarkan diri. “Aku juga rela melakukan apapun asal bisa membebaskan kakakku dari penjara, karena aku percaya, dia tidak bersalah.” Evan menatap Leo dengan penuh semangat.
“Kalau begitu kita harus ke salon. Kau harus berdandan setampan mungkin. Penampilanmu juga harus stylish.” Leo memperhatikan penampilan Evan mulai dari atas sampai bawah.
“Tanpa harus ke salonpun penampilanku sudah keren, bahkan aku jauh lebih keren darimu. Tapi ... kenapa kita harus ke salon? Memangnya apa yang akan kita lakukan setelah dari salon?” tanya Evan bingung.
Masa mau perang saja harus pergi ke salon? apa rencana Leo sebenarnya? Pikir Evan.
Leo hanya tersenyum getir menatap layar televisi yang memuat berita tentang vonis hukuman orang yang dulu pernah menyelamatkannya. Orang itu adalah Zildjian Malik Azkara yang ternyata adalah kakak kandung Evan, sahabatnya.
“Kita akan menunjukkan pesona ketampanan kita, aku harap Shenaku tidak keberatan jika aku harus memamerkan pesonaku di depan banyak orang.” Leo melirik kekasihnya Shena yang juga mengawasi pemberitaan hangat di televisi.
“Aku tidak akan keberatan, apalagi Leoku akan jadi seorang pahlawan kesiangan.” Shena pun balas melirik Leo yang sedang tersenyum manis padanya.
****
ini adalah Evan, adiknya om Zian
ini adalah Leo yg menatap layar televisi sambil merencanakan sesuatu untuk membebaskan om Zian.
Shena mendukung semua yang akan dilakukan Leo.
terimakasih semuanya yang sudah bersedia mendukung dan membaca tulisan acak kadul penulis. semoga semua terhibur dengan kisah ini.
jangan lupa untuk terus memberikan dukungan like, vote dan komentarnya ya ..
__ADS_1
dari hati yang terdalam, love you all
salam manis dari penulis