
Setelah meletakkan Shena di atas kasur, tiba-tiba saja telepon Leo berdering dan ia tersenyum melihat siapa orang yang sedang meneleponnya.
“Halo, Arya! Ada apa? ... ehm, aku baru kembali dari Paris ... Oh iya? Siapa? ... kirimkan foto orang itu padaku ... akan aku suruh anak buahku yang mengurusnya! ... ehm, saat ini aku tidak bisa berkelahi karena istriku sedang hamil ... oke, akan aku bereskan dia untukmu. Terimakasih, ... sama-sama.” Leo menutup sambungannya dan memencet tombol kontak sahabatnya. “Roy! Kau ada dimana? Aku butuh bantuanmu ... kemarilah ... ajak Laura juga ... Shena dan aku baik-baik saja ... akan kujelaskan nanti, bye!”
“Ada apa?” tanya Shena yang daritadi memerhatikan suaminya. Ia terkejut karena tiba-tiba saja Leo meminta Roy dan Laura datang kemari.
Leo tidak langsung menjawab pertanyaan istrinya dan hanya memberi tanda untuk menunggu sebentar karena Leo harus menelepon lagi. “Ini aku ... aku ingin kau menculik seseorang dan bawa dia ke tempat eksekusi. Akan aku kirim foto orang itu dan jalankan semua tugasmu dengan baik.” Leo menutup sambungannya dan kembali duduk di samping Shena. “Kenapa Sayang? Kamu tadi tanya apa?” Leo langsung mengecup bibir istrinya dengan cepat sehingga lagi-lagi, Shena terkejut setiap kali Leo menciumnya tanpa memberikan aba-aba terlebih dahulu.
“Siapa yang akan kamu culik? Dan ... siapa yang meneleponmu tadi?” tanya Shena was-was kerena sempat mendengar kata ‘Penculikan’. Shena tidak ingin Leo membuat masalah atau melakukan hal-hal yang buruk di masa kehamilannya.
“Arya, dia adalah temanku, dia juga seorang dokter yang kini sedang merawat seorang wanita. Ehm, wanita itu adalah orang yang disukai dokter Arya. Sayangnya, dia sudah bersuami ...”
“Hah? Bersuami?” Shena memotong penjelasan, Leo. Ia tidak habis pikir dengan teman Leo yang bernama Arya itu. Bisa-bisanya dia menyukai wanita yang sudah bersuami. Mata Shena terbelalak menatap wajah Leo yang juga jadi heran dengan sikap heboh Shena. “Apa temanmu itu sudah tidak waras? Kenapa dia menyukai pasiennya sendiri? Sudah bersuami pula? Apa tidak ada wanita lain lagi di dunia ini yang single dan bisa menarik perhatiannya?” Shena jadi menggebu-gebu mendengar kisah yang belum diselesaikan oleh Leo.
“Dengarkan aku dulu, Sayang. Jangan dipotong dulu, aku belum selesai menjelaskan. Lihatlah, kau jadi emosi, kan? Tidak baik marah-marah kalau sedang hamil.” Leo membelai lembut rambut Shena.
__ADS_1
“Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kehamilanku. Aku memang sangat tidak suka dengan yang namanya ‘pelakor’ ataupun ‘pebinor’.” Shena terlihat kesal, bukan pada suaminya, melainkan pada teman Leo yang ia anggap sebagai pebinor.
“Baiklah, kita sama. Aku juga tidak suka dengan kedua kata itu, tapi kisah dokter Arya ini berbeda. Wanita yang disukainya itu, memang sudah menikah. Namun, pernikahannya tidak bahagia...,”
“Tetap saja!” Shena melotot. “Bahagia atau tidak, menyukai istri orang lain, itu bukan tindakan yang benar.” lagi-lagi Shena memotong kata-kata suaminya.
“Sayang, jika kamu menyelaku lagi, maka aku akan langsung menutup mulutmu dengan ciumanku sampai kamu tidak bisa bicara.” Leo menatap wajah istrinya yang langsung diam seketika. “Bisa aku lanjutkan penjelasanku? Aku lupa sampai dimana tadi.”
“Pernikahan wanita itu tidak bahagia,” gumam Shena sambil melengos tanpa mau menatap wajah suaminya yang mungkin jadi kesal karena setiap kali ia bicara selalu disela Shena.
“Ah, benar. Suami wanita itu menyiksa istrinya dengan kekerasan fisik mengerikan sampai wanita itu jadi sekarat dan koma.”
Leo hanya menghela napas panjang dan mulai meneruskan lagi kata-katanya walaupun moodnya sedang buruk sekarang. “Itulah kenapa dokter Arya tidak terima, ia berusaha menyelamatkan wanita itu dan berhasil membawanya kabur, tapi suaminya itu terus saja membuat masalah. Karena itu, dokter Arya minta bantuanku untuk membereskan masalah ini. Sebab, jika dibawa ke ranah hukum, suami wanita itu masih bisa dibebaskan karena tidak ada saksi, ia bisa saja menyewa pengacara handal dan bebas tanpa mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya.”
Shena menatap lurus wajah suaminya dan kembali bersikap tenang karena mendengar penjelasan masalah yang sebenarnya. Kali ini, Shena paham mengenai situasi yang dialami teman Leo ini.
__ADS_1
Alasan kenapa dokter Arya meminta bantuan Leo dan bagaimana perasaan dokter itu pada wanita yang ia cintai. Dalam benak Shena, Leo pasti juga akan melakukan hal yang sama jika seandainya itu terjadi pada dirinya.
“Sayang.” Shena memegang lembut kedua pipi Leo, lalu menghadiahi ciuman mesra menghanyutkan seperti yang biasa Leo lakukan padanya. “Apa rencanamu sekarang?” tanya Shena setelah menyudahi ciumannya. “Kamu mau menculik suami wanita itu? Apakah, kamu akan membunuhnya?” tiba-tiba saja Shena jadi was-was.
“Aku tidak bisa membunuh siapapun disaat istriku sedang hamil. Karena itulah aku minta bantuan Roy dan pengawalku, supaya mereka yang mengurusnya. Aku ingin, Leo junior kita ini bangga pada ayahnya.” Leo mengusap lembut perut Shena dan tiba-tiba saja Leo jadi baper sendiri. “Kenapa aku jadi mirip ayahku, ya? Seperti inikah perasaan yang dirasakan ayah saat tahu, ibu sedang mengandungku? Sebab itulah ayah vakum dari dunia mafia dan terjun ke dunia bisnis.” Leo menatap sendu perut Shena dan menciumnya. Cowok itu meletakkan kepalanya di atas perut istrinya sambil memejamkan mata.
Tiba-tiba saja suasana berubah menjadi haru. Shena memeluk mesra suaminya sambil membelai rambut Leo yang ada di atas perutnya. “Mungkin saja, aku juga bisa merasakan apa yang dirasakan ibumu saat dia hamil dirimu. Mungkin sama seperti yang aku rasakan sekarang.”
Leo tersenyum, dan mulai mengangkat kepalanya, ia merangkak dan merebahkan tubuh Shena yang tadinya bersandar di dinding kasur sampai tidur terlentang dan terbaring di ranjang.Sedangkan posisi Leo sendiri, ada di atas tubuh istrinya, tapi ia tidak benar-benar menindih Shena. Keduanya saling menatap satu sama lain dan tanpa suara ataupun banyak bicara, ritual mengunjungi Leo juniorpun terjadi begitu saja. Mereka berdua sama-sama menikmati proses ritual indah itu, begitu syahdu, dan bergelora, seolah jiwa mereka juga menjadi satu.
****
BAPER gak sih? hehehe ...
terus dukung like, vote dan komentar ya .. terimakasih untuk semuanya ... love you all
__ADS_1