
Saat Laura dan Shena memasuki area kampus, semua mata yang melihat kedatangan mereka langsung menatap tajam Shena dan mulai bergunjing satu sama lain. Shena jadi berasa aneh sendiri, karena ini adalah pertama kalinya dia diliatin banyak orang.
“Kenapa mereka ngeliatin aku sampek segitunya ya, Ra?” tanya Shena pada sahabatnya yang juga risih dengan tatapan mereka.
“Mungkin karena berita tadi!” jawab Laura singkat.
“Berita? Berita apaan?” Shena tidak mengerti dengan berita yang dimaksud Laura sehingga membuat para mahasiswa di kampus ini melihatnya aneh seperti itu.
“Makanya kamu ikut aku sekarang, yuk cepetan! Jangan pedulikan mereka dulu!” Laura menyeret sahabatnya menuju ke tempat papan pengumuman yang sudah dikerubungi banyak orang. Laura bahkan bolak balik berjingkat-jingkat untuk bisa melihat papan pengumuman yang membuat geger seisi kampus.
Laura memaksa menerobos masuk ke kerumunan mahasiswa sambil menyeret tangan Shena yang masih saja kebingungan dengan tingkah laku Laura. Mereka berdua masuk ke dalam kerumunan dan berdesak-desakan. Setelah bersusah payah, akhirnya mereka berdua sampai di depan papan pengumuman dan mata mereka tertuju pada sebuah poster besar yang berisi tentang berita pertunangan si raja playboy Leo beserta beberapa foto bukti pertunangannya.
Yang menjadi pusat perhatian bukanlah foto Leo, melainkan foto gadis yang bertunangan dengan Leo di poster itu. mereka semua membandingkan gadis yang ada di foto dengan Shena yang sangat jauh sekali perbedaannya. Sebagian besar dari mahasiswa ini simpati dengan Shena tapi tak sedikit pula yang puas dan senang karena dengan adanya foto poster ini, Shena mendapat julukan sebagai pacar yang terbuang Leo untuk yang ke sekian kalinya.
Shena terkejut melihat foto itu, sehingga tanpa sadar ia mengatupkan tangannya di mulutnya yang menganga lebar.
Kenapa foto ini ada di sini? Siapa yang membuat berita ini? Apakah ini yang membuat semua orang ngeliatin aku?
Shena bingung dengan situasi yang mendadak aneh ini. Bagaimana bisa foto pertunangannya yang baru berlangsung kemarin sudah terpampang jelas di papan pengumuman kampus ini.
Apa mungkin Roy yang melakukannya?
Shena masih bergelut dengan pikirannya tentang siapa yang menyebarkan foto pertunangan antara dirinya dengan Leo. Shena tidak sadar bahwa foto itu menjadi sebuah kontroversi karena semua orang menganggap bahwa wanita yang ada dalam poster itu bukanlah Shena, tetapi orang lain. Lebih parahnya lagi, mereka semua lebih menyetujui kalau wanita itulah yang lebih pantas bersanding dengan Leo daripada dengan Shena. Mereka semua tidak tahu bahwa wanita yang ada di foto itu adalah Shena yang di makeover habis-habisan sehingga wajahnya sangat berbeda ketika ia tidak menggunakan make up apapun.
__ADS_1
“Kamu nggak apa-apa, kan?” ucap Laura sambil menatap Shena yang sedang melamun.
Shena tersadar dan menggelengkan kepalanya. “Tentu saja aku nggak apa-apa. Memangnya harus kenapa?” Shena berusaha tersenyum di hadapan sahabatnya.
“Syukurlah kalau begitu, kini kamu udah bebas dari Leo. Dia udah bertunangan sekarang, dan tunangannya cantik banget, iya kan? Kamu pasti kaget, tapi aku turut senang, si playboy lakn4t itu tidak akan bisa lagi menyakitimu.” Laura tersenyum pada Shena.
Oh my God, Laura tidak mengenaliku, apa yang harus aku bilang sekarang? Apa aku harus memberitahu dia kalau yang di poster itu aku? Kok bisa gini sih? Jangan-jangan yang lainnya juga berpikiran sama seperti Laura.
Apa yang ada dalam pikiran Shena memang benar. tidak ada seorangpun yang mengenali Shena saat dia di makeover, bahkan sahabat terdekatnyapun juga tidak mengenalinya.
“Wah wah wah ada yang lagi patah hati, nih?” ucap salah satu wanita yang bernama Putri. Dia adalah teman sejurusan Leo yang juga sudah lama mengejar-ngejar Leo. Sayangnya, cinta cewek itu tidak pernah di balas oleh Leo. Leo bahkan tidak pernah menganggap Putri ada di kampus ini.
Semua orang yang ada di kampus ini juga tahu kalau Putri dan Leo bagai anjing dengan kucing dan tidak pernah akur. Sebagai ganti pelampiasan karena di tolak mentah-mentah oleh Leo, Putri selalu melabrak dan mengintimidasi siapapun yang menjadi pacar Leo tanpa pandang bulu, bahkan gadis itu tak segan-segan membuat hubungan Leo dan pacar-pacarnya berakhir putus.
“Aku tahu.” Shena mengangguk tapi matanya masih terpaku menatap Putri dan kawan-kawannya.
“Hati-hati sama dia, jangan pernah termakan sama intimidasinya.” Laura memperingatkan Shena.
Shena hanya mengangguk lagi dan masih menatap tajam mata Putri yang sangat terkenal juga di kampus. Bukan karena prestasi atau kecantikannya, tapi ia terkenal sebagai gembong biang kerok bikin putus siapapun yang pacaran di kampus. Walaupun ada juga yang tidak termakan oleh provokasinya, tapi tidak sedikit pula yang terpaksa harus mengakhiri hubungan asmaranya gara-gara wanita yang bernama Putri ini.
“Kenapa ngeliat gue gitu? Nggak terima? Jelas-jelas itu nyata, kan? Belum juga 24 jam kalian jadian, elo udah ditinggal tunangan, kasian amat!” ucap Putri dengan gaya centilnya. Ia melihat-lihat foto poster yang ada di depannya.
“Jangan dengerin dia, Shen. Ayo kita pergi aja dari sini.” Ajak Chica, salah satu teman sekelas Shena yang juga kebetulan ada di kerumunan para mahasiswa.
__ADS_1
“Chica bener Shena, ayo pergi.” Laura juga mendorong tubuh Shena supaya menjauh dari mulut pedas Putri.
“Mau ke mana kalian? Kalau patah hati nggak usah ditutupin! Mau lari sampai ke ujung duniapun juga seluruh isi kampus tahu kalau elo saat ini sedang terluka hati. Huuuu ... sakit! Sungguh sakit hati ini di tinggal sang kekasih bertunangan ... mana tunangannya cantik pula?” Putri sengaja meledek dan semakin memanas-manasi hati Shena yang sebenarnya ingin tertawa melihat tingkah laku putri. Apa jadinya jika Putri tahu bahwa wanita yang ia sanjung sebagai wanita cantik di poster itu nyatanya adalah Shena sendiri.
“Sebenarnya mau lo apa sih?” tanya Laura yang jadi terpancing emosi.
“Kenapa elo yang sewot? Gue kan bicara ma sohib elo! Bukan ma elo!” bentak Putri.
“Udah, La, kita pergi aja, ngapain ngurusin dia.” Chica berusaha menenangkan Laura, sedangkan Shena hanya bersikap tenang karena daritadi ia ingin tertawa.
“Heh, cewek kampung! Makanya jadi orang jangan sok belagu deh! Leo itu nggak sepadan ma elo! Elo itu Cuma dijadiin mainan dan bonekanya aja, terbukti, kan? Belum juga sehari jadian elo udah di tendang kayak sampah! Asal elo tahu, semua anak-anak di kampus ini nggak suka kalo lo jadian sama Leo. Secara strata kalian itu beda jauh, gak selevel ma Leo, ini bukti bahwa elo itu gak pentes buat Leo!” Putri terang-terangan menghina Shena di depan banyak orang.
Shena yang tadinya diam jadi merasa panas juga mendengar kata-kata Putri yang seolah merendahkannya. Namun, Shena tidak ingin terpancing oleh kata-kata pedasnya. Ia sangat tahu alasan Putri melakukan semua ini. “Bilang aja kalo kamu yang cemburu, karena tunangan Leo sangat cantik bak seorang putri sungguhan, dan bukannya putri abal-abal kayak kamu. Kamu benar, aku memang nggak sepadan dengan Leo, dan juga nggak akan pernah bisa cocok dengan cowok playboy yang bernama Leopard Bay Pyordova itu. Namun, kamu juga nggak akan pernah sepadan dengan cewek yang kini jadi tunangan Leo itu. Aku kasihan aja sama kamu yang sudah mengejar-ngejar Leo sampai sebegitunya tapi cintamu tak pernah terbalas oleh Leo, dan kamu lampiaskan kekesalanmu itu kepada semua orang terutama sama pasangan yang lagi kasmaran karena kamu juga iri sama mereka. Bilang aja kalau kamu nggak bisa move on dari pesona Leo dan terus cari keributan dengan orang-orang yang ada disekitar Leo, termasuk para pacar-pacarnya untuk melampiaskan kecemburuan kamu karena nggak bisa memenangkan hati Leo.” Shenapun balik meledek Putri dan langsung berhasil. Putri sendiri terpancing emosi dengan kata-kata Shena yang memang benar adanya.
“Diem lo! Elo tahu apa soal gue!” bentak Putri nggak terima. “Berani-beraninya elo ngatain gue putri abal-abal! Elo belum tahu siapa gue, ha?”
“Aku tahu semuanya tentang kamu, yang dapat melakukan apa saja. termasuk cinta di tolak tapi amarah bertindak!” tantang Shena sambil tersenyum puas menatap Putri yang sedang kebakaran jenggot akibat kata-katanya yang tak kalah pedas.
Laura dan Chicapun takjub melihat Shena jadi berani juga melawan Putri yang terkenal sombong dan angkuh itu. Sedangkan yang lainnya hanya menyimak saja obrolan mereka. Suasana jadi semakin seru untuk di tonton, mengalahkan kontrovesi soal poster yang baru saja di pampang di papan pengumuman. Mereka semua bahkan membuka hp masing-masing dan membuat berita heboh dengan judul ‘Pertengkaran antara si Ratu rusuh dan Ratu loyal akibat kontrovesi dari sebuah poster'.
Mereka mengupload berita itu di sebuah situs forum yang bisa disaksikan oleh seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan.
***
__ADS_1