Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 24 Shena vs Putri


__ADS_3

Begitu berita itu di upload dalam forum kampus, semua langsung jadi heboh dan semakin banyak mahasiswa yang datang ke lokasi papan pengumuman di mana Shena dan Putri jadi trending topik berita utama hari ini. Mereka penasaran apa yang akan terjadi pada Shena mengingat bahwa Putri adalah ketua gengster wanita di kampus ini.


Beberapa komunitas wartawan kampuspun juga tak mau ketinggalan dengan berita yang menghebohkan jagad raya itu. Mereka berbondong-bondong meliput berita pertengkaran antara Shena dan Putri secara live streaming ala berita-berita sungguhan lainnya seperti yang ada di televisi. Mereka yakin, bahwa berita heboh ini akan melambungkan nama intansi mereka sehingga komunitas mereka jadi semakin terkenal dan dapat bersaing di dunia pertelevisian lainnya.


“Elo!” Teriak Putri menggelegar membuat kaget orang-orang yang ada disekitarnya. “Beraninya elo bilang gitu sama gue! Elo belum tahu berurusan dengan siapa?” Putri mulai meledak-ledak mendengar ledekan Shena, apalagi sudah banyak orang yang berkerumun mengitari mereka layaknya penonton yang sedang melihat konser idolanya.


“Tapi bener nggak sih, Shen? Elo di tinggal tunangan ama si Leo?” tanya Nisya yang juga salah satu teman dekat Putri. Gadis itu juga sama liciknya dengan Putri yang suka iri kalau ada cewek lain yang jadi pacar Leo.


“Tanya saja sendiri sama orangnya,” jawab Shena ketus dan mengajak teman-temannya yang lain pergi dari papan pengumuman. Shena sudah mulai risih dengan kehadiran para mahasiswa yang lebih memilih menonton pertengkarannya dengan Putri daripada masuk kelas untuk kuliah.


“Ngapain elo tanya Shena?” Putri membentak Nisya, “Jelas-jelas dia nggak tahu kalau pacarnya itu tunangan sama wanita yang lebih pantas dari dia. Elo bikin sakit hatinya bertambah aja!” Putri masih berusaha mengompori Shena untuk memancing emosinya. Padahal dia sendiri juga masih terpancing emosi.


“Sebenarnya apa sih maunya si Putri? Kenapa juga mulutnya masih aja nyerocos sana sini. Pengen aku semen aja itu mulut supaya cewek resek itu nggak bisa ngomong lagi,” tukas Laura yang daritadi masih kepancing emosi setiap kali Putri berbicara.


“Biarin aja,” bisik Shena supaya Laura tidak dijadikan bahan ledekan sama Putri. Cukup shena saja yang di ledek di sini. Ia tidak ingin teman-temannya jadi bahan candaan geng gengsternya Putri. Apalagi sudah banyak sekali orang di sini yang sedang memerhatikan mereka.


Shena dan teman-temannya memutuskan untuk meninggalkan tempat ini, tapi Putri berusaha mencegah kepergian mereka dengan membuat telinga Shena dan teman-temannya panas mendengarnya.

__ADS_1


“Kalian semua yang ada di sini, dengar! Shena, si kampungan ini, sedang patah hati karena di tinggal pacarnya bertunangan dengan wanita lain, padahal mereka baru saja jadian. Jangan ada yang dekat-dekat dengan Shena jika kalian nggak mau jadi pelampiasannya.” Putri berkoar-koar kepada semua mahasiswa yang ada disekitarnya sehingga lagi-lagi Shena menjadi bahan perbincangan bagi mereka.


“Si Putri kenapa suka cari gara-gara lagi, sih? Ngapain coba? Dia ngurusin urusan orang lain? Bikin emosi aja!” Laura jadi sewot mendengar ocehan Putri yang memanas-manasi Shena.


“Ayo, Shen. Biarain aja dia, kita ke kelas saja,” ajak Chica.


Shenapun menuruti ajakan teman-temannya dan tidak memedulikan ucapan Putri. Namun, Putri tetap saja cari gara-gara dengan Shena. Ia ingin sekali membuat Shena marah dan melampiaskan amarahnya di sini. Dengan begitu semua mahasiswa yang ada di kampus ini tahu, seperti apa Shena sesungguhnya jika ia berhasil membuat Shena naik pitam.


“Percuma kalau elo mau melarikan diri, semua orang sudah tahu, kalau gue jadi elo, gue akan pulang dan bunuh diri saja di kamar,” teriak Putri sambil tertawa riang diikuti tawa teman-temannya.


Seketika Shena terhentak dan langsung menghentikan langkahnya. Ia teringat akan sesuatu hal setelah mendengar Putri mengucap kata ‘bunuh diri'.


Waktu itu Shena sangat membenci Leo karena sudah membuat Sasa temannya, bunuh diri gara-gara patah hati, tapi kini ia tahu, alasan Sasa bunuh diri bukan hanya karena dia putus dengan Leo, melainkan karena dapat provokasi dari Putri seperti yang sedang cewek angkuh itu lakukan pada Shena saat ini. Shena bahkan baru ngeh tentang bukti yang sempat dikirimkan Sasa sebelum ia memutuskan mengakhiri hidupnya.


“Elo ngomongin apa, sih?” tanya Putri bingung dengan kata-kata Shena.


“Jawab aku!” teriak Shena dengan penuh amarah, air matanya juga ke luar saking marahnya. Matanya bahkan sampai memerah.

__ADS_1


“Gue nggak ngerti apa yang elo bicarakan,” elak Putri, tapi ia mulai mengeluarkan keringat dingin di pelipisnya melihat amarah Shena yang ternyata menakutkan juga.


“Kamu nggak perlu mengelak lagi. Aku ingat waktu itu, Sasa pulang dari kampus sambil menangis, temen-temennya yang lain bilang elo ngasih tahu dia kalau Leo punya selingkuhan dan habis jadian dengan selingkuhannya! Iya, kan?” bentak Shena tak kalah menggelegar dari bentakan Putri. Semua orang yang mendengar suara Shena dan fakta yang mencengangkan membuat semua jadi berbisik-bisik sambil menggunjingkan apa yang baru saja Shena bilang di hadapan semua orang sehingga mereka menatap aneh pada Putri dan komplotannya.


“Memang kenyataannya gitu, elo kan tahu sendiri, Leo itu playboy. Wajar dong kalau dia gonta ganti pacar. Sasanya aja yang mau jadi bonekanya Leo. Sama kayak elo. Kenapa elo nggak nyusul temen elo aja ke neraka sana. Gue titip salam juga sama dia!” kata-kata Putri membuat Shena dan Laura semakin marah. Bukannya merasa bersalah malah tetap cari gara-gara.


“Elo!” Laura mau maju melabrak Putri tapi langkahnya di tahan oleh Shena. Gadis itu tidak ingin Laura terjebak dalam perangkap Putri yang sengaja membuatnya marah.


Laura yang menatap Shena akhirnya mengerti bahwa saat ini, bukan waktunya untuk terpancing emosi. Ini pertama kalinya Laura melihat Shena seserius ini menatap orang. Apalagi orang itu adalah Putri. Cewek yang nggak punya hati nurani.


“Elo manusia apa bukan, sih? Elo nyadar nggak, sih? Omongan elo yang pedes gila itu bikin hidup orang makin runyam tahu! Dasar nggak waras lo!” teriak Laura yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.


“Heh! K4mpret! Elo jangan ikut campur, terserah gue dong mau punya hati apa nggak? Apa urusannya sama elo! Elo juga ... kasian amat sih, lo! Cowok elo ngilang, kan? Nggak ada kabar? Jangan-jangan dia juga lagi tunangan sama wanita lain kayak sohibnya. Kalian berdua memang senasib seperjuangan. Pantas kalian bisa sahabatan!” Putri mengibas-ngibaskan tangannya dan beradegan seolah sok kepanasan.


Shena yang sudah menduga bahwa ia juga akan memprovokasi Laura dengan kata-katanya sudah tidak bisa tinggal diam lagi. Di sisi lain, Shena juga merasa bersalah pada Laura karena tidak memberitahu bagaimana perasaan Roy yang sebenarnya. Namun, ia sendiri juga mempertaruhkan hidupnya demi bisa membuat Roy jatuh cinta sungguhan pada Laura. Meski saat ini ia belum tahu bagaimana caranya. Shena hanya bermodal yakin agar bisa menang taruhan dari Leo. Berharap, mudah-mudahan Shenalah yang memenangkan taruhan agar bisa terlepas dari belenggu Leo, dan Roy beneran jatuh cinta sungguhan pada Laura.


“Roy tidak akan pernah melakukan hal semacam itu,” bisik Shena pada Laura yang terlihat pucat akibat mendengar kata-kata Putri. “Aku jamin, cuma kamulah satu-satunya wanita yang dicintai Roy.” Shena menatap tajam mata Laura untuk meyakinkan sahabatnya agar ia tidak goyah dengan intimidasi menyesatkan dari kata-kata Putri.

__ADS_1


****


__ADS_2