Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 133 Tak Sengaja


__ADS_3

Shena masih berada di bawah selimut saat Leo mulai menelepon seseorang. “Ini aku, siapkan daftar nama-nama dokter berprestasi di rumah sakit ini, dan kirim segera padaku! Aku akan menyeleksi mereka satu persatu untuk pembentukan komite baru rumah sakit ini dalam waktu dekat.” Leo menutup teleponnya dan manatap istrinya yang masih bersembunyi di balik selimut.



“Aku pergi dulu, Sayang. Kamu mau ikut apa, nggak?”


“Nggak! Aku nggak mau dekat-dekat dengan kamu lagi!” jawab Shena yang ngambek karena Leo benar-benar membuatnya kelelahan.


“Kamu yakin, mau di sini sendirian? Mungkin aku agak lama keluarnya, apa kamu tidak bosan jika tidak ada aku?”


“Kamu membuatku kelelahan, aku ingin tidur sampai kamu kembali,” jawab Shena masih belum mau membuka selimutnya.


“Padahal aku ingin mengajakmu ke pantai.” Leo mengompori Shena agar mau ikut dengannya.


“Nggak! Pergilah! Lain kali saja kita ke pantai. Hari ini aku ingin menghabiskan sisa hariku dengan tidur. Karena aku yakin, nanti malam kamu pasti menyerangku lagi, jadi aku butuh mengisi energi.”



Leo tersenyum simpul mendengar alasan istrinya yang memang masuk akal. “Baiklah, istirahatlah! Jika kamu butuh apa-apa hubungi aku, oke!” Leo mengecup ubun-ubun Shena lalu berjalan ke arah pintu keluar. Namun, langkah Leo terhenti karena ponselnya berdering. “Ya, Xiao Nai, bagaimana? Tidak terdaftar? Meninggal? Jadi Ramdani sudah lama meninggal dan orang itu memalsukan identitasnya? ... ehm, aku sudah menduganya, dia bukanlah orang biasa, dia ketua sindikat perdagangan manusia. Orang itu pasti bukanlah orang yang mudah kita temukan. Terus gali informasi tentang dia dan cari tahu dimana keberadaannya saat ini. Beritahu aku jika ada perkembangan baru.” Leo menutup teleponnya dan menghilang dari balik pintu kamarnya.

__ADS_1



Shena kembali membuka selimutnya setelah memastikan Leo benar-benar keluar dari kamar. “Sial, Leo sungguh membuatku kualahan. Aku harus mencari cara supaya dia tidak menyerangku lagi malam ini. Tapi bagaimana? Dan kenapa aku belum juga datang bulan, ya? Harusnya ini sudah waktunya aku kedatangan tamu tak diundang. Apa mungkin siklusku berubah lagi? Ah, sudahlah!” Shena menghela napas panjang. Ia berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


****


Ternyata, tanpa Leo di sisinya, Shena diserang rasa bosan yang amat sangat. Saat ini, suaminya itu pasti sedang sibuk mengurusi segala hal yang berkaitan dengan rumah sakit ini akibat kejadian yang tak terduga dan hampir saja merenggut nyawa Roy sahabatnya. Karena itulah sampai sore, Leo belum juga kembali. Shena tidak ingin mengganggu konsentrasi Leo walaupun sebenarnya ia ingin sekali menyusul ke tempat dimana suaminya itu berada.


Akhirnya, Shena memutuskan untuk keluar jalan-jalan di sekitar area rumah sakit untuk mengusir rasa bosannya, tentu saja dengan di kawal ketat oleh pengawal Leo yang sedari tadi menjaganya di depan pintu.


“Anda mau kemana, Nyonya?” tanya pengawal Leo.


“Baik, Nyonya.” Pengawal itu menundukkan kepalanya dan mengikuti Shena sesuai dengan perintahnya.


Rumah sakit milik ayah mertua Shena memang sangat luas dan megah. Tidak akan ada yang menyangka kalau rumah sakit sebesar ini bakal dijadikan sarang tempat persembunyian para penjahat kriminalitas kelas kakap.


Dari kejauhan, Shena melihat ada banyak mobil polisi, dan yang paling menjadi pusat perhatian Shena adalah mobil truk hitam besar bertuliskan SWAT terparkir rapi dan berjajar dengan mobil polisi lainya.


“Wah, benar yang dikatakan Leo, SWAT benar-benar datang kemari, kalau begitu ... para sindikat itu ... ah bukan, mereka adalah dokter yang menyamar. Para penjahat itu benar-benar luar biasa rapi dalam menyusun rencana dan melancarkan aksi mereka.” Shena memerhatikan banyak polisi yang membawa segerombolan kriminal yang menyamar sebagai dokter dan petinggi di rumah sakit ini untuk digelandang masuk ke dalam mobil SWAT yang sudah disiapkan. Mereka semua ternyata buronan agen Amerika yang sudah dicari-cari selama ini. Sayangnya, pemimpin mereka berhasil kabur sehinga kasus ini masih berlanjut sampai pemimpin itu berhasil ditemukan.

__ADS_1


Tiba-tiba saja seorang laki-laki paruh baya menabrak Shena hingga gadis itu terjatuh di lantai.


“Ah, maaf Nona, saya tidak sengaja!” laki-laki paruh baya itu membantu Shena berdiri. “Anda tidak apa-apa?” tanya laki-laki itu.


“Iya, tidak apa-apa, Pak,” jawab Shena sambil merapikan dan membersihkan bajunya yang kotor karena terkena lumpur dibawahnya.


“Kalau begitu saya permisi.” Laki-laki itu pamit dengan terburu-buru sambil menutup topinya.


Shena yang hanya sekilas melihat wajah laki-laki paruh baya itu, langsung bingung kenapa orang itu harus berlari tergesa-gesa seolah ada yang mengejarnya, tanpa Shena tahu bahwa laki-laki itulah yang saat ini sedang di cari-cari Leo, suaminya. Laki-laki yang baru saja menabrak Shena adalah Ramdani, tentu saja nama itu bukanlah nama aslinya.


“Nyonya, apa anda baik-baik saja?” tanya pengawal Leo yang sejak tadi mengawasi istri atasannya dari kejauhan.


“Ehm, aku baik-baik saja. jangan laporkan insiden ini pada Leo. Kalau sampai dia tahu, aku pasti tidak akan diperbolehkan keluar lagi tanpanya.”


Pengawal itu hanya menundukkan kepalanya karena sudah terlambat. Insiden kecil tadi, sudah ia laporkan pada Leo dan saat ini Leo sedang menuju kemari.


***


kalau like nya tembus 1000 aku up 2 episode sekaligus hehehe ... maaf ya jangan bosan menunggu kisah seru mereka ..

__ADS_1


jangan lupa untuk terus dukung like, vote dan komentarnya supaya akuh lebih bersemangat lagi nulis di musim hujan yang dingin ini ... dukungan kalian adalah semangatku. .. terimakasih semuanya love you all


__ADS_2