
Siro berada di teras atap rumah Xiao Lung, tubuhnya terikat di sebuah kursi. Pria paruh baya itu masih pingsan akibat peluru bius yang Leo tembakkan ke arahnya. Tak berselang lama, ia pun tersadar dan terkejut mendapati dirinya sudah tidak bisa berkutik lagi.
“Halo Paman,” sapa Leo yang berdiri tidak jauh dari tempat Siro diikat. “Kau masih ingat padaku?” Leo menyunggingkan senyumnya.
Pria yang bernama Siro membalas tatapan Leo. “Siapa kau?” tanya pria itu kemudian karena ia tak dapat mengenali Leo.
Leo hanya tertawa, “Mungkin wajahku terlalu tampan sampai kau melupakan aku. Sayangnya aku tidak akan pernah bisa melupakanmu ... karena kaulah orang yang paling aku cari disini. Kau ... adalah supir itu kan? Kaulah orangnya ... wanita yang amat sangat aku cintai kehilangan orangtuanya saat menyelamatkanku, dan itu semua gara-gara bedebah sepertimu!” tandas Leo sambil menahan amarah. Tangannya bahkan mengepal kuat.
Pria yang bermana Siro itupun tercengang mendengar kata-kata Leo, tapi tidak lama kemudian, ia pun tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Leo jadi ingin sekali melenyapkan orang itu.
“Jadi, kau adalah anak ingusan itu? Kau masih hidup rupanya? Aku kira kau sudah ada di alam baka! Tidak kusangka kita bertemu lagi kali ini.”
Buk!
“Diam kau!” teriak Leo. Satu pukulan keras mendarat mulus di pipi kiri Siro. Darah segarpun keluar dari mulutnya.
Buk!
Tambah satu pukulan lagi. “Aku pastikan kau akan membayar apa yang sudah kau tanam. Ucapkan selamat tinggal pada hidupmu yang sekarang dan selamat datang di hari-hari penuh dengan siksaan dan penderitaan. Aku pastikan kau tidak akan penah bisa tertawa lagi!” Leo tersenyum sinis sambil menatap tajam wajah Siro dengan penuh kilatan amarah kebencian.
“Huh, kau yakin?” pria itu melirik ke belakang Leo dimana sudah ada anak buah Siro yang bersiap menembak ke arah suami Shena itu berdiri. “Kau yang harusnya mengucpkan selamat tinggal pada hidupmu yang berharga dan ucakan selamat datang kematian.” Siro masih bisa terkekeh.
Leo menoleh ke belakang dan ia terkejut ada seseorang yang bersiap menebaknya. Dan ...
Dor!
Pria yang hendak menembak Leopun tumbang hingga jatuh tersungkur ke tanah. Penyebabnya adalah Shena berhasil menembak orang yang hendak mencelakai suaminya tepat waktu. Gadis itu sengaja mengikuti pergerakan Leo secara sembunyi-sembunyi setelah ia memastikan Xiao Lung dan keluarganya berada di tempat yang aman bersama artis idolanya.
“Shena!” seru Leo.
Shena masih menjulurkan tangannya sambil memegang pistol pemberian suaminya. Gadis itu berjalan lurus sambil berurai air mata. Sudah bisa dipastikan, Shena mendengar semua pembicaraan Leo dan Siro. Ia sangat terkejut, ternyata ketua mafia ini adalah orang yang menyebabkan kedua orang tuanya meninggal.
__ADS_1
“Kau!” geram Shena. “Beraninya aku membunuh orangtuaku! Dan membuatku kehilangan kasih sayang mereka! Kau bukan manusia! Kau binatang yang tidak pantas hidup di dunia! Enyahlah kau sekarang juga!” teriak Shena berapi-api dan langsung menembak Siro tepat mengenai kepalanya tanpa ampun.
Seketika, pria yang gemetar melihat tatapan mata Shena langsung pingsan tak sadarkan diri akibat peluru bius yang ditembakkan Shena ke arahnya. Shena jatuh lemah dan hampir saja oleng tepat ketika Leo menangkap tubuh istrinya.
“Sayang, kamu tidak apa-apa? Kamu masih bisa dengar aku?” Leo terlihat cemas dengan kondisi Shena. Ia pun memerintahkan anak buahnya untuk mengurus semua yang ada disini. “Bawa Mereka semua ke gedung eksekusi. Bilang pada Ayah untuk menemuiku segera begitu tiba disini,” perintah Leo sambil menggendong tubuh Shena dan membawanya pergi dari tenpat ini.
“Baik, Tuan muda.” Anak buah Leopun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mereka semua langsung bertindak cepat membereskan semua kekacauan di rumah Xiao Lung agar tidak ada yang curiga.
Sementara itu, Leo membawa Shena ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya. Syukurlah dokter bilang kalau Shena dan bayinya tidak apa-apa. Shena hanya kelelahan dan sedikit syok. Mungkin karena ia tahu fakta tentang siapa orang yang menyebabkan kedua orang tua Shena tiada.
“Kau sudah melewati banyak hal sendirian tanpaku, Sayang. 12 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Seandainya aku tahu lebih awal siapa kamu dan arti dirimu bagiku, maka aku akan lebih bersikap lembut padamu dan mengisi hari-harimu hanya dengan cinta dan kebahagiaan, maafkan aku.” Leo mencium punggung kedua tangan Shena dalam genggamannya sembari menunggui Shena yang belum sadar dari pingsannya.
Tiba-tiba pintu terbuka dan Laura muncul dari balik pintu bersama dengan suaminya. Raut wajahnya dipenuhi dengan kecemasan yang amat sangat.
“Apa yang terjadi? Ada apa dengan Shena?” tanyanya.
“Apa honeymoon kalian berjalan dengan lancar?” sindir Leo langsung berdiri untuk memberi ruang pada Laura supaya lebih dekat dengan Shena.
“Aku?” Leo terkejut Laura berani membentaknya. “Aku malah berbaik hati menyelamatkan idolanya? Berani sekali kau membentakku? Kalau saja kau bukan istri sahabat dan teman dekat istriku, sudah kucincang mulutmu itu.”
Roy yang berdiri di belakang Leo, menatap Laura tajam. Jangan membuat Leo marah, nanti aku jelaskan apa yang terjadi. Begitulah kira-kira arti tatapan mata Roy yang ditujukan pada Laura.
****
Sementara di tempat lain, Xukun berhasil membawa kekasihnya beserta keluarganya pergi ke tempat yang aman. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, artis itu mengubah gaya rambutnya persis seperti Leo dan menggunakan kunci kamar hotel tempat Leo dan Shena menginap untuk menghindari sorotan publik.
Dengan kata lain, Xukun dan Xiao lung menyamar sebagai Leo dan Shena. Keduanya bersembunyi sementara di hotel tempat Leo sampai masalah mereka terselesaikan dengan baik.
“Apa kau yakin kita akan aman disini?” tanya Xiao Lung yang memakai pakaian Shena dan Xukun yang sudah mengubah warna rambutnya menjadi hitam sama persis seperti Leo.
“Kita percaya saja dengan tuan muda itu, dia bisa membawamu keluar dari sarang musuh dengan selamat.” Xukun berbisik di telinga kekasihnya.
__ADS_1
“Tapi mereka berdua benar-benar nggak ada akhlak dan cukup membuatku iri.”
“Kenapa kau iri pada mereka?” tanya Xukun saat keduanya memasuki lift menuju kamar mereka.
“Karena mereka begitu serasi! Aku baru pertama kali ini melihat pasangan seaneh dan seunik mereka.”
“Aku sependapat denganmu.” Xukun tersenyum pada kekasihnya.
Artis idola Shena membuka pintu kamar hotel dan juuga memesan kamar lain atas nama Leo untuk keluarga Xiao Lung selama mereka bersembunyi. Semuanya sudah masuk ke dalam kamar masing-masing tanpa ada yang curiga.
“Sekarang bagaimana? Apa yang akan kita lakukan di sini?” tanya Xiao Lung sambil membuak penyamarannya.
“Aku akan mencoba menelepon ...,” Xukun tak bisa melanjutkan kata-katanya karena menyadari ada seseorang dihadapannya.
Tanpa dinyana-nyana, laki-laki asing yang tadinya berdiri di depan jendela kamar, berjalan cepat kerah Xukun dan langsung menghadiahi sebuah bogem mentah tepat mengenai pipi mulusnya sehingga ia jatuh terpental kebelakang. Xiao Lung yag menyaksikan adegan itu hanya bisa menganga dan menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Buk!
“Dasar anak kurang ajar! Inikah yang ingin kau tunjukkan padaku? Beraninya kau mengkhianati istrimu sendiri!” bentak laki-laki paruh baya yang tidak lain adalah Byon Pyordova, ayah Leo.
BERSAMBUNG
***
Maaf up nya telat ya ... semoga tetap suka dengan karyaku. Terimaksih atas dukungan kalian semua selama ini, kalian berhasil membuatku bangkit semangat lagi, pokoknya love you all.
Kun yang menyamar sebagai Leo (maaf haluku kumat) no bully hehe ...
__ADS_1
Leo