Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 169 Pangeran Leo tak Putus dengan Cinderellanya


__ADS_3

Saat di dalam mobil Leo, Xiao nai langsung melacak keberadaan Carlos dan ternyata, dengan cepat dia bisa menemukan lokasi dimana kini pria itu berada. “Akhirnya, aku menemukannya. Dia ada di sekitar sini. Tapi ia sama sekali tidak mendekati rumahmu atau area tempat tinggal kalian. Ia hanya berkutat pada sebuah tempat, sepertinya kebanyakan di sebuah kafe dan restoran. Akan aku kirimkan fotonya padamu setelah 10 menit.” Xiao nai terus mengotak-atik laptopnya, sementara Leo fokus menyetir.


Saat di tengah perjalanan pulang menuju rumah Leo, Leo mendapat telepon dari salah satu anak buahnya. “Ya, ada apa? ... apa? Shena buat onar di kampus? Baiklah, aku akan ke sana.” Leo menutup teleponnya. “Kak, kirimkan saja fotonya langsung ke ponselku, aku harus segera ke kampus untuk melihat apa yang sudah istriku lakukan.”


“Apa kami juga ikut kesana?” tanya Wei wei.


“Tidak perlu, kakak pasti lelah setelah perjalanan, biar aku sendiri saja. Sebaiknya kalian istirahat saja di rumah.” Leo sangat penasaran ulah apa yang sudah dilakukan Shena sampai pengawalnya itu harus repot-repot meneleponnya.


****


Shena terkejut Chica sahabatnya sedang dikeroyok oleh para wanita yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Sahabatnya itu hanya diam menunduk tanpa bisa berbuat apa-apa saat tubuhnya di dorong-dorong sampai menabrak dinding koridor. Semua orang juga cuma bisa mengamati saja. Mereka tidak berani ikut campur. Shena sendiri langsung geram sampai mengepalkan kedua tangannya melihat Chica tak berdaya ditindas semena-mena oleh para kuntilanak bertubuh wanita seksi itu.


“Berani-beraninya elo tebar pesona sama Evan. Jangan sok kecakepan deh, lo! Muka pas-pasan aja mau sok-sok an gitu! Huh, gua peringatkan sekali lagi, jangan sampai lo deketin Evan lagi! Kalau nggak, lo tanggung sendiri akibatnya,” ancam seorang wanita seksi berbadan tinggi.


Kejadian itu sengaja direkam Shena dari jauh untuk memberi wanita-wanita gila itu pelajaran karena sudah berani mengganggu sahabatnya. “Heh, Kuntilanak! Jaga mulut kamu, ya? Apa kamu bilang? Muka pas-pasan? Kamu buta, ya? Chica lebih cantik dari Nadine Candrawinata dari pada kamu yang mirip kuntilanak comberan!” teriak Shena dengan lantang dan sukses membuat semua orang menganga lebar mendengar keberanian kata-kata Shena yang mulutnya jauh lebih pedas dari cabai terpedas di dunia.


“Apa kamu bilang?” wanita itu berbalik badan menghadap Shena dengan amarah yang memuncak.


Shena sendiri menatap tajam wanita tinggi semampai itu. Dengan keren, Shena menghampiri wanita tersebut yang ternyata, keduanya sama-sama tinggi sehingga terlihat sejajar ketika mereka saling berhadapan. “Aku nggak nyangka, selain berwajah kuntilanak! Kamu budeg juga! Rabun lagi, sampai nggak bisa bedain wanita cantik dan juga, nggak!” Shena langsung berkomentar pedas pada orang yang telah berani melabrak sahabatnya. Semua orang langsung menahan tawa mendengar olokan Shena yang ditujukan pada wanita itu.


“Jaga mulut elo itu! Jangan bicara sembarangan!” wanita yang bernama Miranda itu mengangkat tangannya hendak menggampar Shena tapi dengan cekatan Shena sendiri menahan tangan itu dan mencengkeramnya kuat-kuat. “Lepasin, tangan gue, bodoh! brengsek kau!” teriak Miranda pada Shena.


“Minta maaf dulu sama temenku baru aku lepasin tanganmu!” Shena masih mencengkeram kuat tangan Miranda meski wanita itu mati-matian menarik paksa tangannya dari cengkeraman Shena.


“Kenapa gue harus minta maaf! gue cuma ngasih peringatan sama temen gak jelas lo itu supaya jauhin pacar gue.” Miranda mencoba mengelak.

__ADS_1


“Apa? Pacar? Setahuku kak Evan tidak punya pacar. Jangan sok ngaku-ngaku, deh. Lagian mana mungkin kak Evan mau pacaran sama kuntilanak kayak kamu. Mending dia pacaran sama kuntilanak sungguhan daripada sama kamu.” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Shena sehingga teman-temannya yang ada disekitar mereka sudah tidak bisa lagi menahan tawa mereka.


“Elu bener-bener kurang ajar, ya?” Miranda mengangkat tangan satunya lagi tapi ditahan oleh sahabatnya. “Apa? Jangan halangin gue! Cewek nggak tahu diri ini kudu dikasih pelajaran supaya mulutnya bisa diem.” bentak Miranda pada temannya yang menahan tangannya.


“Elo, lihat berita ini dulu.” Teman Miranda memperlihatkan ponselnya yang berisi berita terhangat hari ini. Mata Miranda terbelalak melihat judul trending topic berita tersebut.


“Oh, jadi elo yang namanya Shena, pacarnya Leo si playboy kelas kakap itu. Mana pacar elo itu? Jangan bilang kalian udah putus dan sekarang elo jadi stres kayak orang gila gara-gara diputusin sama Leo, kan? Nggak kaget sih, semua cewek yang jadi mantannya Leo, kalau nggak masuk rumah sakit jiwa ya pasti masuk kuburan.”


Tanpa pikir panjang, Shena langsung melintir tangan Miranda ke belakang punggungnya sehingga cewek itu mengerang kesakitan. “Auwww, sakit tahu! Lepasin nggak!” bentak Miranda.


“Nggak! Sebelum kamu minta maaf sama temenku!” Shena balas membentak.


“Elo gila, ya? Kasian amat sih, lo? Cuma gara-gara diputusin Leo. Lo jadi sarap!” teriak Miranda.


“Shena!” panggil Leo dari balik punggung Shena. Semua orang juga langsung berpusat menatap Leo yang tiba-tiba saja sudah ada di sini.


“Leo, tolongin gue, mantan lo sarap gara-gara lo putusin dia gitu aja!” teriak Miranda berharap Leo mau menolongnya.


“Siapa yang elu maksud mantan?” tanya Leo menatap tajam wanita yang bernama Miranda itu.


“Cewek sarap yang melintir tangan gue ini kan mantan elo yang baru aja elo putusin? Semua orang di kampus juga tahu karena berita itu udah jadi trending topik kampus kita hari ini.”


"Diem, Lo! jaga mulut oncom Lo itu." Leo membentak Miranda lalu beralih menatap Shena.


“Sayang, Lepasin tangan kamu,” pinta Leo pada Shena dengan lembut.

__ADS_1


“Nggak!” bentak Shena langsung. “Aku nggak akan lepasin dia sebelum dia minta maaf sama Chica karena udah berani ngelabrak dia. Pakai acara ngaku-ngaku pacar kak Evan segala lagi. Gak nyadar apa? Mukanya sendiri kayak apa? Donal bebek aja masih jauh lebih cakep daripada dia.” Shena masih nyerocos dan tetap bersikukuh tidak mau melepaskan cengkeraman tangannya dari Miranda.


Tanpa pikir panjang, Leo menarik tubuh istrinya supaya menghadapnya dan mencium mesra bibir Shena tepat di depan banyak pasang mata yang terbelalak tak percaya melihat aksi so sweet Leo. Seketika, cengkeraman tangan Shena terlepas berkat ciuman maut suaminya dan Miranda pun langsung berlari menjauh dari Shena. Namun, matanya melotot seakan mau keluar ketika tahu bahwa Leo mencium Shena sedemikian rupa hingga membuatnya iri dan jadi keki sendiri.


“Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu belain kuntilanak itu?” bentak Shena sambil mendorong paksa tubuh suaminya dengan kuat. Shena benar-benar kesal dengan Leo karena sudah mau menolong orang yang menyakiti temannya.


“Aku nggak belain dia, Sayang. Tapi aku nggak mau kamu ngotorin tangan kamu dengan menyentuh wanita yang nggak selevel sama kamu. Lagipula, Leo junior kita juga nggak akan suka kalau ibunya marah-marah. Cantiknya bisa hilang. Kamu mengerti, Sayang?” Leo melingkarkan tangannya di pinggang Shena dan menarik tubuh istrinya supaya lebih dekat lagi dengan Leo. Suaminya itu menatap sendu manik mata Shena sambil menempelkan dahinya di dahi Istrinya. "Biar anak buahmu yang mengurus mereka nanti, jangan buang-buang tenaga untuk orang seperti mereka," bisik Leo.


"Ehm, nggak perlu. Aku ada ide yang cukup membuat mereka gak punya muka lagi di kampus ini." Shena mulai menyunggingkan senyuman manisnya.


"Entah kenapa kamu sekarang mirip denganku, Sayang. Licik dan menakutkan."


"Aku juga merasa begitu, tidak biasanya aku seperti ini, mungkin karena aku sedang mengandung anakmu." Leo memeluk erat tubuh Shena sambil tertawa bahagia mendengar kata-kata Istrinya.


Keromantisan yang terjadi antara Leo dan Shena langsung sukses membuat semua orang bergerak cepat mengabadikan momen spesial ini lalu mengupload foto-foto kemesraan Shena dan Leo dalam situs forum dan diberi label, “Pangeran Leo tak jadi putus dengan Cinderallanya”.


Berita itupun langsung heboh dan menggemparkan seisi kampus hanya dalam waktu hitungan detik.


BERSAMBUNG


***


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya ya ...love you all


__ADS_1


__ADS_2