Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 115 Pengalaman


__ADS_3

Temaram belum selesai. Matahari pun masih malu-malu menampakkan dirinya dari balik persembunyian. Namun, di balik kamar mewah itu terlihat dua pasang wajah anak manusia yang menyembunyikan rasa bahagia dan gairah di balik selimut.


mata Shena mengejap berlahan dan mendapati Leo yang masih tidur begitu lelap sambil memeluk erat tubuhnya. Shena tersenyum simpul melihat suaminya terlihat lebih tampan saat tertidur. Gadis itu mengusap lembut pipi suaminya dan mengecup pelan bibir Leo.


Mereka berdua kini sudah menjadi satu, Shena mulai kembali mengingat momen-momen indah malam pertama mereka semalam sambil terus memandangi wajah suaminya. Sampai kapanpun, Shena tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi semalam. Hal itu membuat Shena merasa sangat bahagia hari ini.


Setelah sekian menit berangan-angan, Shena baru sadar kalau ia dan Leo masih sama-sama belum mengenakan pakaian apapun. Perlahan, Shena melepaskan diri dari pelukan Leo supaya bisa bangun dan pergi ke kamar mandi, tapi tangan Leo tidak mau lepas dari tubuh istrinya.


“Tetaplah disini, Sayang. Jangan pergi, aku masih ingin memelukmu seperti ini,” gumam Leo sambil masih memejamkan mata walaupun ia sudah terjaga dari tidurnya.


“Tapi, aku harus ke toilet, dan juga ... aku mau mengenakan pakaianku.” Shena masih saja gugup di depan suaminya sendiri.


Kata-kata Shena langsung membuat Leo membuka matanya, ia mengangkat kepalanya dan menopangnya dengan satu tangan sambil terus menatap Shena. “Kenapa buru-buru, Sayang. Malam pertama kita masih panjang dan belum berakhir.” Leo tersenyum penuh makna pada Shena.


“Tapi, ini sudah siang. Pasti yang lainnya sedang menunggu kita di luar,” kilah Shena. Entah kenapa ia punya firasat tidak baik ketika menatap manik mata Leo.


“Bagiku, malam pertama kita masih belum berakhir, Sayang.” seringai nakal, mulai ditunjukkan Leo pada istrinya.


Benar dugaan Shena. Leo langsung menyerang Shena lagi dan mengulangi adegan romantis malam pertama seperti yang mereka lakukan semalam. Keduanya begumul dibalik selimut dengan penuh gairah yang membara dan bergelora.


Satu jam sudah Leo dan Shena berperang di dalam kamar untuk meluapkan semua hasrat birahinya dan beromantis ria bersama. Keduanya akhirnya keluar dari kamar setelah selesai membersihkan diri masing-masing. Leo menuntun Shena yang belum bisa berjalan sempurna karena mahkota berharganya masih terasa sakit akibat dua ronde yang sudah mereka mainkan.


Karena tidak telaten lagi melihat istrinya yang seperti orang habis di sunat, Leo menggendong Shena turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan keluarga besar Leo. Pasangan pengantin baru itu terlihat berseri-seri memancarkan aura kebahagaian di raut wajah keduanya. Leo juga tak henti-hentinya menatap mata istri tercintanya.


“Aku sangat bahagia, Sayang. terimakasih untuk semuanya.” Leo mengecup lembut kening Shena digendongannya sambil menuruni anak tangga.


“Aku juga bahagia, Sayang ... dan aku sangat mencintaimu.” Shena melingkarkan tangannya di leher Leo sambil menatap wajah suaminya yang tersenyum manis padanya.


Sungguh pemandangan yang syahdu ketika melihat kemesraan pasangan pengantin baru antara Leo dan Shena. Keduanya tak henti-hentinya saling memuji dan menatap bahkan tak segan lagi saling meluapkan kemesraan mereka dengan berciuman di depan banyak orang seolah dunia tercipta hanya untuk mereka berdua. Senyum mengembang terus saja menghiasi rona wajah keduanya.


“Ada apa dengan Shena? Kenapa kau menggendongnya seperti itu? Apa dia sakit?” tanya Byon saat Leo datang ke ruang makan sambil menggendong mesra istrinya.

__ADS_1


“Paman, apa Paman tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Itu artinya acara belah duren mereka semalam sukses. Sebentar lagi kau juga akan punya cucu, Paman. Apa Paman tidak melakukan itu pada Bibi di malam pertama kalian saat menciptakan Leo dulu?” ujar Refald dan langsung di susul gelak tawa seluruh anggota keluarga Leo.


Leo mendudukkan Shena di kursi dan terus menatap Shena yang wajahnya berubah jadi merah merona karena malu.


Byon hanya tersenyum simpul menatap Refald. “Ah, aku baru ingat, kau pun juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Leo sekarang. Bahkan kau lebih gila darinya. Kau terbang kesana kemari saking bahagianya karena sudah berhasil membobol gawang Fey sambil menggendongnya.” Byon sengaja membalas Refald.


Giliran Refald yang tersenyum simpul karena kembali diingatkan bagaimana ia dan Fey melakukan malam pertama waktu itu. Ia menggenggam erat tangan istrinya yang duduk di samping kiri Refald sambil menikmati sarapannya.


“Ayolah, kalian semua yang ada di sini pasti sudah pernah melakukan apa yang saat ini Leo lakukan pada Shena. Apa salahnya? Itu wajar bukan?” Refald mencoba berkilah dari serangan pamannya.


“Tapi tidak segila dirimu waktu itu, Leo masih mending,” ujar yang lainnya.


“Hahh, aku ingat, kau bahkan menculik kakak ipar saat ia sedang menjamu semua para tamu undangan, kau bawa kemana dia? Apa kalian sedang mencetak gol?” Leo ikut meledek Refald.


“Aku hanya ingin berdua dengan pengantinku waktu itu. Kalian terus saja mengusiknya, jadi mau tidak mau aku menculiknya agar kalian semua tidak bisa lagi mengganggunya.” Refald menatap lembut Fey yang tersedak saat sarapan mendengar penjelasan Refald pada semua anggota keluarganya.


"Yang lebih parah lagi adalah Xiaonai, dia memulai malam pertama tepat sehari sebelum hari penikahannya. Dasar tidak sabaran!" Refald melirik Xiaonai yan daritadi hanya diam menyimak obrolan para anggota keluarganya dengan santai.


“Kenapa kalian membawa-bawa aku?” Xiaonai terlihat tenang sambil meminum teh hijau dari jenis Gyokuro, yaitu teh yang diambil dari daun teh kelas atas di mana warnanya hijau pucat.


Daun teh yang dinamakan Gyokuro ini, selalu terlindungi dari paparan sinar matahari sehingga memiliki aroma yang sangat harum, sangat cocok dikonsumsi sebagai menu sarapan pagi terutama untuk keluarga berkelas seperti keluarga Pyordova ini.


“Anak muda zaman sekarang, memang tidak sabaran. Tapi kalian semua adalah penerus generasi kami. Dan kalian punya karismatik tersendiri sehingga sampai detik ini, tidak ada yang berani mengusik kehidupan keluarga kita, ayo kita bersulang utuk kesejahteraan keuarga kita, dan selamat untuk kalian berdua, Refald dan Xiaonai yang sebentar lagi akan menjadi ayah.” Biyanca mengangkat gelasnya untuk mengajak semua bersulang bersama. “Semoga aku juga segera mendapat kabar baik untuk menjadi seorang nenek,” lanjut ibu Leo sambil menatap Shena yang tersipu malu.


“Tidak secepat itu, Ibu. Kami baru bermain dua ronde. Aku berencana hari ini, aku ingin main 10 ronde,” goda Leo pada Shena sehingga mukanya semakin memerah. Gadis itu hanya diam menunduk sambil mengumpati Leo dalam hati.


“Kau bisa membuat istrimu pingsan. Satu ronde saja pasti sudah membuatnya kuawalahan!” sahut yang lainnya.


“Bagaimana denganmu, Fey? Berapa ronde kau kuat melayani Refald?” goda yang lainnya sehingga sukses membuat Fey langsung tersedak mendengar pertanyaan intim dari keluarga suaminya.


“Aku berani bertaruh, Fey 5 ronde, Wei wei 3 ronde dan Shena 2 ronde saja!” ujar yang lainnya.

__ADS_1


Seluruh ruangan terdengar bising karena dipenuhi canda tawa ria seluruh keluarga besar Byon. Tentu saja yang menjadi bulan-bulanan candaan mereka adalah tiga serangkai yang terdiri dari Leo, Refald, dan Xiaonai bersama pasangannya masing-masing. bisa dibayangkan sepeti apa keharmonisan keluarga bersar Byon Pyordova. Pernikahan antara Leo dan Shena telah kembali mempertemukan keluarga besar ini sehingga mereka semua bisa berkumpul bersama-sama lagi.


“Leo, Shena,” Byon mulai membuka pembicaraan. “Kalian berdua ikutlah bersama kami setelah acara sarapan ini. Ada satu tempat yang harus kita datangi.” Raut wajah Byon terlihat begitu serius.


“Di mana itu, Ayah?”


“Nanti kalian akan tahu jika kita sudah sampai di sana.” Jawa Byon singkat lalu berdiri meninggalkan kursinya diikuti oleh Biyanca, istrinya.


Leo dan Shena hanya saling pandang sambil berpegangan tangan karena keduanya sama-sama tidak tahu akan diajak kemana mereka setelah ini.


****


maaf up nya telat, terus dukung penulis dengan like, vote dan komentarnya ya. . love you all



Refald



Fey



Leo



Shena dan Wei Wei


__ADS_1


Xiao nai


__ADS_2