Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 111 Pertunjukan 4


__ADS_3

“Wah, ini baru seru! Kau lihat, Sayang. mereka semua mengalahkan para preman itu walau tanpa menggunakan senjata apapun. Inilah keluargaku yang sebenarnya.” Leo melirik Shena yang masih takjub tak percaya memandang apa yang ada di depan matanya.


Shena seolah sedang melihat adegan syuting film action secara live. Semua anggota keluarga Leo menghajar habis-habisan para preman-preman itu hanya dengan tangan kosong, tendangan dan pukulan serta hantaman keras diarahkan secara bertubi-tubi pada para preman-preman tak berdaya itu. Padahal, semua preman itu bersenjata tajam dan jumlahnya jauh lebih banyak dari keluarga Leo.


Shena melihat ada preman yang hendak menyerang Roy dan Laura, tentu saja gadis itu langsung bertindak cepat dengan berlari dan menendang keras bagian alat vital preman itu sehingga preman tersebut berteriak dan menimbulkan bunyi raungan yang kuat menggetarkan seluruh ruangan. Teriakan preman itu sukses membuat jeda perkelahian antar dua kubu keluarga Leo dan para preman anak buah Beni. Mereka semua menoleh ke arah sumber suara yang di buat Shena.


“Lanjutkan saja perangnya, tidak apa-apa!” Leo berusaha menenangkan anggota keluarganya agar tidak terlalu khawatir dengan apa yang terjadi di sini. Keluarga Leopun mengerti dan melanjutkan aksi perang mereka dengan catatan, keluarga Leo unggul sekarang, banyak sekali anak buah Beni yang tumbang tak berdaya.


“Kau menendangnya dengan sangat kuat, Sayang. Pasti itu rasanya sakit sekali,” bisik Leo di telinga Shena dari belakang. Tentu saja sambil memukul preman yang hendak menyerang Shena dari samping.


“Tentu saja, karena itu adalah kelemahan mereka,” jawab Shena sambil tersenyum.


Leo masih sempat menatap Shena dengan mesra padahal ada tiga orang preman yang hendak menyerangnya dari belakang. Sambil tersenyum, Leo menggendong Shena dan mengarahkan kaki istrinya yang kebetulan memakai high heels agar Shena bisa menendang semua wajah preman itu dengan sepatu hak tingginya. Tentu saja adegan itu sukses membuat para preman itu terkapar, tapi mereka masih bisa bangkit lagi dan kembali berusaha menyerang mereka berdua.


Leo meletakkan kembali tubuh Shena dan langsung menendang dada ketiga preman itu secara bergantian sehingga semuanya terhuyung ke belakang sampai memuncratkan darah segar dimulutnya. Dua diantaranya lagsung pingsan, sedangkan yang satunya gemetar ketakutan. Yang paling menarik dari adegan ini adalah, Leo masih melingkarkan tangannya dipinggang Shena sambil mengecup mesra kening Shena. Sementara kakinya ia gunakan menendang tubuh para preman yang berusaha mendekati keduanya.


“Aku sangat menyukai moment ini,” guman Leo di telinga istrinya, sedangkan Shena sendiri hanya tesenyum walau dalam hatinya ia merasa sangat tegang sekali.


Tiba-tiba saja dari belakang Shena, muncul dua preman lainnya yang hendak menyerang gadis itu, tapi dengan cekatan Shena melepaskan pelukan Leo dan menundukkan kepalanya lalu memukul perut serta meninju dada preman-preman yang ada di sebelah kiri dan kanan Shena sehingga keduanya tumbang bersamaan. Leo yang menyaksikan istrinya ternyata juga jago berkelahi menjadi takjub dan semakin jatuh cintalah dia pada Shena.


“Wuahhh, kau hebat sekali, Sayang.” Leo bertepuk tangan untuk Shena. Walau masih memakai gaun, Shena masih bisa juga menunjukkan keahliannya bela diri.

__ADS_1


Refald sendiri yang juga sedang sibuk menangkis semua serangan para preman itu juga terkejut saat melihat Shena bisa membuat tumbang beberapa preman itu, “Kau punya istri yang sesuai dengan keluarga kita,” komentar Refald pada Leo yang berdiri di belakang punggung Leo. Refald masih mengamati istrinya yang sedang kembali memulihkan tenaganya.


“Tentu sajalah, dia istriku! Dan aku juga tidak salah pilih pasangan,” jawab Leo sambil menghajar para preman yang berusaha menyerangnya. “Kau urus istrimu dulu, kali ini aku terpaksa merusak pakaian pengantinku,” geramnya sambil meninjukan bogem mentah pada preman yang mengarah padanya.


Leo menendang dada setiap preman yang akan menyerang Refald saat kakak sepupunya sedang sibuk meminumkan seseuatu pada Fey agar tidak kembali mual.


“Kamu tidak apa-apa, Honey?” tanya Refald yang cemas dengan keadaan Fey.


Fey mengangguk lemah. “Ehm, sedikit lebih baik, hanya saja bau anyir darah itu benar-benar membuatku pusing.” Fey berusaha menenangkan pikirannya agar kembali bisa berkosentrasi.


“Apa kau sudah bisa membukanya? Atau masih butuh waktu lagi? Kenapa pak Po dan yang lainnya menghilang?” tanya Refald.


“Mereka semua membantuku membuka gerbang dari dunia lain agar aku tidak terlalu banyak menggunakan tenagaku dari sini. Lima menit lagi, mereka baru bisa membukanya.” Fey kembali berdiri di bantu oleh Refald.


Leo yang menyaksikan adegan itu langsung berteriak histeris mengagetkan semua orang yang ada di ruangan ini.


“Tidaaaaaakk! Refald, menyingkir dari situ!” Leo berlari hendak menghalau peluru kilat itu agar tidak mengenai kakak sepupunya, tapi sayang, kecepatan peluru itu jauh lebih cepat dari kecepatan berlari Leo sehingga tidak mungkin ia bisa menghalau peluru itu tepat waktu.


Peluru itu meluncur lurus dan hampir saja menembus kepala Fey seandainya saja, wanita itu tidak segera menggunakan kekuatan Refald yang sudah tertanam dalam tubuhnya. Sama halnya Refald yang bisa menghalau peluru agar tidak bisa menembus kulitnya, Fey juga bisa melakukan hal yang sama meski sebenarnya dia hanyalah wanita biasa, sama seperti Shena dan yang lainnya.


“Apa yang terjadi? Bagaimana bisa kau melakukanya, Honey? Pak Po dan yang lainnya tidak ada di sini untuk melindungimu?” Tanya Refald yang tak percaya kalau istrinya bisa melakukan apa yang tidak bisa ia lakukan karena kekuatan Refald masih belum kembali.

__ADS_1


“Kau lupa Sayang, benih yang kau tanamkan dalam perutku, juga tersalur kekuatanmu. Sebagian dari kekuatanmu ada dalam anak ini.” Fey mengelus lembut perutnya begitu juga dengan Refald yang terlihat tampak bahagia karena kini ia menyadari satu hal. Walaupun ia kehilangan kekuatan untuk sementara, Refald masih punya Fey dan calon anaknya yang mewarisi kekuatannya.


“Sekarang aku tidak punya kelemahan lagi,” gumam Refald sambil mengecup kening istrinya. Senyum mengembang terpampang jelas diwajahnya. Mereka berdua terlihat begitu bahagia.


Shena dan juga yang lainnya benar-benar terkesima melihat kekuatan Fey ternyata sama seperti Refald. Kekuatan itu ternyata ada, karena Fey sedang hamil anak Refald. Fey juga bisa melihat pasukan dedemit Refald yang sebelumnya tidak bisa ia lihat, hal itu karena mereka berdua sudah menikah dan juga sudah melakukan ritual penyatuan tubuh sehingga apa yang Refald lihat juga bisa dilihat Fey, apa yang dimiliki Refald juga dimiliki Fey. Sekarang ada benih cinta yang tumbuh di rahim Fey dan benih itu juga menumbuhkan kekuatan yang sama seperti yang Refald miliki sebagai ayah biologis dari janin yang dikandung Fey.


“Daebak,” gumam Shena yang ikut terlihat bahagia dengan hal menakjubkan luar biasa ini.


Benar apa yang dikatakan Leo padanya, ini adalah momen langka dimana ia bisa melihat langsung kekuatan pasangan fenomenal paling serasi Fey dan Refald. Mereka benar-benar terlihat keren.


“Kenapa aku seolah sedang melihat Edward Cullen dan Isabella Swan di dunia nyata? Wauwww, ini sungguh luar biasa.” Shena terus menunjukkan rasa kagumnya pada dua idola dadakannya yang kini sudah menjadi kakak iparnya.


Leo sendiri juga melongo menatap kedua kakaknya yang kini benar-benar jadi tak terkalahkan.


Fey masih menatap tajam peluru yang masih melayang dan berputar-putar di depannya. Hanya dalam satu kedipan mata, Fey mengembalikan peluru itu kepada pemiliknya. Wanita hamil itu membuat Beni tertembak oleh pelurunya sendiri tepat disaat terbukanya sebuah lubang hitam disertai dengan angin kencang yang menyedot semua benda-benda yang ada disekitarnya.


“Sudah terbuka,” gumam Fey pada Refald yang masih memeluknya.


****


maaf ya kalau ceritanya jadi agak lebay .. mudah mudahan kalian semua suka .. jangan bosan menunggu up berikutnya ya ...

__ADS_1


terimakasih juga yang sudah mau memberikan like, vote dan komentarnya .. aku jadi semakin bersemangat ... love you all


__ADS_2