
Shena langsung menarik tangan Xiao Lung dan berjalan cepat menuju kembali ke kamarnya bersamaan dengan keluarnya Leo dari dalam. Spontan Shena mendorong tubuh Leo masuk kembali ke dalam dan menyandarkannya di dinding diikuti oleh Xiao Lung. Wanita cantik itu menutup pelan daun pintu kamarnya sebelum Siro melihat mereka.
“Gawat! Mereka banyak sekali? Siapa mereka?” tanya Shena yang masih memeluk tubuh suaminya. Ia tidak sadar kalau sejak tadi Leo bersandar di dinding mengamati gerak gerik Shena sambil senyam senyum sendiri.
“Orang tadi adalah Siro, cepat kalian sembunyi dulu, ia pasti mau kemari. Cepatlah!” seru Xiao Lung.
“Lepas dulu pakaianmu!” Shena mengingatkan Xiao Lung dan langsung melepas pakaian samarannya lalu menyembunyikannya di lemari pakaiannya.
Shena menyeret tangan Leo sambil berjalan cepat ke balkon. Mereka berdua bersembunyi di dinding yang letaknya persis di samping pintu balkon. Shena menyandarkan Leo di dinding sambil memegangi kedua lengan suaminya. Napasnya agak tersengal-sengal karena tegang.
Ini pertama kalinya Shena bertemu langsung dengan seorang bos mafia berwajah sangar dan menakutkan. Ayah mertuanya juga bos mafia dizamannya, tapi wajahnya tidak sesangar itu.
“Itu orang mukanya mengerikan sekali,” gumam Shena, ia tidak sadar kalau sedari tadi Leo hanya diam sambil mengamati gerak gerik Shena. Bahkan Leopun pasrah saja saat Shena mendorong dan menyeretnya kemari.
Tiba-tiba saja angin berhembus kencang dan menerjang rambut Shena hingga berhamburan dimana-mana. Gadis itu mencoba menyisihkan rambutnya yang tertiup angin hingga menutupi wajahnya, tapi Shena kesulitan karena kedua tangannya mencengkeram lengan Leo dengan kuat.
Leo yang sejak tadi tak henti-hentinya menatap Shena membantu menyibakkan rambut istrinya sehingga gadis itu tersadar. Spontan Shena mundur selangkah tapi tangan Leo langsung menarik pinggang istrinya dan mendekatkannya lagi dengan tubuh Leo.
“Jangan jauh-jauh, Sayang.” Leo menatap manik mata Shena lekat-lekat. “Kamu bisa ketahuan, tetaplah memelukku seperti tadi.” Leo mengedipkan salah satu matanya sehingga membuat Shena jadi gugup. “Kamu tahu, Sayang ... saat ini aku sangat ingin memakanmu! Kenapa kamu jadi begitu menggemaskan jika panik begitu? Sampai kamu tidak sadar kalau aku jauh lebih kuat dari mereka. Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot menyembunyikanku.” Leo kembali menyibakkan rambut istrinya yang lagi-lagi tertiup angin.
“Bu-bukan be-gitu ... tadi, aku ... hanya ...,” Shena tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Leo langsung mengunci mulutnya dengan ciuman maut ala Leo.
Sementara itu, Xiao Lung mencari-cari tubuh penjaga yang pingsan dan baru menemukannya di dalam kamar mandi tepat disaat Siro tiba di depan kamarnya. Dengan sigap, gadis itu meloncat ke atas kasur dan lagsung pura-pura tidur.
Mungkin suami wanita itu yang sudah menyembunyikan tubuh mereka di kamar mandi, batin Xiao Lung.
“Dimana dua penjaga yang aku tugaskan di sini?” samar-samar terdengar suara Siro dari luar kamar.
__ADS_1
“Tidak tahu bos.”
“Cepat periksa!” bentak Siro pada anak buahnya.
Salah satu anak buah Siro masuk ke dalam dan mendapati Xiao Lung tertidur pulas di atas kasurnya. Siropun ikut masuk untuk memastikan apa yang terjadi, sebab dua penjaga yang ia tugaskan mendadak hilang tanpa sebab.
“Cepat cari dimana keberadaan dua penjaga itu?” perintah Siro lagi.
“Gawat! Bagaimana ini? Bagaimana kalau mereka menemukan kita?” gumam Shena dengan wajah super duper panik.
“Kenapa kamu takut, Sayang. Kan ada aku. Siapkan pistolmu sekarang, saatnya kita beraksi!” Leo tersenyum manis pada Shena dan menyiapkan senjatanya yang sejak tadi sudah Leo bawa kemana-mana.
Shena sendiri memeriksa pistolnya seperti yang sudah diajarkan Leo padanya.
“Berbaliklah, sebentar lagi mereka akan menuju kemari.” Leo membalikkan tubuh istrinya supaya bisa bersiap-siap. “Fokus pada targetmu dan begitu mereka muncul, langsung tembak saja,” bisik Leo dengan mesra di telinga Shena.
Dugaan Leo benar, tak berapa lama muncul salah satu anak buah Siro dan sebelum ia menyadari keberadaan mereka berdua di sini, Shena langsung menarik pelatuknya sehingga tepat mengenai sasaran. Peluru yang berisi obat bius dosis tinggi itu menembus dada anak buah Siro hingga membuatnya jatuh terkapar.
Beberapa pasukan bala bantuan Siro pun muncul tiba-tiba sehingga Leo terlibat perkelahian dengan mereka. Pukulan dan tendangan, Leo layangkan pada anak buah Siro yang berusaha menyerangnya. Tentu saja Leo jauh lebih kuat dari mereka. Ia pun sangat menikmati adegan baku hantam ini.
Xiao Lung sendiri langsung bangun dan hendak keluar ruangan, tapi tubuhnya di cekal oleh salah satu anak buah Leo. Wanita itu berteriak meronta-ronta minta di lepaskan.
“Lepaskan aku bodoh!” bentaknya.
Tak berselang lama, orang yang mencekal tubuh kekasih idola Shenapun tumbang seketika dan penyebabnya adalah tembakan bius dari Shena.
Begitu juga dengan orang yang hendak menyerang Leo dari belakang. Hampir saja Leo tertembak kalau saja Shena tidak dengan cepat menembak orang tersebut.
__ADS_1
“Wuah, Daebak! Kalian berdua hebat. Aku kira kalian cuma bisa mesum saja! ternyata kalian luar biasa.” puji Xiao Lung.
Segerombol orang berpakaian sama dengan pengawal Siro tiba-tiba masuk ke dalam. Xiao Lung langsung berlari ke arah Shena dan bersiap-siap kalau dirinya akan diserang.
“Jangan takut, mereka anak buah suamiku,” terang Shena.
“Oh,” ucap Xiao Lung karena mengira akan diserang lagi.
“Kalian semua! Bereskan semua anak buah Siro yang terkapar dan kirim mereka semua ke tempat Refald, biar dia yang urus sisanya. Dan untuk Sirohige, ikat dia di atas atap untuk menyambut kedatangan ayahku. Aku yakin ayah sangat merindukan orang ini!” perintah Leo pada semua anak buahnya.
“Bagaimana dengan seluruh keluargaku yang lainnya?” tanya Xiao Lung, karena sampai detik ini, ia tidak tahu ada dimana keluarganya.
“Kekasihmu sudah memindahkan mereka ke tempat yang aman. Sebentar lagi ia akan datang kemari, tunggu saja!” ujar Leo sambil berjalan menghampiri Shena dan memeriksa kondisi istrinya. “Bagaimana keadaanmu, Sayang?” tanya Leo.
“Aku ingin makan mi ayam,” jawab Shena spontan dengan wajah semelas mungkin.
Leo hanya tersenyum mendengar keinginan Shena. “Baiklah, setelah ini selesai kita akan pulang ke Indonesia dan makan mi ayam yang kamu suka sepuasnya.” Leo mencium kening Shena dan mengusap lembut perut istrinya.
“Kalian berdua membuatku iri, Kun tidak pernah memperlakukan aku seperti itu,” gumam Xiao Lung dan pergi meninggalkan dua sejoli nggak ada akhlak itu.
BERSAMBUNG
****
Maaf kalau baru bisa up hari ini, ada beberapa hal luar biasa yang terjadi dan sempat ingin memutusakan berhenti sampai disini, tapi aku teringat kalian yang suka dengan kegilaan Leo dan juga Refald. Semalam, aku memikirkan apa yang harus aku lakukan. Dan keputusanku, aku ingin membuat kalian senang karena sekarang aku punya kalian, maaf dan harap maklum.
Terima kasih juga atas semua dukungan yang sudah kalian berikan padaku selama ini, tidak ada yang bisa aku katakan selain ucapan terimakasih.
__ADS_1
Maaf juga kalau episodenya aku buat panjang. Itu karena aku sendiri masih belum bisa move on dari Leo dan Shena. Mudah-mudahan kalian tidak bosan dengan ceritanya. Love you all ...