Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 207 Spesial Imlek dan valentine part 1


__ADS_3

Episode 207 Spesial imlek dan Valentine part 1


Mentari pagi bersinar menyinari wajah cantik Shena yang tertidur pulas di ranjangnya. Dilihat dari senyumnya yang mengembang, gadis itu pasti bermimpi indah. Semilir angin dari jendela kaca yang sedikit terbuka membuat tirai panjang transparan berwarna putih beterbangan dengan bebas kesana kemari, bahkan sebagian dari tirai panjang tersebut menyapu lembut wajah Shena hingga ia terjaga dari mimpinya.


Begitu matanya terbuka, Shena terkejut karena tak mendapati Leo disisinya. Gadis itu terbangun seketika dan mencari-cari keberadaan sosok suaminya. Shena mengamati seluruh sudut ruangan dan mendapati Leo sedang berdiri rileks di balkon kamarnya. Pria itu terlihat sedang memandangi suasana pantai indah yang menjulang luas dihadapannya.


Dengan senyum mengembang, Shena berjalan pelan ke arah Leo tanpa alas kaki agar tidak menimbulkan suara. Ia berencana mengejutkan suaminya. Shena mendekati Leo dan langsung memeluk suaminya itu dari belakang. Tentu saja Leo sangat Senang karena ia hafal benar siapa pemilik tangan mungil itu, siapa lagi kalau bukan istri tercintanya, Shena.


“Kamu sudah bangun, Sayang.” Leo mendaratkan ciuman lembutnya di bibir Shena.


“Aku gelisah kalau tidak ada kamu saat aku membuka mataku, kenapa tidak membangunkanku?” Shena pura-pura memasang wajah cemberut sehingga membuat Leo gemas dan langsung mencium lagi bibir ranum istrinya.


“Teruslah berpose seperti itu, supaya aku bisa terus menciummu.” Leo menempelkan dahinya di dahi Shena lalu turun ke bawah dan mencium mesra Shena.


Shena terkejut setelah melihat tangan kiri Leo yang menggenggam lembut lengannya, diperban dengan kain putih tebal. “Kenapa dengan tanganmu, Sayang? Apa yang terjadi? Kamu terluka? Apa lukanya parah?” Shena terlihat sangat cemas sambil memeriksa tangan Leo yang diperban.


Leo hanya tersenyum melihat raut wajah istrinya yang amat sangat mengkhawatirkannya. “Aku tidak tahu apakah lukanya parah atau tidak, Sayang. Tolong buka dan periksalah,” pinta Leo sambil terus menatap Shena.


Dengan hati-hati, Shena mulai membuka ikatan kain yang membalut tangan Leo. Shena tidak tahu apa yang membuat tangan Leo jadi terluka seperti ini. padahal baru kemarin tangan Leo masih baik-baik saja.


Entah kenapa Shena jadi merasa sakit setiap kali melihat Leo terluka, sebenarnya ia ingin menangis, tapi ia berusaha menahannya. Setelah perbannya terbuka, Shena malah terkejut setengah mati. Bagaimana tidak? Ternyata tangan Leo tidak terluka, tetapi di atas telapak tangannya ada sebuah tulisan yang membuat Shena jadi terharu dan tak bisa lagi membendung air matanya.


“Maukah kamu menjadi istriku di kehidupan berikutnya, dan selalu bersamaku selamanya.” Leo membaca ulang kembali tulisan tangannya dihadapan Shena yang masih menutup mulutnya dengan tangan.

__ADS_1


Istrinya itu hanya bisa menganggukkan kepalanya karena tak kuasa berkata-kata. Leopun langsung memeluk erat tubuh Shena sambil tersenyum bahagia. “Terimakasih, Sayang. Happy valentine. Ini adalah hari kasih sayang, kita akan mengarungi hari ini bersama-sama dengan penuh cinta. Apa kamu bersedia?” tanya Leo sambil melepaskan pelukannya.


“Aku bersedia, kemanapun kamu pergi, aku akan selalu bersamamu,” ujar Shena. Ia pun langsung mendapat hadiah ciuman lagi dari Leo.


“Ayo kita bersiap-siap, hari ini kita mandi bersama, aku akan memandikanmu lebih dulu.” Leo memamerkan senyum menggoda pada istrinya yang tahu persis kemana arah kata-kata Leo barusan. Tanpa menunggu jawaban dari Shena, Leo menggendong istrinya dan masuk ke dalam melakukan ritual yang biasa mereka lakukan, yaitu ritual ‘bulan tertusuk ilalang’.


****


Satu jam kemudian, kedua insan yang sedang berbunga-bunga itu pun keluar dari kamar dengan sinar wajah cerah secerah sinar mentari di pagi hari. Keduanya berhasil melewati suasana romantis pagi nan syahdu dan indah sehingga membuat siapa saja yang melihat dua pasangan sejoli ini semakin iri dengan keromantisan mereka.


Tempat pertama yang Leo dan Shena kunjungi adalah makam almarhum kedua orangtua Shena. Tentu saja Shena terharu karena Leo tak lupa dengan makam mertuanya. Keduanya duduk bersimpuh dan memanjatkan doa untuk almarhum.


Sudah tidak ada lagi kesedihan di hati Shena seperti saat pertama kali ia datang kemari. Saat ini Shena begitu bahagia, apalagi setelah sah menjadi istri Leo. Suami dan mertuanya begitu menyayanginya melebihi apapun. Tidak ada lagi yang Shena inginkan saat ini, sebab Shena mendapatkan kebahagiaan lebih dari yang ia bayangkan selama ini.


“Kamu akan tahu setelah kita tiba disana.” Leo merangkul bahu Shena dan membukakan pintu mobil muscle carsnya untuk Shena. Keduanya melesat pergi ke suatu tempat dimana Shena dilahirkan, yaitu kampung halaman Shena.


“Sayang, ini kan ...,” Shena tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Ia tahu ada dimana mereka sekarang.


“Hari ini, suamimu ini akan menemanimu melewati hari kasih sayang ini bersama dengan orang-orang yang kau cintai. Kamu pasti merindukan bu Dewi, dan juga teman lamamu Arga. Sebagai suamimu, aku juga harus menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang dekat dengan istriku.”


Senyum mengembang terlihat di wajah Shena. Sejak kejadian waktu itu, Shena memang belum pernah bertemu lagi dengan bu Dewi dan juga sahabatnya, Arga. Perkebunan teh milik ayahnya juga sudah ia serahkan kepada teman-temannya untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan penduduk desa.


“Tapi Sayang, kita belum bawa oleh-oleh untuk mereka,” ujar Shena.

__ADS_1


“Kamu benar, Sayang. Tidak afdol berkunjung ke rumah orang kalau tidak membawa buah tangan, apalagi orang itu adalah orang yang spesial.”


“Apa kita berhenti dulu dan mencari sesuatu yang bisa kita bawakan untuk untuk bu Dewi?”


“Tidak perlu Sayang, aku sudah menyiapkan semuanya di bagasi. Tidak hanya untuk bu Dewi, tapi juga semua orang yang ada disana.”


“Wuah, daebak! Kau hebat Sayang, kau sudah menyiapkan segalanya untukku! Terimakasih!”


Leo langsung menghentikan laju mobilnya ditepi jalan dan mencium Shena tanpa peringatan terlebih dulu. “Sudah ku bilang, kalau kamu berterimakasih padaku, maka aku akan langsung meminta hadiahku.” Leo menatap Shena yang juga menatapnya.


“Untuk hari ini, aku tidak keberatan. Aku akan mengucapkan terimakasih padamu sebanyak yang aku mau, kamu juga boleh meminta hadiahmu sebanyak yang kamu mau juga, terimakasih sua ...,”


Belum juga Shena selesai bicara, Leo menghujani Shena dengan ciuman mautnya lagi dan lagi, tanpa peduli kalau mereka sedang berada di pinggir jalan dan dilewati banyak orang yang berlalu lalang.


Dasar pasangan nggak ada akhlak! Itulah ungkapan yang ada dipikiran semua orang ketika melihat Leo dan Shena bermesraan di dalam mobil.


BERSAMBUNG


****


suka nggak? ikuti trus ya ... masih ada 2 episode lagi.


__ADS_1



__ADS_2