Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 128


__ADS_3

Diruang rapat yang sudah diagendakan Leo, sedang tejadi kegaduhan pro dan kontra antar sesama petinggi rumah sakit mengenai rapat dadakan ini. Semua pejabat tinggi, hadir dengan segudang pertanyaan karena tiba-tiba saja, Leo meminta rapat ini diadakan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Bahkan mereka-mereka yang hendak pergi keluar negeri pun di cekal oleh seluruh pengawal Leo dan dipaksa hadir di ruang rapat ini.


Tidak ada satupun dari mereka yang bisa meloloskan diri dari rapat yang merupakan ajang bergengsi bagi Leo untuk mengeksekusi semua kecoak-kecoak yang sudah membuat onar di rumah sakit milik ayahnya.


“Bagaimana ini? Tuan muda tiba-tiba saja muncul dan mengacaukan apa yang sudah kita rencanakan selama ini? Aku dengar ia juga barus saja memecat Tyo dan Mila!” bisik salah satu petinggi pada temannya, yaitu pria yang diketahui bernama Ramdan dan sedang duduk disebelahnya.


“Tenanglah, anak ingusan itu tidak akan datang kemari, karena aku sudah membereskannya tanpa ada yang mengetahuinya,” bisik pria paruh baya itu dengan senyum penuh kemenangan.


“Oh iya? Apa kau yakin sudah berhasil menyingkirkannya?” tanya temannya yang bernama Argo itu.


“Aku hanya membuatnya tidak bisa datang kemari, aku tidak bisa membunuhnya karena tuan Byon pasti tidak akan tinggal diam jika sampai putranya kenapa-napa.”


“Lalu, bagaimana kau bisa begitu berani melukai putranya? Apa kau tidak takut tuan Byon murka jika tahu apa yang sudah kau lakukan pada putranya?” Argo jadi khawatir tindakan temannya ini malah akan menjadi bumerang baginya dan juga rekan-rekannya yang lain.


“Huh, aku tidak sebodoh dirimu. Semua sudah kurencanakan dengan sangat baik dan sempurna. Aku sudah meminta anak buahku untuk membuat Leo seolah mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia harus patah kaki dan tidak akan bisa datang kemari lagi. Hahaha ...” pria paruh baya itu tertawa keras saking senangnya karena mengira usahanya untuk membuat Leo celaka sudah berhasil.


Tawanya yang bagai sambaran petir itu langsung sukses membuat seisi ruangan hening dan beralih menatap Ramdan.

__ADS_1


“Ehem.” Pria itu berdeham dan mencoba bersikap normal lagi. “Kapan rapatnya akan dimulai? Kami sudah menunggu sejak tadi, di mana tuan muda Leo itu?” Ramdan berteriak untuk memanas-manasi yang lain agar ikut terpancing seruannya.


Semuanya saling pandang membenarkan apa yang dikatakan pemimpin rumah sakit ini. “Benar, kenapa sejak tadi orangnya belum datang juga? Kami diculik dan dipaksa datang kemari, tapi yang ditunggu-tunggu malah tidak kelihatan batang hidungnya.” Teriak yang lainnya sehingga menimbulkan protes dimana-mana.


Suasana kembali menjadi gaduh gara-gara kompor gas dari Ramdan. Mereka meributkan Leo yang tidak konsisten karena datang terlambat dalam rapatnya sendiri.


Disaat semua ribut dengan argumen mereka masing-masing, tiba-tiba pintu ruang terbuka dan Leo dengan gagahnya masuk ke dalam ruangan dalam keadaan sehat walafiat. Dibelakangnya, ada Roy dan juga seluruh pengawalnya yang bersenjata lengkap ala pasukan SWAT siap untuk melindungi Leo jika ada yang berusaha mencelakai bos besarnya.



Tentu saja Ramdan dan para pendukungnya terkejut setengah mati karena melihat Leo berjalan layaknya manusia normal tanpa mengalami luka lecet sedikitpun. Wajahnya juga terlihat glowing dan berseri seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Wajarlah Leo glowing, karena ia habis diservis oleh Shena dua ronde. Sedangkan wajahnya yang berseri itu dikarenakan, aura pengantin baru masih melekat erat di jiwa Leo.


Semua yang memandangnya takjub sekaligus iri karena Leo memiliki paras yang menawan dan juga kewibawaan yang sempurna diusianya yang masih tergolong muda. Sedangkan rata-rata mereka yang ada di ruangan ini, sudah berusia setengah abad dan tak sedikit juga yang sudah bau tanah.


“Halo, semua! Senang bisa bertemu kalian disini. Aku rasa, aku tidak perlu memperkenalkan siapa aku karena aku yakin, kalian semua sudah tahu.” Leo memulai rapatnya. “Maaf jika aku terlambat, aku harus melaksanakan rutinitas bulan maduku terlebih dulu sebelum menghadapi kalian semua di sini.” Kata-kata Leo jelas langsung membuat keki semua orang yang ada di ruangan itu. Dengan bangganya, Leo memamerkan bahwa ia baru saja melaksanakan bulan madu yang syahdu dengan Shena di depan para petinggi rumah sakitnya. Benar-benar tuan muda nggak ada akhlak.


“Ada apa ini? Bukankah kau bilang tadi anak itu sedang mengalami kecelakaan? Kenapa ia bisa ada di sini? Ia bahkan bicara kurang ajar seperti itu? Dasar nggak sopan!” bisik Argo pada Ramdan.

__ADS_1


“Aku juga terkejut wajahnya jadi glowing begitu. Padahal, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri seluruh anak buahku sudah mengepung dia dan temannya yang berdiri dibelakangnya itu. Mustahil mereka selamat dari preman-preman itu tanpa mengalami luka sedikitpun.” Ramdan mengerutkan dahinya melihat Leo semakin bersinar di meja tempatnya duduk. Tidak ada tanda-tanda Leo kesakitan atau apapun. Bahkan ia terlihat segar bugar dari sebelumnya.


Leo hanya tersenyum kecut melihat ekspresi wajah musuh-musuhnya.“Sebenarnya, aku tidak ada niat untuk datang kemari dan ikut campur urusan kepemimpinan kalian dalam mengelola rumah sakit ayahku.” Lanjut Leo yang langsung berubah eskpresi serius dan menatap tajam satu persatu para petinggi rumah sakit ini. “Namun, ada hal yang menarik perhatianku dan aku menemukan fakta mencengangkan yang sama sekali tidak pernah kuduga. Tapi sebelumnya, maaf paman Ramdan.” Leo menatap sinis pria paruh baya yang bernama Ramdan.


Pria yang menjabat sebagai Dirut utama rumah sakit milik ayah Leo ini wajahnya berubah pucat pasi kala namanya menjadi yang pertama disebut oleh Leo.


“Kenapa kau minta maaf padaku?” tanya Ramdan tanpa merasa bersalah sedikitpun.


“Tentu saja, aku harus minta maaf karena sudah mengecewakanmu dengan kemunculanku kemari. Pasti tadinya kau senang karena mengira aku sedang sekarat diluar sana, tapi tenyata aku tetap terlihat tampan dan berani datang kemari untuk menjebloskan kalian semua masuk ke dalam penjara!” kalimat Leo yang terakhir langsung membuat heboh seisi ruangan karena belang mereka selama bekerja dirumah sakit ini, kini sudah ketahuan.


***


maaf baru bisa up .. kalau episode ini dapat 500 like aku up lagi episode nya ... terimakasih yang sudah memberikan tips/koinnya kemaren. Seneng banget. .


terimakasih juga buat yang lainnya. ..untuk bintang tamunya sabar ya ... pasti nnti ikut memeriahkan acara juga kok di cerita ini ... love you all


Refald dan Fey (Putra Raja) juga sudah up langsung 2 episode karena semangat dari kalian semua ...

__ADS_1


__ADS_2