Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 91 Kencan yang Seru


__ADS_3

Leo memasuki sebuah jalan tol yang sepi saat ia menyadari ada yang aneh dengan jalanan yang ia lewati. “Sayang, sepertinya kita akan bermain-main dulu sebelum berkencan, apa kamu siap? Sepertinya ini seru,” ucap Leo melirik kaca spionnya sambil mengemudikan mobilnya.


Shena tidak mengerti maksud kata-kata Leo, tapi ia tahu kalau ada banyak mobil di belakang yang sepertinya sedang mengikuti Leo. “Sepertinya kita sedang diikuti? Bagaimana ini. Jalanan sangat sepi sekali.” Shena mulai khawatir.


“Justru ini akan sangat menyenangkan, Sayang. Nikmati saja acara kencan kita hari ini. Jangan lupa dengan siapa kamu sekarang. Mereka semua itu hanya sekumpulan para kecoak yang harus ditumpas. Berpeganglah yang kuat, aku akan ngebut. Kita akan lihat apakah para kecoak itu bisa mengejar kita atau tidak.” Leo menambah kecepatan laju mobilnya hingga mencapai kecepatan maksimum.


Shena melakukan apa yang diperintahkan Leo. Gadis itu berpegangan kuat pada pegangan yang tersedia di atas kepala Shena dengan kedua tangannya. Ini pertama kalinya Shena naik mobil berasa terbang dan melayang. Kecepatannya benar-benar menakjubkan. Mobil Leo benar-benar luar biasa cepat dan keren.


Mobil-mobil yang ada di belakang Leo jelas tertinggal jauh dari Leo. Mereka pun berupaya tetap mengejar Leo dan Shena. Mereka bahkan mulai menembaki mobil yang ditumpangi keduanya sehingga membuat Leo sedikit kehilangan keseimbangan.


“Sial!” umpat Leo. “Sayang, pegang kemudinya,” perintah Leo.


“Apa? Tapi ... aku tidak bisa!”


“Sudah, pegang saja! Kamu pasti bisa! Percayalah padaku.” Tanpa permisi, Leo merengkuh tubuh Shena dan menggeser tubuh gadis itu hingga duduk di pangkuannya. Shena panik tapi ia berusaha tenang. “Kemudikan saja kemudinya agar tetap stabil. Leo memeluk tubuh Shena dari belakang sampai Shena bisa menguasai kemudinya sendiri.


Setelah melihat Shena bisa mengendalikan kemudi mobilnya, Leo melepaskan pegangan tangannya pada tangan Shena lalu mengambil senjata api yang ada di laci dasbor mobilnya dan mulai memeriksa pelatuknya agar bisa segera di tembakkan.


“Kamu punya senjata api juga?” tanya Shena sambil berkonsentrasi memegang kendali mobil Leo diatas pangkuan kekasihnya yang sibuk mengisi peluru senjatanya.


“Tentu saja aku punya, tapi jangan khawatir, ini legal dan hanya akan aku gunakan di saat genting saja,” terang Leo sambil sibuk mengotak atik senjata Shena dari balik punggung Shena.


“Tapi itu, kan melanggar hukum? Kamu bahkan masih mahasiswa,” protes Shena lagi.


“Aku pengecualian Sayang, nyawaku diincar banyak orang. Jika aku tidak memiliki ini, mungkin aku tidak akan bisa bersamamu dan menjagamu. Sudah jangan banyak bicara, kemudikan saja mobilnya.” Leo memeluk tubuh Shena lagi dari belakang dengan erat. “Awas, Sayang.” Leo langsung mengerem dadakan mobilnya hingga mengeluarkan suara decitan keras. Kepala Shena hampir saja membentur kemudi seandainya Leo tidak memegangi tubuh Shena dari belakang dengan pelukannya.


Mobil-mobil yang mengejar Leo pun terus melaju kencang hingga menyalip mobil Leo yang berhenti dadakan itu, total ada 3 mobil yang mengejarnya.


“Bagus, mereka sudah di depan! Kamu tidak apa-apa , Sayang?” tanya Leo sambil memeriksa kondisi Shena.


“Iya aku tidak apa-apa,” jawab Shena yang langsung memerah karena tubuh Shena dan Leo semakin melekat tanpa sekat. Sebenarnya Shena merasa risih dan malu dengan situasi darurat ini. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus tetap berada di pangkuan Leo sambil terus memegang kemudinya sementara Leo menghadapi orang-orang yang berusaha mencelakai mereka.

__ADS_1


Leo kembali menginjak pedal gasnya dan Shena yang mengemudikan laju mobilnya. Keduanya sangat kompak berkendara sekaligus beromantis ria.


Leo membuka kaca mobilnya dan melongokkan kepalanya. “Stabilkan kemudinya, Sayang. Terus saja jalan lurus ke depan.” Leo mulai memasang ancang-ancang senapannya dan bersiap untuk menembak.


Dor!


Satu peluru menembus sebuah mobil yang melaju tepat di depan Leo. Peluru Leo tepat menembus kaca belakang mobil dan tepat mengenai orang yang mengemudikan mobilnya. Karena sopir itu tertembak, maka keseimbangan mobil yang ada di depan Leo pun jadi oleng sehingga mobil itu pun bergerak tak beraturan. Tidak lama kemudian, mobil itu menabrak pembatas jalan sehingga terpental jauh dan jatuh terbalik tepat di samping kiri jalan yang dilewati Leo dan Shena. Sesaat setelah tabrakan, mobil yang terbalik itu meledak seketika tepat setelah Mobil Shena sudah melaju jauh dari TKP ledakan.


“Dua mobil lagi,” gumam Leo yang kembali ke belakang punggung Shena dan membantu Shena mengemudikan laju mobilnya. Mereka berdua terlihat so sweet meski dalam keadaan ready to war.


“Wauuuw, kamu hebat sekali. Sayang. Tembakanmu tepat mengenai sasaran!” teriak Shena kegirangan. Rasa panik yang tadi menyerangnya kini berganti keseruan yang luar biasa. Shena tidak pernah membayangkan bakal sesenang ini ketika dia dalam bahaya di serang musuh. Itu karena Leo dengan keren bisa membasmi musuh-musuh mereka dengan sangat mudah.


“Tentu saja, itu karena ada kamu bersamaku! Kamu terlihat senang sekali, beri satu ciuman untukku!” jawab Leo yang juga ikut tersenyum melihat Shena menikmati adegan action ini. Karena Leo sudah bersikap keren banget, Shenapun memberi ciuman manis di pipi Leo. Keduanya saling tertawa riang satu sama lain.


“Berikutnya, bersiap-siaplah!” Leo menginjak pedal gas mobilnya dan kembali melesat dengan keceptan tinggi. Kali ini, Shena berbalik badan memeluk tubuh Leo agar ia tidak menghalangi pandangan Leo yang sedang mengejar 2 mobil yang tersisa didepannya.


“Apa aku harus kembali ketempatku semula, biar kamu bisa leluasa menyetir,” tanya Shena sambil memeluk leher Leo.


Leo berhasil menyalip 2 mobil itu dan melaju dengan sangat kencang jauh meninggalkan kedua penguntit itu. Leo memberhentikan mobilnya dengan posisi malang melintang di tengah jalan seolah menghalangi jalan kedua mobil tersebut.


Leopun mengajak Shena turun dari mobil. “Berdirilah di depanku, Sayang,” perintah Leo pada Shena. Gadis itupun menurut tanpa suara. “Pegang senjata ini.” Leo memberikan senjata itu pada Shena dan menuntun Shena menghadap dua mobil yang sedang melaju ke arah mereka.


Leo memeluk Shena dari belakang sambil membantu Shena memegangi senapannya, “Pegang pelatuknya, dan fokuskan pandanganmu pada target yang akan kamu tembak.” Shena menuruti semua perintah Leo yang sedang mengajarinya menembak secara langsung. “Bersiap-siaplah Sayang, konsentrasi, karena ini adalah pembelajaran live streaming dariku.” Bisik Leo di telinga Shena dengan mesra. Sebuah ciuman kecil mendarat mulus di pipi Shena sehingga membuat gadis itu tersenyum simpul.


“Aku hitung sampai tiga, fokuslah! Satu, dua, tembak!” peritah Leo dengan keras.


Dor!


Sebuah tembakan terlepas dan tepat mengenai sasaran.


“Geser ke arah satunya!” teriak Leo lagi. Cowok itu membantu Shena memegangi senapan yang ada tangan kekasihnya untuk menembak target satunya. Sedangkan Shena hanya tinggal menarik pelatuknya.

__ADS_1


Dor!


Tepat sasaran lagi. Kedua mobil itu pun kehilangan arah dan oleng kemana-mana karena pengemudinya tertembak. Kedua mobil itu bahkan saling bertabrakan sehingga menimbulkan ledakan besar sebelum mencapi lokasi Shena dan Leo berada.


Shena yang merasa tembakannya tepat mengenai sasaran hanya dengan sekali tembak, meloncat-loncat kegirangan. Ini pertama kalinya dia menembak dan langsung bisa mengenai target. Ia berbalik badan menghadap Leo sambil memeluk cowok itu.


“Kita berhasil, Sayang.” Shena tertawa senang di bahu Leo yang juga ikut tertawa melihat Shena.


“Kamu punya bakat alami menembak, Sayang. Tidak salah jika sekarang kamu dijuluki sebagai nyonya Leopard.” Leo mendaratkan ciuman lembutnya di bibir Shena dengan mesra. Keduanya menikmati suasana romantis nan seru setelah beberapa waktu lalu mengalami adegan action yang menegangkan sekaligus menyenangkan.


“Kita tidak bisa lama-lama di sini.” Leo menyudahi ciumannya dan menatap Shena dengan penuh cinta. Leo masuk ke dalam mobil sambil menelepon seseorang. “Ini aku, datanglah ke jalan tol dan bereskan semua kekacauan di sini. Jangan sampai ada yang tahu.” Leo menutup sambungannya.


“Sebenarnya siapa mereka? Kenapa mereka mengejar kita?” tanya Shena yang sudah duduk di samping Leo.


“Siapa lagi kalau bukan anak buah orang-orang suruhan Kenzo dan Alex. Mereka pasti sudah melihat pemberitaan di televisi dan langsung mengirimkan pasukannya untuk menghabisiku. Huh, dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa,” jelas Leo.


“Lalu bagaimana selanjutnya? Kenzo dan Alex pasti sudah mengirim pasukannya yang lain untuk menyerang siapapun yang berhubungan denganmu ataupun tuan Malik.”


“Tenang saja Sayang, seluruh pasukan ayahku sudah tersebar untuk menjaga mereka semua dengan aman dan tidak ada siapapun yang menyadarinya. Jika ada seseorang yang mencurigakan, pasukan ayahku pasti akan menyingkirkan mereka diam-diam.” Leo menggenggam tangan Shena dengan erat.


“Sebahaya itukah Kenzo bagi kalian semua? Sampai orang sekuat ayahmu harus ikut turun tangan.”


“Tidak ada yang berani melawan ayahku, Sayang. Bahkan Kenzo sekalipun. Aku yakin dia pasti sedang mencari cara untuk menghentikanku agar tidak ikut campur urusannya. Tapi, apapun usaha yang dilakukannya, itu hanya akan sia-sia karena aku punya kartu AS yang membuatnya tidak akan bisa berkutik lagi.” Leo tersenyum sinis sambil mengemudikan mobilnya dengan satu tangan. Sementara tangannya yang lain menggenggam erat tangan Shena.


****


Maafkan penulis jika terlalu lebay saat menulis adegan ini. sekali lagi, ini hanyalah dunia halu penulis yang sengaja diciptakan semata-semata hanya untuk menghibur saja. maafkan juga karena tulisannya masih berantakan, maklumlah masih amatir. Hehe...


Nantikan keseruan kisah Shena dan Leo selanjutnya ya ...


Love you all

__ADS_1


Salam manis dari penulis


__ADS_2