
Tunggu! Apa maksudnya Leo tidak akan datang kemari? Tanya Shena dalam hati. Firasatnya mengatakan bahwa situasi saat ini tidaklah baik. Namun, Shena berusaha mengontrol emosinya agar tidak terlalu gugup di depan calon mertuanya.
“Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku menculikmu kemari dan bukannya menemuimu secara langsung di sana.” Ayah Leo memulai pembicaraan lagi karena melihat Shena hanya diam menunduk tanpa berani melihatnya.
Belum apa-apa, Shena seolah sedang ditodong sebuah pistol yang siap menembak jantungnya. Shena enggan mengangkat kepalanya dan tidak berani menatap wajah calon mertuanya. Jantung gadis itu berdetak sangat kencang memikirkan kata-kata apa yang akan diucapkan ayah Leo padanya hingga ia harus diculik seperti ini.
Shena mengamati sekelilingnya berharap tidak ada teman-teman sekelas Shena lagi di sini. Karena kejadian ini mengingatkannya pada kenangan saat Leo menyandera semua teman-temannya hanya untuk memaksa Shena menjadi kekasihnya. Namun, kekhawatiran Shena hilang ketika ia memastikan tidak ada siapa-siapa lagi di sini selain dirinya dan calon mertuanya. Hanya saja, Shena penasaran pada apa yang akan Ayah Leo bicarakan padanya.
“Aku tidak akan bertele-tele lagi, dan akan kukatakan alasan kenapa aku membawamu kemari. Dengarkan aku baik-baik. Aku ingin ... kau membatalkan pernikahanmu dan tinggalkan Leo untuk selamanya.”
Deg ...
Tubuh Shena terhuyung ke belakang, jantungnya seakan copot mendengar kata-kata mengejutkan yang keluar dari ayah Leo barusan.
Shena seolah kejatuhan bom atom dari atas kepalanya. Ia merasa ada banyak ratusan peluru mendarat mulus di dadanya hingga menembus ke dalam jantungnya. Spontan Shena menatap wajah ayah Leo saking terkejutnya. “Apa?” gumam Shena dengan ekpresi wajah shock tak terkira.
Shena masih belum bisa percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari calon mertuanya. Bukannya sebuah kata ‘restu' yang keluar, melainkan kata ‘perpisahan’.
“Maaf ... Tuan, ap-apa ... saya ... tidak salah dengar?” tanya Shena dengan gugup untuk memastikan bahwa yang dikatakan Ayah Leo itu benar.
“Tidak,” jawab Ayah Leo dengan tegas dan tandas. “Aku ingin kau mengakhiri hubunganmu dengan putraku dan menghilanglah dari hadapannya dan juga menjauhlah dari kami semua.”
Deg ....
__ADS_1
Lagi-lagi, jantung Shena berdetak dengan sangat kencang. Entah kenapa rasanya terasa sakit bagi Shena. Padahal itu hanya sebuah kata, tetapi kata itu sukses menyayat dan mencabik-cabik hati Shena.
Air mata Shena tanpa sadar mengalir deras membasahi pipi lembutnya. Shena benar-benar shock dan tidak mengerti kenapa ia diminta ayah Leo untuk meninggalkan orang yang ia cintai. Hatinya benar-benar sakit, sangat sangat sangat sakit. Apalagi setelah mendengar kata-kata 'meninggalkan', 'menghilang', dan yang terakhir adalah kata ‘mengakhiri’. Ketiga kata itu seolah bagai parang yang siap membelah hati dan jantung Shena seketika.
Shena tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika hubungannya dengan Leo, yang tadinya terasa indah dan syahdu harus berakhir begitu saja seperti ini. Sungguh, semuanya sangat sulit di percaya. Shena benar-benar tidak sanggup memikirkan semua ini. hatinya benar-benar terasa sakit. Shena tidak menyangka bahwa rasa sakit ini akan dialami Shena secepat ini bahkan sebelum kehidupan barunya dengan Leo akan di mulai.
Sejak awal, inilah yang memang diinginkan Shena, lepas dan terbebas dari belenggu cinta Leo sehingga ia bisa kembali ke kehidupan normalnya seperti sebelum ia mengenal Leo. Namun, seiring berjalannya waktu, benih cinta mulai timbul di hati Shena dan ia bersedia membuka hatinya untuk menerima cinta Leo. Sungguh indah dan bahagianya Shena, karena Leo begitu mencintainya setulus hati. Namun, kini kebahagian itu telah hilang dan sirna hanya dalam waktu sekejap mata. Baru saja Shena terbang tinggi dan melayang di atas awan karena cinta yang diberikan Leo begitu besar padanya, tapi kini Shena tiba-tiba terjatuh ke dasar jurang hingga sakit yang dirasakan Shena begitu dalam dan benar-benar sangat menyesakkan dada.
“Tapi ... kenapa? Bukankah ... anda ... sama sekali ... ti-tidak keberatan dengan pernikahan ini? saya pikir anda ....”
“Aku kira Leo hanya bermain-main saja denganmu, karena itulah aku menyetujui pertunangan kalian tanpa syarat apapun waktu itu. Dengan catatan, kalian akan berpisah dalam jangka waktu sebulan.” Ayah Leo memotong kata-kata Shena. “Tapi ... ternyata aku salah, hubungan kalian ternyata lebih serius dari perkiraanku. Karena itu, aku ingin kau membatalkan pernikahanmu dan menghilanglah dari kehidupan putraku.” Ayah Leo terlihat sangat menakutkan. Ada sebuah ancaman besar di dalamnya, jika Shena tidak menuruti apa yang diinginkan ayah Leo.
Shena tercengang sampai mulutnya menganga mengetahui dirinya selama ini hanya dianggap sebagai mainan yang dimainkan oleh anaknya. Gadis itu sampai tidak bisa berkata-kata. Sungguh semua ini adalah fakta yang sangat mengerikan. Namun, Shena mencoba memahami situasi bila dirinya ada di posisi ayah Leo.
Gadis itu tahu betul, siapa dia dan siapa Leo. Perbedaan strata dan kasta mereka terlalu jauh. Bumi dan langitpun tidak akan cukup membandingkan keduanya. Bahkan Leo sama sekali tidak pantas bersanding dengan Shena yang hanya berasal dari kalangan biasa dan tak punya apa-apa. Wajar jika keluarga Leo menginginkan menantu yang sepadan dan sederajat dengan seluruh anggota keluarga Leo. Kisah Cinderella tidak akan pernah ada di dunia nyata, kisah itu hanya akan ada di dunia maya. Begitu juga dengan apa yang terjadi pada Shena saat ini. menjadi istri Leo, itu jelas tidak akan pernah mungkin terjadi.
Cinta Shena terhadap Leo juga sebenarnya sangat kuat. Hanya saja, untuk saat ini, Shena tidak tahu apakah ia harus menyerah sekarang karena ayah Leo tidak menyetujui pernikahan mereka.
“Jika anda mengira saya mau menikah dengan Leo hanya karena status dan hartanya, maka anda salah besar, Tuan. Saya mencintai Leo bukan karena dia adalah putra anda. Saya mencintainya, karena cintanya pada saya begitu tulus. Dan tidak ada alasan lain selain itu.” Shena memberanikan diri untuk mengungkapkan bagaimana perasaannya terhadap Leo. Meski Shena yakin kata-katanya tidak akan cukup meyakinkan ayah Leo untuk percaya pada ucapannya.
“Terserah, kau mencintainya karena apa. Aku hanya ingin kau pergi dari hidupnya. Sudah banyak kekacauan yang cecunguk itu lakukan hanya demi dirimu. Berkali-kali Leo hampir saja mati karenamu, jika saja aku tidak mengerahkan seluruh pasukanku untuk mengawasinya, aku tidak tahu apakah putraku saat ini masih hidup atau tidak. Leo adalah putraku satu-satunya. Jika dia membahayakan nyawanya hanya demi orang sepertimu, maka aku tidak akan rela. Jika aku memliki putra yang lainnya, aku akan membiarkannya, paling tidak aku masih punya putra yang lainnya. Tapi Leo adalah putraku satu-satunya yang nantinya akan mewarisi semua yang aku punya. Aku tidak ingin dia melakukan hal-hal bodoh lagi dengan mempertaruhkan nyawanya, hanya demi wanita sepertimu.” Kata-kata ayah Leo begitu mengena di hati Shena bagai tombak yang menancap keras tepat mengenai jantungnya.
Deg ...
__ADS_1
Untuk ke sekian kalinya, Shena terhuyung ke belakang lagi karena terlalu kecewa, sakit, dan terluka setelah mendengar apa yang dikatakan ayah Leo padanya. Shena sengaja menyandarkan tubuhnya di dinding yang ada di belakangnya kerena terlalu lemas dan tak kuasa lagi untuk berdiri.
Dengan sangat berat hati dan manahan rasa perih yang amat sangat, Shena mulai memahami maksud ucapan ayah Leo yang sudah batal menjadi calon mertuanya. Sebenarnya, Shena tidak ingin hubungannya dengan Leo harus berakhir secepat dan seperti ini. Namun di sisi lain, apa yang dikatakan ayah Leo juga benar, tidak ada orang tua manapun rela, anaknya melawan bahaya hanya demi seorang wanita yang jelas-jelas tidak akan pernah sepadan dengan anaknya.
Apa yang dilakukan ayah Leo ini tidaklah salah, semua orang tua pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan ayah Leo sekarang, karena setiap orang tua, pasti menginginkan yang terbaik bagi putra putri mereka.
Berkali-kali Leo sudah membahayakan nyawanya untuk melindungi Shena. Sekarang, giliran Shena yang harus melindungi Leo, yaitu dengan pergi dari kehidupan Leo untuk selamanya. Bagaimanapun juga, Shena adalah kelemahan Leo. Semua musuh akan berusaha memanfaatkan Shena untuk menjatuhkan Leo dan keluarganya. Jika Shena menghilang dari kehidupan mereka, maka musuh tidak akan bisa menyerang mereka lagi. Itulah yang Shena tangkap dari kata-kaata yang diucapkan ayah Leo pada Shena.
“Apa jawabanmu,?” tanya Ayah Leo pada Shena yang sedang lemas lunglai bersandar di dinding.
Shena menata hatinya untuk mengatakan yang seharusnya ia katakan. Sambil menahan air matanya agar tak lagi tumpah, Shena berkata, “Baiklah, saya ... akan melakukan apa yang anda inginkan. Dengan syarat, anda harus ... membuat Leo bahagia meskipun tanpa saya di dunia ini. Anda harus berjanji, jangan biarkan Leo ... bertindak bodoh lagi.” Air mata Shena meleleh seiring dengan hancurnya hati Shena saat mengambil keputusan bahwa dirinya harus merelakan Leo untuk tak lagi bisa bersamannya, selamanya.
Maafkan aku Leo, tidak ada pilihan lain yang bisa kuambil saat ini. Aku hanya yakin bahwa cinta yang kita miliki, akan bisa melalui semua ini. Dimanapun nanti aku berada, cintaku ... akan selalu bersamamu. Aku ... mencintaimu, Leo.
****
hehe ...
nantikan kisah Leo dan Shena selanjutnya ...
jangan sedih dulu ya .. nantikan kejutan-kejutan dari kisah mereka berdua.
terimakasih yang sudah bersedia menunggu ...
__ADS_1
jangan lupa like, vote, dan komentarnya ya ... supaya penulis lebih semangat lagi up nya ... love you all😘
salam manis dari penulis ♥️♥️♥️