
“Sebenarnya siapa mereka tadi? Kau mengenal mereka?” tanya Roy saat keduanya sudah berada di jalan.
“Tidak, tapi aku sudah pernah berkelahi dengan para preman itu sebelumnya. Mereka semua hampir saja mencelakai Shenaku waktu itu. Dan aku baru tahu, ternyata mereka masih satu sindikat gembong narkoba dan perdagangan manusia ilegal. Aku mencium bau ada yang tidak beres di rumah sakit ayahku, karena itu aku menyelidiki semuanya.”
“Kelihatannya ini sangat berbahaya, pemimpin sindikat itu pasti tidak akan tinggal diam. Kau harus hati-hati.” Roy memerhatikan sekeliling sambil fokus menyetir.
“Ehm, aku tahu ... memang tidak mudah menangkap ikan paus hanya dengan menggunakan pancing ikan biasa. Karena itu aku sudah merencanakan sesuatu dan aku butuh bantuanmu. Tidak harus sekarang, karena hari ini aku akan membasmi kecoak-kecoak kecil yang ada di rumah sakit ayahku terlebih dulu. Baru aku akan membuat umpan untuk mangsa yang lebih besar.” Leo mulai memperlihatkan senyum liciknya.
“Apa yang akan kita lakukan?” tanya Roy penasaran dengan rencana Leo.
“Tentu saja menyalurkan hobi kita, membuat onar! Kali ini, kita akan buat keributan d tempat ayahku sendiri. Aku harap, dia tidak marah nanti kalau salah satu rumah sakitnya aku bikin berantakan.” Leo terkekeh sambil mengepalkan tangannya.
“Kedengarannya menarik, kau memang penuh teka-teki. Kau pantas disebut sebagai tuan muda dengan embel-embel gengster di depannya. Leopard Bay Pyordova, pewaris tunggal mantan seorang mafia. Sepertinya darah ayahmu benar-benar mengalir sempurna di tubuhmu.”
“Tentu saja, ayahku sendiri yang mengajariku. Ia bahkan sudah menentukan takdirku dengan Shena. Ayahku memang orang yang sempurna. Aku juga akan mengajarkan semuanya pada anakku nanti.”
“Selesaikan dulu kuliahmu! Jangan mikirin anak, melulu!” Roy langsung keki karena Leo menyinggung masalah bikin anak.
“Kenapa? aku sudah punya istri sekarang, tidak ada lagi yang bisa kupikirkan selain membuat anak.”
“Dasar tidak waras. Sejak menikah, kau berubah jadi gengster mesum.” Roy pun tersenyum melihat ekspresi wajah Leo yang ngebet banget pengen punya anak.
__ADS_1
***
Shena langsung berlari menyongsong suaminya begitu Leo datang menemuinya diruangan khusus yang sudah disediakan untuk Shena dan Laura agar tetap aman selama berada di rumah sakit ini.
“Ada apa ini? jelaskan padaku? Apa yang terjadi?” Shena tampak khawatir tapi juga lega karena Leo baik-baik saja meski terlihat sedikit berantakan.
“Tidak ada apa-apa, Sayang. Jangan cemas, syukurlah kamu tidak apa-apa. Untuk sementara, tetaplah diruangan ini sampai aku selesai mengadakan rapat darurat. Begitu semuanya beres, kamu harus menemaniku malam ini, kita lanjutkan bulan madu kita.” Leo menyapu lembut bibir Shena tanpa peringatan sebelumnya.
“Oey, pengantin baru! Jangan lupa masih ada kami disini.” Roy memerhatikan Shena dan Leo dengan tatapan aneh.
“Kalian berdua benar-benar menyebalkan.” Laura pun ikut berkomentar.
“Kenapa dengan kalian berdua? kalian iri?” tanya Leo dengan ekspresi tak bersalah.
“Kami memang akan pergi, jangan coba-coba mengganggu bulan madu kami lagi nanti. Kalau sampai itu terjadi, aku akan menikahkan kalian berdua secara paksa! Ingat itu.” Leo beralih menatap Shena. “Ayo, Sayang, kau ikut denganku, biarkan saja mereka!” Leo menggandeng tangan Shena dan keluar dari ruangan Laura yang kini hanya berdua saja dengan Roy.
“Kau kesal padaku, tapi kenapa Leo yang kau jadikan pelampiasan.” Roy menebak dengan tepat saat Leo dan Shena menghilang dari balik pintu.
“Aku tidak ingin melihatmu, pergilah!” Laura berbicara dengan nada ketus pada Roy.
“Kau yakin? Kau mau aku meninggalkanmu sendirian di sini? Leo dan Shena mungkin sedang buat anak sekarang. Mereka tidak akan mau menemanimu sampai besok. Kau mau aku pergi sekarang, baiklah aku pergi ...”
__ADS_1
“Ah, tunggu!” cegah Laura saat Roy hendak beranjak pergi.
“Kau benar, Leo dan Shena memang sedang berbulan madu, aku juga tidak enak pada mereka. Oke, temani aku disni.” Laura menunduk menyembunyikan wajah malunya.
“Bukankah kau tadi bilang tidak ingin melihatku? Kau cepat sekali berubah pikiran,” sindir Roy.
“Diam kau!” Laura hanya memalingkan wajah sambil menyandarkan punggungnya disandaran ranjangnya.
Roy berjalan mendekat ke arah Laura lalu membungkukkan badannya tepat di atas wajah Laura. Tentu saja hal itu membuat Laura terkejut karena Roy tiba-tiba saja menatap tajam manik matanya. “Ayo kita menikah,” ucapan Roy lansgung sukses membuat Laura terpana tak percaya.
“Hah?” Laura benar-benar terkejut karena tiba-tiba saja, Roy mengajaknya menikah.
****
Kalau likenya sudah tembus 500 like, maka episode nya langsung aku tambahin lagi hari ini.
Jangan lupa untuk vote dan komentarnya. Ceritnya makin seru dan menegangkan sekaligus so sweet. Semoga semuanya suka ya ... love you all.
bonus visual Leo
__ADS_1
yang nungguin Refald dan Fey ... sudah up juga hari ini ... semoga suka ya masuk dunia fantasi Refald dan Fey.