Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 162 Panggilan


__ADS_3

Keesokan harinya, Leo dan Shena pulang ke Indonesia dengan menggunakan jet pribadi Leo sendiri. Sedangkan Refald kembali ke Swiss untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan Fey sebelum ia pulang ke Indonesia untuk melahirkan di tempat kelahiran almarhum ibunya. Yaitu sebuah tempat yang menyatukan kembali Refald dan Fey setelah keduanya juga sempat terpisah.


Begitu sampai di istana Leo, Shena hendak melompat turun agar bisa bertemu dengan ayah dan ibu mertuanya, juga bibi Nunuk dan bibi Jenny. Sayangnya, belum sempat Shena membuka pintu mobil, Leo memeluk tubuh Shena dari arah samping sambil berbisik, “Tunggu aku, aku akan membukakan pintu mobil untukmu.” Setelah bekata demikian, Leo pun keluar dari mobilnya sambil menatap wajah bingung Shena.


Leo berjalan memutar dan melakukan persis apa yang ia bisikkan pada istrinya. Shena pun keluar sambil tersenyum menatap suaminya. “Terimaksih, Sayang. Tidak biasanya kamu bersikap seperti ini.”


Tanpa menjawab ucapan Shena, Leo pun langsung menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam rumah.


“Leo! Apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!” berontak Shena.


“Nggak! Bumil nggak boleh lelah. Selama ada aku, kamu akan selalu aku gendong kemana-mana.” Leo terus berjalan tegap tanpa memedulikan protes istrinya.


“Jangan terlalu memanjakanku seperti ini, memangnya aku anak kecil apa? Aku juga butuh banyak bergerak dan berolah raga. Tidak baik juga jika kamu memanjakan aku terlalu berlebihan seperti ini, turunkan aku! Plisss!” Shena mengedipkan salah satu matanya untuk menggoda Leo agar suaminya itu mau menuruti permintaannya.


“Kamu selalu berhasil merayuku dan aku tidak bisa menolak permintaanmu, Sayang.” Perlahan, Leo menurunkan Shena tetapi masih tetap memeluk pinggang istrinya.


Shena sendiri juga menatap Leo dengan mesra sambil terus mendekatkan wajahnya pada Leo. Kedua tangan Shena, ia kalungkan di leher suaminya sehingga mereka berdua terlihat begitu romantis habis. Leo hendak mencium bibir indah Shena tapi belum sempat kedua benda lunak itu saling bersentuhan, dengan cepat Shena melepaskan pelukan Leo disaat suaminya itu lengah dan melarikan diri ke dalam kamar mertuanya untuk bersembunyi di sana.


Leo yang terkejut karena tidak jadi berciuman, hanya melongo menatap kepergian Shena. Bisa-bisanya di saat seperti ini, Shena malah mengerjai suaminya sendiri. “Awas kamu, Sayang! Mau lari kemana kamu? Jangan sampai aku menemukanmu!” gumam Leo sambil memukul-mukul kepalan tangannya sendiri.


“Tuan muda!” sapa bibi Nunuk saat melihat tuan mudanya sudah kembali. Wanita paruh baya itu datang mendekat ke arah Leo untuk menyambut kedatangannya. “Selamat datang kembali, Tuan.” Bibi Nunuk membungkukkan badannya. Ia ingin menyampaikan kalau rekan kerjanya, bibi Jenny sekaligus orang kepercayaan Leo dan Shena, sudah tidak lagi bekerja di rumah ini. “Ehm, Tuan ...”

__ADS_1


“Terimakasih, Bi. Nanti kita bicara lagi. Aku dan Shena sedang main kucing-kucingan. Bantu aku mencarinya.” Leo memotong kata-kata bibi Nunuk sambil mengamati ruangan yan dituju Shena seolah Leo tahu kemana Shena bersembunyi sekarang.


Tanpa pikir panjang, Leo berjalan cepat meninggalkan bibi pengasuhnya yang bingung melihat tingkah konyol para majikannya.


“Aku harap, mereka berdua nanti tidak terkejut dan bisa menerima keputusan Jenny. Hari gini masih saja main kucing-kucingan? Kapan mereka berdua dewasa, padahal mereka sudah menikah, ” gumam bibi Nunuk sambil tersenyum simpul karena rumah sepi ini akan kembali ramai dengan semua ulah Leo, apalagi sejak ada Shena di sini. Bibi Nunuk pun masuk lagi ke dalam untuk melanjutkan pekerjaannya.


Tidak disangka, Shena berhasil melarikan diri sementara dari Leo dengan mudah. Tidak mungkin suami tengil Shena itu mengizinkannya menghabiskan waktu lama-lama bersama mertua Shena jika keduanya bersama di rumah ini. Kerena itu, sebelum Leo menguncinya di kamar, Shena memutuskan untuk melarikan diri terlebih dulu agar bisa menemui orang yang sudah sangat dirindukannya.


Keinginan Shena untuk bertemu mertuanya begitu kuat, sayangnya begitu memasuki kamar kebesaran ayah dan ibu Leo, Shena langsung kecewa karena orang-orang yang dicarinya sedang tidak ada di tempat.


“Kemana ayah dan ibu? Bukannya tadi mereka bilang, kalau masih ada di rumah,” gumam Shena sambil mengamati kamar mewah mertuanya yang tak kalah megah dengan kamarnya Shena dan Leo. “Kamar ini indah sekali, foto ayah dan ibu juga sangat menakjubkan. Mereka berdua pasangan yang serasi, pantas saja anaknya tampan begitu.” Shena menatap bingkai foto berukuran besar terpampang rapi di dinding tengah tepat di atas ranjang pembaringan mertuanya. Tanpa sadar, Shena pun mengelus lembut perut ratanya sambil berkata, “Kamu pasti juga sangat tampan nanti, persis seperti ayahmu, Leo juniorku.” Shena mulai senyam senyum sendiri sampai sebuah pintu kamar tiba-tiba saja di dobrak oleh siapa lagi kalau bukan si pembuat onar, Leo.


“Kamu merusak pintunya?” tanya Shena tidak percaya. “Bagaimana jika sampai ayah marah? Kamu bisa mati ditembak olehnya!”


“Itu tidak akan mungkin terjadi! Sudah banyak kekacauan yang aku buat sejak aku lahir. Sekalipun, ayah tidak pernah marah padaku! Apalagi hanya karena sebuah pintu.” Leo berjalan mendekat ke arah Shena.


“Leo, aku sedang tidak ingin ada di dekatmu! Pergi sana! Aku akan menungu ayah dan ibu di sini.” Shena berharap Leo mengerti keinginannya.


“Kamu mengusir suamimu sendiri pergi? Kamu nggak takut kalau aku diculik sama orang lain?” Leo terus saja mendekati Shena dan kini ia sudah berdiri tepat dihadapan istrinya.


“Nggak! Aku nggak keberatan jika ada yang nyulik kamu, karena aku masih punya Leo junior di dalam perutku! Pergilah! Aku sedang tidak ingin di dekatmu!” ketus Shena.

__ADS_1


“Oh iya? Kalau begitu aku mau mengunjungi Leo junior lagi untuk menanyakan langsung apa dia benar-benar ingin ayahnya pergi.” tanpa peringatan, Leo langsung merengkuh tubuh istrinya dan memeluknya sangat erat sehingga tidak ada sekat lagi diantara keduanya. Leo menatap tajam manik mata Shena.


“Leo, sudah ku bilang, aku sedang tidak ingin dekat-dekat kamu!” Shena memasang wajah semelas mungkin agar Leo mau melepaskan pelukannya.


“Tapi aku ingin!” Leo semakin mengeratkan pelukannya, dan mencium kening Shena dengan mesra.


Shena mengira, Leo bakal mengajaknya melakukan ritual mengunjungi Leo junior lagi, tapi ternyata Leo hanya menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mereka sendiri setelah sempat meminta pengawalnya agar segera memperbaiki pintu kamar ayahnya yang sudah Leo rusak sebelum ayah dan ibunya kembali.


Leo ingin bermesraan dengan istrinya selagi mereka bersama sebelum orangtuanya kembali dan Shena melarikan diri. Tapi ia dikagetkan dengan sebuah telepon yang membuat Leo mengerutkan dahinya menatap nama dilayar ponsel yang sedang meneleponnya.


BERSAMBUNG


***


masih ada satu epiode bonus satu lagi ... sabar ya ... masih dalam proses.


jangan lupa like, vote dan komentar nya ya. .



__ADS_1


__ADS_2