Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 89 ZILDJIAN MALIK AZKARA


__ADS_3

“Tunggu di sini, Sayang. Jangan keluar mobil sampai aku kembali. Aku tidak akan lama.” Leo mengecup lembut kening Shena lalu keluar dari mobil volvonya.


Leo diantar oleh sipir penjaga tahanan ke sebuah ruangan khusus, dilengkapi dengan pengawasan ketat dari cctv yang terpasang di setiap sudut ruang berkunjung. Leo menunggu beberapa saat sampai ada seseorang datang dan berdiri bingung menatapnya. Orang itu adalah orang yang dulu pernah menyelamatkannya, dia adalah Zildjian Maliq Azkara.


“Maaf, kau siapa?” tanya orang itu pada Leo.


Leo tersenyum menatap orang yang dulu pernah menolongnya, “Anda sama sekali tidak berubah tuan Malik, tetap saja tampan.” Leo memperkenalkan siapa dia sebenarnya.


Zian, begitulah panggilan akrab orang yang menolong Leo, sangat senang melihat kembali anak laki-laki yang dulu pernah diselamatkannya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa anak itu akan datang kemari menawarkan bantuan untuknya, terlebih lagi Leo ternyata bukanlah orang sembarangan. Dia adalah putra tunggal dari Byon Pyordova yang merupakan rekan bisnisnya dan salah satu pendonor tetap yayasan yang didirikannya.


Keluarga Pyordova sangat terkenal di berbagai penjuru dunia, ia tidak menduga Leo masih saja mengingatnya dan mau mengunjunginya kemari. “Kau sudah besar rupanya, aku senang bisa bertemu lagi denganmu.”


“Maafkan aku Tuan, karena baru bisa mengunjungimu kemari, aku berjanji aku akan melakukan segala macam cara untuk mengeluarkanmu dari sini.”


Zian berterimakasih pada Leo, tapi laki-laki itu tidak ingin melibatkan Leo dalam bahaya. “Kau bisa dalam bahaya besar jika menolongku. Yang kau hadapi bukan preman kampung, tapi kelompok mafia terkejam di dunia. Sebaiknya kau nikmati saja masa mudamu dan hiduplah dengan tenang. Itu saja sudah lebih dari cukup untukku.”


Leo hanya diam mendengar apa yang dikatakan penyelamatnya. “Aku tahu, Tuan. Tujuan utamaku bukan untuk melawan Kenzo, tandingannya bukanlah aku. Ayahku, sudah mengerahkan seluruh pasukannya untuk menjagaku selama dalam proses penyelamatanmu. Anda tidak perlu khawatir. Anda pasti tahu seperti apa ayahku itu. Misiku adalah mengeluarkanmu dari sini dan memastikan orang-orang terdekatmu tetap aman. Selebihnya, biar ayahku yang mengurusnya.” Leo mencoba menjelaskan apa yang akan dia lakukan agar Zian tak perlu khawatir dengan keselamatannya.


“Apa kau yakin?” Tanya Zian agak ragu, karena ia tidak ingin siapapun terluka karenanya.


“Percayalah padaku, Tuan.” Leo menatap tajam mata Zian dengan penuh semangat dan percaya diri.


“Kau mengingatkanku pada adikku, terimaksih atas bantuanmu.” Zian menepuk pelan bahu Leo.


“Aku tahu, Tuan. Evan adalah senior sekaligus temanku. Sekian lama aku berteman dengannya, aku baru tahu bahwa Tuan adalah kakak kandungnya.”


“Oh iya? Bernarkah? Ternyata dunia ini tak seluas daun kelor. Ada banyak sekali kebetulan di dunia ini, tapi ... apapun rencanamu, kau harus berhati-hati. Anak buah Kenzo dan Alex ada di mana-mana.” Zian menjelaskan sedikit apa yang dia lakukan untuk melindungi orang dia cintai meski Zian berada di balik jeruji besi.

__ADS_1


Leopun mengerti dan ia juga menjelaskan apa yang akan ia lakukan besok agar Zian bisa bebas dari sini secara terhormat, meskipun untuk saat ini, Zian telah divonis hukuman mati.


“Semoga berhasil,” ucap Zian di akhir pembicaraannya dengan Leo.


“Anda juga, jaga diri baik-baik. Saya permisi.” Leo menjabat tangan Zian dan memeluknya, begitu juga dengan Zian. Keduanya terlihat sumringah walau berjalan ke arah yang berbeda,


Leo menemui Shena yang setia menunggunya di dalam mobil. Ia menelepon seseorang untuk segera menyiapkan acara talkshow khusus untuknya yang akan disiarkan bukan hanya di negara ini saja, tetapi di seluruh belahan dunia. Tentu saja, masih dalam pengawasan seluruh anak buah ayahnya yang juga sudah tersebar luas diberbagai tempat untuk menjaga Leo.


“Sayang,” ucap Leo pada Shena.


“Ehm, ada apa,” jawab Shena.


Leo menatap lembut kekasihnya sambil berkata, “Sepertinya aku butuh banyak bantuan darimu.” Leo membelai lembut pipi Shena.


“Katakan, akan aku lakukan apapaun yang kamu inginkan.” Shena merebahkan kepalanya di dada Leo.


“Apa?” Shena mengangkat kepalanya untuk menatap Leo.


“Bantu aku memilih pakaian yang paling keren untukku. Aku harus terlihat tampan di televisi besok. Tapi, kita kencan dulu, baru pergi ke tempat Evan, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya.” Leo mengecup bibir Shena dengan lembut setelah itu ia menyalakan mesin mobilnya dan melaju kencang ke suatu tempat.


****


Leo dan Shena menemui Evan setelah acara makan malam romantis mereka. Kebetulan, di rumah Evan ada kakaknya juga sehingga Evan memperkenalkan kakak pertamanya itu pada Leo dan Shena, yaitu Fahri Azkara, kakak kandung dari Zian juga. Mereka berempat sedang terlibat pembicaraan serius mengenai apa yang akan dilakukan Leo besok di acara talkshow televisi milik keluarga besar Leo yang sudah Leo jadwalkan bersama anak buahnya.


“Apa kamu yakin, rencana kamu ini berhasil?” tanya Evan.


“Aku yakin, sekali. Tuan Malik adalah orang yang baik. Jika mereka semua yang pernah dia tolong keluar menunjukkan batang hidungnya, dan mau mengikutiku, tidak akan ada yang bisa melawan mereka. Bahkan hukum sekalipun.” Leo sangat percaya diri dengan rencana yang akan dilakukannya.

__ADS_1


“Lau bagaimana dengan kakak ipar dan putranya, mereka pasti sedang dalam bahaya,” tanya Evan lagi.


“Tuan Malik punya cara tersendiri untuk melindungi orang-orang yang di cintainya, tapi bukan berarti aku hanya tinggal diam saja, aku pun akan memberikan perlindungan dobel pada mereka untuk berjaga-jaga jika ada sesautu yang terjadi di luar dugaan. Anak buahku sudah ada yang menyusup di sana, di bantu dengan anak buah tuan Malik yang lainnya. Shena juga akan menjadi pelindung putra tuan Malik nanti, dialah yang akan menjaganya di tempat yang sudah aku sediakan, tentu saja dengan dikawal ketat oleh orang-orang kepercayaanku. Begitu acara talkshow selesai disiarkan, kita semua harus bergerak cepat.” Leo menatap Evan, dan kakaknya bergantian untuk menunggu persetujuan mereka.


“Bagaimana, Kak?” tanya Evan pada kakaknya yang duduk bersandar di kursi sambil menopang dahinya dengan tangan.


“Apa kau yakin, rencanamu ini tidak membahayakanmu dan orang-orang terdekatmu? Sepertinya, mereka semua sangatlah kuat dan bukan orang biasa.”


“Tuan Fahri, anda meragukan kekuatan yang dimiki ayahku dan kemampuanku? Ayahku juga bukan orang sembarangan. Mafia manapun yang mendengar namanya, pasti jantungnya akan bergetar ketakukan karena mereka tahu, orang seperti apa ayahku itu. Tidak akan ada yang bisa menandingi ayahku sekalipun ada 1000 orang seperti Kenzo. Anda tenang saja, Oke.” Leo meyakinkan Evan dan juga kakaknya agar tidak terlalu mengkhawatirkan keselamatannya.


“Kalau begitu, kami akan mendukungmu sepenuhnya, semoga berhasil,” ucap Fahri yang diikuti anggukan setuju oleh Evan.


Leo pun menatap Shena. “Apa kamu siap, Sayang?” tanya Leo pada Shena yang duduk di sampingnya.


“Aku selalu siap, akan aku lakukan yang terbaik untuk menjaga Deniz nanti,” jawab Shena.


“Baiklah kalau begitu, kami pamit pulang dulu. Sampai ketemu lagi besok.” Leo bangun berdiri dan menggandeng tangan Shena keluar dari kediaman Evan dan Fahri.


Sesampainya di dalam mobil, Loe mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang. “Roy, dengarkan aku, aku butuh bantuanmu untuk menjaga Shena jika aku tidak ada ... aku akan jelaskan semuanya padamu, di mana kau sekarang? ... oke aku akan ke sana bersama Shena.” Leo menutup sambungan teleponnya dan menyalakan mesin mobilnya menuju ke tempat Roy berada.


****


kisah selanjutnya bakal lebih seru .. jangan bosan menunggu up berikutnya ..


jangan lupa juga, dukung penulis dengan like, vote dan komentarnya ya ...


salam manis dari penulis

__ADS_1


__ADS_2