
Segerombolan para preman bersenjata tajam masuk bersamaan begitu pintu ruangan pesta pernikahan Leo terbuka. Para preman yang jumlahnya ratusan langsung berjalan memenuhi ruangan dan menodongkan senjata tajam pada setiap orang yang berada di ruangan itu.
“Diam dan jangan bergerak,” teriak seseorang bertubuh besar, berkepala plontos dan seluruh tubuhnya dipenuhi dengan tato. Dia menodong leher salah satu keluarga Leo dengan parang. Bergerak sedikit saja, maka sudah dipastikan kepala orang itu akan hilang melayang.
Preman yang lainnya pun juga melakukan hal yang sama kepada tamu undangan yang ada di sini kecuali Leo, Refald, Roy dan pasangan mereka. Tidak ada yang berani menodong tiga serangkai itu. Sebagai gantinya, keenam orang itu hanya dikepung bersama-sama dalam kurungan parang setiap preman yang berdiri mengelilingi Leo and the gengnya. Jika Leo dan yang lainnya melakukan satu gerakan kecil saja, maka parang-parang tajam itu akan terlempar ke arah keenam orang yang terkurung itu.
“Bagaimana mereka semua bisa masuk kemari?” bisik Shena pada Leo sekaligus ngeri melihat semua preman itu menodong seluruh tamu undangan yang juga merupakan seluruh keluarga Leo dengan senjata tajam.
“Xiaonai sengaja membukakan pintunya, diam dan lihat saja, jangan khawatir, oke.” Leo menenangkan Shena dengan mengecup lembut kening Shena.
“Bagaimana aku tidak khawatir, mereka semua meletakkan senjata mereka dileher seluruh anggota keluargamu. Dan lihat! Kita semua sedang dikepung! Kenapa kamu bisa setenang itu?” Shena hampir saja menjerit saking cemasnya, ia takut kalau ada pertumpahan darah di hari bahagianya.
“Jangan membuatku menciummu disaat seperti ini, Sayang. Cuma kamu yang heboh sendiri. Lihat saja, mereka semua tak tampak takut sedikitpun. Sebaliknya, mereka terlihat sangat menikmati. Aku yakin ini akan seru!” Leo tertawa dengan eskpresi wajah licik ala gengsternya. “Jangan lupa, kamu menikah dengan salah satu keluarga manta mafia. Senjata dan darah, adalah makanan sehari-sehari mereka. Kamu harus mulai terbiasa dengan ini, Sayang.”
Shena tidak mengerti maksud ucapan Leo, tapi apa yang dikatakan Leo memang benar. Seluruh keluarga Leo yang ditodong dengan senjata tajam sama sekali tak terlihat ketakutan, bahkan mereka terlihat lebih rileks dan santai seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal, nyawa mereka sedang dalam bahaya.
“Apa aku harus ikut turun tangan?” tanya Leo pada Refald dan istrinya yang bersikap waspada karena sedang berkosentrasi pada sesuatu.
“Tidak! Jika kau yang turun tangan, banjir darah akan memenuhi ruang pesta ini. Shena dan temannya akan sangat ketakutan melihat betapa sadisnya dirimu. Lagipula, aku tidak ingin Fey muntah-muntah karena bau anyir darah mereka. Kau duduk santai saja, biarkan kami yang beraksi. Oh satu lagi, jangan sampai kau merusak pakaian pengantinmu itu. Aku khusus membawakan pakaian itu dari Swiss.” disaat genting seperti ini Refald malah masih sempat-sempatnya mengancam sepupunya agar tidak mengotori pakaian pengantin Leo.
__ADS_1
Shena sendiri juga bingung dan tidak tahu apa yang harus ia katakan. Keluarga Leo memang benar-benar luar biasa, jika keluarga lain yang dihadapkan dengan situasi seperti ini, pasti semuanya akan heboh dan histeris. Tapi tidak di keluarga ini, nyawa mereka sedang diujung tanduk tapi masih sempat-sempatnya mengobrol bahkan ada yang bercanda juga.
Para preman yang menodong mereka semua juga heran dan merasa aneh. Semuanya tidak terlihat takut sama sekali, tapi juga tidak bergerak sedikitpun. Hanya saling mengobrol santai satu sama lain. Dan yang lebih parah lagi adalah, obrolan mereka sama sekali tidak menyinggung keadaan mereka yang sedang ditodong senjata tajam. Beberapa diantaranya bahkan masih bisa menikmati sampanye dan beberapa makanan yang sedang mereka pegang.
Dasar keluarga aneh! Batin Shena terheran-heran dengan pemandangan teraneh yang ia lihat di depan matanya. Tapi inilah keunikan dari seluruh keluarga Leo. Mereka semua memang tidak takut dengan bahaya apapun yang menghadang mereka.
Shenapun memutuskan untuk menuruti apa yang disarankan Refald, yaitu diam dan nikmati saja aksi apa yang akan dilakukan keluarga Leo pada para pengacau ini.
Shena melirik Laura yang sangat ketakutan di belakang Roy. Mungkin ini pertama kalinya ia mengalami situasi menegangkan seperti ini. Shena menganggukan kepalanya pada Laura yang juga menatapnya agar tidak takut dan percaya saja pada seleuruh keluarga Leo.
“Jangan khawatir, Laura. Kamu akan baik-bak saja, ini suatu keberuntungan kita yang langka karena bisa menyaksikan seluruh keluarga Leo beraksi membantai para preman pembuat onar itu.” Roy menggenggam erat tangan Laura.
Laura hanya bisa menelan salivanya melihat semua preman bersenjata tajam siap membantai semua orang yang ada di sini. Sejujurnya, ia ragu bagaimana keluarga Leo akan melawan para preman ini sedangkan mereka samua sama sekali tidak bersenjata. Itu wajar dirasakan Laura, karena cuma dia satu-satunya orang yang tidak tahu seberapa kuat keluarga suami sahabatnya. Apalagi jika mereka dalam bahaya.
“Bosnya belum datang, tunggu mereka datang dulu. Aku takut mereka tersesat dan tidak tahu jalan kemari,” jawab Refald santai disambut tawa simpul Fey yang berdiri disampingnya. “Xiaonai, ini aku ... di mana mereka?” tanya Refald pada Xiaonai yang ada di ruang ayah Leo dengan sebuah sambungan. Rupanya Refald memakai headset yang menghubungkannya dengan orang-orang yang ingin dia hubungi tanpa harus menggunakan ponsel.
“Sebentar lagi mereka masuk, bersiaplah!” jawab Xiao nai dari seberang. “Jangan lakukan apapun sampai menunggu perintah dari Paman,” tambah Xiaonai lagi.
“Ehm, aku mengerti.” Refald menoleh pada istrinya. “Sayang, panggil mereka semua kemari, dan lindungi setiap orang yang ada di sini, dan juga siapkan tempatnya. Pastikan kapasitasnya cukup untuk para kecoak-kecoak itu.” Refald menatap tajam mata istrinya penuh makna. Entah apa yang sudah disipakan Refald untuk para berandal itu, hanya Fey dan Refald saja yang tahu.
__ADS_1
“Ehm, baiklah. Aku sudah menemukan tempatnya, akan terbuka begitu kau memerintahkannya.” Fey memejamkan matanya dan mengucap sesuatu. Tiba-tiba saja angin kencang datang bersamaan dengan beberapa orang laki-laki berbaju serba putih berjalan pelan memasuki ruangan saat pintu ruangan tempat mereka berkumpul kembali terbuka.
****
semoga suka ya ...masih ada bonus satu episode lagi ... ditunggu ya .. love you all
Refald
Fey
Leo
__ADS_1
Shena yang tadinya bahagia sebelum kedatangan tamu tak diundang
salam manis dari penulis