
Refald mengangguk saat ia melihat lubang hitam itu, “Semuanya! Berpeganglah pada pasangan kalian masing-masing, jangan sampai terlepas. Jika lepas, maka kalian akan ikut tersedot dalam lubang hitam itu,” komando Refald dan langsung dipatuhi oleh seluruh keluarga Leo termasuk Leo sendiri.
Cowok itu langsung memeluk tubuh Shena dengan erat. Sementara Roy jangan ditanya, daritadi dia sudah mendekap tubuh Laura tanpa melakukan apa-apa dan hanya menyaksikan perkelahian antar kubu Leo dan para preman itu saja.
Bukan karena Roy tidak bisa berkelahi, tapi ia tidak bisa meletakkan Laura disembarang tempat karena bisa saja ia langsung diserang jika Laura terlepas dari pelukannya. Alhasil, hanya Shena dan Leo saja yang menghalau para preman itu agar tidak bisa mendekatinya dan Laura. Meski begitu, Roy tetap menikmati setiap adegan perkelahian yang sweet and romantic yang ditunjukkan Leo dan Shena ketika beraksi melindunginya.
Pemandangan aneh bak cerita fantasi ala negeri dongeng pun terlihat di depan mata Roy dan yang lainnya. Semua para preman termasuk Beni yang sudah tertembak, tiba-tiba tersedot masuk ke dalam lubang hitam secara otomatis dan bergantian.
Lubang hitam itu menyapu bersih para preman yang mengacau pesta pernikahan Leo. Hanya dalam hitungan detik, para serangga-serangga itu langsung hilang ditelan lubang hitam yang semakin lama semakin mengecil lalu menghilang bagai ditelan bumi tanpa meninggalkan jejak apapun. Anehnya, hanya para berandal itu saja yang tersedot ke dalam lubang hitam misterius itu. Leo dan yang lainnya tetap standby ditempatnya tanpa bergeser sedikitpun.
Setelah dipastikan semua pengacau tersedot masuk ke dalam lubang hitam tanpa tersisa satu orangpun, barulah lubang itu menutup dengan sendirinya dan membawa mereka pergi entah kemana.
“Kau lempar kemana orang-orang itu?” tanya Leo pada Refald.
“Tanya saja pada Fey, dia yang membuat lubang itu.” Refald masih merangkul bahu istrinya.
“Untuk sementara, mereka semua berada di sebuah pulau tak berpenghuni di kutub utara. Mereka tidak akan pernah bisa kembali.” Fey tersenyum manis pada Shena yang menatapnya sejak tadi.
Mata Shena berbinar-binar menatap betapa kerennya idolanya saat ini. Sedangkan Leo, menatap Shena sambil tersenyum simpul karena istrinya terlalu lebay mengagumi keluarganya.
Sedangkan Roy sendiri, ini adalah pertama kalinya ia melihat kejadian mistis nan ajaib ini. Tentu saja hanya keluarga Leo yang bisa melakukan semua ini. Mereka dengan mudah menghilangkan musuh tanpa meninggalkan bekas apapun. Tidak akan ada siapapun yang tahu kemana musuh-musuh keluarga Leo itu dilenyapkan.
Sedangkan para tamu undangan, yang juga merupakan keluarga besar Leo, sudah tidak kaget lagi dengan kekuatan yang dimiliki salah satu anggota keluarganya, yaitu Refald dan Fey.
“Oey, Refald! Seperti biasa, kau sangat luar biasa!” teriak salah satu anggota keluarga Leo.
“Terima kasih Paman, kau juga!” balas Refald.
__ADS_1
“Kekuatanmu semakin kuat sejak kau menikah!” komentar yang lainnya.
“Bukan hanya itu, sebentar lagi, Refald akan segera menjadi ayah,” tambah yang lainnya.
“Wah benarkah? Kalau begitu, selamat untukmu, Refald.” Salah satu anggota keluarga Leo itu mengambil sampanye dan bersulang untuk Refald.
Meski ruangan tadi sangat berantakan, tapi dengan sigap para pelayan Leo langsung membersihkan dan merapikan ruangan dalam sekejab dan menghidangkan kembali makanan-makanan mewah agar para tamu bisa melanjutkan pesta mereka yang tertunda seolah tak terjadi apa-apa. Itu semua adalah perintah dari ayah Leo yang kini sedang berada di ruangannya bersama Xiaonai karena ada sesuatu yang harus mereka tangani untuk menyambut tamu tak diundang mereka yang satunya lagi.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Byon pada Xiaonai.
"Sepertinya dia berusaha menerobos masuk? Apa kita buka saja?" ujar Xiaonai sambil mengotak Atik komputernya.
"Ehm, buka ... tapi jangan biarkan dia bisa keluar dengan mudah, dan lacak keberadaannya," perintah Byon sambil tersenyum licik.
Xiaonaipun menuruti permintaan pamannya.
“Sepertinya kita akan berkumpul lagi jika istri Refald melahirkan nanti.” Para keluarga Leo masih saja membicarakan Refald, padahal harusnya yang menjadi bintang dalam pesta ini adalah Leo dan Shena karena ini adalah hari pernikahan mereka.
“Iya, kau benar, aku juga ingin tahu sekali, seperti apa wajah anak Refald nanti, apakah ia akan menjadi manusia super seperti ayahnya?”
Gelak tawa memenuhi ruangan membicarakan tentang betapa luar biasanya Refald dan Fey ditambah lagi mereka berdua akan segera memiliki bayi. Lengkap sudah kebahagiaan antara Refald dan Fey. Keduanya saling beciuman mesra dan berpelukan hangat menikmati momen yang luar biasa membahagiakan ini.
“Terimakasih semuanya! Mari kita nikmati saja pestanya lagi,” ajak Refald pada yang lainnya. Semua keluarga Leo saling mengangkat sampanye dan bersulang satu sama lain.
“Selamat untuk pernikahanmu Leo, dan kau Shena, semoga kalian berdua cepat menyusul Refald dan Fey memiliki momongan. Aku dengar Wei wei, istri Xiaonai juga sedang hamil muda. Sepertinya keluarga kita akan banyak kedatangan anggota baru.” Kalimat ucapan salah satu keluarga Leo kembali membuat ramai suasana pesta ini. Mereka semua bersulang untuk kebahagiaan pasangan masing-masing.
Shena datang menghampiri dan meminta Roy untuk membawa Laura ke ruang peristihatan serta menemaninya sampai Laura sadar. Roy menyetujui usulan Shena dan pergi menggendong tubuh Laura yang masih pingsan untuk masuk ke sebuah ruangan dengan di pandu oleh salah satu pelayan Leo.
__ADS_1
Leo sendiri, malah terlihat semakin stres dan tidak terima melihat kakak sepupunya begitu bahagia menanti buah hati mereka. Sedangkan dia harus rela menunggu beberapa hari lagi agar bisa melakukan penyatuan tubuh dalam satu jiwa dengan Shena.
“Kenapa mukamu kembali manyun seperti itu?” tanya Shena menggoda Leo.
“Sayang, tidak bisakah kau menunda siklusmu itu dan ayo kita buat anak? Aku juga ingin tahu seperti apa anakku nanti?” ujar Leo langsung tanpa tahu malu lagi.
Muka Shena menjadi merah karena marah mendengar suaminya tiba-tiba saja berkata seperti itu padanya. “Kamu pikir siklus ini pengawalmu apa? Yang bisa kamu perintah seenaknya?” Shena kesal dan pergi meninggalkan Leo untuk mengecek kondisi Laura.
Leo hendak meyusul Shena yang pura-pura ngambek tapi Fey memanggil Leo dan mulai membisikkan sesuatu yang membuat Leo langsung menggertakkan gigi gerahamnya.
Mata Leo langsung memejam karena menahan geram. “Shenaaaa, awas kau! Habislah kau malam ini!” Leo menggigit bibirnya sendiri saking gemasnya pada Shena.
****
karena hari ini ada yang ngasi tips dan juga poin yg amat banyak, aku kasi bonus episode 1 lagi hari ini .. terimakasih untuk semuanya .. aku bener-bener bersemangat karena kalian semua .. love you all
Shena dan Leo
Fey
Refald
__ADS_1