
“Tentu saja aku tidak tahu! Kalau aku tahu, aku tidak akan bertanya padamu!” cetus Shena. “Jalankan mobilnya lagi, kenapa malah berhenti di sini.”
Arga menyalakan mesinnya kembali, dan menginjak pedal gasnya. “Aku hanya terkejut, bagaimana bisa kau melupakan orang yang paling berarti bagimu. Apa yang terjadi padamu semasa kuliah sampai kau benar-benar melupakan Bayu.”
“Jawab dulu pertanyaanku, baru aku akan menjawab pertanyaanmu,” cetus Shena yang agak kesal dengan Arga. Karena kecerobohannya, kepalanya hampir saja membentur dasbor mobil.
“Bayu adalah cinta pertamamu,” Arga mulai menjelaskan siapa Bayu pada Shena. “Kau pernah menyelamatkannya saat dia hampir saja terseret arus di sungai ketika terjadi banjir bandang beberapa tahun silam. Sejak saat itu, Bayu mulai menyukaimu dan kaupun juga menyukainya. Setiap kali Bayu liburan sekolah, dia selalu datang kemari untuk menemuimu. Kisah cinta kalian sangat viral di kampung ini karena di usia yang masih anak-anak, kalian berdua sudah bikin baper semua penduduk di sini. Sayangnya, hubungan kalian harus berakhir saat Bayu tiba-tiba saja menghilang dan tidak ada kabar. Perlahan kau pun mungkin melupakannya ketika ayah dan ibumu meninggal. Namun, bagi kami semua yang mengalami masa kecil bersamamu, tidak akan pernah melupakan kisah indah ala bocil yang terjalin diantara kalian berdua. Bagi semua orang, kalian berdua adalah pasangan bocil yang menggemaskan.”
Arga menghentikan mobilnya saat sampai di tengah-tengah jembatan penyebarangan yang dialiri sungai besar di bawahnya. “Ditempat inilah pertemuan pertama kalian terjadi. Apa kau mengingatnya?” tanya Arga pada Shena.
Shena mengamati sekeliling aliran sungai yang mengalir deras di bawah jembatan ini. Ia mencoba mengingat sesuatu seperti yang diceritakan Arga barusan.
Samar-samar, Shena mulai ingat bayangan-bayangan sosok anak laki-laki yang berhasil ia selamatkan saat terjadi banjir waktu itu. Sebenarnya bukan Shena saja yang menyelamatkannya. Ayahnya, yang waktu itu mengajak Shena memancing di sungai, tanpa sengaja melihat anak kecil terhanyut akibat banjir bandang yang datang dadakan. Dengan sigap, ayah Shena pun terjun ke dalam air sambil mengaitkan tubuhnya dengan tali pada sebuah pohon besar agar dirinya dan anak yang ia selamatkan tidak terbawa arus.
Selama beberapa hari, Shena dan keluarganya merawat anak laki-laki itu sampai ada pihak keluarganya yang menjemputnya. Sejak saat itu, anak laki-laki yang bernama Bayu itu sering datang mengunjungi Shena jika musim liburan sekolah tiba.
Sampai pada hari itu, hari di mana ayah dan ibu Shena mengalami kecelakaan, Shena sudah tidak bertemu lagi dengan Bayu hingga sekarang. Bayu tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak. Tidak ada kabar ataupun kata-kata perpisahan. Tidak ada yang tahu apakah Bayu masih hidup atau tidak. Seiring dengan berjalannya waktu, Shenapun juga melupakan sosok anak laki-laki yang bernama Bayu itu. Shena sendiri tidak pernah menyangka kalau hubungan singkat antara dirinya dengan Bayu semasa kecil, masih saja diingat oleh teman-teman sebayanya.
Arga hanya diam membiarkan Shena tenggelam dalam pikirannya sendiri. Cowok itu kembali mengemudikan mobilnya hingga mereka berdua akhirnya sampai di rumah Arga. Keduanya pun turun bersamaan setelah Arga memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah.
Sebelum masuk rumah, Arga mencegah Shena agar tidak masuk dulu ke dalam dengan menghalangi jalan Shena sambil merentangkan salah satu tangannya saat Shena hendak melewati pintu depan. “Kau berhutang cerita padaku.” Arga menagih janji Shena yang sudah menceritakan sedikit kisah tentang Bayu.
“Nanti aku akan menceritakan semuanya padamu, tapi tidak sekarang. Aku tidak ingin ibumu tahu dan jadi khawatir padaku.”
Arga mengangguk setuju dan keduanya masuk ke dalam rumah.
****
__ADS_1
Shena menceritakan semua yang terjadi pada Arga selama dia belajar di kota. Termasuk hubungannya dengan Leo yang kini harus berakhir mengenaskan. Untungnya, Arga memahami apa yang dirasakan Shena karena kisah mereka hampir sama. Argapun juga tidak tahu harus berkata apa setelah Shena selesai menceritakan semuanya. Ia hanya berharap yang terbaik saja bagi Shena dan Leo.
“Sayang sekali, aku tidak bisa bertemu dengan calon suamimu itu,” ucap Arga yang duduk di kursi belajar Shena.
“Kenapa kau ingin bertemu dengannya?” Shena malah balik bertanya.
“Aku penasaran seperti apa orang yang sudah berhasil membuatmu melupakan semua kenangan masa lalumu, termasuk soal Bayu? Apa dia lebih tampan dariku?” sikap narsis Arga mulai keluar.
“Dia sangat tampan dan juga keren! Semua wanita tergila-gila padanya. Kau sama sekali tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengannya.” Shena menjawab dengan jujur sehingga membat Arga jadi sedikit keki pada Shena.
“Oh iya? Apa kau punya fotonya? Berikan padaku!” pinta Arga yang tidak terima jika ketampanannya dikalahkan oleh Leo.
Shena lansung menunduk lesu sambil memeluk guling yang ada dipangkuannya. “Itulah yang semakin membuatku menderita, aku sama sekali tidak punya fotonya. Satu-satunya kenangan darinya yang aku punya adalah bunga edelweis yang aku selipkan di buku diaryku dan cincin berlian yang dulu ia sematkan dijariku. Hanya itu.” Shena hampir saja menangis saat mengingat masa-masa romantis Shena dengan Leo. Ingin rasanya Shena kembali ke masa-masa indah itu, meski ia tahu itu sangat mustahil terjadi.
Arga yang langsung tahu kalau Shena sedang bersedih mencoba menghibur Shena agar teman masa kecilnya ini tidak terlalu larut dalam kesedihan. “Sudahlah, selama ada aku disini kau tidak boleh bersedih, oke!” Arga jongkok di depan Shena supaya gadis itu tidak jadi menangis.
Usaha Arga pun berhasil, Shena memang tidak jadi menumpahkan air matanya, senyum tipis menghiasi raut wajahnya. “Dengan satu syarat,” pinta Shena kemudian.
“Pertemukan aku dengan gadis yang sedang mengejar-ngejarmu itu,” jawab Shena.
“Ide yang bagus, kau harus kembali pura-pura jadi pacarku.” Arga tersenyum licik, karena ia sudah memukan cara menyingkirkan wanita yang selalu membuatnya frustasi dengan bantuan Shena.
“Tapi tidak sekarang, aku harus menyelesaikan penelitianku. Baru aku mau membantumu!”
“Setuju! Lagipula aku ingin menikmati dulu liburan panjangku. Istirahatlah kalau begitu, selamat malam.” Arga bangun berdiri dan keluar dari kamar Shena dengan senyum mengembang yang mencurigakan.
Sementara itu di tempat lain, Roy menelepon Leo untuk melaporkan perkembangan terbaru pengintaiannya. “Halo, ini aku. Aku tahu di mana Shena sekarang, aku berhasil menyelinap ke kamar Laura dan menemukan surat yang dikirimkan Shena seperti yang kau katakan waktu itu.” Roy bicara sambil berbisik-bisik di teleponnya.
__ADS_1
“Bagus, kirim alamat Shena kepadaku!” jawab Leo dari seberang sana.
“Oke!” Roy menutup sambungannya lalu memotret kertas yang berisi pesan dari Shena, setelah itu Roy mengirimkannya pada Leo.
“Apa yang kamu lakukan di kamarku?” teriak Laura yang terkejut melihat mantan pacarnya ada di dalam kamarnya.
Seketika Roy membatu karena tidak tahu harus menjawab apa, karena Laura yang tadinya Roy kira tidak ada di rumah, tiba-tiba saja mncul dari luar pintu kamarnya. “Sial!” umpat Roy.
***
nantikan kisah Shena dan Leo selanjutnya ya. ..
jangan lupa dukung penulis dengan like, vote dan komentarnya .. yang panjang lebar dan tinggi juga tidak apa-apa hehe ...
Visual Shena saat masih kecil🤭 so cuteee...
apalagi yang ini ...pasti tahu dong siapa ini...
Bayu kecil .. 😍😍
pasti semua udah pada tahu siapa Bayu kan..
jangan bosan menunggu up selanjutnya ya ..
__ADS_1
love you all
salam manis dari penulis ♥️♥️♥️