
Raython menyuruh pelayannya membuka pintu ruang VVIP termegah yang ada di restoran ini supaya Leo bisa kembali memulihkan tenaganya kembali. “Aku akan menunda makan malam kita sampai kau benar benar pulih, sepertinya kekacauan yang terjadi di luar juga butuh waktu agar bisa kembali seperti semula. Kau punya teman yang luar biasa, dalam dua hari aku telah membuat anak buahku beraktivitas lebih dari biasanya. Dan semua itu berkat kau!” Raython menyunggingkan senyum sinisnya menatap Leo dalam rangkulan istrinya.
“Terimakasih atas pujianmu!” Leo tersenyum sinis juga pada Raython yang terang-terangan menyindirnya, bukan memujinya.
“Sama-sama, lain kali aku akan membalasmu jika aku datang ke Indonesia.”
“Aku akan selalu menunggu kadatanganmu dengan senang hati!” Leo masuk ke dalam ruangan bersama dengan Shena dan menutup pintunya.
“Dasar bocah tengik!” gumam Raython sambil berlalu pergi.
Sepertinya kekacauan diluar sudah bisa dikendalikan dan dibereskan oleh Raython dan anak buahnya dengan cepat tanpa menimbulkan masalah yang lain. Orang-orang Ray selalu sigap mengatasi semua masalah dengan caranya sendiri. Terang saja, di sini sedang berkumpul semua anggota geng mafia yang terkenal dengan ciri khas mereka masing-masing.
Rendy dan Elena sama-sama memiliki anggota mafia tersendiri dengan tingkat kesadisan yang menakutkan jika sudah berhadapan dengan musuh. Geng mafia Rendy lebih pantas disebut sebagai algojonya para mafia yang terkenal sadis dan kejam. Raython juga termasuk orang yang patut diperhitungkan dalam dunia mafia. Dia punya kekuatan dan kekuasaan setara dengan Byon Pyordova, ayah Leo.
Dimas dan Anita juga bukan orang sembarangan, keduanya adalah tangan kanan Zian yang dijuluki seagai mafianya mafia. Sedangkan Leo, tidak perlu dijelaskan lagi. Tanpa campur tangan nama ayahnya pun Leo juga bukan orang yang mudah dikalahkan walaupun dia yang termuda diantara para mafia yang sedang berkumpul di restoran ini sekaligus gengster yang paling nggak ada akhlak di dunia.
Dalam kondisi seperti itu saja Leo bahkan masih bisa meminta jatah dari Shena. Benar-benar playboy mesum nggak ada akhlak.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Shena saat keduanya hanya berdua di dalam kamar. Tangan Leo menarik tubuh istrinya sehingga gadis itu kini ada di atas tubuh Leo.
“Aku hanya minta nutrisi darimu, Sayang. Agar aku bisa kembali pulih.” Leo merengkuh tubuh istrinya dengan kedua lengannya agar Shena tidak bisa bergerak.
“Tapi kamu sedang dalam keadaan nggak vit, Sayang. Bagaimana bisa kita melakukannya sementara kamu lagi teler gitu?”
“Aku masih kuat kalau soal asupan nutrisi, Sayang. Hehe ....” Leo hanya nyengir kuda tanpa merasa berdosa.
“Kalau kamu kuat, kenapa kita tidak kumpul saja dengan yang lain?” Shena berusaha mengelak sekaligus heran dengan tingkah aneh suaminya ini. Disaat seperti ini masih saja minta jatah adegan bulan tertusuk ilalang.
__ADS_1
“Sebentar saja Sayang, aku nggak akan lama, pleasee!” Leo memasang wajah semelas mungkin supaya istrinya itu mau mengabulkan permintaannya.
“Bagaimana kalau kamu muntah-muntah lagi? Kita bisa melakukannya nanti sepuas kamu kalau sudah sembuh. Aku khawatir kamu muntah lagi, Sayang.” Shena membelai lembut rambut suaminya.
“Tidak akan, aku sudah baikan sekarang.” Leo menggulingkan tubuh Shena ke samping dan menindih tubuhnya. Posisi keduanya sekarang jadi terbalik. “Kita mulai sekarang, aku akan hati-hati dan pelan-pelan, tidak seperti biasanya.” Seringai nakal Leo mulai membuat Shena tak bisa berkutik lagi. Ia hanya mendesah kuat menuruti apa yang diinginkan Leo. Keduanya pun bercinta express ala pengiriman paket kilat sebagai syarat supaya Leo cepat kembali pulih seperti sedia kala.
****
30 menit sudah berlalu, Leo dan Shena keluar dari kamar dengan ekspresi berbeda 180 derajat dari setengah jam sebelumnya. Wajahnya yang tadinya pucat pasi, kini berubah menjadi berseri-seri. Dia datang sambil menggandeng Shena kembali ke ruang makan dimana, sudah ada Dimas-Anita, Rendy-Elena dan tentu saja bos pemilik restoran ini beserta asistennya, Raython-Jakson.
Mereka semua juga terkejut melihat kedatangan Leo yang berbeda dari yang tadi mereka lihat.
“Kau tampak segar sekali? Apa yang terjadi?” tanya Rendy blak-blakan tanpa basa basi.
“Minum nutrisi!” jawab Leo singkat sambil menggeserkan tempat duduk untuk Shena. Setelah itu, ia duduk di samping istrinya sambil memandangi Shena seolah mereka baru saja bertemu setelah sekian lama.
“Siapa dia?” tanya Elena pada Rendy.
“Dia playboy mesum yang nggak punya akhlak! Berada didekatnya, selalu saja membuatku darah tinggi. Aku juga baru pertama kali ini bertemu dengan orang segila dia!” jawab Rendy sambil meminum wine nya.
“Menurutku dia lumayan.” Elena hanya menganggukkan kepalanya dan beralih menatap Shena. “Siapa gadis cantik yang dia lihatin, itu? Pacarnya?”
“Bukan, dia istrinya!” jawab Rendy singkat.
“Owh.” Elena tersenyum pada Shena yang juga membalasnya dengan senyuman pula.
“Nutrisi apa yang kau minum? Bagaimana kau bisa cepat pulih hanya dalam waktu setengah jam,” tanya Raython yang sedari tadi menatap Leo. Dia tidak terlihat pucat seperti sebelumnya. “Padahal aku khawatir akan memesankan pemakaman untukmu jika kau tidak kemari dalam waktu satu jam.” Lagi-lagi, sindiran pedas Raython tujukan pada Leo.
__ADS_1
Leo memimun wine yang ada didepannya sambil tersenyum sinis. “Maaf sudah mengecewakanmu karena tidak jadi memesan pemakaman untukku. Benarkah kau ingin tahu nutrisi apa yang aku minum?” Leo menatap tajam mata Raython penuh makna. Sedangkan Raython hanya mengerutkan dahinya.“Menikahlah! Baru aku akan memberitahumu apa nutrisinya!” Leo menyibakkan rambutnya dan kembali menatap mesra Shena yang wajahnya jadi merah semangka.
“Jangan! Tuan Cerop tidak boleh menikah!” sergah Shena, sehingga membuat semua orang yang ada di situ mengerutkan dahi mereka karena heran, kenapa Shena melarang Raython menikah.
“Kenapa, Sayang? Dia harus menikah supaya tahu nutrisi apa yang aku minum sehingga bisa cepat kembali pulih.”
“Dia sudah tidak ori, kasihan calon istrinya. Tuan Raython lebih pantas menikah dengan wanita yang tidak ori juga, baru mereka seimbang.” Semua yang mendengar kepolosan jawaban Shena langsung menundukkan kepalanya dan bahkan ada yang memalingkan muka untuk menyembunyikan tawa mereka dari Raython, begitu juga dengan Leo. Ia sempat memalingkan wajahnya menahan tawa agar tidak muncrat keluar.
Sedangkan wajah Raython sendiri raut mukanya langsung merah padam. Ia berdiri cepat dari kursinya tapi Leo menahannya dengan tangan dan memberikan kode bahwa saat ini, Shena sedang hamil, jadi bicaranya kadang ngelantur kemana-mana. Tentu saja hal itu ia lakukan tanpa sepengetahuan Shena.
Sambil berkacak pinggang, Raython memutar tubuhnya untuk menahan emosinya agar tidak keluar. Dia menghela napas panjang dan mulai duduk kembali di kursinya.
“Apa ada yang salah dengan apa yang aku katakan?” tanya Shena pada Leo setelah memerhatikan gerak gerik Raython dan semua orang yang tiba-tiba saja bersikap aneh dengan menyembunyikan massal wajah mereka semua.
“Tidak, Sayang. Tidak ada yang salah dengan ucapanmu, tapi biarlah itu menjadi urusannya. Kamu jangan ikut campur lagi, oke. Sepertinya pesananmu sebentar lagi datang, bagaimana kalau kamu menikmati saja hidangan yang ada di sini. Kamu tinggal pilih, kelihatannya semuanya enak.” Leo mengalihkan perhatian Shena sambil menatap Raython dengan mengedipkan salah satu matanya sebagai kode agar Raython tidak marah dengan apa yang diucapkan Shena.
Raython hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat sambil menginjak kaki Jakson yang sedari tadi mati-matian menahan tawa disebelahnya.
“Awas saja kau!” gumam Raython.
***
Jangan lupa terus dukung like, vote dan juga komentarnya ya ... love you all
__ADS_1