Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 114 Indah


__ADS_3

Kaki jenjang milik Leo, melangkah dengan berlahan menaiki satu persatu anak tangga. Sementara manik hitamnya, tak henti menatap sang pujaan hati yang kini berada di gendongannya.


Berlahan, Leo menjajalkan kakinya masuk ke dalam kamarnya yang telah di hias sedemikian rupa. Merebahkan tubuh Shena diatas pembaringan yang di penuhi taburan kelopak mawar berlahan.


Degup jantung Shena berdebar begitu kencang. Saat tubuh kekar Leo berada tepat di atasnya, mengunci setiap pergerakan Shena. Mata Shena mengerjap cepat, salah tingkah ketika sang suami terus menatapnya dengan tatapan sulit untuk diartikan.


"A-aku sedang euhm... euhmm datang bulan," gumam Shena terbata, tetapi terlihat begitu menggemaskan dimata Leo.


Sebuah senyuman smirk terukir jelas dari bibir Leo, membuat Shena malu setengah mati. Pipinya merah padam, bagai buah tomat matang. Dia begitu menggemaskan. Namun, Shena tak mengerti mengapa suaminya tersenyum seperti itu, tapi satu yang jelas ia tahu, itu tidak akan bagus.


"Aku ... Akan menyingkirkan bulan itu karena sudah berani membohongiku." Manik Leo menatap Shena tajam.


Deg ...


Mata Shena mendelik, terkejut karena entah dari mana Leo tahu dia mengerjainya. Berbohong jika ia sedang kedatangan tamu tak diundang


"Bersiap-siaplah, Sayang. Kita mulai, sekarang." Seringaian mengerikan terlihat dari wajah Leo. Shena yang melihat bergedik ngeri. Degup jantung Shena yang begitu kencang bagaikan bom waktu yang siap meledak, bahkan dapat dengan jelas dirasakan Leo.


"Tunggu-tunggu! A-aku ingin ke toilet dulu!" Kilah Shena berusaha menghindar agar malam ini ia tidak dimakan oleh macan buas bernama Leopard ini.


"Kalau begitu, ayo! Kita ke kamar mandi berdua, sekaligus kita bisa melakukannya di sana." Leo bangkit, dan menatap Shena dengan tatapan menggoda.


"Hah, tidak tidak..." Shena mengerjakan matanya cepat, mengayunkan kedua tangannya.


Huh, kenapa dia tidak peka sekali si kalau aku sekarang sedang menghindarinya. Benar-benar gila, masa mau malam pertama di kamar mandi. Nanti bagaimana jadinya? pikir Shena.


"Sayang, kamu lupa, ya? Kamu sendiri yang mengatakan bahwa akan menyerahkan segalanya padaku setelah kita resmi menikah." Leo menjatuhkan tubuhnya lagi di ranjang, "Sekarang kamu sudah halal bagiku, jadi tunggu apalagi? Kenapa kamu terlihat begitu ragu? Apa jangan-jangan kamu tidak mencintaiku?" Leo mengerucutkan bibirnya. Pura-pura merajuk agar Shena mau melakukannya malam ini.


Apaan si, si gila ini. Bukan gitu juga kali. Akhhh kenapa sulit sekali si menjelaskan kepadanya kalau sebenarnya aku takut melakukan itu.


"Bukan begitu, aku ... Aku hanya takut. Kamu tau sendiri, kan ini pertama kalinya bagiku? Dan aku, benar-benar gugup," akhirnya Shena berkata sejujurnya.

__ADS_1


Leo mengecup kening Shena lembut, "Ini kali pertama juga bagiku, Sayang. Aku akan melakukannya berlahan, aku janji tak akan menyakitimu. Jangan takut, nikmati saja semuanya." Tangan Leo mengusap rambut Shena. Meyakinkan gadis itu jika malam ini akan menjadi malam yang paling berkesan untuknya.


"Apa kamu yakin, ini pertama bagimu? Kelihatannya tidak seperti itu?" Sebuah pertanyaan tiba-tiba terucap dari mulut Shena, membuat mata Leo mendelik.


"Aku serius, sayang. Suer." Mengangkat tangan membentuk huruf V, "Meskipun aku sering gonta-ganti wanita, aku tidak pernah melakukan hubungan di luar batasan. Berapa kali aku harus bilang? Kamulah satu-satunya wanita yang membuatku bergairah." Satu kecupan lembut mendarat di bibir ranum Shena.


Shena berusaha menyakinkan diri. Ia tak bisa lagi menghindar. Bagaimanapun juga Leo berhak atas dirinya. Jikalau pun ia dapat menghindar malam ini, Leo pasti akan memaksanya di malam-malam berikutnya.


Dengan malu-malu dan pipi merona, Shena menganggukkan kepala sebagai tanpa persetujuan. Setuju jika malam ini, ia akan menyerahkan semuanya kepada Leo.


Senyum sumringah terpancar jelas di wajah Leo. Tanpa basa-basi, Leo bangkit dari tidurnya, mulai menanggalkan satu persatu pakaiannya dan melemparkannya ke sembarang arah.


Tak ketinggalan, Leo juga menarik Shena untuk bangkit. Melepaskan gaun yang melekat pada tubuh Shena tanpa meninggalkan sehelai benangpun.


Leo dan Shena mulai menyiapkan diri untuk menyatukan dua hati dalam satu jiwa sebagai bukti tanda kemurnian cinta mereka berdua. Shena mulai memejamkan matanya saat Leo mulai beraksi mengecup semua bagian wajah Shena. Ia memulainya dari bagian ubun-ubun, lalu turun ke kening, turun lagi ke hidung mancung istrinya, dan mulai mengisap lembut kedua bibir ranum Shena. Hasrat yang menggelora menyelimuti keduanya untuk menikmati suasana indah persatuan tubuh dua insan yang dimabuk asmara.


Selanjutnya, Leo semakin turun lagi ke bagian leher Shena dan meninggalkan beberapa bekas gigitan kecil hingga menimbulkan desahan ringan dari Shena. Gadis itu hampir kesulitan bernafas saking gugupnya.


Leo hanya tersenyum simpul saat melihat istrinya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


“Biarkan saja, Sayang. Tidak akan ada yang bisa mendengar kita sekalipun kamu berteriak. Ruangan ini adalah ruang kedap suara. Keluarkan saja suara desahanmu, jangan ditahan.” Leo membantu menurunkan tangan Shena dari mulut istrinya.


Cowok itu mulai beraksi lagi menciumi perut rata Shena, sementara tanganya terus saja memainkan dua gundukan kecil milik Shena. Desahan demi desahan yang keluar dari bibir lembut istrinya, terdengar syahdu di telinga Leo sehingga hasratnya semakin memuncak untuk segera melampiaskan apa yang selama ini ia tahan.


Pertama-tama Leo mulai menyentuh mahkota milik Shena yang sudah ia jaga hingga saat ini. Shena sendiri agak sedikit terkejut saat merasa mahkota berharga miliknya disentuh langsung oleh suaminya. Ada sensasi tersendiri yang belum pernah dirasakan oleh Shena. Sebuah sensansi kenikmatan yang berbeda ketika ia berciuman dengan Leo. Sensasi ini juga, mulai membangkitkan hormon Shena untuk terus ingin merasakan sentuhan-sentuhan lembut tangan suaminya.


Tanpa Shena sadari, mahkota berharganya sudah mulai mengeluarkan cairan bening yang membuat gairah Shena semakin meningkat. Leo yang tahu dari respons tubuh Shena langsung melanjutkan aksinya untuk segera memasukkan pedang berharganya yang sudah berdiri tegak sejak tadi ke dalam mahkota berharga milik istrinya.


“Aku mulai, Sayang. Bersiaplah!” Leo mulai menempelkan pedangnya ke lubang mahkota Shena dan mendorongnya masuk dengan pelan. Ia tidak ingin menyakiti Shena karena lubang mahkota berharga itu masih sempit dan orisinil.


“Auw,” erang Shena. “Sakit, Sayang, hentikan dulu,” pinta Shena sambil menahan sakit dimahkotanya.

__ADS_1


“Apa sesakit itu? Apa kita sudahi saja?” tanya Leo yang sedikit khawatir karena Shena merintih kesakitan.


“Tidak, tidak apa-apa. Lanjutkan saja, aku bisa menahannya. Aku hanya ... sedikit terkejut tadi.” Shena tidak ingin mengecewakan suaminya hanya karena kesakitan diperawani.


“Aku tidak tahu kalau bakal sesakit itu, tapi kenapa di film-film terlihat seperti menyenangkan sekali, ya?”


“Ini petama kalinya kita melakukan ini, Sayang. Dan aku masih virgin. Wajar kalau rasanya sakit. Yang kau lihat di film itu, mereka sudah berkali-kali dan juga sudah terbiasa melakukannya. Tentu saja itu terlihat menyenangkan.” Shena masih merintih karena lubang mahkotanya serasa robek saat pedang milik Leo dimasukkan kedalamnya.


“Kamu yakin bisa menahan sakitnya?” tanya Leo sekali lagi.


Shena mengangguk pelan dan langsung mendapat serangan ciuman penuh hasrat dari Leo. Sambil berciuman, Leo berusaha memasukkan kembali pedangnya hingga menembus gerbang pertahanan selaput dara milik Shena.


Jleb!


Akhirnya, pedang Leo bisa masuk juga. Shena menahan rasa sakit sambil menggigit kecil bahu Leo. Keduanya sama-sama meringis menahan sakit sekaligus menikmati indahnya bercinta di malam pertama.


Bedanya Leo menahan sakit karena gigitan kecil istrinya, sedangkan Shena menahan sakit karena Leo sudah berhasil mendobrak pertahanan kevirginannya. Keduanya kini saling begumul satu sama lain dalam penyatuan tubuh yang dipicu kuat oleh Leo.


Desahan demi desahan keluar dari mulut dua insan yang saling menyatukan tubuh tersebut. Sampai akhirnya, keduanya mengalami pelepasan puncak kenikmatan sensasi malam pertama yang dikenal dengan sebutan surganya dunia.


Leo berbaring di sisi Shena sambil mengecup lembut kening istrinya. Ia mendekap Shena dengan penuh cinta. Keduanya pun akhirnya terlelap setelah selesai menjalani proses ritual malam pertama di malam yang syahdu bak dunia hanya jadi milik mereka berdua saja.


****


Maaf kalau bahasanya jelimet dan ribet, tapi intinya gitulah kalau malam pertama. Hehehe ...


Jangan di bully ya ... love you all.


makasih banget buat yang sudah mau memberikan tips .... aku terhuraaa dan makin semangat nulisnya.


terimakasih juga yang sudah bersedia like, vote dan komentarnya ... love you forever buat kalian semua karena sudah mau membaca karya awut-awutan ini.

__ADS_1


oh iya .. dilarang senyum senyum sendiri! hehe..


__ADS_2