Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 154 Mi Ayam


__ADS_3

Leo menggedor-gedor pintu kamar Refald tapi tidak juga mendapat sahutan. Lama juga Leo berdiri di depan pintu, namun tetap saja Refald tak jua membukakan pintu kamarnya.


"Woy Refald, keluar nggak? Aku dobrak nih!" teriak Leo dengan kesal. Dia tahu Refald sengaja tidak mau membukakan pintunya.


"Apa maumu?" bentak Refald tepat disaat Leo hendak menggedor lagi pintu kamar sepupunya itu. Untung tidak jadi, sebab yang digedor pasti wajahnya Refald yang tiba-tiba saja membuka pintu tanpa peringatan.


"Aku butuh bantuanmu!" tegas Leo.


"Bantuan apa? Apa kau tidak lihat sekarang jam berapa?"


"Nggak! Cepat ikut aku!"


"Kemana?"


"Sudah ikut saja!" Leo mendorong paksa tubuh Refald agar mau menuruti kemauannya.


Dengan malas, akhirnya Refald mau saja mengikuti Leo karena penasaran dengan apa yang diinginkan Leo darinya.


Bibir Refald manyun dan cemberut akut ketika Leo membawanya ke dapur dan menyuruhnya membantu membuatkan mi ayam untuk Shena.



"Kau mendobrak dan mengganggu waktu tidurku dengan Fey hanya untuk ini?" Mata Refald memelototi Leo yang berdiri di sampingnya dengan ekspresi wajah sama sekali tak bersalah.


"Kau bisa membuatkan mi ayam untuk kakak ipar juga," ujar Leo sambil memeriksa bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat mi ayam.


"Dia sedang tidak ingin makan mi ayam, kau benar-benar membuatku kesal. Bukankah kau sendiri yang tadi bilang supaya menutup telinga dan mata kami agar tidak mengganggumu? Kenapa kau sendiri malah menggangguku? Memangnya cuma kau saja yang ingin melakukan ritual penyatuan?" Refald benar-benar kesal dengan ulah adik sepupunya yang tak punya akhlak ini.


"Kakak ipar sedang hamil sekarang, masa kau tega memasukkan pedang etalibun mu itu? Tidakkah kau malu dengan anakmu?"


"Kenapa malu? Justru aku senang bisa nengokin dia," ceplos Refald. Duo cecunguk ini sama-sama tak tahu malu jika sedang bersama.


"Oh iya? Benarkah? Hah, benar juga. Kenapa tidak terpikirkan olehku." Leo hendak pergi ke luar dapur tapi kerah baju Leo langsung ditarik paksa oleh Refald.


"Mau kemana kau?" Tanya Refald yang menarik Leo kembali ke posisinya semula.


"Mau nengokin anakku seperti yang kau bilang barusanlah!"


"Apa?" Refald sedikit terkejut. "Maksudmu Shena hamil?" tanya Refald yang juga ikut senang mendengar kabar bahagia ini. "Selamat untukmu? Akhirnya, si playboy nggak ada akhlak ini akan jadi ayah juga."


"Makanya itu." Leo hendak pergi lagi, tapi sekali lagi Refald tidak mengizinkan Leo meninggalkannya. Apalagi setelah Leo berani mengganggu waktu tidurnya.


"Bereskan kekacauaan yang kau buat ini." Refald menunjuk semua bahan membuat mi ayam yang berceceran di atas meja dapur.


"Tapi ... aku ...,"


"Ini untuk anakmu, kan? Cepat bereskan, aku akan mamandumu!"

__ADS_1


"Kau tidak mau membantuku?"


"Ini aku juga sedang membantumu."


"Bukan ini, maksudku ada hal lain yang sedang mengganjal pikiranku. Ehm, kapan kekuatanmu kembali?" tanya Leo sambil mulai memasak.


"Seminggu lagi, kenapa?"


"Carlos!"


"Siapa Carlos?"


"Keponakan Kenzo yang pernah kubuat sekarat karena sudah berani menembak Shena waktu itu. Aku yakin aku melihatnya di London. Jika kekuatanmu kembali, bisakah kau membantuku mencari tahu rencana apa yang ia susun untukku? Karena aku yakin, ia pasti akan balas dendam padaku."


"Kau tinggal menyuruh Xiao nai untuk melacak keberadaannya dan membunuhnya, bereskan?"


"Aku tidak bisa membunuh siapapun, terutama di saat Shena sedang hamil. Aku akan melindungi istriku walaupun nyawaku taruhannya."


"Memangnya sebarapa bahaya Carlos bagimu? Sampai kau harus minta bantuanku. Dengan kekuasaan yang kau miliki sekarang, kau pasti bisa membereskannya meski tanpa bantuanku."


"Aku tidak tahu, tapi aku punya firasat buruk soal dia. Pria itu begitu terobsesi dengan Shena. Bahkan dia rela melakukan berbagai macam cara untuk membunuhku demi bisa mendapatkan Shena. Jelas dia berbahaya mengingat dia juga salah satu keluarga Kenzo."


"Saat ini aku tidak bisa menggunakan kekuatanku. Tapi aku akan menyuruh pasukanku untuk mencari tahu apa yang ingin kau ketahui tentangnya. Sayangnya, tidak bisa sekarang, tunggu besok malam. Pagi ini, jangan pulang dulu ke Indonesia. Kau harus ke suatu tempat bersamaku dan biarkan Shena memeriksakan kehamilannya di sini bersama Fey."


"Tapi aku harus mengadakan rapat darurat di rumah sakit milik ayahku."


"Kau benar, bagaimana kau bisa tahu? Aku tidak memberitahumu."


"Aku memberitahunya kalau kau ada di sini bersama Shena. Kau sudah berhasil mengatasi masalah Ramdan, sisanya biarlah paman saja yang urus. Tapi untuk kabar bahagia mengenai kehadiran cucunya, ku harap kau sendiri saja yang menyampaikannya."


"Setuju," ujar Leo. Ia kembali fokus pada masakannya yang akan ia sajikan untuk istri tercintanya. Shena sedang hamil muda. Entah kenapa aku senang mendengar istriku berbadan dua, batin Leo.



"Apa yang kau lakukan?" bentak Refald kesal.


"Apanya? Aku masukin garam?" Leo menjelaskan.


"Itu bukan garam, b0doh! Itu gula! Minggir kau! Kau merusak kaldunya! Buat ulang!" teriak Refald.


"Hah?" Leo melongo. "Sial! Kenapa susah sekali bikin mi ayam. Kalau bukan demi Shena dan calon bayiku. Aku tidak mau belajar masak dari chef pemarah sepertimu!" Leo mencoba menarik napas dalam-dalam menghadapi si guru Refald yang kejam.


"Gampang sekali bikin mi ayam. kau saja yang beg0, tidak bisa membedakan mana garam mana gula. Kau ini gengster tapi 0on sekali!" Refald berdecak kesal karena harus mengulang bikin kuah kaldunya.


****


Shena terbangun dan mendapati Leo tidak ada di sampingnya. Gadis itu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu keluar untuk mencari dimana keberadaan suaminya.

__ADS_1


"Selamat pagi, Sayang. Kamu sudah bangun? Duduklah disini." Leo menghampiri Shena yang datang ke ruang makan setelah melihat Leo sibuk sendiri di meja makan karena sedang menyiapkan sarapan untuk istri tercintanya.


"Ehm, baunya enak sekali," ujar Shena yang duduk di kursi dekat suaminya.


"Aku sengaja membuatkan masakan ini untukmu, Sayang. Ini adalah mi ayam pertama buatanku. Mati-matian aku belajar membuat menu ini meski harus dimarahi habis-habisan oleh Refald semalam. Semoga kamu suka." Leo tersenyum manis menatap wajah istrinya yang berbinar-binar bahagia.


"Kamu sendiri yang membuatnya? Benarkah?" Shena terbelalak tak percaya.


Seorang Leo, si playboy dengan julukan gengster kelas kakap ini, bersedia membuatkan mi ayam di negeri asing hanya untuknya. Shena benar-benar terharu.


"Terima kasih, Suamiku?" Shena langsung menghadiahi suaminya ciuman manis di pipi Leo.


"Sama-sama, Sayang. Makanlah yang banyak, ya ... Kak Fey bilang kamu akan di ajak periksa bersamanya ke dokter kandungan setelah sarapan."


Shena mengangguk senang sambil mencicipi masakan yang dibuatkan Leo.


"Bagaimana? Enak?" tanya Leo yang memerhatikan gerak gerik istrinya.


"Ehm, ini enak sekali. Aku sangat suka, sepertinya kamu berbakat jadi chef, Sayang." Shena menikmati setiap sendok mi ayam yang ia makan.


"Aku yang membantunya," Refald tiba-tiba saja muncul dari belakang dengan menggandeng tangan istrinya, Fey.


Seketika Leo langsung berdiri menuju wastafel dan muntah-muntah lagi disana. Tentu saja hal itu membuat Shena dan yang lainnya tersentak kaget melihat Leo tiba-tiba muntah seperti orang hamil.


Shena berdiri dan melangkah ke arah Leo lalu menepuk pelan punggung suaminya dengan perasan iba campur ketawa.


huekk! huekk!


"Kenapa, kau?" tanya Refald dari belakang Leo dan Shena.


"Kau pakai parfum apa, ha?" bentak Leo langsung. Bau parfum Refald yang sebenarnya wangi dan berkelas membuat Leo malah semakin pusing dan mual.


"Aku memakai parfum kesukaan Fey. Memangnya kenapa?"


"Jauhkan dariku! Aku tidak tahan dengan baunya," teriak Leo.


Fey membisikkan sesuatu pada Refald sehingga suaminya itu berdecak kesal dan masuk ke dalam kamarnya kembali. Refald berganti pakaian tanpa menggunakan parfum supaya Leo tidak mual lagi.


"Kau puas sekarang?" tanya Refald setelah ia keluar dari kamarnya dan menuju maja makan dimana sudah ada Leo, Shena dan Fey yang sedang duduk manis menunggunya.


Leo hanya diam sambil memejamkan mata. Sial! kenapa Shena yang hamil tapi aku yang merasakan dampaknya, kalau begini terus bisa-bisa aku ikutan hamil juga! pikir Leo, giginya bergeretak saking kesalnya.


***


Bonus hari ini ... maaf kalau kata-katanya berantakan karena bikinnya dadakan. Harap maklum!


jangan lupa like, vote, dan komentarnya ya... love you all

__ADS_1


__ADS_2