Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 129 Royyyyy!


__ADS_3

“Apa maksudmu tuan muda? Kenapa kau mau menjebloskan kami semua ke penjara?” tanya salah satu kepala bagian rumah sakit ini. Pria paruh baya berperut buncit itu seolah tidak terima dengan apa yang dikatakan Leo. “Menjebloskan kami ke penjara? Huh, yang benar saja!” gerutunya.


“Itu benar, memangnya apa salah kami? Kau tidak tahu apa-apa! Berani-beraninya kau bicara seperti itu pada kami! Jangan mentang-mentang kau itu putra tunggal tuan Byon, sehingga kau berbuat semaumu, ha?” protes yang lainnya.


“Itu tidak adil, kami tidak bisa menerima ini, jelaskan dulu apa masalahnya? Jangan main jeblas-jeblos saja! Bagaimana dengan kalian semua? Apa kalian mau tuan muda ini bertindak semena-mena pada kita semua!” teriak seorang pria jakung yang mencoba memprovokatori semua rekan-rekannya untuk melawan Leo.


Suasana riuh ricuh menggema memenuhi ruang rapat. Leo sendiri hanya tersenyum kecut menatap para kecoak-kecoak menyebalkan yang ada didepannya. Tanpa pikir panjang, Leo langsung menembakkan pistolnya ke arah atas sehingga suara bising tembakan itu langsung membungkam semua mulut musuh-musuhnya.


Dor!


Suasana kembali menjadi hening seketika. Leo meniup pistolnya dan menaruh senjata itu di mejanya.


“Jika ada yang bersuara lagi, maka peluru ini yang akan menjawab seruan tidak berguna kalian itu!” ancam Leo. Tentu saja semuanya langsung diam tanpa berani bergerak lagi. “Jangan kira karena aku masih bau kencur kalian menganggap enteng diriku. Aku tahu apa yang sudah kalian lakukan dengan bersembunyi di rumah sakit ini. Siapa kalian sebenarnya dan apa pekerjaan kalian yang sesungguhnya, aku sudah tahu semuanya. Suatu kehormatan besar bagiku bisa bertemu dengan kriminal kelas kakap yang sudah dicari-cari badan inteligen dunia seperti kalian semua yang di sini. Aku benar-benar terhura, wajah-wajah kalian sama sekali tidak mencerminkan seorang buronan. Pantas mereka semua tidak bisa menemukan kalian dimanapun kalian berada ....”


Dor!


Sebuah pistol mengarah pada Leo, tapi belum sempat orang itu menembak Leo, dari belakang pasukan Leo sudah menembak pria itu duluan tepat dijantungnya sehingga pria itu tumbang seketika.


Semua mata, terbelalak melihat peristiwa mengenaskan itu tepat terjadi di depan mata mereka. Pasukan Leo dengan sigap menyeret mayat salah satu buronan yag dibicarakan Leo ke tempat lain agar Leo bisa melanjutkan pidato emasnya.


“Semua bukti kejahatan kalian sudah dikirim ke agen internasional kriminal yang khusus menangani sindikat perdagangan organ tubuh manusia ilegal yang sudah kalian lakukan selama ini. Karena itu ... bersiap-siaplah! Tidak ada pilihan lain bagi kalian semua selain mati, atau menyerahkan diri!” tandas Leo tanpa merasa terganggu dengan insiden kecil yang menewaskan satu orang kriminal tadi.

__ADS_1


Semua langsung saling pandang dan bingung dengan apa yang dikatakan Leo. Mereka tidak menyangka, Leo bakal tahu kedok yang selama ini mereka sembunyikan rapat-rapat kini jadi terungkap. Bahkan tidak menuntut kemungkinan semua badan inteligen dunia yang sedang mencari keberadaan mereka sudah bergerak datang kemari untuk menangkap semua orang yang ada di sini.


“Bagaimana dia bisa tahu?” orang-orang itu mulai berbisik-bisik


“Pasti ada yang memberitahunya?”


“Ini berarti gawat, kita dalam masalah besar!”


“Bagaimana ini?” mereka terlihat panik sambil bergumam satu sama lain.


“Bagaimana kalau kita semua kabur saja dari sini!” semuanya sepakat memutuskan untuk melarikan diri dari sini tanpa mereka sadari bahwa sejak kemunculan Leo pertama kali, semua orang yang ada dalam ruangan ini sudah terkepung dan tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup.


Semua orang bersiap bangkit dari kursi dan hendak melarikan diri. Namun, para pasukan Leo sudah standby di tempat dan menodongkan senjata api mereka ke setiap orang yang ada di ruangan ini. Tentu saja semuanya menjadi panik dan ketakutan karena mereka masih belum sadar kalau semuanya sudah terkepung dan tak bisa lagi keluar apalagi mencoba kabur. Bisa-bisa nyawa langsung melayang di detik itu juga.


Disaat yang lainnya diserang kepanikan yang luar biasa, hanya Ramdan yang kembali terlihat bersikap tenang dan masih duduk santai di tempatnya seolah sudah memprediksi bahwa kejadian akan terjadi. Hal itu membuat Leo sedikit curiga.


Tanpa bisa diduga, tiba-tiba dari luar kaca jendela, masuklah sekumpulan orang-orang berseragam hitam ala ninja asassin dan menerobos masuk melalui jendela tersebut. Mereka semua menghancurkan kaca dengan menggunakan kaki-kaki mereka.


Pecahan kaca itupun hampir saja mengenai Leo jika saja cowok itu tidak segera menghindar dan bersembunyi dibelakang meja. Sebuah tembakan langsung diberondong pasukan ninja itu dan menyerang seluruh pasukan Leo tanpa ampun.


Leo dan Roy juga tidak tinggal diam. Keduanya mengambil senjata yang sudah mereka siapkan dari balik jaz mereka masing-masing dan ikut andil baku tembak dengan para kelompok ninja tak dikenal itu.

__ADS_1


Selagi Leo dan Roy asyik dar dor dar dor, Ramdan tiba-tiba saja raib dan menghilang tanpa jejak. Sepertinya, pasukan ninja tadi, sengaja mengalihkan perhatian Leo dan semuanya agar pria paruh baya itu berhasil melarikan diri ke tempat persembunyiannya.


“Sial, kemana orang itu!” Leo mengumpat kesal. “Roy! Kau bisa urus semua yang ada di sini? Aku akan mengejar orang itu! dia pasti belum jauh dari sini.” teriak Leo pada Roy yang bersembunyi di balik meja untuk menghindari peluru yang bergerak bebas dimana-mana.


“Ehm.” Roy mengangguk, “Serahkan semuanya padaku! Pergilah, aku akan melindungimu dari sini!” Roy balas berteriak.


Namun, belum sempat Leo berjalan ke arah pintu, tiba-tiba sebuah tembakan tepat mengenai tubuh Roy dan membuat cowok itu tumbang seketika.


“Royyyyy!” teriak Leo dengan tatapan mata merah menyala.


****


up lagi gak ya ... seru nih ... oke aku up lagi kalau sudah dapat 500 like ya.. hehehe ..



Leo



Roy

__ADS_1


hehehe.. keren ya merekaaaa... love you all


__ADS_2