
Shena sendiri tidak percaya Putri bisa setenang itu saat mengakui perbuatannya. Sayangnya, cewek angkuh itu sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun atas kematian Sasa yang disebabkan olehnya. Selama ini, Shena mengira bahwa Leolah peyebab utama para mantan-mantannya bunuh diri atau frustasi. Ternyata, di balik semua itu ada orang yang memang sengaja suka mengacaukan kehidupan orang lain pasca putus dari Leo. Orang itulah yang mengompori para mantan-mantan Leo agar frustasi dan nekat melakukan bunuh diri, dan orang itu adalah Putri sendiri. Wanita itu bagai nenek sihir yang siap menghancurkan siapapun yang tidak ia sukai, termasuk para mantan dan semua wanita yang dekat dengan Leo.
“Aku nggak habis pikir, ada ya? Orang nggak punya hati kayak kamu?” ujar Shena sambil mengepalkan tangannya. Ia mengambil napas dalam-dalam supaya dirinya tidak terbawa emosi dan melakukan tindakan konyol yang bisa merugikannya. “Orang sepertimu tidak akan pernah hidup tenang sebelum kamu minta maaf pada para korbanmu yang sudah terprovokasi olehmu sehingga mereka melakukan tindakan-tindakan yang tidak seharusnya mereka lakukan. Kamu liat aja, jika suatu hari kamu menyesal, kata maafpun nggak akan pernah cukup untuk memaafkan semua kesalahan yang pernah kamu perbuat pada mereka-mereka yang sudah berhasil terprovokasi olehmu!”tandas Shena.
“Oh, jadi lo nuduh gue yang membunuh Sasa dan bikin frustasi para mantan-mantan, Leo? Apa buktinya? Lo nggak bisa nuduh gue sembarangan, gue bisa nuntut elo atas kasus pencemaran nama baik.” Putri tersenyum menang karena merasa bahwa apa yang dilakukan mantan-mantan Leo bukanlah salahnya dan tuduhan Shena tidak berdasar.
Shena balas tersenyum, dan mengambil ponselnya dalam tas lalu mengotak atiknya sebentar. Shena memperlihatkan sebuah video yang ada di salah satu galery ponselnya pada Putri.
Saat video itu di putar, Putri dan yang lainnnya langsung terkejut. Video itu berisi tentang ancaman dan intimidasi yang dilakukan Putri dan komplotannya saat mereka membully Sasa beberapa waktu lalu. Kejadian itu berlangsung sehari sebelum Sasa bunuh diri.
“Darimana elo dapat video itu?” tanya Putri dengan wajah merah padam. Kepanikan mulai terlihat di wajahnya. Para mahasiswa yang lainnya juga mulai berbisik-bisik lagi karena penasaran akan video singkat yang diperlihatkan Shena pada Putri.
“Tidak penting aku dapat darimana, silahkan jika kamu ingin melaporkanku ke polisi, maka aku hanya tinggal membuktikan bahwa apa yang aku katakan ini benar. Tentu saja dengan menunjukkan bukti ini.” Shena melihat ponselnya dengan senang.
“Berikan padaku!” Putri ingin merebut bukti video itu dari ponsel Shena, tetapi gadis itu berhasil menangkis sehingga membuat Putri jadi kalap. Ia menyerang Shena bertubi-tubi dan tanpa sengaja video itu terkirim pada nomer log paling atas sendiri yang terdaftar di ponsel Shena. Sialnya, nama paling atas pada daftar log ponsel Shena adalah nomor Leo yang daritadi meneleponnya.
Shena sendiri masih belum sadar kalau video itu sudah terkirim rapi masuk ke dalam nomor Leo. Shena terlalu fokus pada serangan Putri yang berusaha merebut ponselnya.
“Jika aku tidak bisa merebut ponselmu, paling tidak aku akan membuatnya rusak!” teriak Putri dengan penuh amarah. Shena sendiri mengamankan ponselnya ke dalam tas ranselnya dan bersiap melawan putri yang sedang kalap.
Putri melayangkan pukulan bogemnya ke arah wajah Shena tetapi gadis itu berhasil menghindar dengan memiringkan tubuhnya ke belakang sehingga sudut tubuhnya berdiri membentuk 90 derajat karena posisi kepalanya berada di atas ala film The Matrix. Semua pasang mata yang melihat aksi Shenapun menjadi takjub.
Tak bisa mengenai wajah Shena, Putripun menyerang lagi dengan menggunakan tangannya yang lain, dan dengan sigap pula, Shena juga berhasil menghindari serangannya untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
Berkali-kali Putri gagal melayangkan pukulan pada Shena. Ia juga menyerang dengan sebuah tendangan, tetapi selalu berhasil di tangkis oleh Shena. Dengan kata lain, tak satupun serangan yang dilancarkan Putri mengenai Shena.
Shena tidak membalas pukulan-pukulan Putri yang diarahkan padanya. Ia hanya bertahan dan tidak bermaksud menyerang balik, Shena hanya membela dirinya agar tidak terkena pukulan Putri.
Suara gemuruh dan riuh ricuh terdengar menggema di mana-mana. Perkelahian antara Shena dan Putri pun semakin menarik pusat perhatian. Sebagian besar dari mereka menyemangati Shena. Namun, tak sedikit pula yang memberi dukungan pada Putri.
Tidak ada seorangpun yang berani melerai perkelahian dua cewek perkasa ini. Namun, di detik-detik terakhir, Shena sudah terlalu lelah sehingga konsentrasinya menurun. Sebuah serangan langsung diarahkan Putri pada Shena dan hampir saja ia terkena pukulan telak dari Putri kalau saja tidak ada yang menghalanginya.
Pukulan putri ditangkis oleh sebuah pukulan pula, tapi pukulan tersebut bukan berasal dari tangan Shena, melainkan dari tangan seseorang yang membuat terkejut seluruh orang yang ada disekeliling mereka. Orang yang menangkis serangan Putri agar tidak mengenai Shena adalah Leo. Cowok itu langsung menangkap tangan Putri dan memitingnya ke belakang.
Semua orang termasuk Shena langsung tercengang, karena Leo mendadak muncul di sini. Suara teriakan sorak sorai dari penonton langsung hilang seketika dan digantikan oleh kesenyapan. Tiba-tiba saja suasana seru berubah menjadi horor yang mencekam akibat kedatangan Leo yang begitu tiba-tiba dan langsung menyerang Putri.
Leo mencekal tangan Putri dengan sangat kuat sehingga gadis itu merintih kesakitan. Mata Leo memerah karena marah, bahkan bibirnya bergetar saking emosinya. Kehadiran Leo menjadi sebuah tanda tanya besar bagi semua orang, apalagi setelah muncul berita kontroversi mengenai pertunangannya.
“Beraninya kamu menyakiti wanitaku!” teriak Leo yang membuat kaget sepasang mata yang menatapnya.
“Diam lo p3rek! Lo nggak pantes ngatain Shena dengan mulut kotormu itu!” bentak Leo yang tidak terima Shena di hina oleh Putri.
“Huh, elo ngatain gue per3k, tapi orang yang elo sebut wanitamu itu juga sama rendahnya kayak gue! Dia simpanan elo, kan? Jelas-jelas elo udah bertunangan dengan cewek lain, masih aja belain gegundik itu! Aaaaaagghhh ... sakit tahu!” teriak Putri yang dipelintir habis-habisan oleh Leo.
Leo menatap Shena yang masih berdiri terpaku di belakangnya. “Apa mereka tidak tahu siapa tunanganku?” tanya Leo pada Shena.
Shena hanya menggeleng sambil bergidik ngeri mendengar teriakan Putri yang mengerang kesakitan karena cengkeraman tangan Leo.
__ADS_1
“Berarti tidak ada satupun diantara mereka yang tahu tentang siapa kamu sebenarnya?” tanya Leo lagi yang mulai memahami situasi yang terjadi saat ini.
“Lepasin dia, Leo. Kamu nggak boleh nyakitin cewek seperti itu,” pinta Shena.
“Dia udah nyakitin kamu, aku nggak akan pernah lepasin dia. Wanita nggak tahu diri ini harus mendapat balasan yang setimpal atas semua perbuatannya.” Leo mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Shena hanya dengan menggunakan satu tangan, karena tangannya yang lain sedang sibuk memelintir tangan Putri.
Shena terkejut setelah membuka layar ponsel milik Leo. Video yang tadi ia tunjukkan pada Putri kini ada dalam galery ponsel milik Leo.
“Bagaimana bisa ini ada di kamu?” tanya Shena.
“Kamu yang mengirimnya, makanya aku langsung datang kemari, untung saja aku tepat waktu.” Leo mengambil kembali ponselnya dari tangan Shena dan menelepon seseorang. “Cepat kemari! Sekarang juga, dan bawa polisi.” Tutup Leo yang disambut dengan wajah-wajah terkejut semua orang yang ada di sini. Semua mengerti ke arah mana Leo akan menindaklanjuti kejadian ini.
Shena tidak bisa berkata apa-apa. Begitu juga dengan yang lainnya.
“Lepasin tangan gue, Leo! Elo kejem amat sih jadi cowok?” teriak Putri.
“Diam lo br3ngsek! Elo harus dikasih pelajaran supaya nggak gangguin orang lagi! Dasar nggak tahu diuntung!”
Leo menyerahkan Putri pada pengawal Leo yang baru saja tiba. “Beresin dia!” perintah Leo pada pengawalnya.
“Siap, Bos!” jawab pengawal itu yang langsung mengambil alih cengkeraman Leo pada Putri. Gadis itu cuma bisa meronta-ronta karena diseret paksa dan dimasukkan ke dalam mobil.
“Mau kamu apain dia?” Shena agak khawatir karena untuk kesekian kalinya ia menyaksikan sendiri bagaimana jiwa gengster Leo keluar menyiksa orang.
__ADS_1
Sadis dan tak kenal ampun!
****