Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
PENGUMUMAN NOVEL BARU BYON DAN BIYANCA


__ADS_3

Halo ... sudah tahu belum kalau novel kisah kedua orangtua Leo sudah rilis? Novel Byon dan Biyanca. Yuk kepoin kisah mereka hanya ada di di noveltoon.


Nah, di bawah ini cuplikan salah satu bab cerita Byon dan Biyanca judulnya BIYANCA, SERAHKAN CINTAMU


***


BAB 10 MAFIA BYON


Mata Biyanca terbelalak ketika melihat pria yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri berdiri di depannya. Di belakang Byon sudah ada para pengawalnya yang tanpa dikomando, mereka sudah bergerak melingkari Biyanca seolah mengepungnya agar tidak bisa kabur lagi dari Byon.


Gadis itu baru sadar bahwa sopir truk pick up yang memberikannya tumpangan ternyata merupakan anak buah Byon juga yang bertugas dalam bidang tertentu. Bila dilihat dari luas wilayah, isi dan para penghuni tempat Biyanca berada saat ini, sudah dipastikan bahwa Byon ini adalah orang paling berpengaruh di sini.


“Sebenarnya … siapa kau?” tanya Biyanca masih menjaga jarak dengan suaminya. Ia takut kalau bule tampan itu bukanlah orang yang baik-baik.


“Lebih baik kau cukup tahu kalau aku adalah suamimu Bii. Selebihnya kau tidak perlu tahu, takutnya kau nggak akan kuat. Biar aku saja yang merasa berat Bii.” Byon mulai sok menggombalkan kalimat yang nggak jelas. Ia berjalan mendekati istrinya tapi sang istri mati-matian menjauh darinya.


“Jangan coba-coba mendekat atau …”


“Atau apa?” tanya Byon. Matanya menatap wajah tegang Biyanca.


“Aku akan membunuhmu dengan segala macam cara!” seru Biyanca mengancam Byon.


“Baiklah, sebelum kau membunuhku, aku ingin tahu, kenapa kau lari dariku? Sudah kukatakan, kita dulu sepasang kekasih. Aku tidak akan pernah menyakitimu, Bii. Dan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku.”


“Kau adalah mafia! Iya, kan?” tanya Biyanca dengan nada suara gemetar.


Byon langsung memicingkan mata. Ia tidak menyangka Biyanca bisa tahu identitas asli yang sengaja ia sembunyikan rapat-rapat dari istrinya.

__ADS_1


“Siapa yang bilang padamu? Supir truk itu?” Byon balik bertanya. Ia menatap marah pada sang supir yang tidak tahu apa-apa.


“Aku malah baru tahu kalau dia adalah anak buahmu! Dari awal aku sudah tahu kalau kau itu mafia. Kalau tidak, mana mungkin kau dikejar-kejar penjahat dan polisi dalam kurun waktu yang sama. Kau juga terluka saat masuk ke kamarku. Kau itu penjahat kelas kakap! Iya kan? Kau adalah gembong mafia penjual organ tubuh manusia ilegal! Makanya kau punya banyak uang. 2 Milyar, sama sekali tidak ada apa-apanya bagimu.”


Awalnya Byon khawatir karena Biyanca sudah tahu siapa Byon sebenarnya, tapi ia langsung terkejut ketika ternyata istrinya salah paham tentang identitas asli Byon yang dikira sebagai penjahat kelas kakap dan penjual organ tubuh manusia illegal. Jelas itu bukan pekerjaan Byon. Byon memang mafia, tapi dia mafia baik hati yang ditakuti musuh-musuhnya.


Byon memberantas segala macam bentuk kejahatan yang dilakukan penjahat untuk menindas masyarakat lemah dengan kejahatan pula. Makanya dia dijuluki dewa mafia. Tak heran bila hampir semua wilayah di negara ini telah dikuasai Byon dan tak ada yang tidak mengenal siapa Byon.


“Lihat aku Bii … apa wajahku mirip penjual organ tubuh manusia illegal?” tanya Byon pada istrinya.


“Wajah dan penampilan bisa menipu. Sudah jelas sekali kalau kau itu penjahat paling dicari di dunia. Lihat saja tempat ini, sangat cocok untuk tempat tinggal penjahat besar sepertimu.”


Byon menghela napas panjang. Dilihat dari segi manapun Byon ibi nggak ada sangar-sangarnya dan sangat tidak pantas menjadi ketua penjual organ tubuh manusia illegal. Namun entah Biyanca ini terinspirasi darimana sampai punya pikiran bahwa dirinya adalah penjahat paling mengerikan di dunia ini.


“Harus dengan cara apa aku meyakinkanmu supaya kau percaya bahwa aku bukanlah penjahat seperti yang kau tuduhkan.” Byon terus mendekati Biyanca dan hendak meraih tubuh istrinya.


“Sudah kukatakan padamu jangan coba-coba mendekatiku atau …”


“Atau … atau … atau aku akan kabur lagi darimu. Aku tidak percaya padamu. Jika kita benar-benar sepasang kekasih harusnya ada rasa yang bisa kurasakan, tapi aku tak merasakan apa-apa padamu. Kau jangan membodohiku!” bentak Biyanca kesal.


“Jadi kau mau pergi dariku?”


“Akan kugunakan segala macam cara. Supaya bisa pergi darimu!” tandas Biyanca memantapkan hati tak ingin menjadi istri Byon lagi. Namun, Bukan byon namanya kalau ia ditolak mentah-mentah oleh sang kekasih sendiri.


Tanpa menunggu peringatan, Byon meraih tubuh Biyanca dengan cepat lalu membopongnya di bahu untuk dibawa pergi ke suatu tempat. Biyanca sempat berteriak minta diturunkan tapi Byon seolah tidak mau dengar dan terus membopong istrinya diikuti oleh seluruh anak buah Byon dari belakang.


“Apa sudah siap?” tanya Byon pada pengawal setianya yang berjalan di samping kanan Byon.

__ADS_1


“Sudah Tuan,” jawabnya.


“Lepaskan aku Tuan Byon!” teriak Biyanca terus memberontak tap Byon tidak mau menurunkannya. “Dengarkan aku baik-baik, kemanapun kau membawaku pergi! Aku akan tetap mencari celah untuk bisa kabur darimu! Lihat saja!” ancam Biyanca tapi suaminya itu berakting pura-pura tuli.


***


Biyanca langsung diam seribu bahasa melihat ada di mana dia sekarang. Pandangan matanya mengarah kebawa sambil menelan salivanya dalam-dalam. Ia berdiri gemetar sementara Byon ada disampingnya sambil menenteng minuman berkelas ditangannya.


Pria bule itu sangat menikmati tiupan angina yang menerpa tubuhnya. Ia tersenyum puas menyaksikan semua pemandangan yang ada disekelilingnya. Sangat berbeda dengan Biyanca yang tidak percaya bahwa dirinya … kini ada di tengah-tengah lau lepas.


“Kau mau kabur? Kaburlah sana!” sindir Byon pada Biyanca yang sejak tadi ngotot bakalan kabur.


“Ditengah laut begini mana bisa kabur? Memangnya kau mau bawa ku ke mana?” pekik Biyanca kesal.


Harusnya ia juga menikmati pemandangan laut kala cuaca sedang cerah begini. Namun, karena suasana hatinya sedang tidak baik, gadis itu jadi tidak bisa menikmati enaknya berlayar di atas kapal pesiar mewah milik Byon.


“Gara-gara kau aku jadi tidak mampir ke Bogor. Tapi setelah urusan kita selesai, maka kita kan kembali ke rumah teman lamaku yang sudah membantuku selama ini. Kita akan berada di atas kapal ini selama seminggu Bii. Jadi sebaiknya, kau kubur dalam-dalam impianmu untuk kabur dariku kecuali kalau kau mau jadi makanan hiu.”


Biyanca tak tahu harus berkata apa lagi. Selama seminggu di atas kapal pesiar bersama Byon benar-benar membuat Biyanca ketakutan mengingat siapakah Byon ini. Pupus sudah harapannya menuju kebebasan. Mau tidak mau, Biyanca harus bersabar selama seminggu berada di atas kapal pesiar bersama Byon. Entah kenapa ia jadi merasa seperti sedang bulan madu dengan suaminya ini.


Pemandangan di tengah laut sangatlah indah. Apalagi cuaca sedang cerah, bikin hati dan pikiran jadi adem dan tenang.


“Kau mau minum? Ini bukan alcohol, tapi rasanya sangat enak.” Byon menawarkan minumannya pada Biyanca.


“Tidak terimakasih,” cetus Biyanca cuek. Ia lebih memilih melihat-lihat pemandangan laut dan menganggap Byon seolah tidak ada.


“Kau pasti bertanya-tanya, kita akan pergi ke mana dan kenapa kita naik kapal. Bukannya pesawat.” Byon mulai memberitahu Biyanca. “Kita akan bertemu dengan Camelia. Wanita yang ada di foto yang kau bawa. Tapi sebelum bertemu dengannya. kau harus tahu seluk beluk kisah kita sampai kita harus terpisah sekian lama dan kau berakhir kehilangan ingatanmu. Aku akan menceritakan semuanya padamu. Tapi … jangan paksakan dirimu untuk mengingatnya. Kau cukup mendengarkan saja. awal mula kisah kita.” Byon menatap wajah Biyanca yang juga menatapnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2