Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 73 Drama Keluarga


__ADS_3

Shena pun paham maksud kilatan cahaya kebencian yang dipancarkan sepupunya ini pada Shena. Namun, gadis itu bertekad ia tidak akan mudah dijatuhkan seperti dulu, tujuan Shena datang kemari adalah menyelesaikan penelitiannya yang berhubungan dengan skripsinya. Setelah itu, mengambil berkas-berkas penting seperti akta kelahiran, KK dan ijazah-ijazahnya dulu. Jika semua sudah beres di sini, maka Shena akan pergi dari tempat ini untuk selamanya dengan membawa sejuta kenangan yang terjadi dalam hidupnya selama ini.


“Kau?” seorang wanita paruh baya keluar dari rumahnya saat melihat Shena sedang berjalan beriringan bersama dengan calon menantunya, Rega. “Masih berani datang ke sini kau rupanya, ha?” bentak bibi Shena yang bernama Eghatia Purnama. Istri dari Dedi Purnama, paman Shena juga. Wanita paruh baya itu memelototi Shena sambil berkacak pinggang. Shena juga menatap tajam bibinya tanpa takut lagi seperti dulu.


“Ehem, Ma. Ada Mas Rega.” Aryani berdeham pada Ibunya agar tidak terlalu menampakkan kebenciannya pada Shena di depan calon suami putrinya sendiri.


Seketika raut muka Nyi lampir Tia berubah menjadi welcome saat melihat calon menantunya juga datang bersama dengan putrinya meski keponakannya Shena juga ada ditengahnya. “Eeeeh, ada nak Rega, ayuk masuk.” Bibi Shena mempersilakan masuk khusus pada Rega, tapi tidak pada Shena.


Rega yang merasa kalau hanya dirinyalah yang disuruh masuk jadi protes pada calon ibu mertuanya ini. “Maaf Tante, harusnya kan Tante menyambut kedatangan Shena juga, kenapa malah cuma Rega saja yang di suruh masuk? Kalau Rega kan udah sering datang kemari.” Rega enggan masuk ke dalam rumah sebelum Shena masuk terlebih dulu.


Sedikit banyak, Rega memang tahu seluk beluk kisah keluarga paman Shena yang sangat tidak berlaku adil pada Shena. Tapi Aryani berjanji bakal berubah dan meminta maaf pada Shena atas semua kesalahan yang dulu pernah ia dan keluarganya lakukan pada Shena jika gadis itu datang kembali ke kampung ini. Saat ini Shena sudah kembali, jadi sekaranglah waktu yang tepat untuk membuktikan ucapan calon istrinya itu benar apa tidak, sekaligus untuk menguji Aryani apakah wanita itu benar-benar sudah berubah atau belum.


Sebenarnya, bibi Shena enggan bersikap manis pada Shena, tapi demi menjaga image nya di depan calon menantunya, maka Nyi lampir itu mau saja berbaik hati pada Shena seolah tidak pernah terjadi apa-apa. “Shena, kemarilah Sayang, maafkan bibimu yang selama ini sudah menyakitimu. Bibi sangat merindukanmu.” Bibi Shena tersenyum manis dibuat-buat lalu memeluk Shena sambil berbisik pelan ditelinganya. “Awas saja kau jika sampai bikin ulah di sini. Sebentar lagi Yani akan menikah, jika sampai pernikahan mereka batal, aku pastikan akan membuat dirimu menderita sampai kau lupa bagaimana caranya bahagia.” Bibi Tia melepaskan pelukannya tapi langsung di tahan oleh Shena.


Gadis itu juga melakukan hal yang sama, yaitu berbisik di telinga bibinya, “Aku akan bersikap baik pada bibi jika bibi juga bersikap baik padaku. Aku sama sekali tidak tertarik dengan kehidupan kalian karena aku juga punya kehidupan sendiri.” Shena melepas pelukannya dan membalas senyuman bibinya.


Nyi lampir itu menatap benci pada Shena yang memang sudah berubah drastis, dari yang sebelumnya penurut dan penakut, kini menjadi lebih berani dan percaya diri. Apalagi dulu, Shena sama sekali tidak pernah melawan semua perintahnya selama gadis itu tinggal bersamanya.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke dalam rumah bibi Shena dan saling mengobrol untuk menanyakan kabar satu sama lain. Terutama Rega, yang takjub dengan kedatangan Shena tiba-tiba. Apalagi Shena terlihat semakin cantik setelah hampir 3,5 tahun lamanya tidak pernah berjumpa.


“Apa yang membawamu pulang kembali Shena,” ucap Rega yang dulu sempat suka pada Shena. “Sejak kamu kuliah di luar kota, kamu tidak pernah datang lagi kemari. Aku pikir kamu sudah menetap di sana dan melupakan aku serta keluargamu di sini.”


Shena hanya tersenyum dan tidak langsung menjawab pertanyaan Rega. Dia menatap sepupu dan bibinya yang sedang melihatnya dengan segudang ancaman serta makian di dalamnya. Shena tahu, pasti mereka berpikir bahwa Shena ingin merebut kembali Rega dari Aryani, sepupunya. Padahal, baik dulu ataupun sekarang, Shena sama sekali tidak pernah menyukai Rega. Ia hanya menganggap Rega sebagai kakaknya saja, tidak lebih dari itu.


“Seperti yang aku jelaskan tadi, Kak. Aku datang kesini untuk mengambil beberapa berkas-berkasku sekaligus menyelesaikan penelitianku selama beberapa hari di tempat ini. Setelah itu, aku akan pergi lagi untuk ujian kelulusanku.” Shena menatap sebuah kamar yang dulu sempat ia singgahi sebagai kamarnya. “Bi, di mana surat-suratku, akta kelahiran, ijazah dan juga KK milik keluarga ibu dan ayahku. Aku yakin seingatku, Bibilah yang menyimpan semua berkas-berkas penting itu, yang kemudian Bibi gunakan untuk menjual semua aset berharga milik keluargaku. Kembalikan, Bi,” pinta Shena pada bibinya yang langsung menjadi pucat seputih mayat karena semua berkas-berkas penting Shena sudah ia buang entah kemana.


Namun, tidak mungkin di depan Rega, Nyi lampir itu mengatakan yang sebenarnya. Bisa-bisa pernikahan putrinya batal kalau sampai dia ketahuan busuknya. Karen itulah ia memutar otak supaya terlihat alim di depan Rega.


“Hehe ... KK milik almarhum ayah dan ibumu sedang bibi gadaikan di koperasi sebagai jaminan untuk membayar hutang bulan depan. Kamu tidak tahu, semenjak pamanmu meninggal, Bibimu ini pontang panting membiayai hidup kami berdua. Untung saja ada nak Rega yang selalu membantu kami.”


“Tante, sejak kapan Tante menggadaikan kartu keluarga Shena? Kenapa tidak pernah bilang pada Rega kalau Tante butuh apa-apa. Besok kita ke kantor KUD untuk mengambil KK itu.” Rega berusaha menengahi masalah agar Shena tidak emosi lagi.


Deg ...


Nyi lampir bermuka dua itu semakin pucat karena kebohongannya pasti akan terbongkar jika Rega benar-benar memeriksa KUD yang dikelolanya.

__ADS_1


Shena benar-benar bencana bagiku, bagaimana ini? Aku sudah lupa di mana aku membuangnya. Batin bibi Shena.


Shena mengetahui gelagat bibinya yang sudah terlihat jelas bahwa bibinya itu sedang berbohong. “Bibi, sudah! Jangan berbohong lagi. Bibi pasti sudah membuang semua barang-barangku. Huh, Bibi sama sekali tidak berubah, percuma saja aku datang kemari.” Shena berdiri dan hendak beranjak pergi tapi tangannya tiba-tiba ditarik oleh Rega yang juga langsung ikut berdiri.


“Shena! Tunggu! Jangan pergi lagi,” Rega menatap Shena dengan penuh cinta di matanya.


Aryani dan ibunya langsung menganga melihat sikap Rega yang masih sok perhatian dengan Shena.


***


maaf kalau episode ini tulisannya agak amburadul. mudah-mudahan tetap betah menunggu keseruan kisah Shena dan Leo yang sementara ini harus terpisah dulu. Tapi mereka pasti bisa bertemu lagi setelah Leo menyelesaikan misi dari ibunya .. mohon bersabar ya ..


please dukung penulis dengan like, vote, dan komentarnya supaya penulis lebih semangat lagi bikin cerita serunya ...



Ini Shena kalau lagi kesal .. tetep cantik ya... 🤭🤭

__ADS_1


terimakasih semuanya ... love you all 😘😘


salam manis dari penulis ♥️♥️♥️


__ADS_2