Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 98 Penjelasan 1


__ADS_3

Setelah menandatangani semua surat-surat laporan yang dibutuhkan sebagai berkas pelengkap yang akan diajukan dalam pengadilan Zian, Leo dan Shena datang menemui Zian yang sedang bernostalgia dengan keluarga kecilnya.


Zian menyambut kedatangan Leo sambil mengulurkan tangannya dengan senyum mengembang diwajahnya. Keduanya saling berpelukan hangat.


“Saya yakin, anda pasti akan segera bebas dari sini dan bisa berkumpul kembali dengan yang lainnya,” ucap Leo setelah melepas pelukannya dari Zian.


“Terimakasih atas semua bantuanmu, Leo. Tanpamu mungkin rencana ini tidak akan berjalan dengan lancar, sebab Kenzo dan Alex bisa melakukan segala macam cara untuk membunuhku atau membunuh siapapun yang menghalangi keinginannya. Bagaimana kondisimu? Dimas bilang, kau terkena ledakan? Bagaimana kau bisa selamat dari ledakan itu?” tanya Zian penasaran karena Leo dan orang yang diselamatkannya, Rama, bisa selamat dari ledakan dan bahkan sampai lebih dulu di gedung persidangan ini dari pada Naya dan yang lainnya.


Tidak hanya Zian saja yang penasaran, Shena, Dimas dan juga yang lainnya pun ikut penasaran.


Leo menatap Rama yang duduk di kursi roda sambil tersenyum penuh makna. “Aku dan tuan Rama berhasil keluar tepat waktu sebelum ledakan itu terjadi melalui pintu darurat rumah Alex.” Leo memulai penjelasannya. “Aku akui, aku sempat berpikir bahwa tidak mungkin kami bisa lolos dari bom waktu itu, tapi tuan Rama memberitahuku kalau ada pintu rahasia lain yang bisa membawa kami keluar dari situasi genting itu.


Jalan itu ternyata terhubung dengan jalan utama di jalan raya. Jadi, begitu kami keluar, kami langsung naik taksi dan pergi ke gedung persidangan karena aku pikir kalian sudah berangkat lebih dulu kemari. Aku tidak menyangka kalau akulah yang datang lebih dulu daripada kalian.” Leo menjelaskan panjang lebar kisahnya saat hampir saja tekena ledakan seandainya saja tidak segera menemukan jalan keluar dari rumah Alex.


Semua manggut-manggut mengerti, dan juga bersyukur kerena Leo masih bisa selamat dari kejadian mengerikan itu. Namun, tatapan mata Rama pada Leo masih menandakan tanda tanya besar pada apa yang sudah dijelaskan Leo terhadap semuanya, dan Shena menyaksikan tatapan rahasia mata mereka berdua. Gadis itu merasa, ada yang disembunyikan Leo darinya, entah itu apa.

__ADS_1


Naya hanya tersenyum sendiri melihat Shena yang memerhatikan Leo dengan saksama. Masih terbayang diingatannya betapa sedihnya Shena saat mengira Leo sudah tiada untuk selamanya, tapi ternyata dugaaan mereka salah dan harapanlah yang benar. Leo ternyata masih hidup dan terlihat baik-baik saja seolah tidak pernah terjadi apa-apa.


Shena hanya diam tanpa bersuara, sampai Naya datang menghampirinya.


“Ada apa? Harusnya kamu senang, karena kekasihmu masih hidup dan dia baik-baik saja. Kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Naya pada Shena.


“Tidak apa-apa, aku hanya malu saja, Nyonya. Aku menangis sehisteris itu sampai membuatmu khawatir padaku, tapi nyatanya orang yang aku tangisi malah asyik cengar-cengir di situ,” jelas Shena tanpa mengalihkan perhatiannya dari Leo.


Naya tersenyum mendengar jawaban konyol Shena. “Kalian berdua pasangan yang serasi, aku senang bisa mengenal kalian. Jika ada waktu, datanglah ke rumah kami untuk makan malam, aku akan memasakkan makanan yang sangat enak untuk kalian. Deniz sepertinya juga menyukaimu. Saat ini, ia memang sangat merindukan ayahnya, tapi aku yakin dia akan senang jika lain kali kalian mau datang menjenguknya.”


“Tentu saja Nyonya, kami akan datang ke rumah anda sebelum semester awal kuliah kami dimulai.” Shena ikut tersenyum bahagia melihat Deniz sedang berbicara dengan ayahnya. Ia juga menatap Leo lagi yang berbicara dengan Dimaz.


Shena dan Leo memutuskan pamit undur diri setelah pembacaan putusan sidang selesai. Misi dan tugas mereka sudah berakhir dan berhasil, jadi mereka berdua sudah tidak dibutuhkan lagi di sini.


“Kenapa kamu menatapkau terus seperti itu, Sayang? Apa kamu begitu merindukanku? Sampai matamu tak bisa lepas dariku. Padahal baru 4 jam saja kita tidak bertemu.” Leo menggandeng tangan Shena dengan mesra. “Apa kamu juga menangis untukku? Matamu terlihat sembab dan wajahmu pucat sekali. Apa aku bilang, dulu kamu menangis karena membenciku, tapi sekarang kamu menangis karena terlalu mencintaiku.” Leo tersenyum puas melihat Shena yang terlihat begitu mencintainya sekarang. Wajahnya sudah tidak lagi galak seperti dulu.

__ADS_1


“Huh, jangan GeEr, Aku tahu kamu berbohong pada yang lainnya.” Shena langsung mengutarakan apa yang dipikirkan Shena pada Leo mengenai penjelasannya tentang cara Leo selamat dari ledakan rumah Alex tanpa terluka sama sekali. Bahkan Leo hanya terkena noda darah yang tentu saja itu bukanlah darahnya sendiri. “Lagi pula, aku tahu kamu tidak akan mati semudah itu. Aku tahu kamu tidak akan meninggalkanku, tapi alasanmu tadi sepertinya ada yang ganjal.” Shena menunduk untuk menyembunyikan kesedihannya karena tak dapat dipungkiri bahwa Shena memang sangat terpukul jika seandainya Leo, benar-benar mati pada saat itu.


Leo berhenti berjalan dan menatap Shena dengan tatapan mautnya. Perlahan, ia maju mendekat ke arah Shena hingga membuat gadis itu sedikit takut sampai tanpa sadar, Shena pun berjalan mundur membentur dinding koridor.


“A-apa yang akan kamu lakukan? Kamu membuatku takut jika menatapku seperti itu?” tanya Shena yang heran karena Leo tiba-tiba saja bersikap menakutkan.


****



tatapan maut Leo



Nantikan kisah seru mereka selanjutnya dan jangan lupa untuk selalu dukung penulis dengan like, vote dan komentarnya.

__ADS_1


Love you all


Salam manis dari penulis


__ADS_2