Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 47 Rencana Shena


__ADS_3

Shena dipanggil untuk makan bersama dengan Leo di ruang makan yang sangat luas. Namanya juga istana, pasti ruang makannya juga megah ala ruangan istana kerajaan pada umumnya seperti yang ada di negeri dongeng dengan nuansa klasik modern.


Ini pertama kalinya Shena makan siang bersama dengan Leo di rumahnya. Awalnya, Shena sangat gugup karena dirinya tidak terbiasa diperlakukan bak sorang putri raja, tapi tidak ada yang bisa Shena lakukan saat ini. Leo tidak bisa di bantah meski mereka berdua sudah saling mencintai. Karena itulah Shena berusaha menyesuaikan diri dan juga terus berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan yang bisa membuat Leo marah.


“Apa kamu menyukai makanannya, Sayang?” tanya Leo setelah melihat Shena meminum jus nya.


“Tidak mungkin makanan di sini tidak enak, tapi ... aku belum terbiasa memakan makanan seperti ini. aku bahkan tidak tahu apa nama makanan ini.” Shena berkata dengan jujur, meski aneh saat pertama kali mencicipinya, Shena tetap saja memakannya karena makanan ini sudah dibuat sedemikian rupa oleh pelayan Leo yang bertugas memasak. sayang sekali jika tidak dimakan.


Leo tertawa lebar mendengar kejujuran Shena. Ia sangat menyukai kepolosan Shena yang memang berasal dari keluarga sederhana. Memakan makanan seperti ini memang hal yang baru baginya. “Ini adalah Ravioli, yaitu jenis pasta yang terdiri dari isian yang diselimuti adonan pasta tipis. Biasanya disajikan dengan kaldu atau saus. Pasta ini termasuk jenis makanan tradisional khas Italia. Yang kita makan saat ini dalah Italian Spinach & Cheese Ravioli wit tomato saos, salah satu makanan kesuakaanku.” Leo menjelaskan makanan apa yang saat ini sedang mereka makan.


“Oh ... tetap saja aku ... masih belum terbiasa, aku lebih suka mi ayam daripada makanan ini.” Shena memerhatikan sisa makanan yang sudah ia makan. Gadis itu memang tidak terbiasa dengan makanan mewah yang ada di depannya.


Leo tertawa mendengar kejujuran Shena sekaligus gemas dengan sikap polos Shena. “Baiklah, nanti kita akan makan mi ayam kesukaanmu itu, tunjukkan saja di mana biasanya kamu makan.” Leo menggenggam tangan Shena yang duduk di sampingnya.


“Benarkah?” raut muka Shena langsung berseri karena senang. Shena pikir, ia sudah tidak akan bisa lagi menikmati makanan kesukaannya jika ia terus berada di sini. Tapi Leo benar-benar baik padanya dan mau menuruti apa yang dia mau.


“Tentu saja, ingatkan aku nanti jika kamu ingin memakannya.” Leo melahap raviolinya dengan penuh semangat.


Shena sangat senang melihat Leo yang bertingkah seperti itu. Sisi hangat Leo jadi mulai terlihat. Selama ini Leo terkenal dingin dan kasar, tapi nyatanya cowok playboy itu bisa bersikap so sweet juga.


Tiba-tiba ponsel Leo berdering dan cowok itu langsung mengangkatnya. “Halo, kau siapa? Almira? ... aku tidak kenal.” Leo menutup langsung ponselnya dan meletakkannya kembali di meja.


“Siapa?” tanya Shena.


“Entahlah, aku tidak tahu,” jawab Leo.

__ADS_1


“Dia pasti salah satu mantanmu,” Shena berusaha menggoda Leo.


“Bisa jadi, terkadang aku sendiri lupa siapa nama-nama wanita yang pernah berkencan denganku. Kecuali ....” Leo menggantung kalimatnya sehingga membuat Shena jadi penasaran.


“Kecuali apa?” Shena menatap Leo sampai tidak sadar badannya membungkuk ke arah Leo saking penasarannya.


“Kamu tidak cemburu?” Leo malah balik bertanya.


“Cemburu? Aku? Hah, untuk apa aku cemburu?” Shena tertawa karena merasa lucu dengan pertanyaan Leo.


Dasar playboy! Aku tidak akan pernah cemburu pada semua wanita yang pernah dekat denganmu! Tapi jika aku sampai melihatmu ganjen dengan para wanita lainnya, liat saja! akan aku buat hidupmu menyesal.


Shena mengepalkan tangannya pada garpu yang dipegangnya. Sedangkan Leo yang melihat ucapan dan perbuatan Shena yang sangat berbeda, membuat Leo tersenyum geli menatap wajah pura-pura sok tenang yang dipancarkan Shena padanya.


“Dalam hidupku, hanya ada satu wanita yang tidak akan pernah bisa aku lupakan. Wanita itu berlagak sok berani, sangat jutek dan menyebalkan, tapi dia juga menggemaskan. Dia adalah satu-satunya wanita yang menganggapku tidak ada di dunia ini. Dialah satu-satunya wanita yang membuatku tertarik padanya. Dia juga satu-satunya wanita yang membenciku. Meski akhirnya ... sekarang dia mencintaiku. Aku hanya tidak tahu seberapa besar cintanya padaku, karena dia, tidak pernah mengungkapkan cintanya padaku.” Leo menatap tajam Shena.


Dasar br3ngsek! Dia berhasil membuatku diam seribu bahasa. Tapi aku tidak boleh lengah, aku harus melakukan sesuatu untuk mengalihkan pembicaraan ini.


“Leo, ada yang ingin aku bicarakan,” ujar Shena pada Leo untuk mengalihkan pembicaraan.


“Apa, Sayang ... apa kamu ingin pergi ke suatu tempat?” tanya Leo yang langsung membuat Shena terkejut karena tebakan Leo memang benar.


“Bagaimana kamu bisa tahu?” tanya Shena heran.


“Kamu lupa? Darah kita sudah bersatu, tentu saja aku tahu.” Leo asal saja menjawab.

__ADS_1


“Apa hubungannya? Jangan membuat teori yang aneh-aneh lagi.”


Leo hanya tertawa, ia sangat suka menggoda Shena, “Katakan, kamu mau pergi ke mana? Biar aku antar.” Leo menawarkan diri.


“Tidak usah, aku ingin pergi bersama dengan bibi Jenny, ini urusan wanita, aku tidak mau kamu ikut campur.” Shena memasang wajah imut supaya Leo mau mengizinkannya pergi ke luar dengan bibi Jenny.


Leo berpikir sejenak sebelum berbicara, “Baiklah, aku akan menyiapkan sopir untuk kalian ...”


“Aaah, tidak perlu, bibi Jenny bisa menyetir sendiri.” Shena memotong kata-kata Leo, “Aku tidak ingin mengundang perhatian banyak orang. Akan lebih baik jika orang-orang yang kutemui nanti menganggap bibi Jenny sebagai ibuku.” Shena beralasan agar Leo tidak curiga karena Shena sedang membuat suatu rencana.


Leo menatap Shena dalam-dalam. Sedangkan Shena balas menatap Leo penuh harap. “Memangnya kalian mau pergi kemana?”


“Ke banyak tempat, ada banyak hal yang harus aku beli untuk keperluanku selama berada di sini yang tidak mungkin aku memintamu untuk membelikannya. Karena itu, aku minta bibi Jenny menemaniku. Tapi, boleh aku pinjam uangmu? Aku akan mengembalikannya saat aku bekerja nanti. Aku janji! Bagaimana? Apa kamu mengizinkanku? Boleh, ya?” Shena mengedip-ngedipkan matanya untuk merayu Leo.


Leo hanya tersenyum melihat wajah Shena yang begitu imut berusaha merayunya.


“Oke, pergilah, tapi jangan lama-lama. Karena besok kamu ada ujian.” Akhirnya jurus merayu Shena mempan juga. Leo langsung takhluk dengan gaya imut Shena. Leo mengambil dompetnya dan mengeluarkan kartu hitamnya. “Gunakan itu semaumu.” Leo memberikan kartunya pada Shena.


“Terima kasih Leo, aku pergi sekarang, sampai jumpa lagi,” gadis itu berjalan menuju kamarnya dan bersiap-siap untuk ke luar. Shena terlihat sangat senang sekali sampai membuat Leo terheran-heran.


“Hati-hati, kalau jalan, lukamu masih belum sembuh!” teriak Leo yang sedikit khawatir dengan tingkah Shena yang kelewat senang. “Dia bahkan tidak memberikan kecupan untukku,” gerutu Leo.


Entah apa yang akan dilakukan gadis itu sampai ia sesenang itu. pikir Leo.


Shena tidak menggubris teriakan Leo. Gadis itu terlalu senang dengan apa yang akan ia lakukan, mungkin Leo tidak akan suka karena dia sedikit berbohong pada Leo, tapi semua yang Shena lakukan juga demi kebaikan Leo agar tunangannya itu tidak menimbulkan masalah lagi kedepannya.

__ADS_1


Leo sendiri sedang menelepon seseorang, “Hallo, ini aku. Awasi dia dan jangan tinggalkan dia sedetikpun, ikuti saja kemanapun dia pergi, dan jika terjadi sesuatu, hubungi aku secepatnya.” Leo mematikan ponselnya dan pergi menuju ruangannya sambil tersenyum senang.


****


__ADS_2