
Sementara di tempat lain, Laura mencemaskan keadaan Shena yang sudah beberapa hari tidak ada kabar sebelum liburan semester mereka di mulai. Laura mengikuti ujian susulan karena beberapa waktu lalu, ia sempat tidak ikut ujian di hari pertama saat ia habis dikeroyok oleh beberapa preman yang waktu itu berkelahi dengan Leo dan Roy.
Peristiwa itu masih melekat jelas diingatan Laura yang hampir saja merenggut nyawa sahabatnya. Sampai saat ini, Laura merasa bersalah atas apa yang menimpa Shena. Tapi, ia juga tidak bisa menemui Shena tanpa izin langsung dari Leo. Apalagi sekarang, hubungannya dengan Roy juga sudah berakhir. Tidak ada akses jalan lagi bagi Laura agar bisa leluasa bertemu dengan Shena.
“Kenapa malah sekarang aku sulit banget ketemu sama Shena, ya? Apa dia baik-baik saja, sekarang?” gumam Laura sebelum ia meninggalkan kelasnya.
Laura langsung melarikan diri begitu melihat Roy berdiri di lorong ruang kelasnya saat gadis itu keluar setelah selesai mengikuti ujian susulan terakhirnya. Namun, Roy mengetahui aksi Laura pergi menghindarinya dan langsung mengejar Laura yang sedang berlari ke arah berlawanan dari teman-temannya berjalan.
“Ra! Tunggu!” teriak Roy sambil berlari mengejar Laura yang semakin menjauh darinya.
Sekencang apapun Laura berlari, ternyata Roy bisa dengan cepat menyusulnya. Maklumlah, Roy juga sebelas dua belas dengan Leo yang memiliki kekuatan fisik diatas rata-rata. Mengejar Laura sama saja dengan mengejar kura-kura.
“Ra!” panggil Roy setelah berhasil menyusul Laura. Cowok itu langsung berdiri di depan Laura sambil mencengkeram tangan gadis yang sudah menjadi mantan pacarnya. “Kenapa kamu terus-terusan menghindariku, bukannya kita baik-baik saja kemarin?” tanya Roy sambil menatap wajah mantannya.
Sayangnya Laura hanya membuang muka dan tidak mau melihat Roy lagi. “Lepasin tanganku atau aku akan teriak,” ancam Laura.
“Teriak aja, toh semua orang yang ada di kampus ini juga tahu kalau kamu itu pacarku, mereka pasti akan mengira bahwa kamu cuma lagi bercanda sama aku.” Roy membalas ancaman Laura.
“Lebih tepatnya adalah ‘man-tan’. Aku dan kamu udah end, berakhir, selesai, finish! Diantara kita tidak ada hubungan apa-apa lagi sekarang. Jadi, jangan datang menemuiku lagi.” Laura menepis paksa tangan Roy hingga terlepas dari cengkeramannya. Gadis itu berlalu meninggalkan cowok yang dulu sempat singgah di hatinya.
Roy masih belum menyerah, cowok itu terus mengekor di belakang Laura. Kemanapun Laura pergi, Roy mengikutinya dari belakang. Bahkan saat Laura memasuki area Bassar yang ada di dekat kampusnya, Roy juga tetap mengikutinya. Sampai akhirnya Laura jenuh dengan sikap Roy yang terus saja membuntutinya kemanapun dia pergi. Masalahnya, tiap kali ada cowok yang mau mendekati Laura, langsung dikasih kode bogem mentah sama Roy dari kejauhan sehingga laki-laki yang hendak berkenalan dengan Laura tidak jadi mendekat dan menjauh ketakutan. Awalnya Laura sangat bingung dengan sikap laki-laki yang tadinya ingin mengajaknya berkenalan, tapi tiba-tiba saja laki-laki itu berlari menjauhinya. Ternyata, semua itu karena ulah Roy yang mengancam laki-laki itu.
“Sebenarnya maksud kamu apa, sih? Kenapa masih ikut campur urusan aku?” tanya Laura pada Roy karena kesal terus-terusan saja dibuntuti. “Jangan ikuti aku lagi jika tidak ingin aku teriakin maling. Ini bukan kampus, jadi tidak ada seorangpun yang tahu seperti apa hubungan kita!” ancam Laura sambil berlalu meninggalkan Roy.
“Ra! Tunggu! Ada yang ingin aku tanyakan,” teriak Roy yang berusaha menghentikan langkah Laura.
__ADS_1
“Kalau kamu pengen ngajakin balikan, jawabannya masih tetap sama, eng-gak!” tegas Laura dan pergi lagi meninggalkan Roy, tapi tangan gadis itu ditarik oleh Roy hingga Laura jatuh ke dalam pelukan cowok itu. Mereka berdua berpelukan di tengah keramaian pasar.
Laura berusaha melepaskan diri dari pelukan Roy, tapi ia tidak bisa melawan kekuatan otot mantannya yang memeluknya dengan sangat erat. “Lepasin, nggak!” bentak Laura.
“Nggak!” tegas Roy.
“Aku teriak, nih!” ancam Laura.
“Teriak aja!” Roy malah menerima tantangan Laura tanpa takut sedikitpun.
Laura baru akan membuka mulutnya untuk berteriak tapi tiba-tiba saja Roy mencium bibir Laura sehingga gadis itu tidak bisa mengeluarkan suaranya.
Semua orang langsung kaget melihat adegan romantis terpampang gratis di depan mata mereka yang berlalu lalang melewati Roy dan Laura yang sedang asyik berciuman. Seketika ciuman Roy menyihir Laura sehingga gadis itu berubah menjadi jinak-jinak merpati.
Gila ini orang, kenapa dia jadi mirip banget sama si kampreet Leo itu, sih? Tanya Laura dalam hati.
***
hari ini penulis upload visual para tokoh ya .. sesuai dengan janji ..
Shena Maililiani
__ADS_1
Leopard Bay Pyordova
Xiaonai dan Weiwei 😎😎😎
Roy
Laura
hehehe...
gimana menurut kalian??
nantikan kisah seru selanjutnya ya ..
jangan lupa like, rate bintang 5, vote dan juga komentarnya supaya penulis semangat buat up lagi ...
terimakasih 🙏🙏 love you all 😘😘😘
salam manis dari penulis ♥️♥️♥️
__ADS_1