
Leo mengajak Shena menaiki jet pribadinya menuju Zurich Airport (ZRH) Switzerland, dimana Refald dan Fey sekarang tinggal. Selama kurang lebih dua jam perjalanan, Shena tak henti-hentinya berteriak histeris karena terlalu senang membayangkan bahwa dia bisa memakan mi ayam dan bertemu dengan idolanya.
Senyum mengembang juga menghiasi wajah Leo tatkala melihat istrinya terlihat bahagia dan sudah mulai melupakan kejadian di London. Begitu pesawatnya mendarat, Shena hendak berlari turun tapi tangannya keburu dicekal oleh Leo.
“Tunggu, Sayang. jangan terlalu lebay begitu. Kita jalan sama-sama dan kamu tidak boleh lari.”
“Kenapa? Aku sedang senang sekarang.” Shena tidak terima kalau dilarang lari. Padahal ia juga ingin meloncat-loncat saking bahagianya.
“Nanti aku jelaskan kenapa kamu tidak boleh berlari mulai sekarang. Jangan banyak protes dan turuti saja apa yang aku bilang, jika tidak, aku akan menyuruh pilot itu untuk kembali membawa kita ke London.”
Wajah Shena langsung cemberut tapi ia memutuskan untuk menuruti saja apa yang diinginkan Leo.
Refald sudah berdiri di samping mobil Bugatti nya yang harganya benar-benar fantastis. Keluarga Leo benar-benar luar biasa kaya raya dan sangat menyukai mobil-mobil mewah dengan harga selangit.
Sebelumnya, Leo sudah memberitahu Refald kalau ia dan Shena akan datang menemuinya. Oleh sebab itu, Refald bersedia menjemput dan menyambut kedatangan keduanya dengan senang hati.
“Kalian lebih cepat dari yang kuduga,” ucap Refald saat melihat Leo dan Shena mendekat ke arahnya. “Selamat datang di Swiss, aku harap kau betah di sini Shena,” sapa Refald yang disusul anggukan bahagia dari Shena.
“Terimakasih kak Refald, senang bisa bertemu dengan kakak lagi, by the way dimana kak, Fey?” Shena mengamati sekitar mencari-cari sosok wanita cantik yang paling ingin dia lihat.
“Dia tidak ada di sini, Fey ada di rumah, sedang istirahat. Kau tidak keberatan jika aku saja yang menyambut kalian?”
“Tentu saja tidak, kak Fey butuh banyak istirahat karena dia sedang hamil. Terimakasih sudah mau repot-repot datang menjemput dan menyambut kami.”
“Ehem,” Leo berdeham karena ia merasa sejak tadi jadi obat nyamuk.
“Apa ada kodok yang tak sengaja tertelan olehmu?” tanya Refald pada Leo.
“Bisa kita langsung masuk saja? kenapa aku merasa kalian seperti sepasang kekasih yang sudah lama tak bertemu?” sebuah jitakan keras mendarat mulus di kepala Leo dan tentu saja Refaldlah yang melakukannya. “Kenapa kau suka sekali menjitakku?” teriak Leo dengan kesal.
“Karena mulutmu itu perlu dijahit! Kau cemburu karena aku bersikap baik pada istrimu? Dasar tidak waras!” gerutu Refald.
“Siapa yang cemburu ....” Leo tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Shena keburu memasukkan sebuah camilan ke dalam mulut suaminya agar Leo tidak bisa bicara lagi.
“Udara sangat dingin di sini, sampai kapan kamu mengajakku berdiri di sini. Apa kamu ingin aku sakit,” tanya Shena sebelum Leo protes dengan aksinya menyumpal mulut Leo dengan camilan yang kebetulan sedang ia bawa.
“Dasar bucin!” gumam Refald, ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan mulai menyalakan mesin setelah memastikan Leo dan Shena juga masuk ke dalam kabin mobil super duper mewah milik Refald.
“Apa kalian semua memang suka sekali mengoleksi mobil-mobil mewah?” tanya Shena yang duduk disamping Leo.
“Tentu saja, untuk apa punya uang banyak kalau tidak digunakan. Kami semua suka balapan, jadi tentu saja kami mengoleksi banyak mobil mewah. Kenapa kamu bertanya begitu, Sayang. Harusnya kamu sudah tahu seperti apa keluarga suamimu.”
“Aku sedang dalam tahap mempelajari keluargamu. Kita baru saja menikah, bagaimana bisa aku langsung tahu semuanya.” Shena langsung beralih mengamati jalanan disekelilingnya. Sayang sekali ini memasuki waktu malam, coba kalau siang, pasti pemandangan di Swiss sangat indah dilihat.
Tepat pukul 03.00 waktu Swiss. ketiganya sampai di kediaman Refald di Iseltwald. Salah satu desa yang cantik dan wajib dikunjungi oleh setiap wisatawan yang datang ke Swiss, lokasinya berada di sisi selatan Danau Brienze, wilayah Benese Oberland Swiss. Desanya rapi, bersih dan ramah akan wisatawan. Penduduk disini juga biasanya menawarkan kepada wisatawan asing tentang kegiatan beternak dan cara memproduksi keju.
Pemandangannya pun juga tak kalah menakjubkan. Tempat yang pernah digunakan sebagai salah satu lokasi syuting film drama Crash Landing on You ini, juga merupakan tempat tinggal Refald dan Fey saat ini.
Rumahnya tepat menghadap langsung danau Brienze. Bisa dibayangkan betapa senangnya jika setiap hari bisa memandangi panorama menakjubkan dari destinasi salah satu tempat wisata paling indah di dunia dan sangat cocok digunakan bagi pasangan yang baru saja menikah seperti Leo dan Shena.
Refald memarkir mobilnya tepat di depan rumahnya yang mana, di sisi sebelahnya terdapat danau Brienze. Saat keluar dari mobil, Shena tak henti-hentinya mengagumi tempat tinggal kakak iparnya yang menghadap langsung danau eksotis ini. Walaupun saat ini kondisinya sangat gelap, Shena bisa membayangkan betapa indahnya danau itu.
__ADS_1
“Apa yang kau lihat Sayang, ayo kita masuk ke dalam,” ajak Leo untuk segera menyusul Refald yang sudah terlebih dulu masuk ke dalam rumahnya.
“Apa aku sedang bermimpi, Leo? Tempat ini indah sekali, tahu! Sugoiiii!” Shena sampai berkaca-kaca tidak percaya bahwa ia bisa datang juga ke tempat di mana Hyun Bin dan Son Ye jin syuting film drama hits mereka.
“Ini nyata Sayang. Leo mencubit mesra pipi istrinya yang masih saja memandangi danau didepannya. “Kamu suka tempat ini?” tanya Leo sambil memeluk istrinya dari belakang.
“Tentu saja aku sangat menyukainya, aku bermimpi ingin datang kemari juga sejak Hyun Bin juga datang kemari.” Shena asal bicara.
“Hyun Bin?” Leo langsung melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Shena supaya menghadapnya. “Siapa dia? Mantanmu?” tanya Leo mulai marah karena terbakar api cemburu.
“Kamu tidak tahu Hyun Bin?” tanya Shena tidak percaya.
“Jelaskan padaku siapa dia?” Leo benar-benar terlihat marah. Wajahnya sangat serius sekali.
“Oey! Kalian berdua? Apa yang kalian lakukan di sana? Cepatlah masuk?” teriak Refald dari atas rumahnya.
“Baik, Kak!” jawab Shena meninggalkan suaminya yang masih saja terbakar api cemburu buta pada artis papan atas Korea yang jelas-jelas tidak akan pernah mungkin jadi pacar Shena, apalagi mantan.
Shena pun masuk ke dalam bangunan berukuran besar dengan interior ala Swiss yang indah nan elegan. Siapapun yang masuk ke dalam rumah Refald pasti langsung merasa nyaman karena suasananya yang adem ayem dan tenteram.
Dari dalam, Fey sudah berdiri menyambut kedatangan Shena dan langsung menyambut gadis itu dengan pelukan hangat. Perut kakak ipar Shena juga terlihat mulai membuncit, tetapi wajahnya tetap bersinar.
“Kakak, semakin cantik saja, boleh aku mengelus calon keponakanku ini?” tanya Shena sambil tersenyum sumringah.
“Tentu saja,” Fey pun balas tersenyum.
Shena menempelkan telinganya di perut kakak iparnya dan mulutnya langsung mengaga tatkala ada sebuah pergerakan kecil disana. “Dia bergerak!” teriak Shena menghebohkan seisi rumah. “Sepertinya dia senang mendengarku datang. Kakak, kau hebat sekali! Apa dia jagoan?”
Shena hanya tersenyum senang melihat keromantisan dan keharmonisan keluarga kecil para idolanya ini.
“Kenapa dengan wajah suamimu itu?” tanya Refald yang melihat Leo hanya berdiri saja di belakang Shena.
Shena menoleh ke arah suaminya dan menatapnya sejenak. “Dia cemburu padaku,” ucap Shena sambil berbalik badan lagi menghadap Refald dan Fey yang berdiri didepannya.
“Dimana kamarku?” tanya Leo langsung tanpa basa basi.
“Ada di lantai dua,” jawab Refald yang heran dengan wajah manyun saudara sepupunya itu.
“Ajak Shena istirahat juga di sana!” pinta Fey pada Leo.
“Sediakan sendiri kamar untuknya. Biarkan dia tidur dengan Hyun Binnya!” jawab Leo dengan juteknya.
“Hyun Bin?” tanya Fey mengerutkan dahinya karena terkejut.
“Kenapa? Kau juga mengenalnya?” tanya Leo penuh selidik.
“Siapa yang tidak kenal dia? Semua wanita yang ada di dunia ini pasti mengenal dia lah, apa dia sedang ada di sini? Di mana dia? Apa Hyun Bin syuting film CLOY season 2?” tanya Fey yang penasaran dan hendak berjalan keluar rumahnya, tapi di tahan oleh suaminya. Sepertinya ada sedikit miscommunication di tempat ini.
“Tunggu! Kenapa dia syuting film?” tanya Leo sok polos.
“Apa maksudmu? Dia aktor Korea paling top, tentu saja dia syuting film? Masa mau bertani?”jawab Fey heran dengan pertanyaan Leo.
__ADS_1
Leo menatap Shena yang juga menatapnya. Gadis itu hanya tersenyum melihat wajah bodoh suaminya.
“Kenapa kamu tidak bilang kalau dia seorang aktor?” tanya Leo pada Shena.
“Aku kira kamu sudah tahu kalau dia itu aktor papan atas Korea!” jawab Shena seenaknya.
Leo menggigit bibirnya karena terlalu gemas pada Shena. Untuk kesekian kalinya, Leo merasa jadi orang terbodoh sedunia. Buat apa dia cembru pada aktor yang tidak akan pernah mungkin ditemui oleh Shena. Jangankan jadi pacar, kenal aja nggak!
“Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan padamu!” geram Leo dan perlahan tapi pasti mulai mendekati Shena.
“Seperti yang kamu bilang, datangkan Hyun Bin ke sini supaya aku bisa tidur dengannya dan kamu tidur di kamar yang lainnya!” Shena sengaja menggoda Leo lagi.
Tanpa peringatan apapun Leo langsung menggendong tubuh Shena dan membawanya naik ke lantai dua tanpa peduli pada sang pemilik rumah yang hanya bisa melongo menatap aksi konyol keduanya. “Kalian berdua tutup telinga dan mata kalian! Kami akan melakukan ritual panjang malam ini!” ucap Leo sebelum ia menghilang dari tikungan tangga.
“Mereka benar-benar nggak ada akhlak!” gumam Refald sambil mengelus-ngelus perut istrinya.
Sedangkan Fey hanya bisa menahan tawa saja dan membatin supaya anaknya kelak tidak gila seperti saudara iparnya itu. “Mereka pasangan fenomenal dan paling langka yang pernah aku temui setelah aku dan kau!” gumam Fey yang langsung disambut ciuman lagi dari suaminya.
****
Iseltwald
.
.
.
Maaf, otakku lagi kongslet malam ini, harusnya part ini sudah masuk serius antara Refald dan Leo. Tapi entah kenapa kok aku malah nulis Leo yang lagi-lagi menunjukkan sifat nggak ada akhlaknya dia. Harap dimaklumi ya ... hehe..
Nanti kalau ada waktu, aku lanjut lagi bab selanjutnya, mudah-mudahan nggak kongslet lagi.
Terimakasih buat kalian semua yang tetap mau mendukungku untuk terus berkarya. Love you all.
Dukung like, vote dan komentarnya dong ... biar lebih semangat lagi gitu ... hehehe...
Refald
Fey
Shena
__ADS_1
Leo