
“Sekarang bagaimana?” tanya Refald pada pamannya, ayah Leo sendiri.
“Ikat dia dikamarnya agar setelah ia sadar, cecunguk ini bisa tidak melarikan diri. Aku akan menungguinya sampai ia kembali sadar.” Byon pergi lebih dulu meninggalkan ruang tamu itu sambil tersenyum puas karena anaknya yang pembangkang, sudah berhasil ditaklukkan.
Refald menatap tubuh Leo yang terkapar lalu mengangkatnya dan membawanya menuju kamar Leo sesuai dengan apa yang diperintahkan Pamannya.
Setelah 2 jam Leo pingsan, akhirnya ia mulai sadar. Namun, ia sangat terkejut karena seluruh tubuhnya diikat di tempat tidur bukan hanay dengan menggunakan tali, tetapi juga rantai besi. Leo berusaha sekuat tenaga melepas ikatan itu, tapi sayang usahanya gagal karena ikatannya terlalu kuat. Tidak mudah melepaskan diri dari seluruh ikatan itu kecuali jika Leo berubah menjadi manusia super seperti Refald.
“Huh, sial! Mereka pikir aku beruang apa? Sampai harus mengikatku dengan rantai,” umpat Leo.
“Kau sudah sadar!” ucap seseorang yang tidak lain adalah ayah Leo sendiri.
Mendengar suara ayahnya, Leo jadi kembali emosi lagi.
“Apa yang Ayah lakukan, ha? Kenapa Ayah mengikatku seperti ini? Di mana Shena? Aku ingin menemuinya!” teriak Leo dengan kencang.
Ayah Leo bersandar di sebuah kursi besar tepat didepan Leo dengan santai seolah tidak pernah terjadi apa-apa. “Aku akan mempertemukan kalian berdua setelah kau menikah dengan gadis pilihan ayah,” terang Byon sambil menatap tajam mata Leo.
“Apa? A-apa yang Ayah katakan barusan? Menikah?” tanya Leo tak percaya mendengar kata-kata Ayahnya. “Aku tidak akan pernah menikah dengan siapapun kecuali gadis itu adalah Shena,” tegas Leo pada ayahnya.
__ADS_1
“Jadi, kau tidak mau? Kau yakin?” ayah Leo sengaja memainkan perasaan putranya.
“Tidak!” teriak Leo.
Ayah Leo manggut-manggut lalu menelepon seseorang, “Halo, bunuh dia sekarang juga!” ucapnya.
“Ayahhh!” teriak Leo menggelegar. “Jika kau sampai membunuhnya maka aku juga akan mati di di depanmu!” ancam Leo dengan bahasa yang kasar karena ia sudah tidak lagi bisa menahan emosinya sekalipun itu adalah ayahnya sendiri.
“Yang aku bunuh bukan pacarmu!” Byon masih bersikap dengan tenang dan tidak menghiraukan amarah putranya. “Tapi ... ibumu!” tandas Byon.
Deg ...
Leo langsung terbujur kaku, ia tak percaya ayahnya bakal bertindak sejauh ini hanya untuk memisahkannya dengan Shena. Pantas saja Leo tidak melihat ibunya daritadi. Ternyata, ini lah yang terjadi. Sekarang, ibu dan Shena sedang disandera oleh ayahnya sendiri.
“Apa yang aku lakukan ini adalah caraku melindungi keluargaku sendiri! Kau hanya bocah ingusan yang tidak tahu apa-apa. Jadi, turuti saja apa yang aku perintahkan. Menikahlah dengan gadis pilihan ayah, baru aku akan melepaskan ibumu.” Byon menatap Leo untuk menandakan bahwa ia sangat serius dengan ucapannya.
“Ayah! Kau memang bukan manusia! Kau kejam!” bentak Leo dengan emosi yang sudah memuncak sampai ubun-ubun kepala.
“Terimakasih atas pujianmu, tapi aku memang sudah dari dulu seperti ini, karena itulah musuh-musuhku sangat takut padaku. Kau tidak punya pilihan lain, pernikahan sebentar lagi akan dimulai, bersiaplah. Oh iya, satu lagi ... meski aku melepaskan ibumu, tapi ia tetap tidak akan bisa bertemu denganmu sampai kau memberikan cucu untukku. Aku akan melepaskan ibumu dan juga Shena jika gadis yang kau nikahi itu dinyatakan positif hamil. Siapkan dirimu dari sekarang. Jika tidak, maka ibumu akan mati di detik ini juga. Dan Shena, akan aku buat dia cacat seumur hidupnya!” ancaman Byon terdengar sangat mengerikan.
__ADS_1
“Ayah!” teriak Leo menggelegar. “Kau bukan ayahku! Kau adalah binatang yang tidak punya perasaan! Bagaimana bisa kau melakukan ini pada putramu sendiri! Aku sangat membencimu! Aku tidak akan pernah memaafkanmu jika sampai mereka kenapa-napa! Kau dengar itu!” teriak Leo menggebu-gebu sambil meronta-ronta gar ia bisa segera lepas dari ikatannya. Cowok itu menangis saking emosinya.
Leo tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Ayahnya hanya berdiri memunggunginya tanpa mau berkata apa-apa lagi. Pria paruh baya itu keluar kamar dan di ganti oleh Refald untuk mengawasi Leo agar tidak bertindak gegabah.
“Selamat atas pernikahanmu,” ucap Refald tanpa ekspresi. Bahkan nada ucapannya lebih terdengar seperti orang yang sedang mengucapkan bela sungkawa.
“Aku tidak mau bicara denganmu! Kau juga bukan sepupuku. Pergi kau dari sini! Aku tidak ingin melihatmu.” Leo memalingkan wajahnya dan tidak ingin melihat Refald. Cowok itu masih marah pada sepupunya karena lebih memihak ayahnya daripada dirinya.
“Terserah!” Refald berbalik dan membuka pintu kamar, ia mempersilakan penata rias pilihan untuk merias Leo yang sebentar lagi akan menikah dengan wanita yang sudah dipilih ayah Leo untuknya.
Selama dirias, Leo berusaha keras mencari jalan keluar agar dia bisa kabur dari sini dan mencari-cari keberadaan Shena dan Ibunya. Namun, Leo tak juga menemukan cara apapun untuk kabur dari sini. Padahal, riasannya sudah selesai.
Refald melepas ikatan Leo begitu ia selesai di rias untuk berganti pakaian pengantin yang sudah disiapkan juga.
“Ayo!” ajak Refald setelah Leo sudah dirasa siap.
“Aku sudah melihat calon istrimu, dia sangat cantik, bahkan lebih cantik dari Shenamu.” Refald berusaha menghibur Leo yang sudah terlihat seperti mayat hidup.
Leo hanya diam terpaku dan enggan berbicara dengan Refald sejak kejadian tadi. Ekspresi Leo benar-benar menyedihkan, wajahnya menyiratkan seolah hidup enggan matipun tak mau.
__ADS_1
****
Bonus 2 episode lagi ..