
Salah satu sekumpulan orang itu dalah pemimpin para preman yang sedang menodongkan senjata pada setiap orang yang ada di sini. Pria paruh baya dan berkaca mata hitam itu menghisap rokoknya menikmati pemandangan unik yang membuatnya senang karena merasa ia sudah mengalahkan seluruh keluarga Leo dengan kehadirannya dan seluruh anak buahnya.
“Wauuw, ada pesta rupanya,” ucap pria paruh baya itu sambil terus menghisap rokonya. “Kenapa aku tidak diundang? Coba kalau diundang, aku pasti akan ikut memeriahkan acara pesta ini.” pria itu terlihat sombong di depan seluruh keluarga Leo.
“Oh, rupanya anda Mr. Beni. Selamat datang di pesta dan reuni keluarga besar Pyordova. Maaf jika namamu tidak ada dalam daftar undangan acara kami ini. Mungkin saja, dikarenakan anda tidak selevel dengan kami sehingga tidak terdaftar di list undangan.” Refald masih bersikap welcome pada tamu yang memaksa di undang ini dengan kata-kata sopan tapi tajam menusuk.
Raut muka orang yang bernama Beni itu langsung beringsut merah karena marah, ia membuang putung rokoknya dan menginjak-nginjak putung rokok itu sambil membayangkan bahwa Refaldlah yang sedang ia injak-injak.
“Kau pasti keponakan tertua Mr. Byon Pyordova. Di mana dia? Kenapa tidak ada di ruang ini? apa dia ketakutan begitu melihatku datang?” Beni mulai balas menyerang Refald dengan kata-katanya yang tak kalah pedas.
Tidak seperti Beni yang kesal mendengar ucapannya, Refald malah tersenyum mendengar kata-kata sok PeDe dari orang yang sebentar lagi akan lenyap dari muka bumi ini, dengan cara yang tidak akan pernah ia bayangkan.
“Untuk menghadapimu, Paman tidak perlu ikut turun tangan dengan bermain-main di sini. Cukup aku dan yang lainnya saja yang akan bermain-main denganmu, tentu saja ... mempelai pengantin tidak boleh ikut andil dalam keseruan ini.” Refald semakin menantang musuh besar pamannya.
“Kenapa tanganku gatal sekali, tidak bisakah kau menyisakan satu saja untukku?” tanya Leo sambil memukul-mukul tangannya sendiri.
“Tidak! Kau dan yang lainnya diam dan lihat saja!” tandas Refald.
Wajah Beni terlihat mulai geram pada Refald dan seluruh keluarganya. Ia memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menggorok leher salah satu tamu undangan Leo untuk membuktikan bahwa ia bisa berbuat apa saja, termasuk membunuh orang.
“Gorok salah satu tamu undangan itu, cepat!” teriak Beni.
“Jangan buru-buru, Mr ... kita rileks dan santai saja!” ucap Refald sambil tersenyum tapi matanya menatap tajam pada pria bernama Beni itu.
Beni mengurungkan perintahnya pada anak buahnya agar tidak menggorok leher tamu undangan Leo terlebih dulu dan menuruti ajakan Refald untuk santai.
Alih-alih takut, semua tamu undangan hanya diam dan menyaksikan permainan yang dimainkan Refald. Padahal, bisa saja mereka bakal mati di detik ini juga jika Beni benar-benar memerintahkan semua anak buahnya untuk menggorok leher mereka.
“Siapa dia?” tanya Leo yang merasa tidak pernah bertemu dengan orang yang bernama Beni itu.
“Benarkah kau tidak tahu?” Refald balik bertanya pada Leo, ia heran karena Leo bisa tidak mengenali orang yang merupakan salah satu golongan pengusaha sadis ini.
__ADS_1
“Aku tidak tahu, ini pertama kalinya aku melihat orang aneh itu.”
“Kau pernah menjalin hubungan dengan putrinya, tapi kalian berpisah karena putrinya lebih memilih pergi ke Amerika,” terang Refald pada Leo yang semakin lama terlihat semakin bodoh saja. “Aku tidak percaya kau bisa jadi pikun secepat ini. Padahal, usiamu saja baru kepala 2.”
“Satu-satunya wanita yang ada dalam ingatanku dan memenuhi seluruh otakku hanyalah Shena, wajar kalau aku lupa dengan semua yang tidak ada hubungannya dengan Shena. Tunggu! Siapa wanita yang kau maksud itu?”
“Anasti!” spontan Shena yang malah menjawab. Semua mata tertuju pada Shena karena tidak menyangka kalau Shena mengetahui siapa wanita yang sedang mereka bicarakan.
“Kau tahu dia, Shena?” tanya Refald yang terkejut karena Shena mengenali siapa gadis yang ia maksud.
“Ehm.” Shena mengangguk. “Leo pernah menggampar wanita itu dua kali saat Anasti menamparku tanpa sebab,” jawab Shena sambil tersenyum bangga pada Leo.
Leo hanya menatap istrinya dengan mesra dan senyum mengembang di wajahnya. Langsung saja cowok itu mengecup kening Shena di depan banyak orang, apalagi ditengah-tengah situasi yang berbahaya bagi nyawa mereka semua. (Hadeuh sempat-sempatnya ya, ups maaf yang nulis ikut komentar)
“Wah, benarkah Leo bisa sekeren itu?” tanya Laura pada Roy.
“Aku juga baru tahu,” jawab Roy. “Playboy kampret itu bisa sadis juga sama cewek.”
“Bukan hanya itu, Mr. Beni sangat ingin putrinya bisa menikah dengan Leo agar ia bisa ikut sedikit menguasai harta kekayaan Paman, tapi Paman selalu menolaknya. Sepertinya orang gila ini semakin dendam dan tidak terima pada Paman karena beliau malah menikahkan Leo denganmu,” terang Refald.
Shena menganga tidak percaya, hanya karena ayah mertuanya menolak menjodohkan Leo dengan putrinya, pria paruh baya itu nekat melakukan hal bodoh sampai seperti ini.
Apa orang itu sudah tidak waras? Beraninya dia masuk ke dalam sarang singa? Apa dia tidak tahu? Datang kemari sama saja artinya dengan setor nyawa! Batin Shena.
“Xiaonai, kau sudah mengunci pintu gerbang seluruh rumah ini?” tanya Refald melalui headsetnya.
“Tidak akan ada seorangpun yang bisa keluar atau masuk lagi dari tempat ini. Paman sedang menuju kesitu. Jangan lakukan apapun sampai beliau datang,” ucap Xiaonai dari ruang ayah Leo sambil mengotak atik komputernya dengan serius. Sedangkan Wei wei duduk manis di depannya sambil menikmati teh yang dihidangkan untuknya.
“Ehm, aku mengerti.” Senyum licik Refald mulai keluar.
“Kalian sudah selesai berdiskusi sebelum mati, ha? Cepat suruh keluar si Pyordova itu? atau kalau tidak? Kalian semua akan mati saat ini juga,” teriak orang yang bernama Beni itu.
__ADS_1
“Bagaimana kalau Paman tidak mau menemui lalat sepertimu?” Refald semakin memperkeruh suasana.
“Leo, bagaimana ini? Kak Refald semakin memancing emosi orang itu?” bisik Shena sambil menggamit erat tangan Leo.
“Bukankah si Refald sudah bilang, diam dan nikmati saja pertunjukan yang dimainkan manusia super itu. Tidak akan terjadi apa-apa, percayalah padaku. Justru ini semakin seru, sangat seru sekali.” Leo malah tertawa sambil menepuk pelan punggung tangan Shena. “Kalau kamu takut, sini peluk aku, jangan lihat mereka. Tapi kamu bakal nyesel kalau nggak lihat adegan seru yang sebentar lagi dimainkan Kakakku itu.”
Shena semakin takut dengan nada suara Leo. Ia punya firasat yang tidak baik untuk segerombolan preman itu.
Apa yang akan dilakukan keluarga Leo pada para preman itu? kok aku malah kasihan sama mereka, ya? Sepertinya mereka telah salah memilih musuh. Batin Shena.
“Cepat gorok leher tamu undangan itu! Sekarang!” perintah Mr. Beni pada salah satu anak buahnya yang berdiri didepannya.
Salah satu preman yang mendapat perintah mulai melancarkan aksinya sesuai dengan yang diperintahkan bos nya. Ia mulai menggorok leher salah satu tamu undangan yang ada dalam genggaman preman itu, tetapi sayangnya tangannya tidak bisa ia gerakkan. Preman itu tidak bisa memainkan parangnya untuk memotong leher tamu undangan Leo. Tangannya tiba-tiba macet seolah ada yang mencengkeramnya dengan kuat sampai tidak bisa digerakkan.
“Kau kenapa? Cepat gorok dia! Tunggu apalagi?” teriak pria yang bernama Beni itu.
“Tidak tahu, Bos. Tangannku tiba-tiba saja tidak bisa digerakkan!” jawab preman itu sambil sekuat tenaga berusaha melepaskan sesuatu yang tak terlihat agar tangannya terlepas dan bisa kembali digerakkan. Sayangnya, preman itu tetap tidak bisa menggerakkan tangannya.
“Ada apa ini?” tanya preman itu dengan panik, ia sudah mengerahkan semua kekuatannya, tapi tangannya tetap tidak bisa bergerak.
***
masih berlanjut ya ... episode selanjutnya lebih seru lagi.
terimakasih atas semua dukungannya, aku kira nggak ada yang suka dengan cerita gak jelasku ini. aku terhuraaa ...
karena banyak yang suka maka aku perpanjang episodenya tentang seputar kehidupan Shena dan Leo setelah menikah dan kisah cinta antara Roy dan Laura ..kisah cinta Arga dan pasangannya juga masih aku lanjutin di sini nanti .. tentu saja genrenya tetap romantis action.
untuk refald dan fey serta Yua dan Efan lanjut di putra raja season 2
semoga suka dengan cerita dunia haluku ya. ..
__ADS_1
love you all