Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 103 Menikah 3


__ADS_3

Kembali ke saat Shena di bawa paksa oleh pengawal Byon ke sebuah ruangan dimana ruangan itu digunakan sebagai kamar rias pengantin. Tentu saja Shena tidak tahu kalau ruangan itu khusus disediakan untuknya.


Shena terkejut karena di dalam ruangan itu sudah berdiri seorang wanita anggun yang memakai dress sutera warna putih tulang, sedang menatapnya dengan senyuman manisnya. Shena masih sesenggukan saat wanita anggun nan elegan itu mendekat ke arahnya.


Shena juga terkejut karena wanita anggun yang tidak Shena kenal tiba-tiba saja memeluknya dengan hangat. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah kata-kata yang keluar dari bibir indah wanita itu, tentu saja kata-kata itu langsung membuat Shena terbujur kaku.


“Bersiaplah untuk menikah, Sayang. Kalian berdua sudah banyak melewati berbagai macam rintangan. Sekarang, saatnyalah kalian berbahagia.” Wanita anggun dan cantik itu, menatap Shena sambil mengusap sisa bulir air mata yang membasahi pipi lembut Shena.


“Anda ....” Shena tidak tahu harus memanggil apa pada wanita cantik yang berdiri di depannya ini.


“Mulai sekarang, panggil aku ibu, karena kau adalah menantuku, istri dari Leopard Bay pyordova, sekaligus ibumu juga.” Wanita yang ternyata adalah ibu Leo, Biyanca Pyordova, hanya bisa tersenyum melihat wajah shock Shena.


Gadis itu sempat terhuyung ke belakang mendengar pernyataan mengejutkan dari ibu Leo itu.


Menikah? Apa maksudnya menikah? Aku dan Leo? Akan menikah? Itukah maksudnya? tanya Shena dalam hati. Sebisa mungkin, ia berusaha mencerna situasi yang membingungkan ini.


Biyanca mengajak duduk menantunya di sebuah kursi dan mulai menjelaskan semua kronologi sebenarnya. Sejak Leo menyatakan bahwa ia hanya mau menikahi Shena, keluarga Leo langsung bertindak cepat untuk menyelidiki seluk beluk keluarga Shena dan siapa Shena sebenarnya.


Semua data tentang Shena sudah di kupas tuntas oleh keluarga besar Leo. Bahkan Refald dan Xiao nai pun ikut berperan juga dalam menyaring semua informasi yang berkaitan dengan Shena.


Dan hasilnya, keluarga besar Leo menyetujui hubungan Leo dengan Shena secara diam-diam tanpa melihat dari mana asal Shena, status sosialnya dan seperti apa keluarganya. Sebab, meski keluarga Leo berasal dari keluarga bangsawan, soal cinta mereka tidak bisa memaksa, apalagi Leo sangat mencintai Shena melebihi apapun. Memisahkan mereka tidak akan ada gunanya dan hanya membuang-buang tenaga. Sebab itulah, Byon sengaja membiarkan Leo bertindak sesuka hatinya saat bersama dengan Shena bahkan sebelum Shena benar-benar jatuh cinta pada Leo.


Namun, sebelum Leo bertindak nekat, seluruh keluarga sepakat untuk menguji coba kisah cinta mereka untuk mengetahui sejauh mana mereka bisa bertahan dalam menghadapi ujian cinta mereka sebelum melangkah ke jenjang pelaminan. Ternyata, keduanya memang benar-benar saling mencintai, keduanya berhasil membuktikan bahwa cinta mereka begitu kuat dan tidak akan tergoyahkan oleh apapun.


Itulah kenapa, ayah Leo bersedia mengikuti sandiwara ini. Terlebih lagi, Byon sama sekali tidak membenci Shena karena dia tahu, gadis itulah yang dulu pernah menyelamatkan Leo dari mara bahaya sewaktu putranya hampir mati terseret arus sungai dulu.


Selain itu, ada fakta lain yang membuat Byon, tidak mungkin bisa menolak Shena sebagai menantunya. Tetapi, fakta itu masih ia sembunyikan dari Leo dan Shena sampai tiba saatnya ia menceritakan yang sebenarnya. Untuk sementara, Byon masih belum bisa memberitahu semuanya sampai sidang putusan tentang Kenzo dan Alex diumumkan.


Byon dan Refald langsung datang ke ruangan Shena tepat setelah Biyanca istrinya, menceritakan alasan semua dibalik sandiwara untuk mengerjai Leo si pembangkang.

__ADS_1


“Apa semuanya sudah siap?” tiba-tiba saja Byon datang dan muncul dari balik pintu. “Cecunguk giila itu masih pingsan. Sebaiknya cepatlah bersiap-siap karena begitu Leo sadar, kalian berdua akan langsung dinikahkan. Penghulunya juga sudah siap di luar. Tamu undangan sudah mulai berdatangan, oh iya, satu lagi. Aku adalah ayahmu mulai sekarang, jangan pernah merasa takut lagi padaku, oke!” Byon memeluk tubuh Shena yang seketika langsung menegang tak percaya pada apa yang dikatakan ayah mertuanya padanya.


Semua ini serasa mimpi, pasti ini hanya mimpi. Tidak mungkin ayah Leo memelukku seperti ini, kenapa aku merasa pelukannya begitu hangat dan menenangkan seperi pelukan ayahku waktu itu. Batin Shena sambil menangis di pelukan ayah mertuanya. Sedangkan ibu mertuanya, hanya membelai lembut rambut sang menantu sambil tersenyum simpul pada suaminya.


“Kau tidak boleh menangis di hari bahagaiamu.” Byon melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Shena. “Sekarang panggil aku ‘ayah’,” perintah Byon pada Shena.


Bukannya Shena tidak mau memanggil mertuanya dengan sebutan ‘ayah’, tapi ia masih belum bisa memahami situasi aneh seperti ini. Shena hanya bisa menangis tersedu-sedu karena untuk pertama kalinya semenjak ia kehilangan ayahnya, ia mendapat pelukan hangat yang begitu menenangkan dari figur seorang ayah.


Biyanca jadi trenyuh melihat Shena menangis seperti itu, ia merangkul pundak menantunya sambil berkata, “Ini terakhir kali kami melihatmu menangis, Shena. Setelah ini, kami tidak ingin kamu mengeluarkan setetes air matamu lagi. Jika sampai itu terjadi, maka aku tidak akan memaafkan diriku karena telah gagal membuatmu bahagia.” Kata-kata Biyanca lebih sukses membuat Shena semakin menangis menjadi-jadi. Bukan karena sedih, melainkan karena Shena, terlalu bahagia.


“Kalian tidak tahu betapa bahagianya aku saat ini, Ayah ... Ibu.” Shena berusaha mengontrol dirinya agar tidak menangis lagi saat menyebut kata ‘ayah’ dan ‘ibu’ Leo. “Bukan hanya karena aku akan menikah dengan orang yang sangat aku cintai, tetapi karena akhirnya aku merasa kedua orang tuaku sudah kembali.


Aku masih belum bisa percaya bahwa sekarang aku punya ayah dan juga ibu yang luar biasa seperti kalian. Aku tidak bisa memercayai ini. Dan jika ini mimpi, aku lebih memilih tetap berada di dunia mimpi ini agar bisa terus bersama dengan kalian, Ayah dan juga Ibu.” Shena mengusap air matanya yang terus saja mengalir keluar karena terlalu senang memanggil mertuanya dengan panggilan ‘ayah’ dan ‘ibu’.


Byon hanya tersenyum sambil mencubit pipi Shena dengan gemas.


“Auw,” erang Shena yang terkejut karena tiba-tiba saja ayah mertuanya mencubit pipi Shena.


“Kalian tidak membenciku?” tanya Shena dengan nada gemetar.


“Tidak ada alasan bagi kami untuk membenci seseorang yang sangat dicintai putra semata wayang kami,” terang Biyanca dari balik punggung Shena. Gadis itu langsung berbalik arah menghadap ibu mertuanya. “Kamu adalah hidupnya sekarang, orang tua macam apa yang tega memisahkan belahan jiwa putranya sendiri. Asalkan Leo bahagia bersamamu, kami juga ikut bahagia. Ayolah, tersenyumlah, kamu pantas bahagia di hari pernikahakanmu.” Giliran Biyanca yang memeluk hangat Shena.


Gadis itu lagi-lagi menangis saking gembiranya karena kedua orang tua Leo ternyata juga menyayanginya. Sebuah kasih sayang keluarga yang selama ini tidak pernah ia dapatkan sebelumnya. Hari ini, Shena benar-benar bahagia.


“Sudahlah, jangan menangis lagi. Cepat bersiap-siaplah karena cecunguk itu akan segera sadar. Kami akan pergi melihatnya dulu.” Byon menepuk pelan bahu Shena dan pergi keluar dari ruangan Shena untuk menemui Leo yang masih pingsan dikamarnya.


“Selamat untuk pernikahanmu, aku rasa kau sudah tahu siapa aku.” Ganti Refald yang maju di hadapan Shena dan mengulurkan tangannya pada Shena.


“Terima kasih, kak Refald. Ini kejutan untukku, aku tidak menyangka bakal bertemu denganmu seperti ini. Tapi, aku sangat senang karena Kakak sudah banyak membantu Leo. Oh iya? Di mana istri Kakak? Bolehkan aku bertemu dengannya juga?” Shena menerima uluran tangan Refald dengan senang.

__ADS_1


“Dia sedang istirahat setelah perjalanan jauh. Dia akan menemuimu segera setelah kau siap menikah dengan Leo sebentar lagi. Sepertinya si boodoh itu sudah cerita banyak padamu tentang aku dan Fey. Dasar boodoh!” geram Refald.


Shena hanya tertawa saat Refald mengatai Leo. “Kakak tenang saja, Leo mengatakan semua hal luar biasa tentang Kakak dan juga Kakak ipar. Dan aku, adalah penggemar berat kalian berdua.” Shena tersenyum menatap Refald.


“Oh iya? Aku terkejut karena kau mengidolakan kami. Aku rasa, Fey juga akan senang bertemu denganmu. Baiklah, Aku permisi dulu untuk membantu paman mengerjai bocah tengik itu.” Refald terkekeh melangkah keluar sambil membayangkan wajah si boodoh Leo jika ia tahu bahwa apa yang dilakukan ayahnya hanyalah sandiwara.


Shena sendiri tersenyum, sambil memikirkan seperti apa marahnya Leo jika sampai ia tahu bahwa seluruh keluarganya sedang menjahilinya.


***


.


.


.


episode selanjutnya adalah ijab Qabul Leo yang tertunda ... hanya saja ... aku bingung ... kira-kira mas kawin apa yang akan Byon berikan pada menantunya, ya?


aku berterimakasih sekali kalau ada yang bersedia membantu untuk memberikan inspirasi mas kawin Shena .. hehehe..


teruntuk Byon Pyodova:


maafkan aku yang telah membuatmu dihujat netizen, tapi mereka semua memang benar, aku saja juga gemas padamu ...hehehehe


salam manis dari penulis


terima kasih untuk semua yang masih mau bersedia melanjutkan membaca kisah acak kadulku yang memang penulisannya masih jauh dari kata sempurna. jika ada kata- kata yg memang jelibet njelemet tidak karuan dan bertele-tele mohon dimaklumi karena aku hanyalah penulis remahan rengginang yang baru belajar nulis tapi suka banget dengan dunia kepenulisan.


karena hanya dalam tulisan inilah aku menyalurkan dunia haluku dan berharap kalian semua bisa terhibur saat membacanya.

__ADS_1


jangan lupa untuk selalu dukung penulis dengan like, vote dan komentar disetiap episodenya ... terimakasih semuanya ... love you all.


__ADS_2