Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 130 Kalap


__ADS_3

Leo yang menyaksikan Roy tertembak langsung berubah kalap saking marahnya. Cowok itu menyahut senjata api milik pengawalnya lalu menembaki seluruh pasukan ninja dengan membabi buta tanpa takut ia bakal terkena tembakan juga. Kecepatan Leo dalam memainkan pelurunya jauh lebih unggul dibandingkan musuh-musuhnya sehingga ia dengan mudah mengalahkan sebagian besar para ninja itu.


Setan gengster yang merasuki tubuh Leo membuat para ninja itu terdesak mundur karena mereka ciut setelah melihat betapa gilanya Leo memainkan senjata apinya dan mengisi ulang cepat pelurunya tanpa mengalami kendala apapun lalu menghabisi sebagian besar kelompok pasukan ninja itu tanpa ampun.


Semua tembakan yang ditujukan Leo selalu tepat mengenai kepala mereka. Sedangkan Leo selalu berhasil menghindari tembakan musuh-musuhnya seolah tahu betul kemana pergerakan peluru yang menuju ke arahnya. Karena itulah Leo unggul dan terus maju tak gentar menembaki pasukan ninja yang tersisa. Bau anyir darah berceceran dimana-mana sehingga ruang rapat ini dalam sekejap berubah jadi medan perang yang menakutkan.


Kawanan kriminal yang menyaksikan betapa sadisnya Leo membantai para musuhnya tidak bisa bergerak saking shocknya. Bahkan ada diantara mereka yang sampai buang air kecil di celana karena terlalu gemetaran melihat pemandangan mengerikan yang tidak pernah ia lihat dalam diri gengster Leo sebelumnya.


Saat marah, Leo memang terlihat sangat menyeramkan. Tatapan matanya benar-benar membuat nyali siapapun yang melihatnya langsung gemetar tak berdaya. Cowok yang dijuluki gengster kelas kakap itu membantai musuhnya tanpa ampun dan tanpa pandang bulu.


“Mundur!” teriak salah satu pemimpin pasukan ninja itu karena sudah merasa terdesak oleh amukan Leo. Namun, bukan Leo namanya jika ia membiarkan siapapun yang sudah menyakiti sahabatnya itu bisa lari begitu saja darinya. Siapa suruh membangunkan singa yang sedang tidur. Kini para pasukan ninja itu harus merasakan pembalasan setimpal dari amarah Leo. Cowok itu tidak akan berhenti beraksi sebelum semua pasukan ninja itu ia kalahkan.


Dor! Dor! Dor! Dor!


Semua pasukan berbaju hitam itu langsung tewas seketika oleh senjata api di tangan Leo. Tidak akan ada yang bisa berkutik jika Leo sudah kalap. Ruangan yang sudah berubah tempat jadi lautan darah ini, membuat semua orang menganga tak percaya bahwa putra tunggal dari Byon Pyordova bisa menjadi begitu sadis dan kejam saat menghadapi semua musuh-musuhnya melebihi ayah kandungnya sendiri.


Kini, mereka semua tahu bahwa Leo memang tidak bisa dianggap enteng lagi. Dia bukan hanya sekedar anak ingusan biasa, melainkan memang pewaris tunggal dari seorang mantan mafia, yaitu Byon Pyordova. Darah mafia, secara otomatis sudah mengalir dan menyatu dalam darah Leo. Kemampuannya dalam menembak juga tidak bisa diragukan lagi. Leo termasuk salah satu penembak jitu profesional yang pernah mereka temui selama ini.

__ADS_1


Senjata api yang baru saja digunakan Leo untuk menghabisi semua musuhnya, ia lemparkan kembali pada pengawalnya sambil berkata, “Bereskan mereka semua! Dan bawa para kriminal itu ke tempat yang seharusnya! Jangan biarkan mereka lolos dari sini. Kirim ke penjara bagian bawah tanah sampai badan inteligen luar negeri datang menjemput mereka!” perintah Leo pada seluruh pengawalnya.


“Siap, Bos!” jawab semua serentak dan menggiring para pemimpin petinggi rumah sakit tadi untuk keluar dari ruangan menyeramkan ini menuju hotel prodeo khusus yang sudah Leo siapkan untuk mereka semua.


Kini, cuma satu yang menjadi masalah, yaitu direktur utama rumah sakit ini. Ramdan yang Leo yakini, bukanlah nama sebenarnya telah berhasil melolosakn diri. Tapi itu tidak akan lama karena Leo bisa dengan mudah mendapatkan identitas aslinya. Cepat atau lambat pria bernama Ramdan itu pasti akan ditemukan oleh Leo dimanapun dia bersembunyi.


Saat ini, yang terpenting adalah kondisi Roy, sahabatnya yang sudah langsung di bawa masuk ke ruang ICU agar segera mendapat pertolongan. Roy harus dioperasi karena luka tembak yang ia alami.


Sambil menunggu Roy yang ada di ruang operasi, Leo menelepon Xiao Nai untuk mencegah orang yang bernama Ramdan agar tidak bisa melarikan diri darinya lebih jauh lagi.


“Halo, Xiao Nai ... aku butuh bantuanmu!” ujar Leo lau menjelaskan apa yang sedang terjadi. “Eh, kabaru aku secepatnya.” Leo menutup sambungannya.


“Bagaimana ini bisa terjadi? Kamu tidak apa-apa, Sayang? Lihat dirimu!” Shena sangat khawatir karena pakaian Leo dipenuhi banyak sekali bercak darah.


“Aku tidak apa-apa. Ini bukan darahku, jangan khawatir.” Leo mengecup kening Shena agar istrinya itu kembali tenang.


“Aku sudah dengar semua dari pengawalmu. Kau melawan mereka semua tanpa menunggu bantuan. Bukankah tadi kamu bilang SWAT akan datang? Kemana mereka? Kenapa kamu membahayakan dirimu sendiri seperti ini? Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu? Apa yang harus aku lakukan?” Shena mulai menangis dipelukan Leo.

__ADS_1


“Tidak akan ada apa-apa, Sayang. Kamu tahu sendiri, aku sangat kuat. Mungkin pengawalku tidak berani bilang padamu betapa gilanya aku saat menghabisi mereka. Aku tidak butuh SWAT untuk menyingkirkan kecoak seperti mereka. Lagipula, pemimpin sindikat itu berhasil meloloskan diri dariku. Aku yakin Paman sedang mencari keberadaanya sekarang. Aku senang karena rumah sakit ini sudah aman dari sarang kriminal, yang perlu kita khawatirkan sekarang adalah Roy. Dan bagaimana cara memberitahu Laura.”


Shena melepas pelukannya dari suaminya dan menatap wajah Leo. “Kamu benar, semoga saja tidak terjadi apa-apa sama Roy.” Leo mengusap lembut rambut Shena sambil terus menatap istrnya yang terlalu mengkhawatirkannya dengan senyuman manis khas Leo.


Pintu ruang operasi pun terbuka dan seorang dokter yang memakai baju operasi keluar menemui Leo.


“Tuan muda Leo, maafkan kami ... kami sudah berupaya semaksimal mungkin tapi, kami tidak bisa melawan takdir.” Dokter itu terlihat pasrah setelah mengatakan apa yang perlu ia katakan pada Leo.


Kata-kata dokter itu membuat Shena terkejut sampai tubuhnya terhuyung ke belakang. Beruntung Leo menangkap tubuh istrinya agar Shena tidak jadi oleng saking shocknya mendengar apa yang dikatakan dokter itu.


“Tidak mungkin! Roy ....” Shena tak kuasa lagi menahan air matanya dan ia pun menangis tersedu-sedu di pelukan suaminya.


Sementara Leo hanya diam terpaku sambil memeluk erat tubuh Shena.


****


Jangan di bully dulu ... baca cerita di episode selanjutnya ... hari ini akuh kasih bonus 1 episode lagi sebagai kejutan karena berkat dukungan kalian semua, akuh jadi semakin bersemangat dalam membuat cerita. Jangan bosan bacanya ya ...

__ADS_1



Terimakash untuk yang sudah mmebrikan tips/koinnya, juga yang bersedia like, vote dan komentarnya. Love you all


__ADS_2