Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
Episode 161 Berkas


__ADS_3

Leo menurunkan Shena dari kuda dan menggendong istrinya masuk ke dalam vila milik Refald. Ia langsung menuju kamar yang sudah disiapkan untuknya. Dengan pelan dan perlahan, Leo mendudukkan tubuh Shena di atas kasur dan merapikan sebuah bantal di punggung Shena supaya istrinya itu bisa bersandar rileks.


Tanpa bicara, Leo terus menatap syahdu manik mata istrinya. Ada sejuta rasa yang dirasakan Leo pada Shena, terlebih betapa misteriusnya Shena selama ini, dan Leo baru mengetahuinya. Shena tak hanya cantik dan baik hati, dia juga wanita tangguh yang cerdas dan punya banyak sekali bakat. Bagi Leo, istri yang sedang mengandung buah hatinya ini adalah sosok wanita yang sempurna dan dia adalah laki-laki beruntung karena menikah dengan Shena.


“Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan wajahku?” tanya Shena heran kerena suaminya itu terus saja melihatnya tanpa berkedip.


Leo hanya tersenyum dan langsung menyapu lembut bibir ranum istrinya dengan sangat mesra. “Terimakasih, Sayang. Kehadiranmu, adalah anugerah terindah dalam hidupku. Aku merasa, bahwa aku adalah orang yang paling bahagia dan paling beruntung di dunia ini karena memiliki wanita sempurna sepertimu.” Leo merebahkan kepalanya di dada Shena sambil melingkarkan kedua tangannya dipinggang istrinya itu.


Leo tersenyum puas karena bisa mendengar detak jantung Shena berdetak lebih cepat dari biasanya. “Aku sangat suka dengan suara detak jantungmu, Sayang. Suaranya terdengar merdu ditelingaku.”


“Itu karena, kamu membuatku gugup. Nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba saja kamu bersikap romantis gini. Aku tidak pingsan saja masih untung.” Shena berusaha menguasai dirinya agar rasa gugupnya ini hilang.


“Aku selalu romantis saat bersamamu, Sayang. Tidak perlu menunggu angin atau hujan datang.” Leo kembali menatap wajah istrinya. Leo berdiri dan mengambilkan Shena segelas air agar rasa gugup Shena berkurang. “Minumlah dulu.” Leo membantu Shena meminumkan segelas air dan meletakannya kembali di atas meja begitu Shena sudah menghabiskannya. “Apa ada yang kamu inginkan lagi, Sayang? Aku akan mengambilkannya untukmu,” tawar Leo.


“Ehm.” Shena mengangguk senang. “Aku ingin suamiku menemaniku sekarang.” Shena tersenyum melihat Leo yang langsung memberikan hadiah ciuman mesra lagi padanya.


“Tentu, aku tidak akan pergi kemana-mana saat ini. Lagipula, sekarang Refald mungkin sedang sibuk dengan kakak ipar. Kita akan bertemu mereka lagi saat makan malam.” Leo membaringkan tubuh Shena dan ikut berbaring di samping istrinya sambil menopang kepalanya dengan satu tangan. Leo terus saja menatap Shena.


“Kenapa masih melihatku seperti itu lagi?”


“Aku suka melihatmu, wajahmu selalu memenuhi kepalaku, dan mataku juga tidak ingin memandang yang lain selain wajah cantik ini,” ucap Leo sambil mengusap lembut pipi Shena dan mengelus-elus perut rata istrinya. “Sayang, aku ingin mencoba sesuatu, apa kamu tidak keberatan?” tanya Leo tiba-tiba.


“Apa yang ingin kamu coba?” tanya Shena bingung setelah sempat dibuat mabuk kepayang oleh kata-kata rayuan maut suaminya ini.


“Aku ingin ... mengunjungi Leo junior kita. Aku ... akan melakukannya pelan-pelan, bagaimana?” seringai nakal lagi-lagi muncul di wajah Leo.


Shena hanya bisa menggigit bibir mengetahui apa yang diinginkan suaminya. Tidak ada yang bisa Shena katakan mengingat betapa mesumnya Leo ini.


Dasar Leo nggak ada akhlak! Batin Shena.


Melihat gelagat istrinya yang hanya diam, Leo menganggap bahwa Shena menyetujui keinginannya. Tanpa menunggu lama, keduanya sama-sama menanggalkan pakaian masing-masing dan mulai bergumul syahdu menuntaskan hasrat bercinta mereka ditengah-tengah kehadiran sang buah hati yang mereka idam-idamkan selama ini.

__ADS_1


****


Setelah melakukan ritual mengunjungi Leo junior, Leo dan Shena keluar dari kamar mereka dengan diselimuti pancaran aura yang fresh. Keduanya berjalan beriringan dengan senyuman bahagia yang tak terkira.


Leo membawa Shena menuju sebuah restoran perancis yang sudah dibooking Refald untuk mereka. Saat sampai, keduanya terkejut karena mendapati ayah Anne dan Anne sendiri sedang duduk bersama dengan Refald dan Fey di sebuah meja makan VIP.


Ayah Anne dan putrinya pun langsung berdiri dan undur diri setelah menjabat tangan Refald. Keduanya berjalan mendekat ke arah Leo dan Shena yang baru saja datang.


“Selamat untuk kalian berdua Mr. And Mrs, Pyordova.” Ayah Anne pun mengulurkan tangannya pada Leo. Leo sendiri juga menyambut uluran tangan laki-laki paruh baya itu.


“Terimakasih Sir, tapi selamat untuk apa?” tanya Leo heran tapi penuh waspada.


“Untuk pernikahanmu. Meski aku gagal menjadi mertuamu, tapi aku turut senang mendengar berita bahwa kau sudah menikah. Sejujurnya, aku juga salut pada istrimu yang telah berhasil mengalahkan putriku. Dengan begitu, dia mesti banyak belajar untuk menjadi lebih baik lagi dan tidak menganggap remeh orang lain hanya karena melihat sampulnya saja. Selamat tinggal, semoga bisa berjumpa lagi.” Ayah Anne pun pergi berlalu meninggalkan Shena dan Leo yang berdiri mematung.


Shena sendiri juga tidak bisa berkata apa-apa, sebab Anne hanya menunduk saja saat bertemu muka dengannya. Semoga gadis itu sadar akan kesalahannya dan berubah menjadi lebih baik lagi, batin Shena.


Keduanya menghampiri Refald dan Fey yang dari tadi sudah menunggu kedatangan mereka. Refald langsung menyerahkan sebuah dokumen yang baru saja ia dapat dari ayah mantan pacar Leo.


“Itu adalah catatan riwayat kesehatan Carlos. Yang dokter itu tahu, Carlos berencana melakukan penculikan dan penghancuran. Seperti apa detailnya hanya Carlos saja yang mengetahuinya.”


“Apa?” Leo menatap Shena, ia berusaha menyembunyikan keterkejutannya dan bersikap biasa-biasa saja meski agak sedikit khawatir juga tentang rencana Carlos ini. “Apa itu yang akan ia lakukan padaku dan Shena?” tanya Leo.


“Aku tidak tahu, sebab selama menangani Carlos, sekalipun dia tidak pernah menyebut nama kalian berdua. Ia hanya menyebut satu nama, tapi dokter itu tidak ingat siapa nama yang dia sebut. Yang jelas, bukan kalian berdua. Mungkin Carlos masih punya musuh lain yang jauh membuatnya semakin ingin membalas dendam. Tapi tetap saja, aku yakin dia juga masih menyimpan dendam padamu.” Refald meminum wine nya sambil menatap bergantian wajah Leo dan Shena


“Tunggu! Siapa Carlos ini?” tanya Shena bingung dengan pembicaraan suami dan kakak iparnya.


“Akan aku jelaskan nanti, Sayang,” jawab Leo sambil menggenggam erat tangan Shena. “Makanlah sesuatu seperti kakak ipar agar tenagamu cepat pulih kembali, jangan sampai kamu kekurangan nutrisi, oke.” Leo menatap mesra wajah istrinya agar lebih tenang dan tidak tegang setelah mendengar pembicaraannya dengan Refald.


“Salah siapa jika aku kehilangan banyak nutrisi, itu karena kamu sudah mengambil semua nutrisi yang aku punya,” ujar Shena dengan sewot.


Uhuk uhuk uhuk!

__ADS_1


Refald langsung terbatuk mendengar ucapan polos Shena. “Apa dia seganas itu?” tanya Refald seketika.


“Sesuai dengan namanya, Kak. Dia benar-benar Leopard sungguhan!’ jawab Shena tanpa ragu dan Leo hanya melirik istrinya dengan kilatan cayaha yang siap menerkam mangsanya.


“Refald juga sama ganasnya dengan adiknya.” Fey pun ikut berkomentar. “Itulah kenapa mereka cocok menjadi saudara.” Kata-kata Fey langsung disambut lirikan maut juga dari Refald


Shena dan Fey sama-sama tersenyum puas meledek suami mereka masing-masing. Keduanya bahkan saling bersulang jus lemon yang ada di tangan mereka. Kebetulan Shena dan Fey menyukai minuman yang sama.


Refald menatap Leo, dan mencoba mengalihkan pembicaraan sebelum istrinya membuka kartunya lebih banyak lagi. “Kau harus berhati-hati mulai sekarang. Jangan biarkan Shena sendirian. Tidak ada yang tahu kapan dan dimana Carlos akan menyerang. Tapi begitu aku melihat anda-tanda Carlos mendekatimu, aku akan langsung memberitahumu.”


“Ehm, terimakasih untuk semuanya. Aku akan ekstra hati-hati menjaga keluargaku terutama istri dan anakku ini.” Lagi-lagi, Leo menghujani ciuman mesranya tanpa peringatan di depan kakak-kakaknya.


“Kau memang ganas, tapi adikmu benar-benar nggak punya akhlak!” bisik Fey pada Refald.


“Ehm.” Refald mengangguk setuju, “Tapi aku juga bisa sepertinya.” Refaldpun melakukan hal yang sama pada Fey sehingga gadis itu pun terkejut.


Dasar duo serigala nggak ada akhlak! Fey dan Shena membatin dengan kata-kata yang hampir sama.


BERSAMBUNG


***


Jangan lupa untuk terus dukung dengan like, vote dan komentarnya ya .. love you all ..





__ADS_1


__ADS_2