
“Tidak! Aku tidak mau,” seru Leo. Sesuai dugaannya, ia diminta menggantikan Xukun konser diatas panggung. Namun, Leo tidak mau.
“Kenapa kau tidak mau?” tanya Byon.
“Yang membuat Kun bonyok begitu adalah Ayah, kenapa harus aku yang menggantikannya? Kalau ayah mau, gantikan saja sendiri!” Leo semakin dongkol pada ayahnya. Siapa yang berbuat, siapa juga yang disuruh tanggung jawab.
“Dasar bocah tengik! Kalau wajahku yang mirip dengannya, tanpa kau suruh pun aku yang akan menggantikan konsernya. Jelek-jelek gini aku juga jago menyanyi.”
Ternyata seorang Byon bisa narsis juga. Pantas saja sifat narsisnya itu menurun ke anaknya.
“Kalau begitu Ayah saja yang gantikan dia! Pokonya aku tidak mau?” Leo tetap bersikukuh pada pendiriannya. Hobinya adalah suka bikin onar, kalau ia naik ke atas panggung, bisa hancur dunia hiburan.
“Kaulah satu-satunya wajah yang mirip dengannya, bodoh! Kau harus gantikan dia sementara! Atau kalau tidak, akan aku pecat kau jadi anakku!” ancam Byon.
Bukan Leo namanya kalau ia takut dengan ancaman ayahnya. Leo sangat tahu, tidak mungkin Byon memecatnya sebagai anak, bisa-bisa ayahnya ini juga akan dipecat jadi suami ibunya.
“Pecat saja! Ayah sendiri yang rugi, Ayah tidak akan pernah bisa bertemu dengan cucu Ayah kalau sampai Ayah memecatku sebagai anakmu!” ganti Leo yang balik mengancam Byon.
“Dasar anak nggak ada akhlak! Beraninya kau mengancam ayahmu sendiri? Kau bosan hidup rupanya?”
“Ayah sendiri yang duluan mengancamku? Aku hanya melakukan apa yang ayah lakukan.” Leo masih saja melawan ayahnya sehingga membuat Byon kehilangan kesabaran.
“Anak siapa kau, ha?” teriak Byon menggelegar.
“Anak Ayah lah? Anak siapa lagi?” Leo semakin membuat Byon kesal.
“Sini kau! Beraninya kau bicara begitu pada ayahmu!” Byon hendak menyerang Leo dengan bogemnya, tapi langsung dihalau oleh Shena.
“Ayah, hentikan. Kalau Leo tidak mau menggantikannya. Aku yang akan menggantikan idolaku konser diatas panggung,” ujar Shena.
Kata-kata Shena sukses menghentikan aksi Byon yang hendak menyerang Leo. Melihat Shena, amarah Byon juga langsung reda.
__ADS_1
Xukun dan Xiao Lung hanya menganga melihat adegan heboh antara ayah dan anak yang terjadi dihadapan mereka. Padahal hanya karena masalah sepele, tapi ributnya mengalahkan suara bisingnya lomba sabung ayam.
“Mereka keluarga yang aneh,” gumam Xiao Lung.
“Aku setuju, dan kenapa wajahku bisa begitu mirip dengan wajah berandal itu?” Xukun pun takjub melihat betapa luar biasanya hubungan ayah dan anak itu.
“Apa maksudmu, Sayang?” tanya Leo dari balik punggung Shena. Istrinya itu masih melindunginya dari serangan dadakan Byon. “Apa yang akan kamu lakukan di atas panggung? Kamu mau menari dan menyanyi?” Leo menatap tajam Shena yang berdiri didepannya tanpa mau menoleh ke arah Leo. “Kau tidak boleh menari di atas panggung? Kau hanya boleh menari didepanku saja! Aku tidak akan mengizinkanmu,” tandas Leo dengan sedikit emosi. Tentu saja Leo tidak akan membiarkan istrinya menari atau menyanyi dihadapan banyak orang.
“Siapa yang mau menari?” ujar Shena, ia masih berdiri membelakangi Leo. “Aku akan naik ke atas panggung dan menjelaskan pada seluruh fans garis kerasnya Xukun bahwa artis idolanya tidak bisa konser sementara karena akulah yang memukulnya.”
“Apa?” teriak semua orang yang ada di ruangan itu bersamaan.
Dengan cepat, Shena langsung mengedipkan salah satu matanya tanpa sepengetahuan Leo sebagai tanda kalau ia sedang berakting agar suaminya itu mau menggantikan Xukun konser di atas panggung.
“Apa kau sudah gila?” seru Cai Xukun. Ia mengerti maksud Shena dan ikut bersandiwara. “Mereka semua bisa menyerang dan menerormu? Kau tidak tahu betapa ganasnya mereka? Kau bisa kena masalah besar jika sampai kau melakukan itu? Karena itulah sampai detik ini aku menyembunyikan kekasihku dari hadapan publik untuk melindunginya agar tidak diteror fans fanatikku.” Penjelasan Xukun semakin memperjelas suasana.
“Mau bagaimana lagi? Cuma itu satu-satunya cara supaya konsermu terselamatkan. Jika kau konser dalam keadaan seperti ini, kau bisa kena masalah begitu juga dengan ayah mertuaku. Saat ini, cara yang terbaik adalah aku harus menjelaskan semuanya pada para penggemarmu tentang apa yang sebenarnya terjadi.” Shena mulai berbalik menghadap Leo yang tetap berdiri menatapnya dalam diam. “Kamu tidak perlu menggantikan Xukun di atas panggung kalau kamu tidak mau, Sayang. Biarkan aku yang melalukan ini, jika mereka menyerangku aku yakin kamu pasti melindungiku, kan?” Shena tersenyum manis pada Leo tanpa Leo sadari kalau senyuman Shena hanyalah pemanis belaka.
“Wuah, istri berandal itu jago juga berakting. Tawari saja dia main film denganmu,” usul Xiao Lung pada Xukun.
“Haaah, kau benar juga. Syukurlah kau bukan gengster seperti berandal itu.” Xiao Lung kembali mengompres wajah kekasihnya. Sambil menikmati drama keluarga antara Leo, Shena dan ayahnya.
Leo diam terpaku dan menatap tajam wajah istrinya. Bagaimana mungkin Leo membiarkan Shena dalam masalah dan bertindak seenaknya.
Byon sendiri kagum dengan menantunya. Hanya dalam sekejap, Shena bisa menjinakkan Leo yang tadinya selalu membangkang perintahnya.
“Kau tetap di sini, Sayang. Jangan pergi kemana-mana. Aku yang akan mengurus semuanya.” Nada suara Leo sudah kembali normal.
“Apa maksudmu?” Shena bertanya untuk memastikan apakah Leo bersedia menggantikan Xukun konser atau tidak.
“Akan aku bubarkan semua fans fanatiknya supaya tidak membuat onar.”
__ADS_1
Giliran Shena yang sekarang jadi naik pitam. “Itu sama saja bohong, boodoh! Kamu pikir dengan membubarkan penggemarnya masalahnya akan selesai? Ini menyangkut reputasi artis idolaku! Mereka semua bukanlah penjahat yang bisa kau basmi dengan mudah. Mereka jauh lebih mengerikan dari apapun. Huh, kenapa kau itu konyol sekali! Sudahlah, kamu saja yang diam di sini dan jangan kemana-mana! Biar aku yang menyelesaikan masalah ini! Dasar!” Shena hendak pergi keluar tapi Leo langsung menggendong tubuh istrinya dengan paksa tanpa malu dilihat oleh 3 pasang mata disekitarnya. Cowok itu meletakkan tubuh Shena di atas ranjang.
“Baiklah, aku turuti keinginanmu menggantikan artis idolamu konser di atas panggung, tapi ... imbalan apa yang akan kamu berikan padaku? Hargaku sangat mahal!” Leo menatap tajam manik mata Shena. Mata elang Leo, menyiratkan makna yang sudah jelas diketahui Shena kemana arahnya.
Sambil menghela napas panjang, tanpa ragu dan membuang semua rasa malunya di depan ayah mertuanya dan dua orang bingung di sana. Shena memberanikan diri berkata, “Kamu boleh ... melakukan ritual bulan tertusuk ilalang sebanyak yang kamu inginkan.” Shena mengatakan kalimat itu sambil memejamkan mata karena tidak ingin melihat ekspresi orang-orang yang ada disekitarnya, terutama di depan ayah mertuanya.
Leo tersenyum puas mendengar jawaban istri tercintanya. "Setuju!" Leo mencium kening Shena dengan mesra. "Aku akan menagihnya begitu konsernya selesai." Leo mengedipkan salah satu matanya untuk menggoda Shena.
Bagus, matilah aku sekarang, batin Shena dalam hati.
“Apa yang sedang mereka bicarakan?” tanya Xukun dengan polosnya.
“Entahlah, aku juga tidak mengerti, sepertinya mereka membicarakan bulan dan ilalang,” Jawab Xiao Lung tak kalah polos dari kekasihnya.
Sementara Byon lebih memilih meninggalkan ruangan sebelum ia jadi gila karena ulah nggak ada akhlak anak dan menantunya.
BERSAMBUNG
***
Peringatan: Dilarang ngakak! Soalnya author nggak betanggung jawab kalau sampai kalian tidak berhenti tertawa.
mampir juga di novel baruku ya ...
dukung like dan komentarnya ...
Bagi yang ingin tahu awal pertemuan Leo dan Fey bisa mampir di putra raja episode terbaru ...lebih seru ...
__ADS_1
terimakasih atas dukungan kalian semua .. love you all