Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 53 Kejadian tak Terduga


__ADS_3

Selesai makan siang, Leo mengantar Shena ke rumah Laura. Dalam perjalanan, Shena mengamati Leo yang sejak dari tadi hanya diam saja tanpa berkomentar apa-apa. Apalagi setelah dia bertemu dengan sepupunya. Seolah sedang ada yang dipikirkan Leo.


“Kamu kenapa? Dari tadi cuma diam saja, apa kamu marah?” tanya Shena dengan lembut.


Leo menepikan mobilnya dipinggir jalan dan berhenti. “Aku hanya kesal saja, si breengsek Vino itu, sudah membuatku kesal!” Leo memukul-mukul setir mobilnya.


“Kenapa kamu kesal sama dia? Harusnya kamu bangga, kan? Dia masih SMA tapi dia sudah membuat keputusan yang menakjubkan. Aku juga salut sama kamu karena mau membantu mereka.” Shena mencoba menenangkan Leo, tapi bukannya tenang, Leo malah semakin merasa kesal.


“Itulah kenapa aku sangat kesal, dia jauh lebih muda dariku, tapi dia sudah melangkahiku!” jawab Leo dengan nada tinggi sehingga membuat Shena jadi bertanya-tanya apa maksud Leo sebenarnya.


“Aku sama sekali nggak ngerti apa maksud kamu.”


“Shena, kita percepat pernikahan kita? Bagaimana jika minggu depan?” ujar Leo tiba-tiba.


“Haaa? Kamu kenapa, sih? Kok tiba-tiba ngomong kayak gitu?” Shena terkejut mendengar pernyataan Leo yang mendadak ingin mempercepat rencana pernikahannya, padahal keduanya belum mempersiapkan apa-apa. Shena pun juga belum menyetujui rencana Leo untuk menikah dengannya.


“Kenapa? kamu tidak mau menikah denganku?” tanya Leo yang mulai terlihat marah.


“Bukan begitu, bukankah ini terlalu cepat? Bagaimana dengan kedua orang tuamu? Dan juga, menikah tidak segampang membalikkan kertas, banyak hal yang harus kita urus bersama. Aku juga harus mengambil beberapa dokumen yang ada di rumah paman dan bibiku di kampung, dan juga masih banyak lagi, aku juga belum lulus kuliah, aku ingin lulus dengan nilai terbaik . aku tidak mau menikah dulu!” jawab Shena yang juga mulai kesal jika Leo terus-terusan memaksanya menikah dengannya secepat ini.


“Aku tidak melarangmu melanjutkan kuliah setelah kita menikah, kita tetap bisa melanjutkan hari-hari kita seperti biasanya. Jangan khawatirkan orangtuaku, mereka akan menyetujui apapun keputusanku, mengenai dokumen-dokumen penting milikmu, malam ini kita akan mengambilnya di rumah paman dan bibimu.”


“Apa? Tunggu-tunggu, ada apa, sih? Kok kamu ngebet banget pengen kita cepet-cepet nikah?”

__ADS_1


Leo hanya berdeham karena tidak memiliki jawaban yang tepat untuk menjelaskan alasannya pada Shena, kenapa ia ingin cepat-cepat menikahi Shena. Tidak mungkin kalau dia harus mengatakan kalau sebenarnya Leo ingin melampiaskan hasrat kelelakiannya pada Shena sebelum dilangkahi oleh Vino yang masih ingusan.


“Leo, Menikah bukan hanya untuk menghalalkan persatuan tubuh dan hati kita, tapi juga kesiapan lahir dan batin kita. Akan ada banyak hal yang terjadi setelah kita menikah. Dan aku ... belum siap untuk itu. Bukannya aku tidak mau menikah denganmu, hubungan kita saja baru dimulai dan aku masih dalam tahap adaptasi, jika kita memaksakan pernikahan kita sementara aku belum siap menerimanya, aku takut ... pernikahan kita tidak akan seindah seperti apa yang kita bayangkan. Berbeda dengan Vino, mungkin dia dan Zara masih belum berpikir dengan jernih apa yang akan terjadi di masa depan mereka nanti. Mereka masih labil dan hanya mementingkan diri mereka sendiri. Sedangkan aku dan kamu, sudah mengerti apa yang akan kita hadapi nanti jika terlalu gegabah mengambil keputusan tanpa memperhitungkan akibatnya.” Shena berusaha meyakinkan Leo untuk menjalani saja hubungan mereka saat ini, tanpa harus buru-buru menikah.


Apa yang Shena katakan memang benar, mungkin Leo terlalu menuruti hawa nafsu tanpa mau memikirkan apa yang diinginkan Shena.


“Baiklah, kita akan menikah setelah kamu selesai ujian skripsi. Artinya, 6 bulan dari sekarang. Selama itu, kamu harus mempersiapkan dirimu menjadi nyonya Leo.”


Shena sudah tidak bisa berkata-kata lagi jika Leo sudah berkata begitu. Paling tidak, sekarang Shena masih bisa memikirkan ujian dan skripsinya tanpa harus tertekan karena di paksa menikah dengan Leo.


“Sebaiknya, kamu nasehati Vino juga agar tidak bertindak gegabah. Mereka masih SMA, ada banyak hal yang harus mereka berdua lakukan selain menikah. Masa depan mereka juga masih sangat panjang. Sebagai sepupunya, alangkah baiknya jika kamu mencoba membuka pikiran Vino.” Shena menatap Leo yang masih menatap lurus ke depan sambil memainkan bibirnya.


“Akan aku coba,” jawab Leo dan menyalakan mesin mobilnya, tapi Shena menghentikan Leo sebelum cowok itu menancapkan pedal gasnya.


“Ada apa?” tanya Leo penasaran dan mengikuti arah pandang Shena. Ternyata, ada beberapa orang sedang berkelahi di sana.


“Itu Laura bukan, sih?” tanya Shena memerhatikan seorang wanita muda yang memakai dress putih sambil menangis dan menjerit karena ketakutan melihat perkelahian beberapa orang di depannya.


“Dan Roy juga ada di sana.” Tanpa diminta Shena, Leo langsung bergegas turun dari mobil.” Kamu tunggu di sini, aku akan melihat keadaan di sana. Jangan keluar sebelum aku kembali.” Leo menutup kembali pintu mobilnya setelah Shena mengangguk setuju.


Roy sedang dikeroyok banyak preman-preman bertubuh kekar, sepertinya Roy juga sedang dalam keadaan terjepit karena lehernya dijepit paksa oleh seorang preman berkepala plontos yang memiliki lengan sebesar kepalanya. Roy yang bertubuh kurus, tentu saja kalah mengahadapi lengan yang besarnya dua kali lipat dari kepalanya.


Sebuah pukulan keras mendarat dikepala plontos preman yang memiting kepala Roy. Preman itu tumbang seketika. Sedangkan preman-preman yang lainnya tercengang melihat salah satu temannya tiba-tiba saja ambruk akibat hantaman kuat dari tangan besi Leo.

__ADS_1


“Makasih, Bro!” ucap Roy yang tesengal-sengal mengambil napas akibat pitingan kuat preman tadi.


“Sama-sama. Sekarang urus itu Laura, sepertinya dia sedang ketakuan,” ucap Leo lalu maju untuk menyerang 3 preman yang tersisa.


Para preman yang kalap karena salah satu teman mereka tumbang langsung menyerang Leo dengan brutal. Namun, Leo berhasil menendang dada semua preman secara bergantian sebelum mereka sempat melayangkan pukulan pada Leo. Ketiganya pun terhuyung mundur dan semakin marah karena tendangan Leo begitu kuat mengenai mereka.


Tanpa ampun, Leo melompat dan menyerang kepala preman berkulit hitam dengan dengkulnya sehingga preman itu terkulai hingga jatuh ke tanah. Dua temannya yang menyaksikan adegan itu terkejut karena teman yang mereka anggap paling kuat tiba-tiba tumbang begitu saja.


Leopun berlari ke arah kedua preman itu dan melayangkan jurus seribu pukulan pada wajah keduanya secara bergantian hingga keduanya tersungkur ke tanah tak sadarkan diri akibat pukulan beruntun dari Leo. Dalam sekejap, Leo berhasil mengalahkan keempat preman-preman tak dikenal itu.


Leo yang masih berdiri tegak menyaksikan semua preman-preman yang sudah tidak berdaya lagi akibat pukulannya. Ia berjalan mendekati Roy yang sedang berusaha menenangkan Laura.


Shena yang juga melihat situasi sudah aman terkendali, mencoba keluar dan turun dari mobil. Gadis itu bermaksud menghampiri Leo dan yang lainnya. Namun, karena terburu-buru, sebuah mobil truk besar bergerak cepat menghampiri Shena dan membuat terkejut semua orang yang melihatnya.


****


Ditunggu keseruan berikutnya ya ...


Jangan lupa vote, like dan komennya


Love yuo all😘😘


Salam manis dari penulis

__ADS_1


__ADS_2