Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 107 Bersiap


__ADS_3

Roy dan Laura memasuki ruangan pesta perayaan pernikahan Leo dan Shena yang terlihat mewah dan elegan. Meski hanya dihadiri keluarga dan teman dekat keluarga Leo dan Shena saja, suasana pesta tetap terlihat meriah dan berkelas. Senyum mengembang menghiasi wajah Shena tatkala ia melihat sahabatnya begitu cantik sedang berdiri berdampingan bersama dengan Leo. Shena tampak bahagia sekali dan wajahnya berseri, tetapi pandangan berbeda terlihat di wajah Leo yang lebih terkesan sedih daripada bahagia.


“Kenapa wajah temanmu itu? Bukankah, harusnya dia bahagia?” tanya Laura pada Roy.


“Ayo kita cari tahu, aku juga penasaran kenapa wajah si bodooh Leo jadi menyedihkan begitu.” Roy menggandeng tangan Laura menuju tempat Shena dan Leo sedang berdiri.


Shena yang melihat kedatangan sahabat terdekatnya jadi merasa senang dan langsung memeluk Laura dengan erat.


“Selamat untuk kalian berdua, akhirnya kalian menikah juga,” ucap Laura dalam pelukan Shena.


“Kau juga, aku harap kalian berdua juga cepat menyusul kami.” Shena pun berharap, Laura dan Roy juga akan segera menikah, walaupun ia tahu saat ini hubungan keduanya masih bersi tegang dan lebih sering bertengkar daripada akur, sama seperti Shena dan Leo dulu.


“Ehm, dia tidak mau menikah denganku, dia bilang dia akan memacari pria lain,” jawab Roy pada Shena yang sukses membuat Shena jadi terkejut.


“Apa? Kau jangan bercanda?”


“Dia hanya sedang berakting lagi, kamu jangan mudah percaya sama omongannya.” Laura tersenyum pada Shena tapi menatap marah pada Roy.


“Ehem.” Roy berdeham sambil melirik Laura yang langsung disambut dengan tatapan tajam mata Laura. “Kenapa mukamu nyesek gitu? Kau tidak suka dengan pernikahanmu?” Roy mengalihkan perhatian dengan berbicara dengan Leo yang sedari tadi hanya diam tanpa ekspresi.


“Tidak kenapa-napa.” Leo memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menyembunyikan kekesalannya. Nggak mungkinlah Leo bilang sma Roy kalau dia harus menunggu selama seminggu agar bisa melakukan malam pertama dengan Shena. Bisa habis Leo diledek sama Roy.


“Kenapa dengan suamimu? Wajahnya aneh begitu?” bisik Laura pada Shena.


“Dia ngambek.” Shena balas berbisik.


“Kenapa?” tanya Laura penasaran.


“Karena aku bilang padanya, aku sedang datang bulan.” Shena tertawa cekikikan.


“Kamu serius?” tanya Laura terkejut, tapi juga ingin tertawa.


“Aku sedang mengerjainya.” Shena kembali cekikikan.


“Dasar! Kau ini.” Laura memukul pelan bahu Shena sambil melihat Roy yang mencoba menghibur Leo supaya tidak sedih lagi. Shena juga melihat Roy membisikkan sesuatu yang membuat Leo berubah menjadi kaku, seolah ada sesuatu yang harus ia hadapi setelah ini.


Shena ingin menanyakan ada hal apa sehingga mata Leo kembali terlihat marah, tapi pandangan mata Shena tertuju pada kehadiran sepasang sejoli paling sempurna yang sudah dinanti Shena sejak tadi sehingga niatnya bertanya pada Leo jadi ia urungkan. Pasangan itu adalah Refald dan Fey.


Shena menganga melihat betapa cantik dan anggunnya Fey yang berjalan beiringan bersama dengan Refald, suaminya. Keduanya berjalan mendekat ke arahnya.


“Apa wanita hamil terlihat secantik itu?” tanya Shena masih sambil menatap Refald dan istrinya.


“Makanya, cepat usir tamumu pergi supaya kamu bisa cepat hamil seperti kakak ipar.” Leo menyahut kata-kata Shena.


“Kau mengusir kami?” Laura salah menduga kata ‘tamu’ yang diucapkan Leo pada Shena.


“Bukan kau, tamu yang aku maksud adalah siklusnya yang menyebalkan itu.” Leo terlihat masih sangat kesal.


Laura dan Shena hanya saling menatap sambil tersenyum cekikikan.


“Kenapa kalian berdua tertawa?” tanya Leo.


“Jadi karena itulah ekspresimu jadi ngenes begitu? Jangan bilang kau marah karena ....” Roy mulai meledek sahabatnya.


“Diam, kau!” gertak Leo dengan kesal.

__ADS_1


“Ada apa ini? Apa yang sedang si bodooh ini ributkan?’ tanya Refald yang melihat Leo mulai membuat onar lagi. “Kenapa mukamu terlihat kesal begitu?”


“Bukan urusanmu!” Leo menjawab jutek pertanyaan Refald. Sepertinya ia masih kesal pada sepupunya ini kerena sudah bersekongkol dengan ayahnya untuk mengerjainya.


“Halo, Shena. Aku Lafeysionara, panggil saja Fey. Selamat untuk pernikahanmu, semoga langgeng dan bahagia selalu.” Fey menjabat tangan Shena dan memeluknya.


Tentu saja Shena sangat senang karena akhirnya ia bisa bertemu dengan idolanya yang ternyata memang sangat luar biasa cantiknya.


“Terimakasih kak Fey, Kakak sangat cantik sekali. Ini benar-benar kehormatan bagiku bisa bertemu dengan pasangan fenomenal seperti kalian berdua.”


“Kamu juga sangat cantik, Shena. Refald sudah menceritakan semuanya padaku. Kamu juga luar biasa. Kalian berdua juga pasangan yang serasi.” Fey tersenyum manis pada Shena.


“Refald,” panggil Leo seketika. “Benarkah Kenzo melarikan diri dari penjara? Bagaimana bisa?”


“Darimana kamu tahu?” tanya Refald.


“Tidak penting aku tahu darimana, apakah itu benar?” Leo menatap serius wajah Refald.


“Ehm, itu benar.” Refald mengangguk pelan sambil menatap mata istrinya.


“Apa Ayah tahu?” tanya Leo lagi,


“Ehm.” Refald mengangguk lagi. “Saat ini ayahmu dan Xiaonai sedang melacak keberadaannya.


Leo melihat sekeliling ruangan tapi tidak mendapati Xiaonai dan Wei wei lagi di ruangan ini. “Di mana mereka sekarang?” tanya Leo yang agak sedikit terkejut karena Kenzo. Musuh bebuyutan ayahnya, benar-benar melarikan diri dari penjara.


“Di ruang ayahmu!”


Leo hendak pergi ke ruangan ayah Leo untuk mencari tahu apakah Kenzo berhasil ditemukan apa belum. Jika Kenzo melarikan diri, itu artinya orang itu pasti akan membalas dendam padanya dan seluruh keluarga Leo.


“Mau kemana kau?” tanya Refald sambil mencekal tangan Leo.


“Tetaplah di sini. Kau tidak boleh pergi dari sini. Ini adalah pestamu, tidak baik bagi tuan rumah meninggalkan pesta pernikahannya sendiri. Kau tenanglah, ada kami semua di sini. Kenapa kau sekhawatir itu?”


“Bukan begitu, sepertinya ada penyusup yang akan datang mengacaukan pesta ini. Aku harus segera memberitahu, ayah.”


“Kau lupa siapa keluarga kita, Leo. Apa karena kau terlalu bahagia sampai amnesia bahwa keluarga kita ini sangat kuat. Serangga seperti mereka tidak akan bisa menghancurkan kita. Aku tahu siapa penyusup yang kau maksud, bersiap-siaplah karena mereka sebentar lagi datang kemari.” Refald menatap mata Leo penuh makna.


“Apa maksudmu?” Leo masih saja belum mengerti.


“Xiao nai sudah mengirim pesan ke semua tamu yang hadir di acara ini untuk bersiap-siap karena sebentar lagi, kita akan kedatangan tamu tak diundang. Tidak lama lagi, akan ada pertunjukan kecil, kau jangan khawatir, biarkan kami yang bermain. Kau hanya diam dan lihat saja.” Refald tersenyum pada Leo seolah apa yang dikhawatirkan Loe bukanla hal yang gawat.


“Tapi, kekuatanmu sedang hilang, bagaimana kalau mereka semua berbahaya?”


“Huh, kau meremehkanku? Kau pikir meski aku kehilangan kekuatanku aku tidak bisa berbuat sesuatu?”


“Iya, kenyataanya memang begitu, tanpa kekuatanmu kau bukan apa-apa!”


“Kau!” Refald terlihat geram pada Leo yang terlalu jujur dengan ucapannya. “Oke, kita lihat saja nanti, apa mulutmu itu masih berani bicara seperti itu atau tidak. Gara-gara siapa aku jadi kehilangan kekuatanku!” gerutu Refald yang dibalas senyuman dari Fey istrinya, karena suaminya itu terus saja ribut dengan sepupunya.


“Roy,” pangil Leo pada sahabatnya.


“Ehm, ada apa?” tanya Roy yang masih belum mengerti denga pembicraan antara Leo dan sepupunya.


“Lindungi Laura, jangan biarkan dia jauh darimu,” pinta Leo.

__ADS_1


“Oke!” Roy menggandeng tangan Laura dan berdiri membelakangi gadis cantik itu.


Ada banyak pertanyaan dalam benak Laura mengenai perubahan situasi yang sedikit menegangkan ini. Bukan hanya Roy saja yang bertidak aneh seperti ini. Semua laki-laki yang yang ada di sini, kompak menggandeng tangan semua pasangan mereka masing-masing dan berdiri membelakangi pasangannya sambil mengahadap pintu masuk ruangan seolah bersiap-siap untuk menghadapi sesuatu seperti yang dilakukan Roy padanya saat ini.


“Sebenarnya, ada apa ini, Roy?” bisikLaura ditelinga Roy.


“Aku juga tidak tahu, sebaiknya kita ikuti saja apa yang dikatakan tuan rumah.” Roy berusaha menenangkan Laura agar tidak cemas. “Jangan pernah lepaskan tanganmu dari genggamanku, Oke.”


Laura hanya mengangguk menuruti kata-kata Roy, tanpa terasa ia menggamit lengan mantan pacarnya dengan kuat.


“Ada apa ini, Sayang? Kenapa semuanya bersikap waspada seperti ini? Apa yang terjadi?” bisik Shena di telinga Leo.


“Kau beruntung Sayang, karena kita akan melihat sebuah petunjukan dari keluarga besarku dalam menghadapi serangga penganggu yang mencoba mengacaukan pesta pernikahan kita,” jawab Leo sambil menggenggam erat tangan Shena yang kini sudah sah menjadi istrinya.


Shena berdiri di belakang Leo dengan harap-harap cemas, ia selalu percaya pada Leo. Laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya itu pasti tidak akan membiarkan siapapun mengacaukan pesta penikahannya ini.


Di saat semua laki-laki yang ada di ruangan ini berdiri membelakangi dan bersiap melindungi pasangannya, hanya Fey saja yang berdiri sejajar di samping Refald dengan ekspresi tenang setenang permukaan air kolam.


“Kau sudah siap, Sayang?” tanya Refald pada Fey yang berdiri di sampingnya. Refald juga menggenggam erat tangan istrinya dengan kuat. “Aku bisa merasakan, juniorku juga senang.”


Fey menatap lembut perutnya yang agak sedikit membuncit sambil tersenyum simpul. “Tentu saja aku siap.” Fey menatap tajam pintu ruangan yang sudah mulai terbuka.


****


Sekali lagi, kalau sudah ada Refald dan Fey di sini, maka genre ceritanya agak melenceng dari genre aslinya, tapi tetap seru kok, menurutku sih. Mudah-mudahan tidak membuat bingung yang baca. Putra Raja season 2 yang mengisahkan kisah cinta antara Refald dan Fey sebelum mereka menikah akan publish lagi bulan depan, itupun juga kalau tidak ada halangan.


Yang menunggu malam pertama Leo dan Shena juga harap sabar, hehehehe ... dan juga siap-siap untuk baper, xixixixi ...


Kisah Roy dan Laura nanti akan aku tulis di episode spesial sebelum Shena dan Leo ini tamat. Terimakasih untuk semua yang sudah bersedia sabar menunggu up kisah ini.



Laura



Roy



yang ini pasti sudah tahu, hehe... Xiao nai dan Wei Wei



Refald



Fey



Mas Leo hehe ....


__ADS_1


Shena ... waktunya ganti gaun ...


Jangan lupa untuk terus like, vote dan memberikan komentarnya, love you all.


__ADS_2