
Leo langsung tertawa terpingkal-pingkal setelah mendengar pembelaan dari salah satu ibu ibu yang ada di depannya mengenai suami-suami mereka.
“Oh iya? Pantesan kalian bisa duduk manis di sini sambil nyiksa dan ghibahin orang! Sementara kalian nggak tahu apa yang dilakukan suami-suami kalian di luar sana. Huh, kasian amat, suami foya-foya dan tidur dengan banyak wanita, sang bini di tinggal di rumah dan kerjaannya cuma asyik berghibah!” Leo menatap sinis wajah-wajah ibu-ibu rempong setelah tawanya berhenti.
“Jaga mulut elu, ya? Bocah ingusan kayak elu itu tahu apa? Pergi lu dari sini!” ibu-ibu berbadan gempal yang bernama Nur itu berusaha mengusir Leo.
“Haaa? Nggak salah? Elu yang harusnya pergi dari sini! Tempat ini udah bukan milik elu lagi!” Leo tersenyum menang dan menakutkan. Leo mengeluarkan sebuah amplop berukuran besar dari balik sakunya, membukanya, lalu mengambil beberapa lembar foto dan melemparkannya langsung pada ibu-ibu yang ada di depannya.
Para ibu-ibu terkejut dan bingung dengan tindakan Leo yang kelewat kasar. Namun, mata mereka langsung terbelalak dan syok begitu melihat foto-foto suami-suami dari ibu-ibu itu sedang bermesra-mesraan dengan wanita-wanita yang berbadan seksi. Kalau dilihat dari setting mereka saat di foto, gambar itu diabadikan di sebuah diskotik. Para ibu-ibu yang mengetahui foto-foto suaminya bersama dengan wanita lain langsung terkejut dan menjerit-jerit melihat fakta yang tak terduga. Apalagi sebagian besar dari foto itu memamerkan bahwa suami-suami mereka sedang tidur bersama dengan wanita panggilan yang amat sangat seksi dan menggoda.
Foto porno aksi dan tak senonoh itu terpampang jelas di depan kamera. Bahkan suami-suami ibu-ibu itu terlihat menikmati suasana. Sudah bisa di bayangkan bagaimana perasaan ibu-ibu rempong tersebut begitu mengetahui kelakuan para suami-suami mereka. Kilatan cahaya kebencian yang dipenuhi amarah membunuh terpancar jelas di wajah para ibu-ibu ini.
Leo hanya tersenyum puas menyaksikan aura kemarahan dari semua emak-emak rempong itu.
“Masih terlalu dini untuk kalian terkejut, ini hanya permulaan, kita bahkan belum melakukan pemanasan,” gumam Leo yang disambut dengan kilatan kemarahan dari semua wanita-wanita paruh baya yang berdiri di depan Leo.
__ADS_1
“Apa maksud, lu?” bentak ibu-ibu yang berambut keriting dengan wajah penuh emosi bercampur aduk dengan duka yang tersembunyi.
“Roy! Buka semua mobilnya.” Perintah Leo pada Roy yang disambut dengan sebuah anggukan mantan pacar Laura. Roy memberikan aba-aba pada teman-temannya untuk membuka keempat mobil toyota Land Cruiser yang sama-sama berwarna putih semua.
Semua pandangan mata tertuju pada keempat mobil kembar itu. Begitu pintu mobil di buka, para ibu-ibu itu terkejut melihat siapa-siapa saja yang ada di dalam mobil Land Cruiser itu. Mereka semua terduduk lesu dengan mulut di lakban dan kedua tangan diikat.
Satu mobil berisi 2 orang, salah satunya hanya berisi satu orang yaitu suami ibu-ibu rempong dari pemilik kosan ini, orang itu adalah pak Sardi, suami dari bu Nurhayati. Disebelahnya lagi ada suami bu Sumarni, yaitu pak Anton dan temannya pak Kardin, suami dari bu Lasmi yang saat ini sedang tergeletak karena pingsan. Mobil sebelahnya ada pak Rusdi, suami dari bu Yutri yang satu mobil dengan suami bu Sari yaitu pak Budi. Sedangkan mobil yang terakhir ada suami ibu Utami yaitu pak Junaidi yang satu mobil dengan pak Biro, suami dari bu Sugita. Mereka semua terdiam dan menunduk di dalam mobil karena takut menatap wajah-wajah marah para istri-istri mereka.
Para ibu-ibu itu terkejut melihat suaminya yang seperti sedang disandera. Mereka semua hendak menyongsong suami-suami mereka, tapi dihalangi oleh para pengawal Leo yang berbadan tegap. Tubuh para wanita-wanita paruh baya itu tak kuasa melawan pengawal-pengawal Leo yang jauh lebih kuat dari mereka.
“Elu mau apain suami-suami kita, ha?” tanya Bu Nur selaku pemilik kosan ini.
“Tenang ibu-ibu, “ Jawab pak Baskoro sambil mengangkat kedua tangannya di depan para emak-emak yang lagi histeris ini. “Biar saya jelaskan dulu.” Emak-emak yang tadinya berontak, kini mulai agak tenang karena penasaran dengan penjelasan yang akan diberikan oleh pengacara kondang Leo ini. “Kalian semua memang harus tahu apa yang telah dilakukan suami-suami kalian dan kenapa mereka harus diperlakukan seperti itu. Pertama, suami kalian sudah terlibat judi online yang mengakibatkan mereka terlilit hutang. Mereka semua menggelapkan uang perusahaan dan menjual semua aset berharga kalian, tanpa sepengetahuan kalian pastinya untuk membayar hutang-hutangnya. Total hutang mereka akibat judi online yang mereka ikuti, mencapai 5 M per masing-masing orang. Mereka semua mencoba melarikan diri ke luar kota tapi kami berhasil meringkusnya. Sebelum kami membawa mereka ke kantor polisi, kami putuskan untuk memberitahu kalian terlebih dulu selaku keluarga mereka. Jika ada pengacara, silahkan hubungi kantor polisi, kami akan mengirimkan alamatnya.” Pak Bas langsung meninggalkan ibu-ibu rempong yang terkejut dan shock setelah mendengar penjelasan darinya.
Ibu Yutri dan ibu Utami langsung pingsan bersamaan setelah tahu perbuatan suaminya.
__ADS_1
“Nggak! Ini nggak mungkin! Kalian semua pasti bohong! Nggak mungkin suamiku seperti itu?” ronta ibu Nur, kesombongan dan kecentilannya runtuh seketika tak berbekas setelah menyadari fakta yang terjadi pada keluarganya. “Sayang, bilang padaku, bahwa semua ini tidak benar!” tanya ibu Nur pada suaminya yang hanya tertunduk tanpa berani mengangkat mukanya.
Melihat suaminya diam tak bersuara, itu artinya memang benar, bahwa saat ini mereka sudah tidak punya apa-apa lagi. Air mata bu Nur sudah tidak bisa terbendung lagi. Wanita paruh baya itu menangis sejadi-jadinya.
Leo dan pasukannya hanya menatap nanar para emak-emak yang menangis tersedu-sedu hingga berguling-guling di tanah.
Semua orang yang melihat kejadian itu hanya menatap bingung antara kasihan dan juga iba. Tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang terjadi pada emak-emak rempong saat ini, mengingatkan semua orang tentang kejadian di mana Shena, diperlakukan tidak adil dan di usir paksa dari kosan ini.
Teman Shena yang tadi sempat berbicara pada Leo merasa sedikit puas dengan apa yang menimpa ibu kos and the gengnya yang suka berbuat semena-mena, terutama pada Shena.
“Eh, lu tadi bicara apa sama Leo? Dia menakutkan sekali, tapi juga keren sekali. Tapi, kenapa dia jadi kejem begitu, ya?” tanya salah satu teman kamar gadis yang bicara dengan Leo tadi. Mereka berdua sedang mengintip suasana di luar dari balik jendela kamar kosnya. Mereka yakin, semua anak-anak kosan juga melakukan hal sama seperti yang mereka lakukan saat ini.
“Leo cuma tanya kronologi kejadian saat Shena diusir dulu, aura membunuhnya langsung terpancar saat aku selesai menceritakannya, makanya aku cepat-cepat masuk ke kamar kerena takut kena imbasnya juga,” jelas teman sekelas Shena yang juga mendapat seberondong telepon dan sms dari semua teman-temannya.
“Sudah jatuh tertimpa tangga, kasian amat emak-emak rempong itu. Siapa suruh jadi emak-emak rempong yang menyebalkan.” teman sekelas Shena setuju dengan komentar teman sekamarnya.
__ADS_1
***