Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
Episode 148 The Ivy


__ADS_3

Pukul 08.15 waktu London, Leo dan Shena terlebih dulu tiba di sebuah restoran mewah berlokasi di 1-5 West Street. Keduanya berada di The Ivy restoran yang paling terkenal di kota besar ini. Restoran ini juga dinobatkan sebagai restoran dengan makanan terbaik. Bahkan David Beckham pun menjadikan restoran itu sebagai restoran favoritnya.


Leo memarkir mobil ferrarinya tepat di depan restoran dan menggandeng istrinya berjalan masuk ke dalam. Keduanya terlihat serasi saat berjalan beriringan bersama. Shena begitu cantik dan mempesona sedangkan Leo terlihat tampan dan cool habis. Para jomblo yang menyaksikan mereka berdua, pasti jiwanya akan meronta-meronta karena iri melihat betapa mesranya Leo terhadap istrinya. Tatapan mata Leo tak pernah lepas dari wajah cantik Shena yang setiap hari kian berseri.


“Good night Mr and Mrs Pyordova.” Seorang pelayan wanita dengan ramah membungkukkan tubuh menyambut kedatangan Leo dan Shena. Shena tersenyum ramah pada pelayan itu sementara Leo hanya acuh tak acuh saja. Pandangannya hanya fokus pada Shena.


“Mari ikut saya, Tuan Corp telah menyiapkan meja khusus.” Pelayan itu mengayunkan tangannya, kemudian berjalan memasuki restoran yang diikuti oleh Leo dan Shena.


Ada yang berbeda di restoran ini, suasananya terlalu sepi layaknya kuburan tak berpenghuni. Padahal ini adalah kota London, salah satu pusat kota terbesar di negara ini. Sangat aneh jika sebuah restoran yang pernah menjadi favorit pemain sepak bola papan atas ini sepi pengunjung.


“Sayang, kamu yakin temanmu mengajak kita makan malam di sini? Ini sangat wauwww, luar biasa mewah.” Shena menyukai tempat ini karena pertama kalinya ia datang ke sini.


“Tentu, manusia es Kimo itu setara dengan ayah, akan memalukan baginya jika dia mengajak kita makan malam di tempat yang biasa. Tempat ini lumayan untuk kita dan aku suka seleranya.”


“Tapi ini terlalu mewah.” Shena tak henti-hentinya berdecak kagum melihat interior mewah restoran ini.


“Aku bisa membelikannya untukmu supaya kamu bisa memandangi interior tempat ini setiap saat.” Leo menatap syahdu manik mata istrinya dengan pesonanya yang menggoda.


“Jangan aneh-aneh, deh. Untuk apa kamu membeli tempat ini kalau kita tidak tinggal di sini. Aku lebih suka kamu buka usaha mi ayam daripada membeli tempat seperti ini.”


Lagi-lagi Leo tersenyum mendengar kepolosan istrinya yang menggemaskan ini.


Pelayan wanita itu berhenti di sebuah meja lingkaran berukuran besar berkapasitas 8 orang. Gelas-gelas bertahtakan kristal berjejer rapi diatas meja bertaplak sutra.


Sesekali pelayan wanita itu mencoba menggoda Leo dengan mengedipkan salah satu matanya, tapi sayangnya Leo tidak tertarik untuk menatap balik pelayan itu. Dari tadi ia hanya fokus mengamati gerak gerik Shena yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan. Apalagi sekarang Leo yakin, kalau Shena saat ini sedang mengandung buah mereka. Setelah pulang dari sini, ia akan membawa Shena ke Swiss untuk bertemu dengan Fey agar ia bisa memastikan dugaan Leo saat ini.


“Silahkan Tuan, Nyonya. Sebentar lagi tuan Corp akan tiba.” Pelayan itu membuat suaranya se seksi mungkin untuk menarik perhatian Leo. Sayangnya, lagi-lagi usahanya itu tidak membuahkan hasil. Leo tidak pernah menganggap ada wanita lain selain Shena saat ini. Bagi cowok itu, istrinya adalah segala-galanya untuk Leo.


Di samping istrinya, Leo mendesah kesal. Ia menggerutu sebal dan lebih banyak mengumpat karena Raython belum juga datang. “Sialan si Ray! Bagaimana bisa ia membuat kita menunggu seperti ini! Menyebalkan sekali!”


Dengan lembut, Shena menyentuh tangan Leo dan berusaha meredam amarah suaminya. Sementara pelayan yang berdiri di samping Leo hanya kikuk tak tahu menahu mendengar gerutuan dan umpatan yang justru malah semakin terdengar seksi di telinga pelayan wanita itu.


“Sayang, sudahlah jangan begitu, tidak ada salahnya kita menunggu sebentar kedatangan mereka, jadi kita bisa berduaan dan menikmati indahnya tempat ini. Kamu tahu? Menurutku ini sangat menakjubkan.”


Tatapan mesra, Leo tujukan pada Shena yang bisa langsung meredakan amarahnya. Leo menopang kepalanya di atas meja dengan satu tangannya dan mamandangi wajah istrinya sepuasnya.

__ADS_1


“Kenapa kamu memandangiku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan riasanku?” tanya Shena sambil memegangi pipinya saat menyadari Leo sedang menatapnya terus-terusan.


“Tidak, kau sangat cantik malam ini, Sayang. Bahkan setiap hari, wajahmu semakin cantik saja. Aku tidak ingin si manusia es Kimo nanti memuji kecantikanmu. Awas saja nanti, akan aku sumpal mulutnya kalau sampai dia memujimu.” Belum apa-apa Leo sudah membuat Shena kesal dengan tingkah kekanak-kanakan suaminya.


“Dia teman ayahmu, Leo. Perlakukan dia dengan baik, jaga nama baik ayah juga!” Shena khawatir suaminya ini bakal membuat onar lagi. Untungnya, Leo pun akhirnya mengalah, ia mengamini apa yang dikatakan istrinya.


"Baiklah aku akan bersikap baik seperti yang kamu inginkan, Sayang." Leo mencium mesra Shena di depan pelayan itu. Entah karena merasa tidak ada harapan lagi, pelayan itu pun mundur alon-alon ke belakang.


Selang beberapa menit kemudian, sebuah mobil Rolls-Royce Sweptail merah metalik berhenti tepat di depan restoran. Dengan gagah, Ray keluar dari dalamnya di buntuti oleh Jakson. Asisten Raython yang menurut Leo sangat menyebalkan sama seperti bosnya.


Seketika Shena berdiri, tersenyum ramah menyambut kedatangan teman ayah mertuanya. Ternyata, orang yang bernama Raython lumayan berumur juga, ia bahkan terlihat jauh lebih tua dari Leo dan Shena tentunya. Sebab, mereka berdua kan masih kuliah sedangkan orang ini sudah matang dalam segala hal. Shena menebak pasti usia orang ini sudah masuk kepala 4.


Sedang kan Leo, tahu sendiri, ia tidak begitu welcome seperti yang dilakukan istrinya. Leo lebih memilih memainkan gelas berisikan wine sambil merengut kesal. “Lama sekali? Apa kamu datang dari Manchester?” tanya Leo tanpa basa basi.


Mata Raython melotot, beralih menatap Leo sesaat setelah tersenyum membalas sambutan Shena. “Jalanan macet.”


“Yang benar saja? Kau pikir ini Jakarta? Alasan saja kau!” cetus Leo dengan kesal.


“Apa istrimu baik-baik saja?” tanya Raython tiba-tiba seolah tak peduli dengan wajah kesal Leo.


“Aku hanya khawatir matanya bermasalah karena sudah salah pilih suami seplayboy dirimu!”


Tawa Leo meledak mendengar kata-kata Raython. “Simpan kalimat itu untuk dirimu sendiri. Ingat ya, seplayboynya aku, mana pernah aku membawa wanita nggak jelas untuk menghangatkan ranjangku. Aku hanya bernafsu pada Shena saja, tidak dengan wanita yang lain. Bagiku, cuma Shena yang membuatku bergairah, beda denganmu yang selalu menikmati semua wanita yang kau pesan.”


Spontan Jakson tertawa, membuat Ray dengan kesal menginjak kaki asistennya itu. “Asisten sialan!” gumam Raython.


“Jadi kalian berdua sama-sama playboy, pantas saja kalian mirip sekali sifatnya. Apa semua sultan seperti kalian suka bergonta ganti pasangan?” tanya Shena.


Baik Raython maupun Leo terkesiap mendengar ucapan Shena. Mereka berdua mengerjapkan mata dengan cepat. Sementara Jakson yang duduk tepat di sebelah tuannya hanya menekan keras garis bibirnya menahan tawa.


“Uhmmm ... bukan begitu, Sayang ... kami berbeda, jelas berbeda. Kamu tahu sendiri alasanku kenapa gonta ganti pasangan, bukan?”


“Tapi tetap saja, kamu sama saja dengan tuan Cerop ini.”


“Corp, bukan Cerop!” ralat Jakson yang disambut tawa oleh Leo atas ucapan plesetan dari Shena.

__ADS_1


“Terserah aku! Namanya terlalu susah untuk dilafalkan!” cetus Shena dengan wajah juteknya. “Almira, Devita, Shirli, Dewi, Nurafa, Mila, Amanda, Lieska, Novita, bahkan Rosalinda dan masih banyak lagi. Mereka semua itu adalah mantanmu, kan? Selama sebulan pasti sudah banyak hal yang kamu lakukan bersama mereka!” ujar Shena yang mulai panas sampai mengingat hampir semua nama-nama mantan pacar Leo.


“Sayang, bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu bukan tipe orang yang pencemburu? Kenapa sekarang jadi berubah?” Leo heran melihat perubahan sikap istrinya. Apa karena dia sedang hamil makanya ia gampang berubah-ubah pikiran.


“Kamu sendiri yang ingin aku cemburu dan ngamuk seperti yang kamu lakukan di bar kemarin sampai kamu meminta tuan Cerop ini yang membereskannya!” bentak Shena.


“ Corp!” Jakson berusaha meralat lagi.


“Diam kau!” bentak Shena pada Jakson yang lagi-lagi disambut tawa oleh Leo dan juga Raython.


“Dan aku percaya saat kamu bilang kamu memacari mereka semua hanya demi menemukanku? Huh, benar-benar tidak bisa dipercaya!” Shena kembali memasang wajah cemberut sehingga membuat Leo semakin frustasi.


Leo menatap Raython meminta bantuan menghadapi istrinya yang lagi ngambek. Bicaralah, sialan atau malam ini aku tidak dapat jatah. Begitulah arti dari tatapan Leo yang ditujukan pada Raython. Namun, yang ditatap malah termangu memasang wajah tanpa ekspresi.


“Leo benar, Nyonya Shena, kami berbeda. Seperti yang sudah kau ketahui, kalau dia hanya gonta ganti pasangan kencan, sedangkan aku ... “ Raython menggantungkan kalimatnya sehingga membuat semua orang yang ada di sini penasaran dan tidak sabar untuk segera mendengar kalimat apa yang akan diucapkan Ray. “Aku suka tidur dengan banyak wanita karena itu adalah canduku.”


Uhuk .... uhuk ... uhuk ....


Shena begitu terkejut dengan ucapan gamblang Raython hingga terbatuk. Membuat Leo yang duduk di samping Shena mengepalkan tangan, kesal menatap Raython.


“Jangan dengarkan dia, Dia itu sinting, Sayang!”


Shena berbisik di telinga Leo. “Berarti tuan Cerop, sudah bukan perjaka lagi? Aku kasihan dengan istrinya nanti. Karena mendapat suami yang sudah tidak orisinil lagi.” Leo hanya menunduk menyembunyikan tawanya agar tidak muncrat keluar di depan Raython. Akan sangat berbahaya jika kata-kata Shena sampai terdengar di telinga Ray atau asistenya.


***


Episode kali ini kali ini panjang banget ....


jangan lupa like, vote dan komentarnya dong .. supaya akuh lebih semangat lagi nulisnya ...


maaf kemarin telat up itu karena NT lagi eror mungkin .. sebenarnya aku sudah up episode sebelumnya itu dari jam 12 siang kemarin .. tapi ternyata baru berhasil review-nya malam ..



__ADS_1


__ADS_2