Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 99 Penjelasan 2


__ADS_3

Leo mengurung tubuh Shena dalam rentangan tangannya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Shena. Bahkan saking dekatnya, tidak ada jarak lagi diantara keduanya.


“Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku berbohong, Sayang?” tanya Leo penuh waspada.


Shena jadi gugup saat Leo menatapnya seperti itu. Leo terlihat begitu waspada seolah itu adalah rahasia yang tidak boleh diketahui oleh siapapun.


“Secara logika, itu tidak masuk akal. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, ledakan dahsyat itu menghancurkan semua tempat yang ada di rumah itu, apalagi pemicu ledakannya berasal dari ruang bawah tanah. Sangat mustahil bagimu jika selamat dari ledakan itu tanpa mengalami luka sedikitpun.” Apa yang dikatakan Shena memang masuk akal dan ada benarnya. Tidak akan ada seorangpun yang bisa selamat dari ledakan dahsyat itu kecuali ada keajaiban dunia yang jelas-jelas jarang terjadi.


Leo hanya tersenyum menatap pemikiran cerdas kekasihnya yang benar-benar mirip detektif dadakan itu. “Aku rasa, kamu lebih pantas jadi detektif dari pada anak sains, Sayang. Asumsimu selalu tepat.” Leo membelai lembut pipi Shena. Raut wajahnya yang tadinya waspada, berubah lembut jadi sehalus sutera. “Kamu benar, sangat mustahil bagiku dan yang lainnya untuk bisa keluar hidup-hidup dari ledakan itu. Namun, hal yang mustahil itu tidak berlaku jika sudah ada ikut campur dari tangan Refald. Kamu ingat dia, kan? Tidak ada yang tidak mungkin baginya.” Leo mengucapkan kalimat itu tepat di samping telinga Shena agar tidak ada orang lain yang mendengar percakapannya.


“Apa maksudmu? Apa ... dia yang membantu menyelamatkanmu? Bukankah kamu bilang, kak Refald sudah kembali ke Swiss karena istrinya sedang hamil? Bagaimana bisa dia ada di sini? Apa dia tidak jadi pergi ke Swiss? ” Shena masih belum mengerti dengan kata-kata Leo sehingga gadis itu memberondongi Leo dengan banyak sekali pertanyaan.


“Dia bisa pergi kemanapun yang dia inginkan hanya dengan sekali mengedipkan mata, Sayang. Tapi hal itu hanya akan ia lakukan disaat darurat saja, terutama jika nyawanya dalam bahaya. Selama ini, ia tetap pergi menggunakan paspor dan alat transportasi lainnya hanya demi mematuhi peraturan dunia saja. Jika dia mau, dia bisa pergi kemanapun dan di manapun sesuka hatinya. Hanya saja, selama dua bulan ini, ia tidak akan bisa menggunakan kekuatannya untuk sementara karena dia melanggar peraturan kekuatan yang dimilikinya dengan datang kemari menyelamatkanku kerena ledakan itu.” Leo terlihat sangat serius saat menjelaskan kejadian sebenarnya pada Shena.


“Refald adalah orang istmewa dengan kekuatan-kekuatan luar bisanya.”Leo melanjutkan lagi penjelasannya. “Tidak ada yang tahu seperti apa dia sebenarnya, kecuali keluarganya dan istrinya, Fey. Aku memberitahumu karena sebentar lagi kamu juga akan menjadi bagian dari keluargaku. Jadi, jangan sampai rahasia Refald bocor ke orang lain, Oke.” Leo menempelkan dahinya di dahi Shena yang sedang takjub akan penjelasa Leo.


Shena terperangah tak percaya mendengar penjelasan tak masuk akal yang dikatakan Leo padanya. Ini memang benar-benar tidak masuk akal, tapi Leo yang sekarang tidak mungkin berbohong padanya. “Ternyata ada ya? Manusia super seperti itu? Aku kira hal semacam itu hanya ada di cerita fiksi atau di film-film saja. Aku tidak menyangka, ternyata ada juga di dunia nyata. Tapi, kenapa kak Refald harus kehilangan kekuatannya? Padahal dia melakukan hal yang baik dengan menyelamatkanmu?”


“Takdir, dia sudah menentang takdir yang harusnya terjadi padaku. Seharusnya aku mati dalam ledakan itu, tapi Refald telah mengubah takdirku. Kekuatan Refald punya peraturan unik sendiri, jika ia menggunakan kekutannya untuk kepentingan orang lain yang tidak ada kaitan dengannya, itu sama dengan mengubah takdir orang lain, sehingga ia harus kehilangan kekuatannya sebagai hukumannya karena sudah menentang takdir itu. Untuk sementara, selama 2 bulan ke depan, ia tidak bisa menggunakan kekuatannya dan menjadi manusia normal biasa seperti kamu dan aku sekarang.” Leo menatap Shena yang juga menatapnya.


“Wuahhhh, benarkah ada hal yang seperti itu? Aku tidak percaya? Ini seperti cerita fantasi seperti Edward Cullen.” Bukannya takut, Shena malah terkagum-kagum mendengar kisah kekuatan Refald dari Leo. Mendadak, Shena mendaftarkan diri menjadi fans berat Leo meski Shena sama sekali belum pernah bertemu dengannya.


“Edar? Edar siapa?” tanya Leo penuh curiga.


“Bukan Edar! Ed-Ward, si vampir tampan pelindung Bella! Tokoh fantasi dalam film twilight kesukaanku. Masa kamu nggak tahu?”

__ADS_1


“Aku tidak suka lihat film, jadi aku tidak tahu siapa Edar itu. Kamu bilang apa tadi? Dia tampan? Apa kamu mau cari mati, ha?” Leo terlihat mulai emosi karena tidak terima Shena mengatakan laki-laki lain dengan sebutan ‘tampan’.


Deg ... Shena menggigit bibir karena merasa telah salah ucap. Si cecunguk Leo pasti tidak terima kalau aku bilang ada yang lebih tampan darinya. Bagaimana ini, dia menatapku seolah ingin memakanku. Batin shena.


“Hehe ... tidak ada yang lebih tampan darimu, Sayang. Cuma kamu yang paling tampan, di mataku.” Shena meringis kuda agar Leo tidak jadi marah padanya.


Leo tersenyum simpul mendengar kekasihnya bicara seperti itu walaupun dengan nada terpaksa. “Bagus, tidak boleh ada pria tampan lain yang kamu lihat selain aku.”Leo menekankan lagi penegasannya.


“Aku jadi penasaran seperti apa kak Refald, Apa kamu bisa mempertemukan aku dengannya?” tanya Shena penuh harap dan mengalihkan pembicaraan.


“Kalian berdua sudah pernah saling bertemu. Dia mengenalimu, tapi kamu tidak mengenalinya.”


“Oh iya? Kapan? Di mana? Aku tidak pernah merasa bertemu dengan laki-laki manapun selain kamu.” Shena terkejut saat Leo mengatakan bahwa ia dan idola dadakannya pernah bertemu.


Shena semakin kagum dengan Refald, calon kakak iparnya. Secara otomatis ia juga penasaran dengan Fey, wanita luar biasa yang menjadi istri seorang manusia istimewa seperti Refald. “Kisah cinta mereka pasti sangat menarik,” gumam Shena sambil membayangkan hubungan unik antara Refald dan Fey.


“Kita juga punya hubungan yang tak kalah unik dari mereka, berhenti memikirkan orang lain dan fokus saja padaku.” Leo mendekatkan lagi wajahnya dan hampir menyentuh bibir Shena saat tiba-tiba saja ada sponsor yang numpang lewat.


“Ehem, ini pengadilan, bukan tempat untuk orang pacaran yang sedang bermesraan. Bikin mata rusak aja!” ucap salah satu wanita paruh baya yang berjalan melewati mereka sambil pura-pura berdeham.


Leo langsung berdiri tegak lalu mengamati sekelilingnya dan ia terkejut karena sudah ada beberapa pasang mata yang sedari tadi mengintai gerak gerik mereka.


“Dasar anak muda zaman sekarang! Tidak tahu tempat kalau bercumbu mesra. Aku jadi sangat iri pada mereka. Apalah aku yang dari pagi sampai malam hanya bermesraan dengan berkas-berkas penting saja,” komentar salah satu pegawai di gedung ini sambil berlalu pergi dengan raut muka putus asa.


“Aku kira adegan mereka itu hanya ada dalam drama korea, ternyata aku bisa menyaksikannya secara live streaming juga di sini. Kenapa mereka tidak langsung saja menikah di catatan sipil mumpung mereka ada di sini? Apa mereka baru saja menikah?” tanya salah satu gadis muda yang berdiri di samping pegawai tadi dengan kesal pada dirinya sendiri karena sampai saat ini masih betah menjomblo.

__ADS_1


Sedangkan bapak-bapak yang ada di samping wanita itu langsung mengambil ponsel dan menelepon anaknya. “Hei bocah tengik! Kapan kau akan memberiku cucu, ha? Cepat pulang ke rumah sekarang juga dan akan aku nikahkan kau! Jika kau menolak akan aku coret namamu dari daftar warisanku! Kau sudah umur berapa, ha? Masih belum mau menikah juga? Aku bunuh kau sekarang!” teriak bapak-baapk itu penuh emosi pada orang yang tidak lain adalah putranya sendiri dan belum menikah sampai sekarang.


Shena benar-benar malu akut dilihatin banyak orang, ia menggandeng tangan Leo lalu mengajaknya berlari keluar gedung pengadilan untuk menghindari sindiran dan hujatan para penghuni gedung itu.


“Apa-apaan mereka itu? Menakutkan sekali, harusnya mereka menghujat langsung, tidak perlu menyindir seperti itu.” Shena melepas genggaman tangannya pada Leo untuk mengatur kembali napasnya setelah berlari bersama dengan Leo.


Leo hanya tersenyum manis menatap Shena yang berdiri dengan tenang disampingnya. Cowok itu mengeluarkan ponselnya karena ia mendapat panggilan telepon dari ibunya. “Halo, Ibu ....” wajah Leo yang tadinya ceria, langsung mendadak berubah menjadi serius saat ibunya meneleponnya.


****


Pada episode ini agak melenceng dari genre aslinya kalau menyinggung soal Refald dari novel Putra Raja yang bergenre fantasi romantis. Kalau di Putra Raja, kisah Refald dan Fey di mulai dari masa SMA nya dan sebenarnya masih ada kelanjutannya hingga mereka menikah. Tapi aku belum sempat melanjutkan kisah cinta unik mereka. Jika ada waktu senggang akan aku usahakan untuk melanjutkan kisah cinta mereka karena sudah akan memasuki konflik utama di dunia fantasi mereka. Yang sudah mampir, pasti tahu ...


Terimakasih untuk semuanya karena sudah bersedia menunggu lanjutan kisah Shena dan Leo. Beberapa part lagi akan mendekati hari pernikahan mereka dengan berbagai keseruan lainnya. Hayooo siapa yang tidak sabar menanti hari pernikahan Leo dan Shena, hehe ...


Apakah penikahan mereka berjalan dengan lancar? Tunggu saja kisah serunya.



Leo yang lagi melirik Shena. kalau lagi gak berantem mukanya mang kayak anak ABG. secara dia masih mahasiswa


Jangan lupa like, vote dan komentarnya ya ... supaya aku jadi lebih semangat lagi nulisnya, terima kasih semuanya ...


Love you all


Salam manis dari penulis.

__ADS_1


__ADS_2