Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 120 Sandera


__ADS_3

Leo menghentikan mobilnya tepat di parkiran rumah sakit yang diberitahukan Roy padanya. Tanpa menunggu Leo, Shena langsung meloncat keluar mobil dan berlari masuk meninggalkan Leo di belakangnya. Shena sangat mencemaskan keadaan Laura sampai tidak memedulikan Leo yang masih tertinggal di parkiran. Secepat kilat ia berlari ke dalam dan mencari-cari kamar Laura.


Kerena rumah sakitnya terlalu besar, Shena tidak tahu harus ke arah mana ia mencari kamar dimana Laura dirawat. Shena berjalan ke bagian informasi untuk menanyakan kamar Laura, tapi tiba-tiba saja semua suster dan wanita yang ada di rumah sakit ini berlari menuju ke arah pintu keluar rumah sakit tanpa alasan yang jelas.


“Permisi, dimana kamar yang bernama La....”


“Sebentar, saya tinggal dulu, anda cari saja sendiri di daftar buku tamu di situ!” suster yang menjaga bagian informasi itu pun ikut berlari ke arah semua wanita yang bergerombol mengerubungi sesuatu.


Awalnya, Shena tidak mengerti apa yang membuat semua wanita dan suster itu berlari sambil berteriak sehisteris itu seolah mereka semua sedang menyambut kedatangan seorang artis papan atas.


“Apa ada artis yang datang? Sehun, kah? Atau mas Kun kun? Sampai mereka berteriak seperti itu? Hadeuuuh, kalau aku jadi kepala rumah sakit ini akan aku skors mereka semua. Seenaknya saja meninggalkan pekerjaan hanya demi menyambut artis,” gerutu Shena karena ia kesal ditinggalkan begitu saja oleh suster yang berjaga di bagian informasi. Padahal, ia sedang buru-buru ingin bertemu dengan Laura.


Suara teriakan semakin terdengar kencang karena orang yang jadi pusat perhatian semakin mendekat ke arah Shena yang sedang sibuk mencari-cari nama Laura.


“Kenapa mereka berisik sekali sih, mengganggu saja!” gumam Shena sambil memukul-mukul daftar buku pasiennya karena kesal mendengar suara kebisingan mereka.


“Tuan muda, kenapa anda tidak memberitahu sebelumnya kalau mau datang kemari?” tanya salah satu wanita seksi yang sepertinya, paling berpengaruh di rumah sakit ini. Wanita itu langsung menyongsong kedatangan sosok laki-laki tepat setelah pintu rumah sakit terbuka. “Seandainya anda memberitahu sebelumnya, pasti kami akan memberikan sambutan yang meriah untuk menyambut kedatangan anda kemari.” Maksudnya adalah wanita itu akan berdandan dan berpenampilan secantik mungkin untuk dapat mengikat hati pewaris pemilik rumah sakit ini.


“Aku tidak ada rencana kemari, aku hanya kebetulan mengejar seseorang yang meninggalkan aku sendirian dan masuk kesini,” jawab orang yang dipanggil sebagai tuan muda, tanpa mau menoleh ke arah wanita yang bicara padanya. Tentu saja orang itu adalah Leo, suami Shena sendiri.


“Tuan muda, anda sungguh semakin tampan. Sudah lama anda tidak pernah kemari. Lihatlah, semuanya memuja anda sampai seperti ini. Artis papan atas sekelas Sehun saja kalah populer dari anda.” Wanita itu mencoba menggoda Leo. Sayangnya, Leo sama sekali tidak menghiraukan kicauan wanita yang mulai mengikuti langkahnya. Leo bahkan tidak menganggap semua wanita yang sedang mengerumuninya ini ada. Pandangan Leo hanya terfokus mencari-cari seseorang di sekeliling tempat ini.

__ADS_1


“Tuan muda, senang bisa melihat anda kembali,” goda wanita lain yang berdiri di sisi kiri Leo, tapi tidak ada sahutan dari Leo.


“Dia sungguh tampan sekali,” bisik wanita yang ada disebelahnya wanita yang bertanya tapi tak dihiraukan oleh Leo.


“Iya, tapi aku dikacangin. Sepertinya ia sedang mencari-cari seseorang. Ia cuek sekali, kenapa hatiku sakit, ya? Dicuekin, hiks hiks?” wanita tadi mengelus dadanya seolah benar-benar seperti sedang patah hati karena Leo tidak peduli dengan semua wanita yang mengepungnya saat ini.


“Memangnya, siapa yang dia cari?” tanya teman wanita itu lagi.


“Entahlah, sepertinya tidak ada yang tahu, wanita ganjen yang sedaritadi mengikutinya juga sepertinya tidak tahu.”


“Siapa wanita ganjen itu?”


“Dia wanita yang menjabat sebagai kepala administrasi rumah sakit ini. Hati-hati dengannya, dia sangat licik sekali. Wanita itu sudah bolak balik membatalkan pernikahan dengan banyak pengusaha konglomerat. Entah apa yang dicari-cari wanita berambisi itu, pasti yang sedang ia incar adalah tuan muda ini.” Wanita-wanita yang ada disekeliling Leo malah asyik berghibah ria soal wanita seksi yang terus saja menggoda Leo tapi tak dapat respon apapun dari Leo. Iya iyalah, Leo kan hanya mencintai Shena. Tidak akan ada wanita manapun yang bisa menarik perhatian Leo kecuali istrinya sendiri.


Sementara itu, Shena sendiri masih belum menyadari kalau suaminyalah yang menjadi biang kerok keramaian di rumah sakit ini. Ia malah asyik mencari-cari daftar nama Laura dalam buku. Saking terlalu seriusnya, Shena sampai tidak tahu kalau sudah banyak orang yang mengerumuninya karena Leo ada didekatnya.


Tiba-tiba saja, dari kejauhan ada sebuah teriakan yang membuat Shena beralih untuk melihat darimana sumber suara itu berasal. Shena mendekat ke arah sumber suara itu untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Shena masih belum menyadari kalau dibalik punggungnya, sudah ada Leo yang juga mengamati gerak gerik Shena dari tadi.


Saat Shena hampir mendekati ruang yang menjadi sumber suara teriakan tadi, tiba-tiba seseorang mencoba berlari keluar ruangan tepat saat Shena hendak masuk ke dalam ruang itu. tanpa dinyana-nyana, seseorang yang berjenis kelamin laki-laki dengan tubuh kekar ala Ade Rai langsung menyerang Shena dan memiting leher Shena dari belakang. Ia juga mengancam akan membunuh Shena dengan pisau yang ada di tangannya jika ada seseorang yang berani mendekatinya.


Awalnya, Shena panik, tapi ia berusaha tenang dan bersiap-siap untuk balik menyerang jika waktunya dirasa pas.

__ADS_1


“Jangan bergerak atau nyawa wanita ini akan melayang,” ancam laki-laki itu dengan penuh kemarahan.


“Jangan ... jangan begitu, lepasin dia! Apa yang kamu lakukan ini salah?” bujuk salah satu orang yang ada di dalam kamar. Orang itu sepertinya masih kerabat orang yang menyandera Shena saat ini.


Shena sendiri sangat kesal karena lagi-lagi, untuk kesekian kalinya, ia dijadikan sandera. Shena takut kalau sampai Leo melihatnya, maka habislah bapak-bapak ini. Sebelum itu terjadi, Shena berniat melepaskan diri sendiri dengan sisa tenaga yang ia miliki. Tapi, ia masih menunggu saat yang tepat untuk meloloskan diri dari laki-laki kekar ini sambil mempelajari situasi.


Apa yang dipikirkan Shena memang benar, Leo sudah mulai mengeluarkan tanduknya dan bersiap menyerang pria kekar yang sudah berani menyandera Shena. Tapi niat itu ia urungkan saat laki-laki itu berteriak menjelaskan alasan kenapa ia sampai nekat menyandera seseorang yang kebetulan orang itu adalah Shena. Istri pewaris tunggal rumah sakit ini.


“Kalian mau mengoperasinya atau tidak? Jika tidak, akan aku bunuh wanita ini! Rumah sakit macam apa ini? Bagaimana bisa kalian lebih mementingkan uang daripada keselamatan nyawa pasien? Aku sudah melakukan prosedur yang kalian minta, tapi apa? Kalian bilang baru akan mengoperasinya jika uangnya ada? Kalian pikir kalian siapa, ha? Bisa-bisanya kalian memeras kami para orang miskin!” laki-laki itu bicara dengan penuh emosi.


Deg ...


Jadi inikah alasan laki-laki ini menyanderaku? Batin Shena sambil menatap satu persatu para dokter yang ada di ruangan itu.


*****


episode berikutnya lebih seru .. semoga gak bosan untuk terus menunggu up selanjutnya ya. soalnya jujur aku takut kalian bosan dengan cerita yang aku buat hehehehe ....


jangan lupa untuk terus dukung dengan like, vote, dan komentar agar aku semakin bersemangat...


love you all

__ADS_1



Leo yg lagi melihat Shena


__ADS_2