
Leo mengajak Shena pulang kerumahnya, mereka berdua akan makan malam bersama yang sudah disiapkan khusus oleh bibi Jenny dan bibi Nunuk untuk menyambut kedatangan Shena kembali ke istana Leo.
Bibi Jenny dan bibi Nunuk sangat senang akhirnya bisa melihat Shena lagi, mereka bertiga saling berpelukan untuk melepas kerinduan satu sama lain.
“Selamat datang kembali nona Shena, saya sangat senang bisa bertemu lagi dengan anda,” ujar bibi Jenny setelah melepas pelukan mereka.
Bibi Nunuk hanya tersenyum melihat Shena yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Sebab, terakhir kali dia melihatnya, Shena masih dalam kondisi pemulihan akibat luka tembak yang dialaminya waktu itu.
“Aku juga senang bisa kembali bertemu dengan kalian.” Shena tersenyum haru. “Bagaimana kabar kalian? Apa semua baik-baik saja?” tanya Shena.
“Tentu, Nona,” jawab bibi Nunuk. “Saya sangat senang anda juga terlihat baik, silahkan istirahat dulu sambil menunggu makan malam siap.” Bibi Nunuk mempersilakan Shena masuk dan menuju kamarnya.
Sementara Leo harus menjauh karena ia menerima banyak sekali panggilan, sepertinya memang ada yang gawat, karena wajah Leo terlihat begitu serius sekali menatap sesuatu sambil mengepalkan tangannya.
Leo menghampiri Shena yang berdiri mematung agak jauh darinya. “Sayang, tetaplah di rumah. Aku harus pergi untuk menyelesesaikan sesuatu,” ujar Leo pada Shena dengan ekspresi penuh emosi yang sengaja ia tahan.
“Ada apa? Apa terjadi sesuatu? Apa sebaiknya aku ikut denganmu?” tanya Shena yang juga ikut khawatir melihat ekspresi Leo.
“Tidak, akan lebih aman jika kamu tetap ada di sini. Tempat ini tidak bisa ditembus oleh sembarang orang, bahkan burung liar pun tidak dapat masuk kemari. Ada hal penting yang harus aku lakukan, dan juga lumayan berbahaya bagimu jika kamu ikut bersamaku. Aku akan segera kembali, aku janji.” Leo meyakinkan Shena.
“Apa kamu yakin? Apa kamu akan pergi sendiri?” tanya Shena semakin cemas.
“Tentu saja aku tidak sendiri, Refald sudah menungguku di sana. Kamu masih ingat Refald, kan? Dia adalah sepupuku yang membantuku mengambil bungan edelweis untukmu. Dia baru saja tiba dari Swiss setelah melihat berita acaraku tadi. Sayangnya, Fey istrinya tidak ikut karena dia sedang hamil muda. Seandainya dia ikut pasti kamu akan aku pertemukan dengannya.” Leo mengusap lembut kepala Shena agar kekasihknya itu tidak terlalu mencemaskannya.
“Kalu begitu berhati-hatilah, apapun yang terjadi kamu harus kembali dengan selamat.” Shena merebahkan kepalanya di dada Leo.
“Kamu tahu aku sangat kuat, Kenzo memang bukan tandinganku, tapi bersama Refald, Kenzo dan pasukannya tidak akan bisa menyentuh kami. Refald bukan manusia biasa sepertiku, dia berbeda. Tidak akan ada seorangpun yang bisa membunuhnya bahkan ayahku sendiri tidak akan bisa mengalahkan Refald. Jika urusanku selesai, aku akan mempertemukanmu dengannya.” sekali lagi Leo mengecup kening Shena. “Sampai nanti, Sayang.”
__ADS_1
“Aku akan menunggumu di sini.” Shena memegang pipi Leo untuk melihat wajahnya sebelum Leo pergi. Sejujurnya Shena merasa khawatir pada Leo mengingat kejadian yang baru saja mereka alami tadi.
“Aku janji, aku akan kembali. Istrihatalah, Sayang. Jangan lupa makan, Oke. Jangan khawatirkan aku, karena aku akan baik-baik saja. Apalagi aku tidak sendirian, ada Refald bersamaku.”
Shena hanya diam menatap kepergian Leo, “Semoga saja apa yang dikatakan Leo itu benar. tapi ... siapa Refald? Apanya yang berbeda darinya? Apa dia bukan manusia?” tanya Shena pada dirinya sendiri.
“Tuan muda Refald juga keturunan raja Nona, ibunya adalah kakak kandung Nyonya besar,” terang bibi Jenny yang mendengar gerutuan Shena saat mereka berjalan menuju ruang peristirahatan Shena. “Beliau memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa, hanya orang terdekatnya saja yang tahu seperti apa kekuatan itu. Kami semua yang ada di sini juga tidak pernah tahu.” Bibi Jenny terlihat seolah masih penasaran pada sosok Refald.
“Apa dia semenakutkan itu? Tadi Leo bilang istrinya juga sedang hamil muda? Apa istrinya tidak takut pada Refald?” tanya Shena semakin penasaran dengan sepupu Leo yang satu ini.
Diam-diam Shena sangat mengagumi semua keluarga Leo. Di China, Leo punya saudara sepupu bernama Xiao nai yang sangat ahli di bidag IT. Tak terbayang apa manfaat bagi keluarga Leo jika memiliki orang seperti Xiao nai. Di seberang lain tepatnya di Swiss, Leo memiliki saudara sepupu yang mempunyai kekuatan supranatural, dan kekuatannya itu juga terdengar menakutkan meski Shena sendiri tidak tahu pasti seperti apa kekuatan menakutkan yang dimiliki Refald itu.
Sedangkan keluarga Leo sendiri, adalah keluarga yang memang bukan dari kalangan biasa dan juga bukan orang sembarangan. Jika semuanya digabungkan, tidak bisa dibayangkan bagaimana kekuatan keluarga besar Leo. Tidak akan ada yang bisa menandinginya.
****
Leo datang menjemput Refald di bandara tepat setelah ia mendarat menggunakan pesawat pribadinya. “Kau terlihat makin tua sekarang, kenapa kau tidak menggunakan pasukan dedemitmu supaya lebih cepat sampai kemari!” ledek Leo saat melihat sepupunya berjalan mendekat ke arahnya.
“Bawa saja sendiri!” Leo melemparkan kembali tas kecil yang dilemparkan Refald padanya. Sayangnya tas itu tiba-tiba saja melayang tepat di tengah-tengah keduanya berdiri. Tatapan mata Refald tertuju pada tas kecil malang yang melayang itu.
Leo yang sudah tahu kekuatan seperti apa yang dimiliki Refald hanya bisa mendengus kesal sambil berkacak pinggang. “Kau curang! Kau pamer padaku, ha?”
“Tidak! Itu bukan aku,” jawab Leo dengan ekspresi tenang. “Taruh tas itu dan pergilah, kau tahu dia adalah adik sepupuku yang idiot. Dia sama sekali tidak berbahaya. “ Refald berbicara pada sesuatu yang tidak bisa di lihat Leo.
Leo hanya bisa melongo melihat tas kecil yang tadinya melayang perlahan-lahan turun ke bawah dan tergeletak rapi di bangku kursi mobil belakang Leo.
“Kau serius?” teriak Leo. “Kau membawa pasukan dedemitmu kemari?” Leo kembali berdecak.
__ADS_1
“Tidak semuanya, separuh pasukanku ada bersama dengan Fey untuk menjaganya. Mereka semua senang Fey akan punya anak dan aku akan jadi Ayah.” Refald tiba-tiba saja tersenyum sendiri membayangkan ia akan menjadi seorang ayah sebentar lagi.
“Kau mulai pamer lagi, aku juga akan punya anak sebentar lagi.” Leo juga tidak ingin kalah dari sepupunya.
“Aaah, aku lupa sebentar lagi kau akan menikah, aku kira playboy sepertimu tidak akan pernah bisa menikah. Pasti gadis yang akan kau nikahi itu sangat sial karena mendapatkan calon suami brengsek sepertimu!” Refald sengaja meledek adik sepupunya.
“Apa maksudmu?” Leo mulai emosi. “Aku sudah bukan playboy lagi. Aku benar-benar jatuh cinta pada Shena. Dan hanya dia yang memang aku inginkan selama ini.”
Refald hanya tersenyum simpul. “Ahhhh ... playboy sudah jatuh cinta rupanya.” Refald sangat senang menggoda adik sepupunya ini. Ia tidak menduga bahwa anak kecil yang dulunya imut dan manja padanya, sekarang sudah terlihat besar bahkan ia akan segera menikah dengan gadis yang dicintainya. “Ayo masuk! Aku tidak punya banyak waktu di sini. Aku tidak bisa meninggalkan istriku lebih dari 6 jam. Sebaiknya kita selesaikan secepat mungkin.” Refald duduk di kursi dan menutup pintu mobil dengan santai.
“Kalian semua sudah menikah dan akan punya anak, Xiao nai juga begitu. Haishh, kenapa cuma aku saja yang belum menikah.” Leo terlihat kesal pada dirinya sendiri.
“Itu karena cuma kamu yang masih bau kencur!” Refald kembali meledek Leo sambil tertawa.
Leo mendengus kesal sambil menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kencang ke sebuah tempat di mana semua para musuhnya sedang berkumpul.
Leo menghentikan mobilnya tepat di depan pintu gerbang kediaman Kenzo. Pintu itu tertutup sangat rapat bahkan tidak ada seorangpun yang diperbolehkan masuk ke dalamnya kecuali orang-orang yang Kenzo izinkan.
Leo dan Refald berdiri di depan pintu gerbang besar itu sambil mengamati sekitarnya. Ada banyak ratusan cctv terpasang di setiap tembok pagar dan gerbangnya. Bahkan senjata otomatis juga terpasang di titik tertentu. Ada gerakan mencurigakan sedikit saja, maka senjata itu pasti akan membinasakan siapapun yang berulah di sekitarnya.
“Sekarang bagaimana?” tanya Leo pada Refald yang sedang memerhatikan sekelilignya penuh kewaspadaan.
“Kita akan buat pertunjukan kecil. Diam dan lihat saja, sambil makan juga boleh,” jawab Refald dengan ekspresi datar sedatar permukaan air kolam.
****
Sekedar informasi, Refald adalah nama tokoh dalam cerita ‘PUTRA RAJA’ yang sudah tamat. Tapi akan ada season 2 begitu Leo dan Shena ini juga tamat. Refald memang memiliki pasukan dari dunia tak kasat mata dan ilmu kanuragan yang diturunkan langsung dari nenek moyangnya. Di season 2 nya nanti, akan dijelaskan siapakah raja/nenek moyang Refald serta kelanjutan kisah cintanya dengan Fey.
__ADS_1
Love you all
Salam manis dari penulis