Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)

Playboy Jatuh Cinta (The King In Love)
episode 158 Pacuan Kuda 3


__ADS_3

“Siapa kalian? Apa hubungan kalian dengan para pria tampan itu?” tanya salah satu teman Anne.


Fey dan Shena tidak langsung menjawab pertanyaan itu, keduanya mensejajarkan kudanya dengan kuda milik Anne beserta teman-temannya yang lain. Istri Leo dan Refald itu menunjukkan gaya keren mereka sambil mengatakan sesuatu yang membuat Anne tercengang sampai mulutnya menganga lebar.


“Taruhanmu bukan dengan para pria yang kau sebut tampan itu, tapi dengan kami berdua,” ucap Shena sambil tersenyum manis yang dibuat-buat. Padahal, ingin sekali gadis itu menjambak rambut para pelakor ini.


“Bagaimana jika aku menang?” tanya Anne sok ke-PeDe-an.


“Kau boleh berkencan dengan para pria tampan itu, tapi sebaliknya, jika kami yang menang, jangan pernah lagi mendekatinya atau menampakkan batang hidungmu di depannya, dan juga ... Ayahmu harus bersedia menjawab semua pertanyaan yang kami ajukan,” terang Shena.


“Pertanyaan?” Anne tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Shena mengenai ayahnya, dan kenapa ayahnya dibawa-bawa.


“Bukan pertanyaan penting, sih. Hanya pertanyaan biasa, tidak perlu dipikirkan. Bagaimana? Kau, setuju?” Tanya Shena dengan kilatan cahaya mata yang mengerikan.


Meski awalnya Anne agak terkejut mendengar taruhan yang Shena tawarkan, tapi akhirnya mantan Leo itu pun menyetujuinya dengan catatan bahwa dialah yang akan menang melawan dua wanita lemah yang mencoba menantangnya. Secara, Anne adalah pemenang lomba pacuan kuda wanita pertama tahun ini. Itulah kenapa ia berani menantang Leo balapan kuda meski akhirnya harus digantikan oleh wanita asing yang menurutnya sangat menjengkelkan ini.


“Baiklah! Salah satu dari kita berdua harus memenangkan perlombaan ini. Temanku Hellen, akan melawan partnermu, dan kau melawanku. Bersiaplah menerima kekalahanmu!” Anne terlalu percaya diri dapat memenangkan taruhan ini. Dia menatap Leo dan memberikan kiss bye pada suami Shena yang dibalas dengan wajah sinis Leo. “Bersiaplah untuk berkencan denganku malam ini, Leo!” wanita itu benar-benar membuat Shena geram.


Ingin rasanya Shena melompat turun dari kudanya dan menjambak rambut pirang wanita ganjen itu, tapi Fey menahan tangan Shena. Istri Refald itu berusaha menenangkannya dengan tatapan tajamnya. Kita akan membalas dengan mengalahkannya dan memberi wanita jalaaang itu pelajaran yang setimpal, jangan terbawa emosi. Begitulah makna dari tatapan mata Fey untuk Shena.


“Apa yang kamu lakukan, Sayang? Jangan bilang kalau kamu akan balapan kuda dengannya? Aku tidak setuju!” tanya Leo yang sudah ada di sebelah Shena, dan dugaan Leo memang tepat.


“Ehm,” jawab Shena sambil menatap wajah tegang suaminya. “Tidak hanya itu, aku juga taruhan dengannya, dan kamulah hadiah taruhan itu.” bukannya takut, kesal atau menyesal karena sudah menjadikan suaminya taruhan, Shena malah terlihat senang seolah dialah yang akan memenangkan taruhan itu tanpa merasa bersalah pada Leo sedikitpun.

__ADS_1


“Apa? Kenapa aku? Nggak! Aku nggak setuju! Ayo turun! Kita pergi dari sini. Aku nggak ingin ambil resiko kalau sampai kamu kenapa-napa.” Leo merasakan firasat yang buruk. Ia menoleh ke arah Refald yang sudah tahu kemana arah masalah ini. Refald sendiri hanya bisa menatap Fey yang memandang lurus ke lapangan pacuan kuda tanpa ekspresi dan tanpa bicara sepatah katapun.


Refald mencoba mencari tahu lewat pasukan dedemitnya tentang apa yang dipikirkan Fey saat ini, tapi hasilnya nihil. Pasukannya, tidak bisa memberitahu Refald karena mereka semua sudah berjanji pada Fey bakal merahasiakan apa yang akan dilakukan Fey dan Shena terhadap para pelakor itu.


“Tidak!” sanggah Shena. “Kesepakatan sudah dibuat, jika aku mundur sekarang itu artinya kita berdua kalah. Aku tidak suka kekalahan!” ucap Shena meniru gaya khas bicara Leo.


Lagi-lagi, Leo menatap Refald yang juga menatapnya. Kak, bisa tolong aku? Hentikan istriku! Itulah arti dari tatapan mata Leo pada Refald yang dibalas dengan gelengan kepala tanda tak bisa, karena Fey juga melakukan taruhan yang sama pada wanita-wanita bule ganjen yang ada di sekeliling mereka.


“Leo suamiku, dengarkan aku.” Shena menatap wajah suaminya dengan lembut. “Jangan khawatirkan aku dan bayi kita. Semua akan baik-baik saja, aku janji padamu, aku akan menjaga anak kita dengan baik. Jangan lupa ada kak Fey di sini. Meski kekuatan kak Refald masih belum kembali, masih ada istrinya yang akan melindungi kami semua. Jadi, kamu tenang saja, Oke.” Shena berusaha meyakinkan suaminya.


Dengan cepat, Shena mencium bibir Leo di hadapan banyak pasang mata yang memerhatikan mereka. Sontak saja hal itu membuat Anne dan teman-temannya langsung kebakaran jenggot karena terbakar api cemburu.


“Tapi kenapa kamu harus bertindak sejauh ini, biarkan kami yang mengurus masalah ini.” tanya Leo saat istrinya itu selesai menciumnya. Meski sedikit terkejut dengan aksi Shena barusan, Leo tetap mencemaskan istri tercintanya dan calon anaknya.


“Tapi, Sayanggg ...,”


“Kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan, karena kami ... bukanlah istri yang lemah.” Lagi-lagi Shena memotong protes suaminya. “Akan aku tunjukkan pada semua orang termasuk para mantanmu itu bahwa aku bukanlah wanita biasa yang tidak punya arti apa-apa untukmu. Aku adalah istrimu, dan siapapun tidak akan bisa menganggap remeh diriku.” Kata-kata Shena benar-benar tidak bisa membuat Leo berbicara lagi.


Leo semakin frustasi dengan tingkah Shena, tapi melihat betapa seriusnya istrinya kali ini, Leo tidak bisa berbuat apa-apa. Rasa kagum, terpesona, khawatir dan juga bangga, campur aduk jadi satu dalam hati Leo.


“Apa kamu yakin, Sayang? Bagaimana dengan bayi kita?” Leo memegang pinggang Shena dan sukses membuat Anne kembali panas melihat kemesraan mantannya pada wanita asing yang tidak ia kenal ini.


“Aku dan anakku sangat kuat, kamu akan lihat betapa hebatnya aku dan anak kita ini. Sudah cukup mencemaskanku, Leo. Jangan halangi aku, atau aku tidak akan pernah mau melihatmu lagi!” ancam Shena. Kali ini dia benar-benar serius tanpa ada gurauan di wajahnya.

__ADS_1


Leo hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Jika Shena sudah punya keinginan dan tekad yang kuat, maka sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Tidak ada pilihan lain selain menuruti apa yang diinginkan Shena saat ini meskipun ia sangat mengkhawatirkan kondisi istri tercintanya.


Sekali lagi, Leo menatap Refald untuk meyakinkan hatinya dengan keputusan yang sudah Shena ambil dan kali ini, Refald menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa semua akan baik-baik saja.


“Baiklah, aku dan Refald akan mengikuti perlombaan kalian dari belakang, untuk berjaga-jaga. Berhati-hatilah, Sayang. Hidup matiku ada ditanganmu. Kalau sampai kamu kalah dan aku harus berkencan dengan wanita jaalang itu maka aku akan bunuh diri.” Leo mengecup kening Shena di atas kuda mereka masing-masing sehingga membuat siapapun wanita yang ada di situ jadi berteriak histeris melihat betapa mesranya Leo pada Shena.


“Itu tidak akan pernah terjadi, sekalipun dia juara lomba pacuan kuda terhebat sekalipun, mantanmu itu tidak akan pernah bisa mengalahkan kami. Lagipula, aku tidak berjuang sendirian, ada Leo tengil kecil dalam rahimku, dia juga tidak akan membiarkan ayahnya jatuh kepelukan wanita murahan itu.” Shena tersenyum manis sambil mengelus lembut perut ratanya.


Leo pun langsung memberikan kecupan lembut diperut Shena sambil berkata, “Jaga ibumu baik-baik, Sayang. Ayah mengandalkanmu.” Leo juga ikut mengusap lembut perut rata istrinya sebelum perlombaan dimulai.


Sudah tidak bisa dijelaskan lagi seperti apa wajah-wajah wanita ganjen yang melihat aksi Leo terhadap Shena, pasti sudah kayak monyet lagi kelaparan. Habis, So sweet pakai banget sih mereka.


Refaldpun tak mau kalah dengan Leo, ia turun dari kudanya dan duduk di belakang Fey sambil mengusap lembut perut istrinya sembari membisikkan sesuatu di telinga Fey. “Aku akan menjagamu, Honey, hati-hati.” Refald mengecup lembut pipi istrinya sebelum ia turun kembali dan naik ke kudanya sendiri.


Fey dan Shena saling pandang dengan senyum mengembang. “Kau siap?” tanya Fey pada Shena.


“Aku siap!” jawab Shena mantap.


****


semoga suka ya ..mulai seru dah habis ini...


jangan lupa like, vote dan komentarnya ya ... love you all ...

__ADS_1


__ADS_2